Kisah Nona Manado Cakes

Masuk bulan puasa, ada beberapa hal yang jadi berbeda yang saya lihat di kota ini.

Jalanan yang tiba-tiba lengang di pagi hari, meski jam udah menunjukkan pukul tujuh lewat. Saking sedikitnya volume kendaraan yang lewat, lampu merah pertama yang kami temui di jalan menuju sekolah abang dan kantor kami bahkan belum beroperasi hingga di jam segitu.

Pemandangan yang berbeda akan ditemui di siang hingga sore hari, jalanan yang paginya begitu lengang, tiba-tiba saja jadi begitu rame hingga macet di mana-mana. Saya pernah lho, pulang dari kantor jam setengah 4 dan tiba di rumah jam 5 lewat. Padahal dalam keadaan normal, jarak dari kantor ke rumah hanya 10 menit saja dengan kendaraan.

Jalanan kemudian akan kembali lengang mulai sekitar pukul setengah 6 sore. Yang terlihat ramai adalah di restoran dan mall.

Selain itu, hal lain yang berbeda di bulan puasa adalah di mana-mana banyak orang yang menggelar lapak bukaan puasa. Itulah yang jadi pemandangan sehari-hari setiap saya pulang kantor, di tengah kemacetan yang terkadang bisa sangat luar biasa…

Ngeliat para pelapak itu yang ngegelar dagangannya di pinggir jalan, bikin saya keinget pada masa tahun 2014 yang lalu *gilaa..udah lama banget yaaa…udah 2 tahun lewat aja 😀 *, yaitu masa di mana saya juga berdagang kue. Memang sih dulu saya bukannya yang juga gelar dagangan di pinggir jalan gitu. Tapi liat orang-orang jualan macam-macam kue, bikin saya jadi teringat pada masa di tahun 2014 silam.

Continue Reading…