Cerita Cerah Ceria (Part 1) : Dari Palembang ke Medan

Hari Senin, seperti biasa saya bangun ketika hari masih sangat gelap. Selesai berdoa and did my other morning routines, saya segera turun buat ngambil sapu, kemoceng, dan pengki. Hari ini anak-anak akan ke sekolah lebih lambat dari biasanya karena rencananya di sekolah cuma ada agenda Parents Student Teacher Conference (PSTC) yang memang selalu diadakan di tengah semester. Dalam PSTC ini, orangtua akan mendapatkan laporan dari homeroom teacher mengenai segala sesuatu tentang anak dari awal hingga tengah semester. Maksudnya diadakan di tengah semester, supaya jika ada yang perlu jadi perhatian, orangtua bisa membantu guru berupaya untuk mengatasi hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut sebelum akhir semester.

Karena anak-anak hanya akan ke sekolah dalam rangka PSTC dan kami bakal berangkat ke Medan siangnya, maka subuh hari itu saya gak masak, cukup bersih-bersih dan beres-beres rumah aja. Sekitar jam 5 saya selesai bersih-bersih, saya pun bikin sarapan yang gampang-gampang : sup sayur, ham goreng, dan telur dadar.

Continue Reading…

Iklan

Asian Games 2018 dan Kambang Iwak

Asian Games 2018 perasaan udah lama kelar ya, kok baru mo dibahas sekarang?

Hehe…

Saya juga gak rencana sebenarnya nulis tentang Asian Games, secara selama pelaksanaannya sendiri saya hampir gak ada ngikutin, kecuali di beberapa kesempatan obrolan dengan pak suami gak sengaja ngebahas soal prestasi Indonesia di Asian Games 2018 atau saat ada yang lagi heboh seperti momen pelukan dan si atlit bulutangkis (ini jadi perhatian saya aslinya bukan karena si atlit tapi karena heran kenapa kok ya yang heboh justru kebanyakan ibu-ibu. Suer, di beberapa media sosial yang saya punya, yang kebanyakan share soal foto si atlit justru adalah ibu-ibu yang udah punya anak lho…aneh! Semoga saja itu didorong karena para ibu-ibu itu pengen anak-anaknya kelak berprestasi dan berbadan bagus seperti atlit itu ya 😀 ) . Saking gak terlalu ngikutinnya, selama pelaksanaan kemarin kami hanya sekali aja datang ke Jakabaring Sport City, itupun udah malam dan gak ada rencana untuk nonton pertandingannya…hehehe….

Continue Reading…

Sweet Memories With Opa and Oma

Tahun ini, seharusnya kami merayakan Natal dan Tahun Baru di Manado, tapi karena satu dan lain hal, tahun ini lagi-lagi kami harus ke Medan. Di satu sisi bersyukur karena masih bisa berkumpul bersama keluarga di momen hari raya yang ditunggu-tunggu sepanjang tahun. Tapi di sisi lain ada rasa sedih juga, karena bagaimanapun saya juga kangen berkumpul bersama keluarga di Manado. Tapi yah sudahlah, puji Tuhan yang di Manado bisa mengerti kondisinya dan Tuhan pasti akan atur waktu yang lebih baik untuk kami bisa berkumpul bersama lagi. Lagipula puji Tuhan, meski tahun ini kami tidak bisa pulang untuk menemui orangtua di Manado, tapi tahun ini ada dua kali orangtua dari Manado datang ke rumah kami di Palembang 🙂 .

Continue Reading…

A Night With My Sister

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di akhir bulan Juli (udah cukup lama juga ya…hehehe), kakak saya datang ke Palembang. Bukan buat jalan-jalan sih, tapi karena ada urusan kerjaannya di sini, itupun hanya 4 hari, tapi teteplah kami sangat bersyukur masih bisa ketemu walo hanya sebentar saja. Saya sendiri udah kangen banget sama kakak saya ini, secara kan ya, terakhir kami ketemu tuh waktu Natal tahun 2015 lalu lho! Udah lama banget kaaann 😦 .

Continue Reading…

Christmas 2016: New Year With The Samosirs

Bukan dalam formasi lengkap, karena sebagian tahun baruan bukan di Medan, tapi puji Tuhan suasana tahun baru tetap terasa rame dan penuh sukacita 🙂

Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap kali kami menghabiskan tahun baru di Medan, acara khusus yang harus selalu ada adalah ibadah bersama di rumah yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi Mandok Hata.

Bagi orang dari suku Batak, Mandok Hata ini bisa dibilang sudah menjadi bagian dari keseharian, di mana setiap kali ada acara atau perkumpulan, maka hampir selalu akan dibarengi dengan Mandok Hata.

