Tiga Puluh Sembilan dan Empat Puluh Satu

Sepuluh tahun yang lalu, saya pernah menulis di sini tentang ulang tahun saya saat itu yang adalah ulang tahun terakhir di bilangan 20-an. Gak nyangka, waktu berlalu cepat, tau-tau sekarang saya sudah menginjak tahun terakhir di usia 30-an πŸ˜….

Dan kalau saya sekarang berada di akhir 30-an, selang 6 hari setelah saya berulang tahun, giliran suami yang menginjak usia awal 40-an, yaitu 41.

Puji Tuhan, kami sudah bertambah tua.

Continue Reading…

Si Anak yang Hobi Menggambar

Ralph, alias si adek, termasuk anak yang punya banyak sekali hobi. Sebagai mamanya saya bersyukur sih karena dengan dia punya banyak hobi maka hampir gak pernah dia kehabisan bahan kegiatan untuk dikerjakan di rumah. Selalu, ada saja yang bisa dia kerjakan dengan senang hati, meskipun aktivitas sehari-hari hanya di seputaran dalam rumah saja πŸ˜….

Continue Reading…

Dari IKCC ke MEMO

Bener-bener yaa…sepanjang bulan September gak ada nulis apa-apa di sini, tau-tau sekarang udah Oktober aja πŸ˜…. Kalo dipikir-pikir sebenarnya sedih, kenapa bisa kok sesibuk itu sampe gak ada nulis apapun selama satu bulan di sini, sayang kaann satu bulan terlewat tanpa dokumentasi di blog.

Jadi apa kabar kami sekeluarga sebulan terakhir?

Continue Reading…

Tontonan Yang Membangkitkan Kenangan di Masa Pandemi

Kami sekeluarga dari dulu memang hobi nonton. Makanya sejak pandemi melanda dan kami hanya berdiam di rumah saja, salah satu kegiatan yang membantu kami untuk gak merasa bosan ya adalah menonton TV. Ibarat kata, tontonan tuh jadi salah satu teman buat kami melewati hari demi hari yang hanya tinggal di rumah ini saja. Biasanya kami nonton malam hari kalau hari kerja, sementara di weekend, kami nonton siang-siang sehabis makan siang sampe sore menjelang malam trus abis itu lanjut nonton lagi di malam hari setelah semua kerjaan rumah selesai dan kami semua sudah saat teduh serta doa malam bersama. Jenis tontonannya beraneka ragam. Drama, serial, film, reality show, romantis, komedi, thriller, apa saja pokoknya yang penting cocok dengan selera. Kadang kami nonton berempat bareng-bareng kalau rate tontonannya cocok untuk anak-anak. Kadang juga kami pisah tempat, anak-anak nonton di TV di atas sementara saya dan suami nonton di TV di bawah atau sebaliknya, kalau saya dan suami lagi pengen nonton yang rate-nya 16+ atau 18+. Nontonnya di mana? Pilihannya paling sering empat: Netflix, YouTube, Google Play Movies & TV, sama Disney+ Hotstar. Oh ya, di rumah kami pakai Xiaomi Smart TV (seri berapa saya lupa) yang meski harganya murah tapi di dalamnya sudah ada semua aplikasi tontonan kekinian, jadi tinggal pilih deh mau nonton pake aplikasi apa, ada banyaaakkk di situ, gak heran kan kalau kami tambah hobi nonton jadinya di rumah 😁.

Nah, ngomongin soal tontonan, sejak pandemi melanda ada dua tontonan berupa serial yang sangat berkesan buat kami karena setiap ingat, lihat, atau dengar tentang kedua tontonan itu, bikin kami berempat teringat dan seolah bisa merasakan kembali masa-masa yang kami alami ketika kedua tontonan itu menemani hari-hari kami.

Continue Reading…

Anak SMP

Akhirnya, setelah seminggu lebih bersekolah di jenjang SMP, minggu ini bisa juga secara resmi si abang disebut sebagai Anak SMP.

Kenapa baru sekarang?

Karena baru pada minggu inilah dia mulai bersekolah dengan memakai seragam SMP πŸ˜….

Continue Reading…

Tuhan Menetapkan Setiap Langkah Anak-Nya

Minggu ini adalah minggu pertama anak-anak bersekolah di tahun ajaran yang baru, yang mana artinya libur kenaikan kelas yang panjang itu, telah berakhir….

