Diproteksi: Adek’s 4th Birthday

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

Hubby’s 37th Birthday

Seminggu setelah ulang tahun saya, giliran pak suami yang nambah umur. Puji Tuhan, tambah tua dia, udah 37 tahun, 3 tahun lagi genap 40…hihihihi….

Yang makin tua makin ganteng…hehehe

Continue Reading…

My 35th Birthday

Rehat dulu dari cerita soal renovasi dapur ya, sekarang pengen dokumentasiin dulu tentang ulang tahun di keluarga kami yang 3 minggu berturut-turut itu, dimulai dari ulang tahun saya yang sudah berlalu sebulan yang lalu…hehe…

Puji Tuhan, tahun ini tambah lagi usia saya. 35 tahun sudah saya hidup. Waktu berlari cepat sekali, semuanya berlalu tanpa terasa. Ingatan dari masa kanak-kanak masih jelas banget bermain-main dalam benak saya, tapi ternyata itu sudah puluhan tahun yang lewat. Gak kerasa juga sudah 11 tahun saya kenal dengan orang yang kini jadi suami saya, padahal rasanya baru kemarin bertemu dan kenalan. Asli, bener-bener waktu itu berlalu seperti angin. Makanya memang setiap kesempatan hidup yang Tuhan beri itu gak boleh disia-siakan ya, semua harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk kemuliaan Tuhan, karena cepat saja semua dan segala sesuatunya itu berlalu. Puji Tuhan masih diberi ketambahan umur, kiranya Tuhan juga memberkati saya supaya bisa lebih bijaksana menjalani hari-hari ke depan.

Puji Tuhan, sama seperti kurang lebih 10 tahun terakhir dalam hidup saya ini, kembali saya merayakan bertambahnya usia bersama dengan orang-orang terdekat yaitu suami dan anak-anak. Mereka inilah yang selalu jadi hadiah ulang tahun terindah buat saya. Hanya dengan melihat dan merasakan mereka di sekitar saya saja, sudah lebih dari cukup membuat saya merasa betapa beruntungnya saya karena memiliki mereka 🙂 .

Di hari ulang tahun saya itu, sejak pagi di rumah udah mulai sibuk.

Continue Reading…

A Night With My Sister

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di akhir bulan Juli (udah cukup lama juga ya…hehehe), kakak saya datang ke Palembang. Bukan buat jalan-jalan sih, tapi karena ada urusan kerjaannya di sini, itupun hanya 4 hari, tapi teteplah kami sangat bersyukur masih bisa ketemu walo hanya sebentar saja. Saya sendiri udah kangen banget sama kakak saya ini, secara kan ya, terakhir kami ketemu tuh waktu Natal tahun 2015 lalu lho! Udah lama banget kaaann 😦 .

Continue Reading…

Beberapa Jam di Sky World

Libur pasca Lebaran lalu, kami sempat secara dadakan jalan-jalan untuk beberapa hari di Jakarta. Selama di sana kami nginep di Aston Marina Ancol, dan salah satu tempat yang kami kunjungi adalah TMII.

Iya tau, salah banget menjadikan Ancol dan Taman Mini sebagai objek kunjungan pas musim liburan gini, tapi mo gimana lagi, waktu yang ada buat ajak anak-anak jalan-jalan ke sana ya pas lagi libur gini. Jadi ya sudah, mari bersabar-sabar saja menghadapi padatnya orang serta kendaraan di Ancol dan TMII. Yang penting pokoknya anak-anak hepi aja 😀 .

Untuk TMII sendiri memang kami bela-belain datang karena tau kalo di situ ada Sky World.

Yang udah lumayan lama baca blog ini mungkin tau kalo si abang tuh seneng banget sama yang namanya luar angkasa dan cita-cita dia sampe sekarang belum berubah, yaitu pengen jadi Astronot atau jadi peneliti luar angkasa yang kerja di NASA. Aminkan aja ya pemirsa, namanya juga cita-cita kan 🙂 .

Continue Reading…

Dikiranya….

Pengen semangat ngeblog lagi, pengen cerita soal liburan belum lama ini, pengen blog walking, pengen ini, pengen itu, tapi waktunya belum pas…hehehe… Jadi sekarang mau cerita yang ringan-ringan dan singkat-singkat saja sambil nunggu agenda berikutnya yang harus saya lakukan hari ini.

