Tentang Piano Masterclass dan Tentang Mengajari Anak

Hari Senin yang lalu, pagi-pagi guru musik si abang ngabarin saya kalo sekolah musiknya kembali membuka piano masterclass untuk hari Selasa tanggal 30 Mei (kemarin). Ini adalah piano masterclass ketiga yang diadakan di sekolah musik si abang. Yang pertama si abang ikut sementara yang kedua gak ikut karena saya gak bisa nganterin. Untuk yang ketiga ini karena waktunya bisa saya atur, maka begitu ditanya oleh gurunya apa mau ikutan atau gak, saya langsung bilang mau.

Sesuai dengan namanya, piano masterclass adalah kelas piano di mana yang ngajar adalah yang sudah master dalam dunia per-piano-an. Kelas pertama sebelumnya yang ngajar adalah seorang bapak (kita sebut saja Mr. M yaaa) yang kuliah S1 – S3 di bidang musik, kalo gak salah waktu itu yang merekomendasikan beliau ke sekolah musik si abang adalah dari pihak penyelenggara salah satu event kompetisi piano.

Sementara, di kelas kedua dan yang ketiga kemarin, pengajarnya adalah Stephen Kurniawan Tamadji.

Hayooo…yang seangkatan sama saya, kenal gak sama nama itu??

Continue Reading…

Cerita Tentang Sakit Anak-Anak Kemarin

Penghujung bulan Mei udah di depan mata, nih. Bener-bener gak kerasa yaaaa….si ‘tahun baru’ 2017 udah di pertengahan sekarang. Ampun deh, cepet banget waktu ini berlari ya 😀 . Terakhir saya nulis tuh di awal Mei, dan sekarang bulan ini udah mo berakhir. Meski udah berencana agar di bulan ini saya bisa lebih rajin nulis, tapi apa daya, keseharian saya hampir selalu saja sibuk jadi susah untuk ngeblog. Bener kok, bukan karena kurang niat, tapi karena memang sangat sibuk.

Salah satu yang bikin saya sibuk di bulan ini adalah sakitnya anak-anak, topik yang mo saya ceritain sekarang. Bakal panjang nih ceritanya, soalnya hampir sepanjang bulan Mei ini ada aja sih kejadiannya, ya gak apalah ya nulis panjang-panjang, anggaplah jadi jurnal buat pelajaran ke depannya 🙂 .

Continue Reading…

Our May The 1st

Cerita ini tadinya saya rencanain mo ditulis di hari Senin malam. Tapi apa daya, pas malamnya ternyata saya udah kecapean banget dan bawaan pengen segera istirahat aja. Jadilah batal nulis di hari itu. Trus di hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat saya tenggelam dalam kesibukan ngurus keluarga dan rumah, ngurus kerjaan di kantor, juga ngurusin hobi (baca: nonton drama Korea :mrgreen: ). Akhirnya baru sekaranglah ada kesempatan untuk cerita di sini.

Kami hanya di rumah aja sepanjang hari Senin yang notabene di kalender ditandai dengan warna merah itu. Namun meski begitu, saya tetap bangun subuh buat masak.

Lagi libur kok mesti bangun subuh. Kenapa?

Continue Reading…

Essex Indonesia Piano Competition 2017

Hari Minggu yang baru lewat si abang ikutan ajang Essex Indonesia Piano Competition (EIPC) 2017 yang mana puji Tuhan tahun ini Palembang adalah salah satu dari 5 kota di Indonesia yang menjadi tempat penyelenggaraan k0mpetisi ini.

Ajang ini diselenggarakan oleh Rhapsodie Event Management dan dan kalo gak salah sejak tahun 2016 sudah menggandeng Essex Piano yang merupakan bagian dari keluarga besar Steinway Piano, makanya namanya yang dulunya Indonesia Piano Competition kemudian berubah menjadi Essex Indonesia Piano Competition. Tahun lalu, kompetisi ini hanya diselenggarakan di 4 kota saja yaitu di Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Medan. Tahun ini puji Tuhan tempat penyelenggaraannya bertambah yaitu di Palembang.

Continue Reading…

Yang Hanya Bisa Dinikmati Sesaat….

Akhir pekan panjang dalam rangka Jumat Agung dan Paskah minggu ini, selain diisi dengan ibadah, juga saya isi dengan beres-beres dan bersih-bersih ruang aktivitas anak-anak.