Arti Mandok Hata sendiri secara harafiah adalah menyampaikan sesuatu dengan kesungguhan hati. Karena disampaikan dengan kesungguhan hati, maka biasanya (atau mungkin malah seharusnya) hal-hal yang disampaikan dalam Mandok Hata itu bukanlah hal yang remeh temeh namun sebaliknya merupakan sesuatu yang mengandung makna sangat dalam dan diungkapkan juga dengan segenap perasaan (istilahnya BaPer…hehehe). Saking dalamnya dan penuh perasaan, maka tak jarang dalam Mandok Hata ini kita akan menemui baik pembicara maupun pendengar menitikkan air mata. Jangan salah, orang Batak memang terkenal keras, tapi dari apa yang saya lihat selama 11 tahun terakhir memiliki pasangan orang Batak, saya bisa menyimpulkan kalau kebanyakan orang dari suku ini justru mudah sekali terharu hingga menitikkan air mata, tak pandang meski kaum pria sekalipun. Aneh tapi nyata memang. Saya aja waktu awal-awal cukup takjub lihatnya, karena selama ini yang saya tau orang Batak itu keras, tapi ternyata sekeras-kerasnya, hati mereka cukup mudah terharu juga…hehe… Dan yang lebih bikin saya takjub dan salut adalah kemampuan mereka mengendalikan diri, hingga meski sedang dalam kondisi terharu, tapi tetap bisa menyampaikan sesuatu secara jelas. Takjub, karena kalo saya seperti itu, pasti yang adanya mewek doang trus udah gak sanggup ngomong lagi…hihihihihi…

Continue Reading…

Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1

Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera :D
Ayok kita kemon…hehehe…. Btw, Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera 😀

Sebenarnya udah gak cocok lagi ya cerita mudik ke Medan ini dimasukkan dalam seri Christmas 2016, karena kita juga mudik ke Medan bukan lagi dalam rangka Natal melainkan Tahun Baru. Tapi kalo dipisah rasanya gak asik juga, karena Natal dan Tahun Baru buat kami udah jadi satu rangkaian perayaan. Ada Natal, berarti ada Tahun Baru. Ada Tahun Baru, berarti ada Natal. Ya sudahlah kalo begitu, walo kami ke Medan menjelang Tahun Baru, tapi anggap saja itu juga bagian dari mudik dalam rangka Natal…hehe…

Sebenarnya juga, saya sok-sokan aja ini nulis pake part-part-an, padahal aslinya gak yakin juga bisa ngejar semua cerita mudik kemarin buat didokumentasiin di sini 😀 . Lagi-lagi ya sudahlah, yang penting mah udah ada niat dulu, akan terealisasi ato gak, bakal terlihat seiring waktu berjalan melalukan musim…tsaaahh! 😀

Bagian pertama dari kisah perjalanan mudik kami kemarin yang mau saya ceritain sekarang adalah tentang perjalanan perginya. Gak ada yang istimewa-istimewa banget sih sebenarnya, cuma biar lebih terorganisir maka perjalanan pergi saya khususkan seperti ini *alesan, padahal aslinya karena supaya bisa bikin update pendek aja. Kalo digabung dengan yang lain jadi panjang, sementara lagi gak ada waktu nulis panjang-panjang…huehehehe…*

Continue reading “Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1”

19 Desember 2016

Kabar duka itu memang selalu mengejutkan.

Pun meski kabar itu tentang kepulangan orang yang kita tahu sudah lama sakit berat. Tetap mengagetkan.

Dan bila orang dekat, maka keterkejutan itu akan disusul dengan rasa kehilangan seiring kenangan tentangnya yang silih berganti muncul…

papa-bersaudara-edit
Opa bersama sebagian jagoannya…

Continue reading “19 Desember 2016”

Hole Ei8hteen Palembang

Yuhuuu….

Sudah hari Senin lagi dan kali ini saya lagi-lagi mo cerita tentang tempat makan yang baru dibuka beberapa bulan yang lalu (mungkin sekitar Maret – April) di Palembang.

Nama tempatnya adalah Hole Ei8hteen yang berlokasi di komplek apartemen The Basilica di daerah Celentang. Tau soal tempat ini dari teman trus penasaran karena sepertinya kalo dari cerita teman, tempat ini lumayan menarik.

Jadilah kami ke situ buat makan malam hari Sabtu kemarin. Nyari tempatnya mudah banget lah, walo bukan di pusat kota persis, tapi kalo buat orang Palembang tempat ini pasti gampang banget dikenali. Begitu masuk komplek apartemen The Basilica (yang belom jadi-jadi juga sampe sekarang 😀 ), bangunan Hole Ei8hteen ini langsung menarik perhatian karena warnanya yang seluruhnya hijau tua dengan konstruksi agak melengkung. Aslinya saya pengen foto bangunan resto ini dari luar, tapi sayang banget Sabtu kemarin saya gak bawa HP karena si Note 5 lagi dikarantina (untuk yang kedua kalinya lhooo pemirsa, padahal itu umurnya belom ada setahun! My God, kenapa yang namanya mobile phone tuh gampang banget rusak di tangan saya?? 😥 ), jadilah saya gak bisa leluasa foto-foto kemarin itu…hikkss….

Continue Reading…

D’Fab Social and Food

Kemarin, kami sekeluarga makan malam di D’Fab Social and Food. Ini sebenarnya bukan tempat makan yang baru di Palembang, kami aja yang baru kali ini ke sini. Tempat ini udah sering saya dengar, dan rata-rata orang yang udah pernah ke situ bilang kalo tempatnya bagus dan makanannya juga enak. Karena orang-orang pada bilang begitu, jadi ekspektasi saya untuk tempat ini terbilang cukup tinggi.

Kemarin kami tiba di situ sebelum jam 6 sore. Suasana di dalam restonya memang cukup cozy, terlihat cocoklah untuk nongkrong.

Harap maklum lah ya kalo si adek di foto gak liat kamera. Dia memang begitu orangnya… Harap maklum juga kalo liat dia menjelang malam gaya pake sun glasses, karena lagi-lagi, dia memang begitu orangnya..hihihihi

Daftar menunya juga lumayan bervariasi from east to west.

Continue Reading…