Student Orientation Day

Seperti yang saya cerita di sini, minggu ini anak-anak sudah kembali bersekolah dan sejak kemarin sampai hari ini mereka menjalani Student Orientation Day….

Yang tentu saja, dilakukan secara online

Bener-bener ya hari pertama sekolah di tahun ini beda banget dari tahun-tahun sebelumnya.

Beda, justru karena hari pertama sekolah kali ini hampir gak ada bedanya dengan hari-hari biasanya 😅.

Yang beda ya cuma kudu bangun lebih pagi aja, trus pake seragam sekolah, trus pada stand by di depan laptop masing-masing buat ngikutin sesi orientasi.

Terbayang, seandainya kondisi sedang normal, maka tentu hari pertama sekolah ini akan lebih kerasa gregetnya. Persiapan sebelum sekolah aja udah pasti heboh ya. Dari yang nyari tas, sepatu, dan segala macam perlengkapan sekolah lainnya. Si abang biasanya malah akan susah tidur malam sebelumnya saking terlalu semangat mikirin hari pertama sekolah esok hari 😁. Mereka berdua kemudian akan bangun sangat pagi hingga pagi-pagi banget udah tiba di sekolah dan dengan semangat ngecek kelas masing-masing. Papa-mamanya juga gak akan kalah semangat ngurusin keperluan mereka, nganterin mereka ke sekolah, dan tentu yang tak akan terlupa adalah ngambil foto mereka di depan gerbang sekolah buat masuk ke prisma kenangan keluarga kami….

Sementara tahun ini…

Tahun pertama si adek duduk di Sekolah Dasar dan tahun terakhir si abang di Sekolah Dasar, keadaan justru berubah total.

Tak ada tas atau sepatu baru, karena toh gak akan dipakai.

Perlengkapan sekolah? Pakai apa yang ada saja. Jangankan perlengkapan yang macam-macam, buku-buku pelajaran dari sekolah saja pun tak perlu dibeli karena semua bahan pembelajaran akan dikirimkan secara online (untuk yang satu ini ujung-ujungnya jadi hemat banget sih, secara biasanya harga buku anak-anak bisa sampai jutaan harganya…hihihihihi).

Bangun pagi ya sekedar supaya gak terlambat aja stand by di depan laptopnya. Gak perlu yang terburu-buru gimana-gimana karena toh hanya perlu bangun, berdoa, sarapan, mandi, pakai baju seragam, trus sudah…kelar. Gak perlu ada acara buru-buru ngambil perlengkapan sekolah dan cepat-cepat masuk mobil  demi supaya perjalanan ke sekolah lancar tanpa lewat macet-macet.

Sedih?

Yah, kalo mau diingat-ingat dan dibawa perasaan sih memang bisa bikin sedih. Apalagi karena sekali lagi, tahun ajaran ini adalah tahun pertama si adek duduk di bangku Sekolah Dasar dan adalah tahun terakhir si abang duduk di bangku Sekolah Dasar. Gak hanya itu aja, tahun ini juga bisa jadi adalah tahun terakhir anak-anak bersekolah di sekolah mereka yang sekarang karena rencananya tahun depan mereka akan pindah sekolah ke sini.

Tapi puji Tuhan, kami gak ada sedih-sedih tuh. Semua bahkan bisa dijalani dengan sangat semangat.

Mulai dari malam sebelumnya, semua berusaha untuk lebih cepat siap-siap tidur trus saat berdoa bersama, kami berdoa syafaat dimulai dari anak-anak dengan pokok doa tentang tahun ajaran baru yang akan mereka jelang. Meski malam itu si abang gak sampai susah tidur mikirin hari pertamanya sekolah, namun tetap saja sebelum tidur dia masih sempat bilang kalau dia gak sabar menanti hari esok. Paginya, mereka berdua bangun tepat saat alarm mereka berbunyi, yaitu di jam 05.10 pagi. Pagi banget sih ini…mamanya aja belom kelar masak waktu mereka bangun 😅. Jam 05.30 kami semua udah kelar sarapan, trus sambil saya cuci-cuci piring, suami dan anak-anak mandi serta siap-siap. Pak suami mau WFH sementara anak-anak SFH 😁. Trus, walaupun sekolahnya hanya di rumah saja, tapi tetap doonggg kudu semangat foto-foto 😍.

6th Grade and 1st Grade

Hari pertama hanya terdiri dari dua sesi.

