Pilihan Sekolah Untuk Anak Di Masa Pandemi: Daring Atau PTM?

Tahun ajaran 2020/2021 sudah berakhir. Si abang sekarang sudah resmi jadi anak kelas 7 sementara si adek jadi anak kelas 2. Sepanjang tahun ajaran yang baru lewat itu, semua pembelajaran dilakukan dengan metode HBL (Home-Based Learning) secara daring (duh, istilah ini yaaa…..saya sampai sekarang masih susah sebenarnya menyesuaikan diri dengannya, masih lebih enak nyebut online sebenarnya daripada daringπŸ˜…), sementara untuk tahun ajaran baru mulai ada wacana tentang hybrid serta blended learning yang mana keduanya memiliki inti yang sama, yaitu menggabungkan antara metode belajar HBL dan tatap muka langsung. Penggabungan metode belajar ini perlu karena pada dasarnya orangtua diberi kewenangan untuk memilih metode belajar untuk anak-anaknya dan sekolah diwajibkan menyediakan sarana untuk itu. Setidaknya sampai sekarang ini, yang saya tahu selama belum ada keputusan baru dari pemerintah tentang penutupan kembali sekolah (meskipun kondisi akhir-akhir ini sedang memburuk), sekolah masih diwajibkan untuk menyediakan sarana dan protokol baik untuk metode daring/HBL maupun PTM.

Continue Reading…

My Iron Man

Sore-sore mampir sini dalam rangka mau cerita soal anak lagiii…. Yeayyy!!!! 😁

Kali ini mau cerita tentang si abang yang sekarang sudah jadi Iron Man.

Eh… Iron Man????

Kok bisaaa????

Bisa dong!

Kalau yang follow Instagram saya, kemungkinan besar sudah tahu ya gimana ceritanya sampai si abang bisa jadi Iron Man. Keren banget kan ya punya anak Iron Man…hehehehehe…

Jadi begini ceritanya, pemirsa….

Continue Reading…

Earth Day 2021 and INPF 2021

Gak kerasa ya, sekarang sudah bulan ke-5 di tahun ini, sebulan lagi genap deh setengah tahun lewat 😁. Bagi saya pribadi, bulan Mei itu istimewa. Alasan pertama, karena bulan Mei adalah bulan jadian saya dan suami 15 tahun yang lalu. Alasan kedua, karena bulan Mei adalah bulan pertunangan saya dan suami 14 tahun yang lalu. Alasan ketiga, adalah karena di bulan Mei ini saya sudah harus kembali melapor ke kantor terkait status cuti tanpa tanggungan saya πŸ˜….

Yang terakhir itu sebenarnya bikin galau dan deg-degan dan sempat bikin saya berharap agar Mei jangan cepat-cepat datang 😁. Tapi apalah daya ya kan, I’m only human. I can’t hold the time and ask it to stop running so fast. Mei tetap saja datang dan saya tetap harus menghadapi apa yang memang mesti dihadapi. That’s okay, I know we will be fine even though what will happen in our future still remains a mystery and unknown for us. Kehendak Tuhan pasti akan jadi dan itulah yang terbaik, itulah yang menjadi pegangan kami.

Continue Reading…

Si Adek : Seragam, Doa, Klarifikasi

Sudah bulan September lho ini!

Alangkah cepatnya waktu berlalu di tahun ini ya, amazed banget deh. Asli, rasanya waktu di tahun ini berlari lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya dan sepertinya yang merasakan itu gak hanya saya sendiri saja. Kayaknya hampir semua orang merasakan hal yang sama ya. Entah hanya perasaan saja ataukah memang demikianlah kenyataannya, yang pasti bersyukur saja karena meski hampir seluruh waktu di sepanjang tahun ini dihabiskan dengan hanya di rumah saja, tapi waktu demi waktu bisa dilewati tanpa kejenuhan saking cepatnya waktu demi waktu itu berlalu 😁. Ini juga adalah anugerah kan ya yang harus disyukuri 😘.

