An Answered Prayer

Sejak dulu, saya paling suka lihat anak-anak yang bisa dan mau bermain musik dalam ibadah di gereja. Sukanya tuh yang sukaaa banget. Pokoknya tiap kali ke gereja dan melihat ada pemain musik yang masih anak-anak, pasti akan bikin saya sangat terpukau. Mungkin karena saya sendiri tidak mengerti apa-apa soal musik, mungkin karena jangankan bermain alat musik, bernyanyi dengan baik saja saya tidak bisa lulus jika untuk lulus diperlukan kualitas nyanyian tanpa ada satu pun nada yang meleset, sehingga setiap kali melihat orang yang bisa bermain musik, apalagi jika usianya masih anak-anak, maka saya akan terpukau sambil dalam hati bilang, “Luar biasa, usia sekecil itu sudah bisa memainkan instrumen musik dengan indah… Dan memainkannya untuk Tuhan lagi, benar-benar istimewa!

Karena perasaan yang seperti itulah, maka sejak awal memasukkan si abang ke sekolah musik, sudah ada kerinduan di hati saya kalaulah bisa si abang dengan belajar musik ini kelak bisa menjadi pemusik di gereja. Saat itu, meski kerinduan saya (plus suami juga, karena ternyata dia juga merindukan hal yang sama!) besar, tapi saya tahan diri sih karena sadar juga dengan kondisi saya yang nyanyi aja fals gini kok kayaknya terlalu muluk-muluk ya berharap bisa punya anak yang memiliki talenta dalam bermusik dan apalagi bisa memakai talenta itu untuk pelayanan di gereja 😁. Kalau suami bisa sih menyanyi dengan baik, tapi kalau untuk bermain musik dia sama cupunya dengan saya, alias tidak bisa sama sekali! 😄

Continue Reading…

ABRSM Piano Exam and The Kiddos’ New Courses

Salah satu hal yang bikin saya menikmati banget masa cuti ini adalah keleluasaan yang saya rasain dalam nganter jemput anak-anak. Karena ngerasa jauh lebih leluasa, makanya begitu mereka minta nambah les, saya pun langsung ijinin. Kendala untuk nambah les itu memang selalu adanya di waktu kan ya? Terutama tentu waktunya anak-anak. Tapi kendala waktunya akan lebih besar lagi kalo saya yang nganter jemput mereka juga terkendala di waktu kerja. Puji Tuhan saya masih punya waktu setahun lagi, jadi mari manfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah bekal pengetahuan dan keahlian buat anak-anak.

Sejauh ini, sejak saya cuti si adek udah ngikut les menggambar di Global Art, trus si abang dan si adek juga ngikut les renang, trus si abang seminggu sekali juga latihan musik di gereja karena puji Tuhan dia udah mulai ikut pelayanan musik di ibadah Tunas Remaja, dan si adek juga sejak awal tahun ini mulai ikut les piano. Jadwal mereka sebenarnya dalam seminggu udah penuh, tapi dua anak ini masih belum puas, masih pengen nambah bahan pelajaran lagi. Ya udah, gak apa-apa, selama mereka sehat, bisa atur waktu dengan baik, bertanggung jawab dengan pilihan mereka sendiri, dan selalu semangat, ya kenapa gak kan ya? Toh saya punya waktu ini buat nganterin dan ngedampingin mereka. Kalo kata temen saya sih, saya beruntung punya anak-anak yang semangat belajarnya tinggi. Saya tinggal perlu nyiapin waktu, stamina, dan ATM aja….. 😂.

Continue Reading…

Perfect

Sebenarnya pagi ini saya berencana ngelanjutin cerita soal liburan kami kemarin (ini masih banyak banget ceritanya…hahahaha… Luar biasa memang. Liburnya kepanjangan sih, jadi ceritanya juga banyak 😅) sambil juga nerusin kerjaan nyelamatin foto-foto yang di-host di TinyPic (so far, saya udah nyelamatin foto dari 48 posts, udah lumayan banyak, tapi yang belum selesai masih lebih banyak lagi….wkwkwkwkwk…gak apa-apa, harus tetap semangat pokoknya! 💃). Tapi, berhubung kemarin ada cerita lucu soal si adek, saya jadi pengen cerita soal itu dulu, karena yang kayak gini-gini mah musti cepet-cepet diceritain sebelum kelupaan 😅.