Cepet banget rasanya…huhuhuhuhu…. Padahal sebulan yang lalu, sebelum liburnya dimulai, dalam hati tuh rasanya yang asiikkk…bakal libur panjang! Eh, gak tahunya, si libur berakhir lebih cepat dibanding kedatangannya….wkwkwkwkwk…

Yah begitulah memang ya, sesuatu yang dinikmati pasti rasanya sangat cepat berlalu.

Padahal sih liburnya cuma di rumah saja, sama sekali gak kemana-mana. Jangankan ke luar kota, ke luar teras aja tak pernah 🀣. Tapi meski begitu, puji Tuhan tetap saja asik dan tetap terasa kok bedanya antara libur dan gak libur meskipun semua sama saja hanya dijalani di dalam rumah 😁. Kadang heran juga sih, kok bisa ya gak bosan padahal kami kerjanya hanya mendekam di rumah saja? Kadang kalau lagi lihat-lihat foto-foto lama waktu kami jalan-jalan, memang suka ada rasa kangen sih, pengen deh bisa seperti dulu lagi, namanya libur yah berarti jalan-jalan ke luar kota.

Continue Reading…

Classic Reads

Anak-anak saya senang sekali membaca, mungkin ngikut saya yang juga senang membaca, mungkin juga karena sejak masih bayi mereka sudah dibiasakan membaca. Apapun itu, saya sangat bersyukur puji Tuhan melihat anak-anak yang selalu berbinar melihat buku baru dan bahkan sering kangen dengan aroma khas buku yang masih baru. Jenis bacaan yang mereka suka itu beragam, karena memang pada dasarnya suka membaca, jadi bacaan apa saja bisa mereka nikmati, termasuk bacaan klasik yang dulu adalah bacaan saya juga sewaktu kecil dan remaja.

Continue Reading…

Bakso itu…. Ikan????

Suatu pagi, beberapa hari lalu….

Seperti biasa kalau bangun pagi, anak-anak pas turun ke bawah suka nanya menu sarapan hari itu apa. Terutama si adek sih yang suka nanya gini, karena buat dia penting buat tahu menu apa yang ada di meja mengingat menu itu akan mempengaruhi berapa lama waktu yang akan dia habiskan di meja makan πŸ˜…. Si adek bukannya anak yang susah makan atau milih-milih, dia akan makan apa saja yang saya sajikan, cuma ya itu kalau sajiannya termasuk kategori yang dia gak terlalu suka maka makannya bakal lama, walaupun yah selama-lamanya dia makan, gak pernah sih sampai lebih dari setengah jam.

Pagi itu gak jauh beda, begitu adek turun ke bawah dan selonjoran di sofa, terjadilah percakapan yang gak jelas ini.

Continue Reading…

Pilihan Sekolah Untuk Anak Di Masa Pandemi: Daring Atau PTM?

Tahun ajaran 2020/2021 sudah berakhir. Si abang sekarang sudah resmi jadi anak kelas 7 sementara si adek jadi anak kelas 2. Sepanjang tahun ajaran yang baru lewat itu, semua pembelajaran dilakukan dengan metode HBL (Home-Based Learning) secara daring (duh, istilah ini yaaa…..saya sampai sekarang masih susah sebenarnya menyesuaikan diri dengannya, masih lebih enak nyebut online sebenarnya daripada daringπŸ˜…), sementara untuk tahun ajaran baru mulai ada wacana tentang hybrid serta blended learning yang mana keduanya memiliki inti yang sama, yaitu menggabungkan antara metode belajar HBL dan tatap muka langsung. Penggabungan metode belajar ini perlu karena pada dasarnya orangtua diberi kewenangan untuk memilih metode belajar untuk anak-anaknya dan sekolah diwajibkan menyediakan sarana untuk itu. Setidaknya sampai sekarang ini, yang saya tahu selama belum ada keputusan baru dari pemerintah tentang penutupan kembali sekolah (meskipun kondisi akhir-akhir ini sedang memburuk), sekolah masih diwajibkan untuk menyediakan sarana dan protokol baik untuk metode daring/HBL maupun PTM.

Continue Reading…