Dan hari ini, saya mau mengisi waktu siang menjelang sore hari dengan mampir ke blog buat nulis cerita yang sebenarnya sudah terjadi lebih dari seminggu yang lalu. Sesuai judulnya, ini cerita soal si adek yang meski bukan bayi lagi, tapi kelakuannya ya masih saja ngegemesin. Jangankan papa-mamanya, abangnya saja suka gemes sama kelakuan dia yang suka sok dewasa 😁.

Continue Reading…

Abang’s 11th Birthday

Bulan ini, si abang, anak kami yang pertama, yang mukanya ganteng, otaknya cerdas, dan pembawaannya dewasa (ahem…..maklumin saja mamak-mamak ini kalo sudah muji-muji anak yaaa 🀣), berulang tahun yang ke-11.

11 tahun…..

Wow!
Continue Reading…

Abang, Adek, and Their Exhibitions

Salah satu program yang sudah pasti dicanangkan di sekolah anak-anak tiap tahunnya adalah exhibition di mana biasanya dalam exhibition tersebut anak-anak akan menampilkan atau mempresentasikan sesuatu dalam bentuk project yang merupakan penggabungan dari beberapa mata pelajaran sekaligus. Dalam setiap exhibition, orangtua pasti diundang karena memang anak-anak presentasinya ya sama orangtua. Kegiatan ini selalu ditunggu-tunggu gak hanya oleh orangtua yang bakal jadi penonton, tapi juga oleh anak-anak, meski mungkin ada di antara mereka yang gugup karena harus presentasi di depan orang banyak, namun tetap saja semua anak excited dalam mengerjakan project dan mempersiapkan diri untuk tampil dalam exhibition. Program ini memang menurut saya sangat bermanfaat, gak hanya orangtua bisa melihat langsung perkembangan belajar anak (dalam suasana yang menghibur karena sekolah selalu mengemas kegiatan exhibition iniΒ  dalam bentuk yang semenarik mungkin), namun anak sendiri juga bisa mendapatkan metode pembelajaran yang lebih efektif melalui pengerjaan project untuk exhibition ini. Daripada hanya membaca dan menghapal text book kan ya, dengan mengerjakan project justru pelajarannya bisa lebih mudah masuk dan tertanam di dalam kepala.

Berhubung anak-anak saya sudah sekian tahun bersekolah di sekolah ini, maka dari sejak si abang TK sampai sekarang dan ditambah dengan si adek pula, sudah terbilang cukup banyak exhibition yang saya hadiri. Sayang aja yang didokumentasikan di sini hanya sedikit sekali (kayaknya hanya ada satu malah…hikkkksss). Inilah gara-gara sibuk, gak sempat update soal anak di sini. Kalo udah teringat dan tersadar gini, baru deh nyesel kenapa exhibition yang dulu-dulu gak saya sempatkan untuk ditulis di blog ini πŸ˜₯.

Exhibition untuk kelas si adek udah diselenggarakan dari sejak Rabu, tanggal 28 Agustus yang lalu, sudah lama banget yak πŸ˜… (maafin mama ya dek 😘). Tema kali ini adalah Aku dan Temanku.

Sebelum acara dimulai

Di exhibition ini si adek dan teman-temannya masing-masing mempresentasikan booklet yang udah mereka buat tentang temannya. Selain itu mereka juga ada nyanyiΒ  bersama dua lagu: Roti dan Mentega juga I Want To Be With You A Little Bit More.

Saat presentasi itu, Ralph bersebelahan dengan temannya si Amelia. Mereka berdua kelar presentasi hampir bersamaan sementara teman-teman mereka yang lain masih belum selesai. Jadilah mereka berdua asik ngobrol. Saking asiknya, sampe orangtua mereka sendiri mereka anggurin πŸ˜….