Yang saya maksud di sini bukan hanya sekedar bersihin ruangannya ya, tapi semua yang ada di dalam ruang aktivitas mereka yang mana itu berarti membersihkan dan merapikan semua lemari, rak, kotak, keranjang termasuk membersihkan satu demi satu mainan serta buku mereka (terutama yang dipajang) mulai dari ruang main dan belajar sampai ke kamar tidur mereka. Haiyaaahhh!! Kerja berat banget lhoooo tiap kali udah waktunya beres-beres dan bersih-bersih ruangan mereka kayak gini. Asli deh butuh waktu berjam-jam sampai semuanya beres (kebayang dong yaaa ngelapin satu demi satu mainan dan buku anak-anak 😀 ). Capek bukan main. Apalagi karena saya kondisinya baru sembuh dari sakit jadi capeknya berasa kayak dua kali lipat.

Tapi secapek-capeknya, tak dapat dipungkiri bahwa hasil kerja keras itu amatlah sangat memuaskan. Melihat semua rak juga lemari sampai ke dalam-dalam dan sudut-sudutnya bersih, melihat semua mainan dan buku bebas dari debu, serta terutama melihat semua sudah kembali tertata dan tersimpan pada tempatnya tanpa ada satu pun yang nyasar ke tempat lain, itu luar biasa puas dan bahagia rasanya. Segala capek pun hilanglah sudah.

Continue Reading…

Si Adek and Fun Thinkers

Udah lamaaa banget yah dari terakhir cerita khusus soal si adek. Kasian banget anak ini, perkembangannya termasuk jarang saya ceritain di sini. Apalagi kalo dibandingkan dengan abang dulu….haduh…langsung dah bikin rasa bersalah muncul. Huhuhuhu….. Maafin mama ya deekkk. Walo mama jarang update perkembangan adek di sini, tapi cinta dan rasa bangga mama ke adek gak pernah sedikitpun lebih kurang dari apa yang mama rasain ke abang.

Malam ini, hampir tengah malam, anak-anak udah bobo pulas. Dan saya pun tiba-tiba pengen dokumentasiin di sini salah satu kegiatan si adek di rumah, yaitu belajar dengan Fun Thinkers.

Adek ini anaknya memang termasuk rajin belajar, meski dengan pola yang agak berbeda dengan abangnya. Karena dia rajin, maka gak heran kalo pengetahuannya juga sudah banyak untuk anak seusia dia. Adek juga udah mulai bisa membaca karena udah bisa membaca gabungan dua huruf dan dia juga udah mulai bisa berhitung sampai 100. Pinter kaaann….hehe… Dan dia biasanya belajar tanpa perlu diajarin, kalopun ada diajarin paling sekedarnya aja, selebihnya dia yang mikir sendiri.

Begitu juga dengan Fun Thinkers ini. Video yang saya tampilkan di sini diambil dari bulan Januari lalu dan merupakan rekaman pertama kalinya si adek bermain dengan Fun Thinkers yang notabene adalah milik abangnya dulu. Waktu dia mo main itu, saya hanya jelasin sekilas aja bahwa untuk main Fun Thinkers, dia perlu menyamakan antara bagian kanan dan kiri. Kalo perlu dihitung ya dihitung. Kalo perlu liat bentuknya ya liat bentuknya. Udah, gitu aja penjelasannya, tapi puji Tuhan ini anak udah bisa langsung nalar trus udah langsung bisa deh mainnya…hehe…

Bersyukur banget karena meski Fun Thinkers ini usianya udah cukup lama (kan ceritanya ini barang udah ada di rumah dari sejak si abang kecil 😀 ), tapi masih terjaga dengan sangat baik, baik buku-bukunya, kepingan-kepingan angkanya, bahkan tasnya, semua masih berada dalam kondisi 100% baik sehingga sekarang bisa dimainkan oleh si adek tanpa kendala sama sekali 🙂 . Terbukti banget memang betapa perlunya menjaga ‘harta karun’ anak supaya tetap awet 🙂 .

Ya sudah, sampai di sini aja dulu cerita-cerita di tengah malam ini yaaa…. Ah, besok Sabtu udah datang lagi. Buat sebagian orang, Sabtu itu adalah hari istirahat, tapi kalo buat saya Sabtu adalah justru salah satu hari dengan tingkat kesibukan yang paling tinggi. Tapi gak apa, saya sibuk demi keluarga, jadi harus tetap semangat!

Selamat tidur, pemirsa. Mimpi indah yaaaa… Tuhan memberkati kita semua!

Sssttt…dapat salam dari bocah-bocah ganteng yang udah lelap ini… 😀