From Star Wars to Lord Of The Rings

Kedua jagoan saya, samalah seperti siblings lainnya di seluruh bagian dunia ini, bukannya  yang bisa setiap saat dalam kondisi akur serta adem ayem. Bisa dibilang tiap hari ada aja hal yang jadi bahan perdebatan di antara mereka serta ada aja sesuatu yang jadi pemicu mereka berantem. Buat kami orangtua sih gak apa ya, karena kami juga gak mau ada salah satu di antara mereka yang terbiasa mengalah atau sebaliknya menang sendiri. Kami kenal betul, mereka berdua anaknya sama-sama keras jadi gak mungkin maksain salah satu mengalah kalau gak ngerasa salah atau perlu untuk mengalah. Selama berantemnya masih tau batasan, maka kami akan membiarkan mereka menyelesaikan persoalan mereka sendiri, yang mana itu gak pernah butuh waktu lama kok. Namanya juga abang adek, mana bisa berlama-lama diem-dieman dan maen sendiri-sendiri. Yang adanya semenit berantem, menit berikut udah ketawa-ketawa bareng lagi, walo di menit selanjutnya udah ada yang teriak-teriak lagi…hehehe…

Continue Reading…

Iklan

Tentang Pindah Ke Lain Hati dan Tentang Indonesia Steinway Youth Piano Competition 2018

Ok, judulnya panjang. Tapi semoga isinya gak perlu panjang-panjang karena sungguhlah waktu saya gak banyak buat nulis blog seperti ini, karena itu kayaknya gak perlu lah ya berlama-lama di preambule, kita langsung aja ke inti cerita.

Pertama, soal pindah ke lain hati…errr….maksud sebenarnya bukan hati sih, tapi sekolah musik 😀 . Terhitung sejak Oktober 2017 yang lalu, si abang udah pindah dari Yamaha Music School ke Priskila Music yang berada di bawah naungan Trinity College London. Alasan pindahnya kayaknya gak perlu saya jabarkan di sini, biarlah untuk kami pribadi saja, yang pasti yang namanya pindah sudah bisa diprediksi karena mencari yang lebih baik. Puji Tuhan di tempat yang baru ini si abang enjoy dan semangatnya bertambah. Pindah sekolah musik akhirnya juga diiringi dengan ganti piano di rumah, dari piano listrik berganti ke piano akustik, karena kami lihat si abang udah makin serius belajarnya. Puji Tuhan dengan piano yang baru semangat belajarnya memang bertambah, jadi mamanya gak berasa rugi udah beliin…hehehe…

Continue Reading…

Adek’s First Music Class

Mau update singkat nih, pengen cerita tentang salah satu perkembangan si adek di antara sekian banyak perkembangannya yang ya ampun, tak sempat-sempat juga saya tuliskan di sini. Bener-bener deh, setahun terakhir (atau malah mungkin 2 tahun?) blog ini bisa dibilang hampir mengarah ke terbengkalai. Lupakan soal rajin blogwalking seperti dulu karena bisa nulis aja udah syukur bukan main. Bukan karena kurang semangatnya, tapi memang karena waktu yang dulu biasa saya pakai untuk ngeblog harus saya alokasikan untuk kegiatan lainnya. Ya sudahlah, lagi-lagi, asal bisa sesekali menulis di sini, itu pun saja sudah sangat bersyukur 🙂 .

Kali ini, saya mau bercerita tentang kelas musik pertama si adek.

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2016 Indonesia Final

Akhirnya ya, setelah tertunda cukup lama, jadi juga saya punya mood untuk nulis tentang lomba Yamaha Electone Festival (YEF) 2016 Indonesia Final yang abang ikuti kemarin.

Awalnya si abang ikutan YEF kategori Electone Ramai-Ramai adalah karena dia menang juara kedua di Yamaha Piano Competition yang mana itu berarti dia akan ikut di tahap kompetisi piano selanjutnya yaitu tingkat Sumatera di Medan. Nah, berhubung sekolah musiknya bikin grup untuk berpartisipasi di kategori Electone Ramai-Ramai, maka dikumpulkanlah semua peserta tingkat Sumatera baik Electone Concourse, Electone Idol, Piano, dan Vocal untuk bergabung dalam grup Swara Musi Cassanova. Selain para peserta lomba, ikut bergabung juga beberapa siswa yang adalah adik para peserta dan yang memang udah berencana untuk ikut nontonin kakaknya berlomba. Karena itulah maka akhirnya si abang jadi anggota Swara Musi Cassanova yang mana peran dia di situ adalah sebagai dancer yang menggunakan kostum rusa bersama dengan anaknya miss Mira dan seorang temannya lagi.