Presentasinya selesai barengan
Masih harus nunggu yang lain selesai, jadi mereka berdua ngobrol aja
Entah apa yang diobrolin, tapi kayaknya sih seru πŸ˜…

Saking asiknya mereka ngobrol, si adek gak sadar lagi mamanya udah berdiri gak duduk lagi di depan dia πŸ˜‘
Tuh kan, tetep aja mereka asik ngobrol. Orangtua masing-masing mereka anggurin πŸ˜…

Setelah semua selesai presentasi, anak-anak pun berbaris di depan buat nyanyi.

Yang disayangkan adalah karena saat exhibition si adek ini, pak suami sama sekali gak bisa pulang, bukan karena exhibition-nya diselenggarakan di tengah minggu (kalo ini mah udah biasa, tiap acara sekolah mesti di pertengahan minggu πŸ˜…). Dia gak bisa pulang karena memang gak bisa banget, apalagi karena waktu itu dia masih bertugas di Sibolga (saat itu malah kami masih sama sekali had no clue kalo suami saya bakal dipindah ke Jakarta). Syukurlah meski suami gak bisa datang, tapi si adek tetap bahagia karena tau kalo begitu acara ini selesai, maka papanya akan segera mendapatkan kiriman foto-foto serta video dari mamanya tentang acara ini.

So very proud of you, baby!
K3C Full Team

Kalo exhibition untuk kelas si adek udah diselenggarakan dari sejak bulan Agustus lalu, maka exhibition untuk kelas si abang baru saja dilaksanakan hari Kamis, tanggal 28 November minggu yang lalu yang mana isinya adalah merupakan gabungan dari 3 mata pelajaran, yaitu Social, Art, and Music. Pada exhibition ini anak-anak akan menampilkan drama musikal tentang perjuangan bangsa Indonesia mulai dari perjuangan rakyat melawan penjajahan, hingga era Sumpah Pemuda, masa Proklamasi Kemerdekaan, sampai pada Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Dalam drama musikal itu mereka akan berakting, menari, menyanyi, bermain musik, dan membaca puisi. Kisah sejarahnya sendiri merupakan bagian dari bahan pelajaran mereka di Social class.

Selain drama musikal, anak-anak secara berkelompok juga mempresentasikan big book yang sudah mereka bikin sendiri tentang sejarah bangsa Indonesia. Selain itu mereka juga mempresentasikan manekin berbaju tradisional yang lagi-lagi mereka bikin sendiri.

Keren sih kalo saya bilang program sekolah ini. Melalui persiapan exhibtion ini anak-anak bisa belajar sambil praktek langsung. Contohnya untuk pelajaran Sejarah itu, dengan cara membuat big book dan terlibat dalam dramanya, maka anak-anak jadi jauh lebih mudah memahami serta mengingat sejarah perjuangan bangsa, bahkan tidak kesulitan menghapal tanggal, nama-nama, serta tempat-tempat bersejarah yang mereka pelajari.

Karena kelasnya ada tiga, maka drama musikalnya dibagi-bagi. Ada yang dapat tentang perjuangan rakyat (Pattimura), ada yang dapat tentang seputar kemerdekaan (Sumpah Pemuda dan Proklamasi), serta ada juga yang dapat tentang peristiwa Hari Pahlawan 10 November 1945 di Surabaya. Untuk kelas si abang kebagian yang tentang seputar kemerdekaan dan si abang ditunjuk oleh gurunya untuk berperan sebagai Ir. Soekarno πŸ˜„.

Foto di atas itu adalah waktu pagi-pagi sebelum nganterin mereka sekolah. Acaranya sendiri diadakan jam 08.40, sementara anak-anak akan tetap masuk pagi seperti jadwal sekolah biasa. Rencananya sehabis nganterin mereka, saya akan kembali lagi ke rumah sambil nungguin suami yang pagi itu terbang ke Palembang demi bisa menghadiri exhibition abang ini.