Continue Reading…

From Star Wars to Lord Of The Rings

Kedua jagoan saya, samalah seperti siblings lainnya di seluruh bagian dunia ini, bukannya  yang bisa setiap saat dalam kondisi akur serta adem ayem. Bisa dibilang tiap hari ada aja hal yang jadi bahan perdebatan di antara mereka serta ada aja sesuatu yang jadi pemicu mereka berantem. Buat kami orangtua sih gak apa ya, karena kami juga gak mau ada salah satu di antara mereka yang terbiasa mengalah atau sebaliknya menang sendiri. Kami kenal betul, mereka berdua anaknya sama-sama keras jadi gak mungkin maksain salah satu mengalah kalau gak ngerasa salah atau perlu untuk mengalah. Selama berantemnya masih tau batasan, maka kami akan membiarkan mereka menyelesaikan persoalan mereka sendiri, yang mana itu gak pernah butuh waktu lama kok. Namanya juga abang adek, mana bisa berlama-lama diem-dieman dan maen sendiri-sendiri. Yang adanya semenit berantem, menit berikut udah ketawa-ketawa bareng lagi, walo di menit selanjutnya udah ada yang teriak-teriak lagi…hehehe…

Continue Reading…

Tentang Pindah Ke Lain Hati dan Tentang Indonesia Steinway Youth Piano Competition 2018

Ok, judulnya panjang. Tapi semoga isinya gak perlu panjang-panjang karena sungguhlah waktu saya gak banyak buat nulis blog seperti ini, karena itu kayaknya gak perlu lah ya berlama-lama di preambule, kita langsung aja ke inti cerita.

Pertama, soal pindah ke lain hati…errr….maksud sebenarnya bukan hati sih, tapi sekolah musik 😀 . Terhitung sejak Oktober 2017 yang lalu, si abang udah pindah dari Yamaha Music School ke Priskila Music yang berada di bawah naungan Trinity College London. Alasan pindahnya kayaknya gak perlu saya jabarkan di sini, biarlah untuk kami pribadi saja, yang pasti yang namanya pindah sudah bisa diprediksi karena mencari yang lebih baik. Puji Tuhan di tempat yang baru ini si abang enjoy dan semangatnya bertambah. Pindah sekolah musik akhirnya juga diiringi dengan ganti piano di rumah, dari piano listrik berganti ke piano akustik, karena kami lihat si abang udah makin serius belajarnya. Puji Tuhan dengan piano yang baru semangat belajarnya memang bertambah, jadi mamanya gak berasa rugi udah beliin…hehehe…

Continue Reading…

Adek’s First Music Class

Mau update singkat nih, pengen cerita tentang salah satu perkembangan si adek di antara sekian banyak perkembangannya yang ya ampun, tak sempat-sempat juga saya tuliskan di sini. Bener-bener deh, setahun terakhir (atau malah mungkin 2 tahun?) blog ini bisa dibilang hampir mengarah ke terbengkalai. Lupakan soal rajin blogwalking seperti dulu karena bisa nulis aja udah syukur bukan main. Bukan karena kurang semangatnya, tapi memang karena waktu yang dulu biasa saya pakai untuk ngeblog harus saya alokasikan untuk kegiatan lainnya. Ya sudahlah, lagi-lagi, asal bisa sesekali menulis di sini, itu pun saja sudah sangat bersyukur 🙂 .

Kali ini, saya mau bercerita tentang kelas musik pertama si adek.

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2016 Indonesia Final

Akhirnya ya, setelah tertunda cukup lama, jadi juga saya punya mood untuk nulis tentang lomba Yamaha Electone Festival (YEF) 2016 Indonesia Final yang abang ikuti kemarin.

Awalnya si abang ikutan YEF kategori Electone Ramai-Ramai adalah karena dia menang juara kedua di Yamaha Piano Competition yang mana itu berarti dia akan ikut di tahap kompetisi piano selanjutnya yaitu tingkat Sumatera di Medan. Nah, berhubung sekolah musiknya bikin grup untuk berpartisipasi di kategori Electone Ramai-Ramai, maka dikumpulkanlah semua peserta tingkat Sumatera baik Electone Concourse, Electone Idol, Piano, dan Vocal untuk bergabung dalam grup Swara Musi Cassanova. Selain para peserta lomba, ikut bergabung juga beberapa siswa yang adalah adik para peserta dan yang memang udah berencana untuk ikut nontonin kakaknya berlomba. Karena itulah maka akhirnya si abang jadi anggota Swara Musi Cassanova yang mana peran dia di situ adalah sebagai dancer yang menggunakan kostum rusa bersama dengan anaknya miss Mira dan seorang temannya lagi.

Continue Reading…

Yamaha Piano Competition 2016 (Part 1)

 

Yamaha Piano Competition adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Yamaha yang terbuka untuk semua siswa dan siswi yang menempuh pendidikan musik di sekolah-sekolah musik di bawah lisensi Yamaha. Selain piano, dalam event tahunan itu juga ada Electone Festival dan Popular Music Course Festival.

Tahun lalu, si abang ikutan Electone Festival kategori Electone Idol dan puji Tuhan waktu itu dia berhasil nyabet juara 3 sehingga kemudian jadi salah satu utusan Palembang di ajang Electone Festival Tingkat Wilayah Sumatera di Batam.

