Adek’s 18th Month

Horeeee…ulang bulannya kapan, ditulisnya kapan…hehehehe…. Biarinlah, sengaja emang supaya gak ketahuan banget juga kapan dia ulang tahunnya.

Ini dari ulang bulannya sendiri udah lewat 11 hari, jadi usianya di hari ini udah hampir 18 setengah bulan. Dua minggu lagi udah ulang bulan lagi deh ni bocah ๐Ÿ˜€

Di usia ini, si adek udah makin pinter ngomong, yah memang sih kebanyakan omongannya masih ntah apa-apa, masih suka ngoceh gak jelas gitu, tapi beberapa kata dia udah jelas ngomongnya dan makin pintar juga niru omongan orang.

Ini ada videonya si adek niru saya yang ngomong great jobs ๐Ÿ˜€

Di samping great jobs, kata dalam bahasa inggris lain yang udah bisa dia ucapin adalah fish, dog, dan takyu (bahasanya buat thank you…hehehe), serta tentu saja no dan yes yang udah dari berbulan-bulan lalu bisa diomonginnya.

Selain itu, kalo bulan lalu untuk kata minum dia bisanya bilang “nyum”, di bulan ini udah jelas, “minum”.

Begitu juga dengan kata abang. Bulan-bulan kemarin kan bisanya ngomong, “Aba” gitu, di bulan ini udah keren tuh, udah “Abang” jelas banget gitu ngomongnya. Seneeengg banget dengernya ๐Ÿ˜€

Pelan-pelan juga dia udah bisa manggil si mbak dengan sebutan “Baaa…Wi!”. Itu si mbak Wik pas denger si adek manggil dia kayak gitu, langsung loncat-loncat kesenengan lho trus langsung teriak-teriak manggil si sus, “Sus..suuusss…dedek manggil namaku lhooo!!!” hahahaha…si mbak ih, segitunya bahagianya ๐Ÿ˜€

Oh ya, si adek juga sekarang udah bisa lhoooo nyebut “dedek” untuk dirinya sendiri. Biasanya kalo dia minta apa-apa trus gak dikasih, mulai deh ngerengek sambil bolak-balik bilang, “dedek…dedek….dedek…” hehehehe…. Trus juga kalo lagi nangis sambil marah, suka ngomong, “Gaaaakk!!! Gaakkk!!!” hihihihi…ntah apa maksudnya, mungkin pengen bilang, “Gak gitu dong ke aku!” ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Selain lagi asik belajar ngomong, si adek juga lagi suka belajar abjadย dan angka. Kalo abjadย yang paling fasih dia sebut tuh B,C, dan D (dalam bahasa inggris). Kalo angkaย yang paling fasih one, two, dan eight. Khusus untuk angka, dia paling suka belajar sambil naik turun tangga. Jadi setiap anak tangga diitungin satu-satu. Yah, masih kita sih yang ngomong nama angka-angkanya, dia mah cuma ngikutin ujung-ujungnya doang, tapi gak apa-apa lama-lama pasti dia bisa nyebutin angka secara berurut. Karena si adek lagi seneng belajar gini, maka di rumah pun tiap hari si sus muterin DVD Brainy Baby yang ABC sama 123. Anak mama pintar, semoga tambah pintar yaaaa ๐Ÿ˜€

Gaya pake laptop

Ralph nih anaknya memang susah diam dan suka banget ngusilin orang.

Liat deh di foto di bawah ini. Itu ceritanya dia lagi mo digantiin baju dan popok sama si sus, tapi belom apa-apa udah kabur ke tangga. Kalo dikejar dia cepet-cepet lanjut naek, kalo kita berhenti, dia juga berhenti sambil pose kayak gini…

Tapi seusil-usilnya dia, dia tetep anak yang suka belajar dan doyaaann sekali membaca buku! Yang kayak gini, mirip banget tuh dengan abangnya. Gak bisa diam sih, tapi begitu nemu buku, betah duduk sendiri sambil bolak-balik bukunya meski belum bisa baca pun ๐Ÿ˜€

Waktu saya nulis soal buku anak-anak, ada yang nanya anak-anak di rumah suka sobek-sobek buku juga gak?