Sesi pertama adalah seremoni pembukaan tahun ajaran yang ditayangkan secara langsung dari sekolah. Sesi kedua adalah perkenalan dengan guru serta teman-teman sekelas di ‘ruang kelas’ masing-masing. O ya, untuk pembelajaran jarak jauh ini, sekolah pakai fasilitas Microsoft Teams jadi memang jauh lebih teratur, terorganisir, serta tentu lebih aman dibanding platform online meeting lainnya. Usaha sekolah untuk menyediakan infratstruktur serta fasilitas ini tentu patut diapresiasi ya, dalam kondisi begini sekolah berusaha tetap memberikan layanan pendidikan yang paling optimal dari segala segi untuk anak-anak didik mereka. Kami sekeluarga sudah sangat cocok dengan sistem pendidikan sekolah ini, makanya kalaupun tahun depan anak-anak akan pindah sekolah, sepertinya sih pindahnya bakal tetep di satu yayasan yang sama juga…hehehehe….

Lihat deh wajah-wajah mereka. Pada semangat-semangat banget kaaannn?

Puji Tuhan.

Di hari kedua, alias hari ini, sesi pertemuannya sudah lebih banyak dan lebih panjang. Masih seputar perkenalan sih sebenarnya tapi kali ini sudah lebih banyak diskusi, misalnya tentang goals mereka tahun ini juga tentang essential agreement di class room masing-masing. O ya, si adek goals-nya tahun ini adalah to achieve the most outstanding student again…hahahahaha….duh adek, gak apa yaaaa…kita aminkan saja. Yang penting kalian semangat belajar, pasti bisa! Kalo goals-nya si abang, ah biarlah dia simpan sendiri yaaaa…anaknya udah besar, yang kayak gini-gini udah gak bisa lagi di-share mamanya dengan suka-suka…hehehehe…

Karena hari kedua sesi online meetingnya udah lebih panjang, jadi udah kudu siap dengan kacamata anti radiasi. Puji Tuhan jauh sebelum masa ini terjadi, anak-anak memang sudah kami persiapkan kacamata anti radiasi ini

Puji Tuhan, dua hari ini semua berjalan lancar. Anak-anak bisa sekolah dengan semangat dan bahkan mereka juga tetap bisa ngerjain PR Kumon dengan semangat tanpa hambatan.

Puji Tuhan, puji Tuhan banget.

Terus terang, kondisi yang sekarang ini kami jalani adalah jauh dari ideal. Tidak hanya soal yang belajar jarak jauh saja, tapi tempat tinggal sekarang pun masih di apartemen. Sempat ada rasa khawatir kalau anak-anak akan tidak nyaman belajar di sini. Namun puji Tuhan, jangankan rasa tak nyaman, bahkan rasa bosan pun setelah hampir dua bulan hanya stay di dalam apartemen berukuran 36m2 ini sama sekali tidak dirasakan oleh anak-anak. Anugerah, karunia, serta berkat dari Tuhan itu ada banyak bentuknya. Bagi kami, dengan anak-anak tetap bisa sukacita dalam kondisi yang seperti ini saja sudah merupakan berkat dari Tuhan Yesus yang sangat luar biasa 😘.

Buat Abang dan Adek, selamat yaaa sudah duduk di jenjang pendidikan yang baru. Tetaplah semangat belajar dan teruslah ingat ayat dalam Amsal 1: 7 yaitu takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan.

Jadikan TUHAN sebagai yang terutama dalam hidup kalian maka percayalah, pendidikan serta masa depan kalian pun akan terus diberkati di dalam Nama-NYA.

Tuhan Yesus memberkati kalian selalu, kesayangans!

 

 

Sore Ini, 17 Juli 2020

Sore-sore sambil menanti si papa pulang dari kantor, si dua bocah main catur sebelum mandi.

Mamanya bingung mau ngapain, ya sudah, update blog saja.

Minggu ini adalah minggu terakhir anak-anak libur nih. Per Senin depan sekolah sudah mulai lagi. Tentu saja lah dengan sistem jarak jauh ya. Dan kalau anak-anak memang beneran jauh dalam pengertian yang sebenarnya. Karena sekolahnya di Palembang, sementara kami di Jakarta…hehehehe….

