Suami (masih) Posesif tapi (tetap) Manis :P

Ada beberapa search term yang paling sering masuk dan bisa dibilang tiap hari ada dalam daftar statistik di blog ini. Soal masak memasak tentu menempati urutan pertama, apalagi soal menu masak…beuuhh…itu segala macam search term yang berkaitan soal masak apa hari ini masuk ke statistik πŸ˜…. Dilanjut tentang MPASI, slow cooker, dan kompor listrik. Ketahuan memang blog mamak-mamak banget ya kaaann… πŸ˜€ . Tapi ternyata, di antara top search terms yang didominasi urusan dapur itu, ada satu yang beda sendiri, yaitu ‘kisah suami posesif’. Search term ini tiap hari masuk dalam daftar di statistik blog lho, sampe pernah saya iseng nyari di google ‘cerita suami posesif’, eh ternyata bener, tulisan saya yang ini muncul di halaman pertama, pantaslah kalo banyak yang mencari soal suami posesif jadi nyasar ke blog ini.

Tapi kalo yang diharapkan adalah cerita mengenai sisi negatif suami posesif, tentu aja gak akan didapat ya di blog ini. Karena yang punya blog ini mah suaminya posesif-posesif manis…hehehe…

Continue Reading…

Iklan

Weekend With Ant-Man & The Wasp and The Superman!

Weekend yang lalu (bukan weekend yang barusan, tapi dua weekend sebelumnya (penting yak dijelasin? πŸ˜› )), kami sekeluarga nonton Ant-Man & The Wasp. Sebenarnya sih gak rencana mo nonton, cuma pas lagi belanja mingguan, suami tiba-tiba bilang pengen ajak anak-anak nonton. Trus saya ingat kan kalo Ant-Man lagi tayang dan pas pula suami udah nonton sebelumnya sama rekan-rekan kantornya jadi bisa mutusin apakah film itu bisa ditonton sama anak-anak ato gak. Kalo menurut suami, film ini tuh film lucu-lucuan aja. Kekerasannya minim, adult material pun minim banget. Jadi ya udah deh, kami putusin habis belanja di Diamond PTC, balik rumah bentar buat naro belanjaan, trus langsung jalan lagi ke Palembang Icon buat nonton.

Habis belanja, sempat singgah makan dulu baru pulang buat naro belanjaan

Continue Reading…

Finish Well

Alohaaaa Juliiii!!! Duh, gak kerasa yaaa udah bulan Juli aja, tahun ini sudah berlalu lebih dari setengah perjalanan ternyata. Puji Tuhan….

Ngomongin bulan Juli, harusnya bulan ini jadi titik awal perubahan buat keluarga kecil kami, terutama buat saya. Tapi ternyata yang sekarang ini terjadi adalah gak sesuai dengan rencana hingga status kerjaan saya pun menggantung. Aslilah gak enak banget status menggantung itu ya, serba salah rasanya berada di antara iya dan tidak. Bikin bingung mau melangkah ke depan gimana. Galau rasanya…. Tapi yah sudahlah, semua kami pasrahkan sama Tuhan aja yang lebih tau yang terbaik buat kami dan saya juga mohon supaya kami (especially me!) dikasih kekuatan buat ngejalanin semua yang harus dilakuin tiap hari. Amiiinnn….Tetap semangaatt!! πŸ˜€

Nah, sekarang pertanyaannya, di tengah kesibukan saya yang merajalela, ada apakah gerangan sampe disempet-sempetin mampir buat cerita-cerita di blog ini? Jawabannya karena saya pengen mendokumentasikan beberapa hal tentang ketiga jagoan saya: si adek, si abang, dan tentu saja si pak suami. Sudah terlalu sering saya merasa bersalah pada mereka bertiga karena semakin jarang mendokumentasikan cerita kami di sini, padahal tujuan saya bikin blog ini kan sebagai jurnal keluarga kecil kami yang mana kelak bisa jadi bahan bacaan buat mereka. Namun sayang sekali, kurang lebih 2-3 tahun belakangan, blog ini tertinggal lumayan banyak cerita tentang kami. Sayang, sayang banget. Karena itulah sekarang ini saya berusaha memperbaiki ketertinggalan itu, paling tidak untuk kedepannya (kalo cerita-cerita yang sudah lalu mah saya udah pesimis banget mampu mendokumentasikannya lagi di sini πŸ˜€ ). Doakan saya mampu yaaaa pemirsa! πŸ˜€