Sebenarnya sih abang dan adek tuh sama ya, waktu usia di bawah setahun dan sampe setahun lebih sedikit masih suka sobek-sobek buku, tapi lama kelamaan mereka ngerti kalo buku itu untuk dibaca bukan untuk disobek-sobek. Jadi kalo ada yang tanya apa rahasianya bikin anak gak sobek-sobek buku, saya mungkin hanya bisa jawab, disering-seringkan bacain buku untuk anak aja supaya anak tau apa gunanya buku ๐Ÿ™‚

Usia boleh baru setahun setengah, tapi intelek banget kaann..udah bisa ketiduran sambil pegang buku gini ๐Ÿ˜€

Perkembangan si adek lainnya di bulan ini adalah udah bisa mandi diguyur. Karena udah bisa mandi diguyur gini, dia udah ogah berendam di baknya lagi, seringnya sih habis mandi dia main-main air aja tanpa masuk ke dalam bak lagi.

Senengnya, si adek ini pas diguyur gitu dia gak ada gelagapan sama sekali, biasa aja gitu, tiap airnya turun ya dia tutup mata sama nahan napas aja. Ini tanpa diajarin sih, tiba-tiba aja dia udah bisa. Sebenarnya dia udah lama sekali bisa diguyur sejak masih mandi di dalam bak, tapi baru beberapa minggu belakangan ini dia mandi dengan berdiri terus kayak gini.

Liat muka dia yang lagi merem kuat-kuat gini, rasanya gemeeesss banget! ๐Ÿ˜€

Selebihnya, si adek masih suka musik dan pura-pura bisa main musik seperti abangnya…. Liat deh gaya dia main piano. Kayak yang bener aja, trus setelah itu dia pake tepuk tangan lagi, seolah puas banget sama hasil karyanya ๐Ÿ˜€

Adek juga masih sukaaa sekali main magic car keliling-keliling rumah…

Dan dia sekarang ini sedang jadi penggemar Hi-5, In The Night Garden, dan Teletubbies. Kalo udah nonton tiga acara itu…beuuhh..seriusnyaaaa ๐Ÿ˜€

Di atas semuanya, dia masih si ASIHOLIC! ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Soal imunisasi, si adek seminggu yang lalu udah imunisasi DPT IV, Hib IV, dan Polio V. Untuk MMR masih ditunda, tar lah kalo udah 2 tahun, hehe….

Selamat ulang bulan ya nak! Bayi kesayangan orang serumah yang tiap hari ngasih hiburan gratis buat kami. Seneng banget lho dek dengan kehadiran dedek, rumah gak pernah sepi, ada aja kelakuan dedek yang bisa jadi bahan ketawaan ๐Ÿ˜€

Sehat-sehat terus ya nak, tambah pintar, tambah cerdas, tambah ganteng, pokoknya tambah diberkati dan penuh kasih karunia dari Allah Tritunggal ya nak.

We love you so much, Ralph Jehonathan Tohap Samosir!

 

All About Imunisasi IPD

Ijin copas, nih sama dokter Irwan dariย http://dokteranakku.com/?p=194. Tulisannya tentang Imunisasi IPD bagus banget, nih…lumayan banget sebagai referensi buat saya dan ibu-ibu lainnya.

=====================================================

Apa gunanya vaksinasi IPD?

IPD adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus (streptoccoccus pneumoniae). Bakteri tersebut secara cepat dapat masuk ke dalam sirkulasi darah dan merusak (invasif) serta dapat menyebabkan infeksi selaput otak (meningitis) yang biasa disebut radang otak.

Penelitian menunjukkan, sebagian besar bayi dan anak di bawah usia 2 tahun pernah menjadi pembawa ( carrier) bakteri pneumokokus di dalam saluran pernapasan mereka. Oleh karena itu, bayi baru lahir hingga bocah usia 2 tahun berisiko tinggi terkena IPD.

Yang paling fatal bila bakteri pneumokokus menyerang otak. Pada kasus-kasus meningitis seperti ini, kematian akan menyerang 17% penderita hanya dalam kurun waktu 48 jam setelah terserang. Kalaupun dinyatakan sembuh umumnya meninggalkan kecacatan permanen, semisal gangguan pendengaran dan gangguan saraf yang selanjutnya memunculkan gangguan motorik, kejang tanpa demam, keterbelakangan mental dan kelumpuhan.

Dari ketiga bakteri yang biasa menyebabkan meningitis (Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae type B, dan Neisseria meningitis), Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang seringkali menyerang anak di bawah 2 tahun. Meningitis karena bakteri pneumokokus ini dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu 48 jam. Bila sembuh pun sering kali meninggalkan kecacatan permanen.