Hari Selasa dan Rabu kemarin di online parents meeting, udah dapat ancer-ancer jadwal belajar anak-anak. Mulainya dari jam 7.15. Pagi banget yak…hahahahaha… Duh, keburu gak ya itu pagi-pagi…hihihihi… Padahal sih biasanya juga kalo sekolah ya pagi-pagi banget, malah lebih pagi lagi karena sebelum jam 7 sudah harus ada di sekolah. Tapi kenapa kok ya kalau belajar di rumah kayak gini justru jam 7.15 itu terasa lebih pagi dibanding jam 6.50 saat anak-anak bersekolah di sekolah? 😅

Kayaknya ini faktor karena sudah sekian lama berada di rumah yang mana jadwal sehari-hari pun langsung berubah banyak dibanding masa-masa sebelum ini ya, jadi udah lebih terbiasa bangun lebih siang dibanding sebelumnya… Apalagi sejak di apartemen ini, karena gak banyak yang perlu diurus dan masak pun hanya untuk sarapan, jadi bawaan badan tuh adalah bangun siang…hehehe… Senin depan harus menyesuaikan diri lagi, nih. Gak apalah, pasti bisa. Tuhan pasti tolong. Gak cuma buat mamanya supaya bisa bangun lebih pagi, tapi juga anak-anak supaya bisa bangun pagi, cepet sarapan, cepet siap-siap, dan selalu semangat belajar meski jarak jauh begini. Amiiiinn!

Abang’s 11th Birthday

Bulan ini, si abang, anak kami yang pertama, yang mukanya ganteng, otaknya cerdas, dan pembawaannya dewasa (ahem…..maklumin saja mamak-mamak ini kalo sudah muji-muji anak yaaa 🤣), berulang tahun yang ke-11.

11 tahun…..

Wow!
Continue Reading…

Christmas 2019: The New Year’s Story

Natal dan Tahun Baru adalah dua event yang sebenarnya berbeda tapi selalu menjadi satu paket, apalagi buat kami yang merayakan Natal, hingga tak heran kalau cerita liburan Tahun Baru selalu menyatu dengan cerita liburan Natal.

Begitu juga untuk liburan tahun ini.

Seperti yang saya cerita sebelumnya, hari terakhir di tahun 2019 kami habiskan dengan mengajak anak-anak main di KidZania. Pulang ke apartemen sudah lumayan larut, kami pun segera mandi lalu bersiap untuk ibadah keluarga dalam rangka tutup tahun sekaligus menyambut tahun yang baru. Berkat Tuhan di sepanjang tahun 2019 itu ada banyak sekali untuk disyukuri. Saking banyaknya, sampe gak terucap lagi satu per satu. Kami masih bisa bersama-sama dalam keadaan sehat menyembah Tuhan di malam itu saja sudah merupakan anugerah surgawi yang tak ternilai rasanya 💜💜💜💜.

Selesai ibadah, we still waited for the clock to strikes midnight and then said happy new year to each other. Setelah itu kami tidur. Di kejauhan, kembang api semakin sayup terdengar seiring hujan yang semakin deras. Hujannya agak-agak mengkhawatirkan karena jauh lebih deras daripada hujan-hujan sebelumnya selama kami berada di sini. Malam itu kami tidur dengan harapan esok pagi hujan sudah berhenti sehingga kami bisa lebih leluasa untuk pergi ibadah ke Gereja.

Tapi kehendak Tuhan ternyata berbeda dengan harapan kami.

Continue Reading…

Christmas 2019: IKEA, Snowy Wonderland, Kidzania

Setelah menghabiskan Natal di Medan, satu hari setelah hari Natal yaitu tanggal 26 Desember, kami kembali ke Palembang yang mana di hari yang sama kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Seperti yang saya cerita sebelumnya, kami tiba di apartemen di Jakarta sudah hampir dini hari yang mana bikin kami memutuskan untuk sekalian saja beberes, sarapan, trus baru tidur demi mengistirahatkan badan yang sudah sangat lelah ini. Tadinya ya, si dua bocah kesayangan kami itu berkeras gak mau tidur sehabis sarapan. Mereka bilang kalau mereka gak capek dan daripada tidur mending mereka nonton sama main PS4 saja. Sebagai orangtua mereka, tentulah kami kenal anak-anak kami ya, karena itu kami tau persis kalau mereka sebenarnya juga lelah dan mengantuk, tapi daripada menghabiskan tenaga lagi untuk adu argumen dengan mereka, kami pun memilih membiarkan mereka dengan pilihan mereka sendiri. Selesai sarapan, kami masuk kamar lalu tidur sementara kedua anak itu mengambil posisi nyaman di depan TV.

