Top 3 Questions Tentang Jualan….

Jadi ya pemirsa, saya kan ceritanya sejak awal bulan April ini mulai belajar jualan. Karena baru belajar jadi ya barang yang saya jual juga masih dikit-dikit dan masih terbatas di kotak-kotak makan dan botol-botol minum terutama dari brand Dubblin. Puji Tuhan sih walo masih dikit-dikit, tapi hasil penjualan udah lumayan bikin seneng laahhh….hehehe…. Tapi yang sekarang mo saya cerita bukan soal ke jualannya, melainkan ke pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyain ke saya (yang gak berkaitan langsung sama produk yang saya jual) dari sejak hari pertama jualan sampai dengan hari ini.

Kita mulai dari urutan ke tiga sampe ke urutan pertama yaaa….

Continue Reading…

Kisah Nona Manado Cakes

Masuk bulan puasa, ada beberapa hal yang jadi berbeda yang saya lihat di kota ini.

Jalanan yang tiba-tiba lengang di pagi hari, meski jam udah menunjukkan pukul tujuh lewat. Saking sedikitnya volume kendaraan yang lewat, lampu merah pertama yang kami temui di jalan menuju sekolah abang dan kantor kami bahkan belum beroperasi hingga di jam segitu.

Pemandangan yang berbeda akan ditemui di siang hingga sore hari, jalanan yang paginya begitu lengang, tiba-tiba saja jadi begitu rame hingga macet di mana-mana. Saya pernah lho, pulang dari kantor jam setengah 4 dan tiba di rumah jam 5 lewat. Padahal dalam keadaan normal, jarak dari kantor ke rumah hanya 10 menit saja dengan kendaraan.

Jalanan kemudian akan kembali lengang mulai sekitar pukul setengah 6 sore. Yang terlihat ramai adalah di restoran dan mall.

Selain itu, hal lain yang berbeda di bulan puasa adalah di mana-mana banyak orang yang menggelar lapak bukaan puasa. Itulah yang jadi pemandangan sehari-hari setiap saya pulang kantor, di tengah kemacetan yang terkadang bisa sangat luar biasa…

Ngeliat para pelapak itu yang ngegelar dagangannya di pinggir jalan, bikin saya keinget pada masa tahun 2014 yang lalu *gilaa..udah lama banget yaaa…udah 2 tahun lewat aja 😀 *, yaitu masa di mana saya juga berdagang kue. Memang sih dulu saya bukannya yang juga gelar dagangan di pinggir jalan gitu. Tapi liat orang-orang jualan macam-macam kue, bikin saya jadi teringat pada masa di tahun 2014 silam.

Continue Reading…

Blessed Inn: Peresmian Lantai Bawah

Bulan April tahun 2015 yang lalu, saya pernah sedikit cerita di sini tentang investasi kami di Manado yang berupa tanah dan rumah kost-kostan. Awalnya memutuskan untuk mengambil investasi itu bukan didasari atas keinginan mencari keuntungan. Motivasi awalnya malah jauh banget dari itu dan terus terang bisa dibilang kami berpayah-payahan banget saat itu. Tapi kami percaya, Tuhan tau, Tuhan ngerti apa yang ada di hati kami. Kami hanya ingin jadi berkat. Mungkin yang baca bingung, hehe, tapi yah ada hal-hal yang tak perlu diceritakan di sini kan 🙂

Rumah kost-kostan di Manado itu kemudian kami beri nama Blessed Inn. Pake kata ‘Inn’ karena cita-cita ke depan adalah mengembangkan tempat ini menjadi penginapan dan bukan kost-kostan lagi. Kalo sekarang memang agak sulit karena kendala di promosi, fasilitas, dan manajemennya juga. Nantilah pelan-pelan satu per satu dikerjakan. Lagian ngurus jarak jauh kayak gini memang agak menyulitkan.

Awalnya bangunan Blessed Inn hanya berupa rumah panggung khas Minahasa yang berbahan kayu. Terdapat 9 kamar yang terdiri dari 2 family room dan 7 standard room. Fasilitas di dalam kamarnya ada tempat tidur (single untuk standard room, queen untuk family room), meja belajar/meja kerja, rak kayu dua tingkat, serta lemari dua pintu yang udah dilengkapi dengan kaca rias. Udah lumayan banget lah ya fasilitas segitu untuk kamar kos dengan harga per bulan yang terjangkau sekali.

Selain fasilitas di dalam kamar, fasilitas di luar kamarnya juga kami sediakan di lantai bawah, seperti 7 kamar mandi dan wc, 1 dapur yang udah dilengkapi dengan 1 kompor gas dan 1 kompor minyak, dua area untuk mencuci piring, tempat jemur pakaian, serta tempat parkir motor.

Dan selain fasilitas-fasilitas itu, kami juga menyediakan pemandangan yang segar pada para penghuni kost lewat taman buah di halaman depannya. Taman ini nih yang menjadi salah satu daya tarik Blessed In. Padahal sederhana aja sih tamannya, cuma mungkin keberadaan taman itu bikin suasana jadi adem sehingga orang yang melihat pun jadi merasa ada ketenangan dan kesegaran.

Continue Reading…

Puji Tuhan

Di post yang ini, saya sudah sempat ngomong kalo tahun lalu tepatnya di bulan Mei, saya dan suami berkeputusan untuk ngambil properti lagi.

Keputusan yang nekad banget saat itu, mengingat di tahun sebelumnya kami baru beli rumah yang sekarang ini kami diami. Simpanan sebenarnya bukan yang lagi banyak, tapi kami tau ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Lagipula selama ini kami selalu berprinsip, mumpung anak masih kecil-kecil, kebutuhan belum terlalu banyak maka ini  saatnya kami berupaya untuk sebisa mungkin menginvestasikan rejeki yang Tuhan kasih. Makanya selama ini setiap kali ada rejeki lebih dari kantor semisal bonus atau penghargaan kinerja, sebisa mungkin digunakan untuk investasi.

Kalo udah kepikiran buat investasi, maka segala kepengenan yang laen-laen yang gak terlalu penting berusaha kami tahan. Segala sesuatu ada waktunya dan kami tau saat ini bukan saat untuk foya-foya. Yang penting kami bukan berhemat sampe jadi pelit ke diri sendiri, ke anak-anak, dan keluarga.

Continue Reading…