Vaksinasi dipercaya sebagai langkah protektif terbaik mengingat saat ini resistensi kuman pneumokokus terhadap antibiotik semakin meningkat. Karena anak-anak di bawah usia 1 tahun memiliki risiko paling tinggi menderita IPD, maka amat dianjurkan agar pemberian imunisasi dilakukan sedini mungkin. Untungnya, saat ini sudah ditemukan vaksin pneumokokus bagi bayi dan anak di bawah 2 tahun.

(dari artikel sebuah tabloid kesehatan, oleh: Sukman Tulus Putra, dr.,Sp.A.(K), FACC, FECS, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia
(IDAI))

Apakah vaksinasi ini dipakai di tempat lain?

Menurut salah seorang dokter di milis sehat(1): Aman tidak, Di indonesia baru tahun ini 2006, tapi di Amrika, sejak 2000 sudah disuntikan wajib dan laporan ilmiah tahun 2001 telah 23 juta dosis diberikan dengan efek samping yang tidak jauh lebih banyak dari efek samping imunisasi rutin saat itu. Sampai sekarang telah direkomendasikan di Amerika, Australia, Korea, Philipina, Spanyol, Malaysia, Singapore dan Canada.

Apakah sudah dilaksanakan di Indonesia?

Situs resmi IDAI (www.idai.or.id) belum memasang jadwal terbaru setelah jadwal tahun 2004 hasil revisi. Menurut salah seorang dokter di milis sehat(1): Dari bocoran hasil rapat Satgas imunisasi IDAI di medan (1-5 mei) direkomendasikan untuk dimasukkan bersamaan vaksin influensa pada jadwal rekomentasi idai 2006. Menurut situs majalah Anakku (www.anakku.net dibuka pada tanggal 19 Mei 2006): Vaksinasi IPD direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2006 bersamaan dengan mulai direkomendasikannya vaksinasi Influenza.

Bagaimana jadwalnya?
Imunisasi IPD pada usia (1):
< 6 bulan: diberikan dasar 3 kali jarak 2 bulan dan penguat/ulangan (booster) pada usia 12 โ€“ 15 bulan. > 4 kali
6 – 12 bulan diberikan dasar 2 kali, dan penguat seperti diatas > 3 kali 12 โ€“ 24 bulan . Diberikan dasar 2 kali tidak perlu penguat. > 2 kali
> 24 bulan. Diberikan 1 kali > 1 kali

Apa nama vaksin IPD?
Ada dua jenis yang sudah beredar, dan ada yang dalam pengembangan/penelitian.
Prevenar atau PCV 7 (diseluruh dunia sama mereknya): berisi 7 serotype (4,
6B, 9V, 14, 18C, 19F and 23F). Bisa diberikan pada sejak bayi usia 2 bulan.
Harganya relatif mahal.
Pneumo23: berisi 23 serotype, diberikan pada anak berusia lebih dari 2
tahun. Harganya lebih murah.
Sedang dikembangkan vaksin baru berisi 9 serotype (prevenar ditambah
serotype 1 dan 5, yang banyak menimbulkan pneumococcus disease di negara
berkembang). Diharapkan ijinnya akan keluar 2-3 tahun lagi. (Produksi Wyeth)
Sedang dikembangkan juga vaksin berisi 11 serotype (produksi GSK dan
Sanofi-Pasteur).

Ada keuntungan lain dalam penelitian vaksin produksi baru ini bahwa: In addition, an unexpected benefit of vaccination (9 serotype vaccine) was the decrease of symptomatic pneumonia cases associated with a viral infection, whether influenza virus or one of the paramyxoviruses.

Apa efek samping vaksinasi ini?
Menurut labelnya, efek samping yang sering terjadi (Very common) pada pemberian prevenar pada saluran pencernaan adalah diare dan muntah.

Menurut artikel oleh dokter Sukman Tulus Putra: Reaksi terhadap vaksin yang terbanyak dilaporkan adalah demam ringan < 38 derajat Celcius, rewel, mengantuk (drowsy), dan beberapa reaksi ringan lainnya yang biasa ditemui pada pemberian berbagai jenis vaksin.

Dalam praktek, salah seorang dokter di milis sehat(1) menyampaikan: dari 20an kasus, 5-8 pasien menelefon dan mengatakan panas tapi tidak tinggi (<38). Ada 1 pasien yang nafsu makannya menurun dan panasnya > 38. Belum ada yang mengeluh diare dan muntah.