Nah, tahun ini si abang gak ikutan Electone Idol lagi, cukuplah ya pengalaman sekali itu…hehehehe… Tahun ini abang ikut yang Piano Competition aja.

Berdasarkan usianya, si abang masuk di kategori Junior A. Peserta yang lain ada dua lagi yang seumuran abang, selebihnya udah lebih besar. O ya, salah satu peserta Piano Junior A ini adalah anaknya miss Mira, guru musiknya si abang 😀

Kami sadar, peserta yang lain juga bagus-bagus sekali mainnya, karena itu kalo mo jujur kami sendiri bukannya yang ada harapan atau keyakinan tinggi bahwa si abang akan bisa dapat juara. Apalagi ditambah lagu yang dibawain si abang bukan lagu klasik, sementara biasanya yang jadi unggulan di kompetisi piano gini adalah lagu-lagu klasik. Buat kami tujuannya bukan untuk jadi juara atau gak. Yang paling penting si abang belajar untuk tampil di depan orang dan belajar mengendalikan rasa gugupnya.

Continue Reading…

Di PTC dan Di OPI

Pengen cerita tentang kegiatan musik si abang nih. Tanggal 13 Desember lalu dia ikutan dalam Swara Indah Music Christmas Concert di PTC Mall. Di situ dia bawain dua lagu, Cookie Boogie sama Jingle Bells.

Sebelum berangkat, latihan bentar dulu di rumah
Atrium PTC Mall

Lagu Jingle Bells-nya pake iringan musik yang diputer dari electone. Sayang waktu itu sound system kurang bagus pengaturannya, jadi si abang kurang gitu denger waktu musik pengiring mulai diputar hingga bikin dia agak ketinggalan mainnya. Tapi gak apa lah, tetep gak ngurangin rasa bangga kami ke dia kok..hehe…

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2015 (Part 2)

Puji Tuhan, karena sebelumnya menang di urutan ketiga saat seleksi tingkat kota Palembang, maka si abang termasuk salah satu yang diutus mewakili Palembang di tingkat wilayah Sumatera di Batam.

Untuk tingkat wilayah ini, si abang gak ganti lagu. Yang bakal dibawain tetep lagu dari Maluku, Rasa Sayange, cuma genrenya aja yang agak diubah jadi agak nge-rap dan lebih nge-beat gitu. Yang bikin aransemen lagunya ya seperti sebelumnya adalah gurunya sendiri, miss Amira Syafinas. Meski aransemen belum jadi, tapi udah dari jauh hari sebelumnya miss Mira ngasih tau kami kalo genre lagu si abang akan ada perubahan jadi kostumnya juga agar disesuaikan.

Waktu itu langsung terpikir oleh saya si abang pake baju resmi ala-ala Soekarno lengkap dengan tanda-tanda jasanya tapi nanti di tengah lagu jasnya dibuka memperlihatkan bagian dalam yang sebenarnya cuma kemeja tanpa lengan trus abis buka jas si abang pake topi ala-ala hip hop gitu. Buat lebih ngeramein, rencananya tar di lengannya mo saya tatoin bintang dan bendera merah putih. Hanya ide itu saja yang terlintas di kepala saya, makanya gak pake mikir-mikir yang gimana-gimana lagi, kurang lebih 3 minggu sebelum waktu pentas, kami ke Steven Tailor buat ngejahitin kostumnya si abang itu. Dalam waktu kurang dari dua minggu, itu jas udah selesai, tugas kami tinggal nyari pin lambang dan tanda jasa buat disematkan di jas si abang. Nyari pin-pinnya gampang, cukup datang aja ke pasar Cinde, banyak toko di sana yang jualan pin-pin kayak gitu.

Waktu kostumnya pertama kali jadi, keren yak…cuma itu talinya masih salah tempat, harusnya di sebelah kanan 😀
Ini bagian dalamnya. Itu dasinya masih polosan, nantinya mo ditambahin pin-pin bintang biar rame.
Kalo yang ini udah bener semua letak asesoris di jasnya…
Kostum bagian dalam versi lengkap. Anak sapa ini…kok ganteng banget siiihh?? hahahaha
Waktu coba-coba bikin tatonya di rumah. Si adek juga gak mau kalah, minta tangan dan kakinya digambar-gambarin juga 😀

Kostum beres, sekarang urusan latihan. Si abang mulai latihan baru seminggu sebelum perlombaan, nunggu lagunya selesai dibikin dulu soalnya. Tapi gak apa, waktu seminggu udah cukup buat si abang asal latihannya serius dan disiplin tiap hari. Puji Tuhan dalam waktu beberapa hari si abang udah nguasain lagu dan koreonya. Yang sering jadi kendala cuma pas waktu buka jas, suka kejadian dia buka jasnya kelamaan karena nyangkut hingga koreonya jadi ketinggalan deh.

Continue Reading…