Continue Reading…

Cerita Tentang Sakit Anak-Anak Kemarin

Penghujung bulan Mei udah di depan mata, nih. Bener-bener gak kerasa yaaaa….si ‘tahun baru’ 2017 udah di pertengahan sekarang. Ampun deh, cepet banget waktu ini berlari ya 😀 . Terakhir saya nulis tuh di awal Mei, dan sekarang bulan ini udah mo berakhir. Meski udah berencana agar di bulan ini saya bisa lebih rajin nulis, tapi apa daya, keseharian saya hampir selalu saja sibuk jadi susah untuk ngeblog. Bener kok, bukan karena kurang niat, tapi karena memang sangat sibuk.

Salah satu yang bikin saya sibuk di bulan ini adalah sakitnya anak-anak, topik yang mo saya ceritain sekarang. Bakal panjang nih ceritanya, soalnya hampir sepanjang bulan Mei ini ada aja sih kejadiannya, ya gak apalah ya nulis panjang-panjang, anggaplah jadi jurnal buat pelajaran ke depannya 🙂 .

Continue Reading…

Abang’s 8th Birthday

Hari Jumat yang lalu si abang berulang tahun yang ke-8.

Ternyata sudah 8 tahun usia anak ini. Udah gedeeee…hahaha…bentar lagi masuk usia remaja deh, duh di satu sisi bersyukur anak tambah besar, tapi di sisi lain gak pengen juga dia cepet-cepet jadi ABG 😀 . Gak kerasa ya pemirsa, saya sudah menulis tentang si abang di blog ini dari sejak dia masih bayi, tepatnya waktu itu masih 4 bulan, dan sekarang dia udah 8 tahun….uwoooo! Kalo dihitung-hitung udah lama banget ya…hehe…tapi asli, semua terasa cepet banget, seperti sekejapan mata, padahal waktu melaluinya terasa penuh pergumulan di sana-sini. Makanya puji Tuhan banget 8 tahun ini bisa terlalui dengan luar biasa dan betapa kami bersyukur Tuhan memberikan si abang sebagai anak kami. Ah Tuhan, tak terkatakan lagi rasa syukurnya setiap mengingat kejadian 8 tahun yang lalu ketika dia Tuhan hadirkan di tengah-tengah keluarga kecil kami yang saat itu baru terbentuk belum sampai 1 tahun. Hari kelahirannya yang penuh berkat itu menjadi awal dari berkat-berkat luar biasa lainnya yang terus kami terima lewat kehidupan si abang hingga hari ini dan kami amini untuk seterusnya.

Continue Reading…

Christmas 2016: New Year With The Samosirs

Bukan dalam formasi lengkap, karena sebagian tahun baruan bukan di Medan, tapi puji Tuhan suasana tahun baru tetap terasa rame dan penuh sukacita 🙂

Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap kali kami menghabiskan tahun baru di Medan, acara khusus yang harus selalu ada adalah ibadah bersama di rumah yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi Mandok Hata.

Bagi orang dari suku Batak, Mandok Hata ini bisa dibilang sudah menjadi bagian dari keseharian, di mana setiap kali ada acara atau perkumpulan, maka hampir selalu akan dibarengi dengan Mandok Hata.

Arti Mandok Hata sendiri secara harafiah adalah menyampaikan sesuatu dengan kesungguhan hati. Karena disampaikan dengan kesungguhan hati, maka biasanya (atau mungkin malah seharusnya) hal-hal yang disampaikan dalam Mandok Hata itu bukanlah hal yang remeh temeh namun sebaliknya merupakan sesuatu yang mengandung makna sangat dalam dan diungkapkan juga dengan segenap perasaan (istilahnya BaPer…hehehe). Saking dalamnya dan penuh perasaan, maka tak jarang dalam Mandok Hata ini kita akan menemui baik pembicara maupun pendengar menitikkan air mata. Jangan salah, orang Batak memang terkenal keras, tapi dari apa yang saya lihat selama 11 tahun terakhir memiliki pasangan orang Batak, saya bisa menyimpulkan kalau kebanyakan orang dari suku ini justru mudah sekali terharu hingga menitikkan air mata, tak pandang meski kaum pria sekalipun. Aneh tapi nyata memang. Saya aja waktu awal-awal cukup takjub lihatnya, karena selama ini yang saya tau orang Batak itu keras, tapi ternyata sekeras-kerasnya, hati mereka cukup mudah terharu juga…hehe… Dan yang lebih bikin saya takjub dan salut adalah kemampuan mereka mengendalikan diri, hingga meski sedang dalam kondisi terharu, tapi tetap bisa menyampaikan sesuatu secara jelas. Takjub, karena kalo saya seperti itu, pasti yang adanya mewek doang trus udah gak sanggup ngomong lagi…hihihihihi…

Continue Reading…