Continue Reading…

Christmas 2019: The Christmas Eve

Tanggal 24 Desember, malam hari, kami sekeluarga mengadakan ibadah malam Natal bersama. Puji Tuhan, tahun ini semua bisa komplit berkumpul. Jarang-jarang lho bisa komplit semua kayak gini pas malam Natal, karena beberapa kali kejadian pas Natal gak bisa mudik bersamaan.

Persiapan buat ibadahnya sendiri sudah diatur tugas-tugasnya. Ada yang nyusun tata ibadah sama latihan untuk pengiring musik (si abang ngiringin musik juga bareng sepupu-sepupunya), ada yang nyiapin kue-kue, ada juga yang nyiapin lilin.

Continue Reading…

Christmas 2019: Ngerti gak ngerti, yang penting nonton bareng ðŸ¤£

Dirilisnya film Star Wars: The Rise of Skywalker (Star Wars Ep. IX) yang merupakan akhir dari Star Wars saga yang sudah dimulai dari sejak tahun 1977 itu di bulan Desember yang lalu, sepertinya merupakan salah satu highlight penting seantero dunia di akhir tahun kemarin.

Continue Reading…

Christmas 2019: The Wedding

Alasan utama kenapa tahun ini kami kembali merayakan Natal di Sumatera Utara adalah karena pernikahan adik ipar saya yang paling bungsu diselenggarakan beberapa hari menjelang Natal, yaitu di hari Sabtu, tanggal 21 Desember.

Seperti biasa, dokumentasinya akan ditulis secara terperinci, panjang, dan tentu saja lengkap dengan puluhan foto 🤣. Tapi tenang saja, semua fotonya berukuran file sangat kecil kok, jadi gak akan lah memakan bandwidth pemirsa 😁. Trus seperti biasa juga, berhubung yang mo diceritain banyak, maka isinya saya bagi per segmen. Dengan dibagi per segmen, selain yang baca gak capek, yang nulis juga gak bingung sendiri arah nulisnya 😆.

Continue Reading…

Christmas 2019: On Our Ways

Libur Natal dan Tahun Baru telah usai, sekarang waktunya mendokumentasikan cerita selama liburan kemarin yang kami habiskan di Medan dan di Jakarta yang mana perjalanan liburan kali ini agak berbeda dari sebelum-sebelumnya karena ini pertama kalinya kami menjalani satu sesi perjalanan secara darat. Seruuu!! 😁😍


Continue Reading…

Christmas 2019: Joy Story

Hai…haiii…

😁😁😁😁😁

Menjelang akhir tahun, masih pada ngantor ato pada lagi liburan nih?

Kalo kami setengah-setengah. Suami masih ngantor, sementara saya dan anak-anak liburan…. Di tempat suami bertugas 😅. Sayangnya, meski saya dan anak-anak statusnya liburan, tapi karena saya gak ngerti dan gak berani jalan-jalan sendirian di Jakarta, maka di hari kerja begini dan suami harus berada di kantor, saya dan anak-anak ya terpaksa mendekam doang dalam apartemen 😅. Untunglah apartemen yang baru kami beli ini (karena belum mampu langsung beli rumah di Jakarta, maka berpuas diri dulu lah ya dengan apartemen 😄) masih butuh didekorasi supaya terkesan homey, jadi ketika lagi diam aja seharian di dalam apartemen yang mungil ini, saya bisa menyibukkan diri dengan mendekor dan megorganisir isi apartemen ini. Yah, walo sebenarnya gak banyak sih yang bisa dikerjain berhubung ukurannya yang kecil dan barang-barang juga gak banyak mengingat sebenarnya yang tinggal di sini cuma pak suami aja, tapi lumayanlah buat mengisi waktu biar gak bosen dan puji Tuhan, walo belum selesai semua karena masih ada beberapa printilan yang belum datang, tapi so far hasil kerja saya sudah cukup sukses bikin apartemen ini jadi nyaman buat pak suami (bahkan buat saya dan anak-anak juga!). Yang tadinya plain sekarang terlihat lebih indah (tapi tetep dengan kesan maskulin, karena saya tau diri yang tinggal di sini tuh pak suami, bukan saya 😆), yang tadinya gak beraturan letaknya sekarang rapi dan sampe barang-barang terkecil pun sukses teroganisir. Bahagianya ketika dia sampe berulang kali bilang, “Kalo gini jadi kerasa tiap pulang kerja aku seperti pulang ke rumah.” 😍.

Continue Reading…