Continue Reading…

Setelah 10 Tahun

Bulan Maret lalu, saya dan suami genap 10 tahun berumah tangga. 10 tahun yang lalu, kami berdua berdiri di depan altar, mengucapkan janji pernikahan untuk saling mencintai, menghormati, dan menjaga. Waktu itu sama sekali tidak terbayang bahwa kami kemudian akan jadi orangtua dari dua anak laki-laki yang luar biasa, berpindah dari rumah kontrakan ke rumah sendiri di pinggiran kota sebelum kemudian pindah lagi ke rumah di tengah kota, bergumul dengan persoalan rumah tangga yang kadang terlihat sederhana dan bila diingat lagi bikin ketawa tapi yang ketika dijalani apalagi saat penat ternyata bisa sangat menguji kesabaran.

Dalam 10 tahun mengarungi pernikahan ini, kami sudah belajar sangat banyak terutama tentang perjuangan menjaga apa yang kami miliki. Meski kami mengawali pernikahan ini dengan cinta dan walaupun kami memiliki visi dan pandangan hidup yang selaras mengenai rumah tangga, namun yang namanya perbedaan itu tetap ada. Dan cinta pun tetap butuh diperjuangkan melalui komunikasi dan perhatian agar tetap kokoh bahkan semakin berakar kuat pada tempatnya, yaitu hati kami masing-masing. Di atas semuanya kami belajar bahwa dengan kasih Tuhan semuanya mungkin, termasuk menjaga cinta tetap membara meski telah 10 tahun bersama-sama dan telah tau segala seluk – beluk – fisik – mental – luar – dalam pasangan.

10 tahun menikah, banyak yang telah berubah di hidup kami, namun ada beberapa hal yang tetap sama dan tetap ada di situ. Kami masih bisa tertawa untuk candaan gak mutu yang hanya kami berdua aja yang bisa paham. Kami masih saling panggil ‘sayang’ dan kalimat ‘I love you’ masih selalu jadi kalimat terakhir setiap kami bertelepon. Dia masih gak bisa santai jika ada laki-laki lain yang mau coba-coba kasih perhatian ke saya pada level di mana menurutnya hanya dia yang bisa punya hak untuk itu. Dia masih suka kasih kejutan, salah satunya lewat bunga, dan masih mampu berkata-kata mesra untuk istrinya. Dan perhatiannya itu, itu yang paling saya hargai karena benar-benar meyakinkan saya bahwa yang dia rasakan ke saya dari dulu hingga sekarang masih sama, bahkan bertambah dalam.

Beberapa waktu lalu, saya sakit. Gak berat, hanya batuk pilek saja. Tapi virusnya lumayan bikin tepar, apalagi karena saya sama si adek udah macam main bola pingpong, saling lempar-lemparan virus. Jadilah saya habis sakit, sembuh, eh kena sakit lagi. Suami, gak tahan liat saya bolak-balik sakit, tanpa diminta dia memutuskan meninggalkan semua kesibukan kerjaan di unitnya untuk stay di rumah. Saya disuruhnya istirahat full dan gak boleh ngerjain apapun…apapun itu! Semua urusan rumah dan anak-anak dia yang lakukan. Gak cuma nyuruh saya istirahat total, tapi dia juga ngurusin saya lewat hal-hal simpel tapi manis, semisal selalu siap sedia kasih saya minum setiap saya terbatuk-batuk, nyiapin air mandi hangat, atau mijetin saya setiap saya mau tidur siang dan tidur malam. Awww…isn’t he so sweet?

10 tahun bersama dia, memang tidak semuanya berbunga-bunga. Kadang duri juga hadir di situ. Tapi puji Tuhan, karena bahkan kehadiran duriΒ  itu pun ternyata untuk menyempurnakan semua di antara kami. Dan yes, itulah pelajaran terbesar selama 10 tahun ini, bahwa pernikahan yang sempurna bukanlah yang tanpa gejolak, sebaliknya yang sanggup tetap saling menjaga meski ada air mata yang harus jatuh…. Saya dan suami, kami tidak selalu bisa berdekatan, tuntutan kehidupan sering memaksa kami berjauhan. Namun 10 tahun berjalan bersamanya, saya tau, baik dekat maupun jauh, ikatan di antara kami akan tetap sama kuatnya. Amin…

PS:

Out of nowhere, tiba-tiba muncul di blog malam-malam gini dengan tulisan yang rada-rada lebay, mungkin karena pengaruh kangen…jadi maklumkan aja yaaa πŸ˜€ πŸ˜€

Review Kompor Listrik

Yes, malam ini bisa santai!