Continue Reading…

Yamaha Piano Competition 2016 (Part 1)

 

Yamaha Piano Competition adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Yamaha yang terbuka untuk semua siswa dan siswi yang menempuh pendidikan musik di sekolah-sekolah musik di bawah lisensi Yamaha. Selain piano, dalam event tahunan itu juga ada Electone Festival dan Popular Music Course Festival.

Tahun lalu, si abang ikutan Electone Festival kategori Electone Idol dan puji Tuhan waktu itu dia berhasil nyabet juara 3 sehingga kemudian jadi salah satu utusan Palembang di ajang Electone Festival Tingkat Wilayah Sumatera di Batam.

Nah, tahun ini si abang gak ikutan Electone Idol lagi, cukuplah ya pengalaman sekali itu…hehehehe… Tahun ini abang ikut yang Piano Competition aja.

Berdasarkan usianya, si abang masuk di kategori Junior A. Peserta yang lain ada dua lagi yang seumuran abang, selebihnya udah lebih besar. O ya, salah satu peserta Piano Junior A ini adalah anaknya miss Mira, guru musiknya si abang 😀

Kami sadar, peserta yang lain juga bagus-bagus sekali mainnya, karena itu kalo mo jujur kami sendiri bukannya yang ada harapan atau keyakinan tinggi bahwa si abang akan bisa dapat juara. Apalagi ditambah lagu yang dibawain si abang bukan lagu klasik, sementara biasanya yang jadi unggulan di kompetisi piano gini adalah lagu-lagu klasik. Buat kami tujuannya bukan untuk jadi juara atau gak. Yang paling penting si abang belajar untuk tampil di depan orang dan belajar mengendalikan rasa gugupnya.

Continue Reading…

Di PTC dan Di OPI

Pengen cerita tentang kegiatan musik si abang nih. Tanggal 13 Desember lalu dia ikutan dalam Swara Indah Music Christmas Concert di PTC Mall. Di situ dia bawain dua lagu, Cookie Boogie sama Jingle Bells.

Sebelum berangkat, latihan bentar dulu di rumah
Atrium PTC Mall

Lagu Jingle Bells-nya pake iringan musik yang diputer dari electone. Sayang waktu itu sound system kurang bagus pengaturannya, jadi si abang kurang gitu denger waktu musik pengiring mulai diputar hingga bikin dia agak ketinggalan mainnya. Tapi gak apa lah, tetep gak ngurangin rasa bangga kami ke dia kok..hehe…

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2015 (Part 2)

Puji Tuhan, karena sebelumnya menang di urutan ketiga saat seleksi tingkat kota Palembang, maka si abang termasuk salah satu yang diutus mewakili Palembang di tingkat wilayah Sumatera di Batam.

Untuk tingkat wilayah ini, si abang gak ganti lagu. Yang bakal dibawain tetep lagu dari Maluku, Rasa Sayange, cuma genrenya aja yang agak diubah jadi agak nge-rap dan lebih nge-beat gitu. Yang bikin aransemen lagunya ya seperti sebelumnya adalah gurunya sendiri, miss Amira Syafinas. Meski aransemen belum jadi, tapi udah dari jauh hari sebelumnya miss Mira ngasih tau kami kalo genre lagu si abang akan ada perubahan jadi kostumnya juga agar disesuaikan.

Waktu itu langsung terpikir oleh saya si abang pake baju resmi ala-ala Soekarno lengkap dengan tanda-tanda jasanya tapi nanti di tengah lagu jasnya dibuka memperlihatkan bagian dalam yang sebenarnya cuma kemeja tanpa lengan trus abis buka jas si abang pake topi ala-ala hip hop gitu. Buat lebih ngeramein, rencananya tar di lengannya mo saya tatoin bintang dan bendera merah putih. Hanya ide itu saja yang terlintas di kepala saya, makanya gak pake mikir-mikir yang gimana-gimana lagi, kurang lebih 3 minggu sebelum waktu pentas, kami ke Steven Tailor buat ngejahitin kostumnya si abang itu. Dalam waktu kurang dari dua minggu, itu jas udah selesai, tugas kami tinggal nyari pin lambang dan tanda jasa buat disematkan di jas si abang. Nyari pin-pinnya gampang, cukup datang aja ke pasar Cinde, banyak toko di sana yang jualan pin-pin kayak gitu.

Waktu kostumnya pertama kali jadi, keren yak…cuma itu talinya masih salah tempat, harusnya di sebelah kanan 😀

 

Ini bagian dalamnya. Itu dasinya masih polosan, nantinya mo ditambahin pin-pin bintang biar rame.