Apa yang perlu diperhatikan?
Bila ada riwayat reaksi alergi terhadap imunisasi Dipteria (DPT), maka tidak diberikan imunisasi IPD jenis Prevenar (kontraindikasi), karena dalam Prevenar ada kandungan varian dari Diphteria toxin (sebagai protein-carrier).

Pemberian imunisasi IPD tidak menghapus jadwal imunisasi yang lain (seperti HiB, tetap seperti jadwalnya).

Apa kendalanya?
Harga vaksinasi masih relatif tinggi. Dilaporkan berkisar 850-950 ribu rupiah (Prevenar).

WHO menyebutkan:
A vaccine providing effective protection against pneumococcal disease for young children in developing countries may be ready for use in 2008-2009, and could be introduced in such countries provided adequate supply and financial help are arranged.

Apakah benar-benar diperlukan di Indonesia?

Menurut WHO:
It can be difficult to establish the extent of pneumococcal disease as developing countries often lack the clinical and laboratory facilities, the expertise, and the resources to do so. As a result, public health decision-makers are often unaware of the prevalence of the disease and of the toll it exacts in death and disability. Because of the scarcity of data from developing countries, there is concern over whether the seven-and nine-valent vaccines contain the serotypes appropriate for all countries.
Concerns remain โ€“ although results to date are encouraging โ€“ that prevention of some serotypes of pneumococcal disease may lead to increased incidence of other serotypes. The price of the vaccine, although still to be set for developing countries, may be too high for them to afford without special financing arrangements.

Menurut salah seorang dokter :
Sebenarnya masih ada pertanyaan apakah serotype yang digunakan pada Prevenar sesuai dengan serotype di Indonesia. Karena itu baru akan dilakukan penelitian. Kalau misalnya lebih spesifik dan lebih sedikit jumlahnya, mungkin bisa diproduksi dengan harga lebih murah.

Menurut informasi dari seorang SpA:
Sakit IPD-nya sudah jelas ada, hanya soal apa serotypenya. Pemilihan 7 serotype ini didasarkan pada pemberian di Malaysia, Singapura, Philiphina dan Australia yang dianggap berdekatan dan memiliki ciri geografis seperti Indonesia.

Saat ini yang sudah diteliti ada di tiga tempat: Jakarta (3), Bandung (4) dan Mataram (5). Dari ketiganya, baru Mataram yang sudah diketahui serotypenya. Tahun ini akan dilakukan penelitian multi-senter di 5 tempat,untuk memastikan jenis serotype-nya. Hasilnya mungkin baru tahun depan diketahui dengan pasti.

Keterangan:
1: dr. JS Wibisono, SpA
2: dr. Purnamawati, MMPed. SpA(K)
3: Prof. Hardiono Pusponegoro, SpA(K)
4: Prof. Cissy Kartasasmita, SpA(K)
5: Prof. Soewignyo, SpPD(K).

Semoga bermanfaat, mohon dikoreksi dan ditambahi oleh semuanya agar lebih sempurna.

Catatan: ini bukan tulisan resmi, artinya untuk konsumsi milis. Bila untuk konsumsi publik (situs, leaflet, brosur, poster), tentu cara penulisan harus disesuaikan.

Catatan Tambahan :

Maaf, ternyata masih ada yang terlewat:Apa beda serotype pada Prevenar dan Pneumo23?
Prevenar atau PV7 berisi 7 serotype Streptococcus pneumonia: 4, 6B, 9V,
14, 18C, 19F and 23F
Pneumor23 berisi 23 serotype:
1,2,3,6B,7F,8,9N,9V,10A,11A,12F,14,15B,17F18C,19A,19F,20,22F,23F,33F

Kalau sudah mendapatkan imunisasi IPD apakah masih harus mendapatkan imunisaasi HiB?
Masih, karena bakteri penyebabnya berlainan jenis. Jadi jadwal untuk HiB tetap berlaku, jadwal IPD juga berlaku.

Apa ada yang perlu diperhatikan?
Bila ada riwayat reaksi alergi terhadap imunisasi Dipteria (DPT), maka tidak
diberikan imunisasi IPD jenis Prevenar (kontraindikasi), karena dalam
Prevenar ada kandungan varian dari Diphteria toxin.