Mulai besok saya cuti sampai dua minggu ke depan sementara anak-anak juga lagi libur sekolah, makanya bisa santai kayak gini dan untuk kali ini saya mendedikasikan momen yang jarang banget bisa saya dapatkan ini untuk menulis tentang kompor listrik. Dari sekian banyak cerita yang udah tertunda-tunda untuk ditulis di sini, kenapa justru saya memilih kompor listrik, mungkin karena dipengaruhi oleh dua kejadian dengan kompor gas yang lumayan mengerikan yang terjadi pada dua orang yang saya kenal dalam waktu yang hampir berdekatan di bulan ini.

Continue Reading…

How’s Life?

Halooooo bloooggg!!!

Astagaaa….udah Februari lho ini! Ya ampun, kemana aja dari akhir tahun sampe awal tahun ini??? Kasian amat ini blog ya, makin lama makin gak keurus. Satu demi satu cerita ditunda buat ditulis di sini, sampe akhirnya numpuk-numpuk deh semua. Yang soal dapur lah, Natal lah, Tahun Baru lah, ultah abang lah…aaarrggghhh….banyaaaakkk!!! Huhuhuhu….

Jadi selama gak hadir di sini, apa kabarnya hidup kami??

Continue Reading…

Hubby’s 37th Birthday

Seminggu setelah ulang tahun saya, giliran pak suami yang nambah umur. Puji Tuhan, tambah tua dia, udah 37 tahun, 3 tahun lagi genap 40…hihihihi….

Yang makin tua makin ganteng…hehehe

Continue Reading…

My 35th Birthday

Rehat dulu dari cerita soal renovasi dapur ya, sekarang pengen dokumentasiin dulu tentang ulang tahun di keluarga kami yang 3 minggu berturut-turut itu, dimulai dari ulang tahun saya yang sudah berlalu sebulan yang lalu…hehe…

Puji Tuhan, tahun ini tambah lagi usia saya. 35 tahun sudah saya hidup. Waktu berlari cepat sekali, semuanya berlalu tanpa terasa. Ingatan dari masa kanak-kanak masih jelas banget bermain-main dalam benak saya, tapi ternyata itu sudah puluhan tahun yang lewat. Gak kerasa juga sudah 11 tahun saya kenal dengan orang yang kini jadi suami saya, padahal rasanya baru kemarin bertemu dan kenalan. Asli, bener-bener waktu itu berlalu seperti angin. Makanya memang setiap kesempatan hidup yang Tuhan beri itu gak boleh disia-siakan ya, semua harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk kemuliaan Tuhan, karena cepat saja semua dan segala sesuatunya itu berlalu. Puji Tuhan masih diberi ketambahan umur, kiranya Tuhan juga memberkati saya supaya bisa lebih bijaksana menjalani hari-hari ke depan.

Puji Tuhan, sama seperti kurang lebih 10 tahun terakhir dalam hidup saya ini, kembali saya merayakan bertambahnya usia bersama dengan orang-orang terdekat yaitu suami dan anak-anak. Mereka inilah yang selalu jadi hadiah ulang tahun terindah buat saya. Hanya dengan melihat dan merasakan mereka di sekitar saya saja, sudah lebih dari cukup membuat saya merasa betapa beruntungnya saya karena memiliki mereka πŸ™‚ .

Di hari ulang tahun saya itu, sejak pagi di rumah udah mulai sibuk.

Continue Reading…

A Night With My Sister

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di akhir bulan Juli (udah cukup lama juga ya…hehehe), kakak saya datang ke Palembang. Bukan buat jalan-jalan sih, tapi karena ada urusan kerjaannya di sini, itupun hanya 4 hari, tapi teteplah kami sangat bersyukur masih bisa ketemu walo hanya sebentar saja. Saya sendiri udah kangen banget sama kakak saya ini, secara kan ya, terakhir kami ketemu tuh waktu Natal tahun 2015 lalu lho! Udah lama banget kaaann 😦 .

Continue Reading…