 

Kalo yang ini udah bener semua letak asesoris di jasnya…
Kostum bagian dalam versi lengkap. Anak sapa ini…kok ganteng banget siiihh?? hahahaha
Waktu coba-coba bikin tatonya di rumah. Si adek juga gak mau kalah, minta tangan dan kakinya digambar-gambarin juga 😀

Kostum beres, sekarang urusan latihan. Si abang mulai latihan baru seminggu sebelum perlombaan, nunggu lagunya selesai dibikin dulu soalnya. Tapi gak apa, waktu seminggu udah cukup buat si abang asal latihannya serius dan disiplin tiap hari. Puji Tuhan dalam waktu beberapa hari si abang udah nguasain lagu dan koreonya. Yang sering jadi kendala cuma pas waktu buka jas, suka kejadian dia buka jasnya kelamaan karena nyangkut hingga koreonya jadi ketinggalan deh.

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2015 (Part I)

Akhirnya event Yamaha Piano Competition and Electone Festival 2015 tingkat Regional Palembang datang juga kemarin. Acaranya digelar di Grand Attyasa. Tahun ini, si abang ikut Electone Festivalnya di kategori Free Style.

Dalam kategori free style ini, peserta gak cuma main electone aja, tapi juga harus ada atraksi lainnya seperti nyanyi atau nari atau atraksi apa aja. Main electonenya gak perlu utuh seluruh lagu, tapi bisa hanya sebagian aja dan sebagian lainnya diisi dengan atraksi. Jadi di kategori ini sebenarnya kalo saya liat, kemampuan main electone-nya sendiri gak begitu penting, yang paling penting adalah kemampuan peserta untuk percaya diri dalam beratraksi dan berinteraksi dengan pemirsa dari atas panggung.

Tapi gak apa, tahun ini si abang ikutan yang kategori free style dulu, itung-itung buat ngelatih kepercayaan diri dia di atas panggung. Kalo Tuhan berkenan, tahun depan ngikut lagi untuk Piano Competition.

Oh ya, untuk electone sendiri, selain ada kategori free style, juga ada kategori concourse. Nah, kalo yang kategori concourse itu barulah memang benar-benar mengandalkan kemampuan bermain electone yang mana bikin ter-wow-wow liat kemampuan para pesertanya. Jago-jago amat yak bikin aransemen lagu sendiri trus cara mainnya itu lho…speechless liatnya dan saya selalu berpikir, itu gimana ya kakinya kok bisa lincah nginjak pedal ke sana ke mari tanpa salah nginjak pedal 😀 . Kalo ada yang penasaran, pengen tau gimana sih cara orang main electone dalam kompetisi Yamaha untuk kategori concourse ini, mungkin video di bawah ini bisa mewakili…

Continue Reading…

Let’s Jump Together!

Selamat hari Senin!

Minggu ini bakal sibuk banget buat saya. Bukan karena kerjaan, tapi karena urusan anak-anak. Tepatnya urusan si abang. Kompetisi Electone Idol udah makin dekat, jadi tiap hari dia musti datang latihan ke sekolah musik. Nasib di rumah gak punya electone, jadi kalo latihan musti ke sekolah musik. Ya gak apa sih, emang lebih enak latihan di situ, karena bisa sambil diliatin juga sama gurunya. Jadi setiap hari saya harus nganterin dia ke sekolah musik, sementara dengan begitu kan bukan berarti les-les yang lain jadi gak jalan. Les tetep jalan, sekolah juga tetep jalan *yaiyalah!*. Jadi bayangkan dalam sehari entah berapa kali saya harus bolak-balik antar jemput si abang *nasib LDM-an lagi, jadi urusan sehari-hari musti di-handle sendiri*. Tapi gak apalah, selama anaknya semangat, saya juga akan selalu semangat 🙂

Ngomongin musik, akhirnya setelah diingatkan lagi sama Arman via komennya di sini (thank you, thank you so much ya Man), akhirnya jadi juga kami ngedaftarin si abang untuk les privat piano. Tempat lesnya di sekolah musik dia sekarang sih, cuma beda hari aja dengan kelas JMC-nya. Untuk kelas grupnya gak dibrentiin, jadi si abang akan tetep ngikutin kelas JMC dan kelanjutannya seperti biasa. Les privat ini untuk tambahan, biar kemajuannya bisa lebih pesat. Jadi kelas grup dan kelas privat akan jalan beriringan 🙂

Continue Reading…

Let’s Explore!

Beberapa hari yang lalu, waktu si abang lagi main piano, saya datang lalu duduk di samping dia.

Dia lagi mainin lagu yang belum pernah saya dengar sebelumnya, jadi setelah abis dia main, saya tanya lagu apa tuh yang barusan dia mainin.

It was Let’s Explore from JMC 4,” jawab dia sambil membuka bukunya trus nunjukin ke saya halaman yang berisi lagu itu.

Continue Reading…