O ya, dalam exhibition ini, selain main drama dan berperan sebagai pak Soekarno, si abang juga akan membaca puisi serta bermain musik untuk mengiringi teman-temannya bernyanyi Sajojo 😊.

Pesawat pak suami mendarat sekitar jam 7 dan dia pun langsung menuju rumah. Sekitar jam 08.15 saya dan suami berangkat dari rumah menuju sekolah.

Yeayy!!!! Papa is here!!
Syukur banget bisa nemu jas dengan warna ini. Orang-orang yang liat tanpa perlu bertanya udah tau kalo dia bakal jadi Soekarno. Memang warna jasnya pas banget ya 😁
Waktu presentasi Big Book tentang sejarah perjuangan bangsa

Presentasi tentang manekin
The cowok-cowok 😍

Selesai sesi presentasi, dimulailah sesi drama musikal yang diawali dengan drama tentang perjuangan rakyat Maluku di bawah pimpinan Pattimura.

Drama tentang perjuangan rakyat Maluku
Ini pada nangis beneran mereka… hebat guru kelasnya yang ngajar dan ngelatih anak-anak

Setelah drama tentang perjuangan rakyat itu selesai, giliran kelas si abang yang tampil membawakan drama tentang peristiwa kemerdekaan mulai dari Sumpah Pemuda sampai Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Ceritanya Kongres Pemuda I dan II
Ceritanya Soekarno dan Fatmawati 😁

Cuplikan dramanya bisa dilihat di video di bawah ini. Hanya cuplikan karena aslinya panjang bener πŸ˜„.

O ya, selain salut dengan metode pembelajaran di sekolah ini, saya juga salut melihat bagaimana anak-anak diajarkan untuk bertanggung jawab lewat exhibition ini. Itu ya, setting yang mereka perlukan di panggung, disiapkan sendiri oleh anak-anak. Jadi sehabis satu babak dan lampu dimatikan, maka anak-anak akan langsung sibuk menyiapkan properti untuk babak selanjutnya di atas panggung. Dan itu semua dikerjakan tanpa campur tangan guru-gurunya lagi. Yang ada di belakang panggung hanya anak-anak, guru-gurunya berada di depan panggung! Hebat ya, salut banget saya!

Waktu nyanyi Sajojo. Abang gak ada di sini karena dia kebagian main musiknya.
Waktu bawain puisi

Para pemain drama peristiwa 10 November 1945

Acara exhibition ini berlangsung cukup lama, bahkan sampai si adek kelasnya udah bubaran pun acaranya masih berlangsung, karena itu si adek masih sempat kami ajak ikut ke auditorium buat melihat penampilan si abang dan teman-temannya.

Puji Tuhan, acara exhibition ini berlangsung lancar. Semua orangtua yang hadir merasa bahagia dan bahkan sangat terhibur melihat penampilan anak-anak 😁.

Puji Tuhan, bersyukur banget rasanya anak-anak bisa bersekolah di sekolah yang metode belajarnya selalu diusahakan agar yang memiliki nilai manfaat lebih untuk anak-anak. Terlihat benar usaha sekolah tidak main-main, tapi sekaligus juga tetap membiarkan anak-anak berada dalam dunia kanak-kanak mereka. Lewat exhibition ini anak-anak gak cuma belajar soal mata pelajaran tapi mereka juga belajar bertanggung jawab namun tetap dalam kekhasan mereka sebagai anak-anak. Bisa terlihat, meski ada penampilan drama dan tarian, tapi pakaian mereka diupayakan yang sederhana saja dan yang anak perempuan tidak ada yang sampe harus bermake-up πŸ˜….

Sebagai orangtua, kami juga bangga dengan si abang dan si adek karena mereka bisa melakukan tugas mereka dengan baik dan bisa menunjukkan kalau sasaran yang ingin dicapai sekolah lewat program ini memang dapat tercapai dengan baik πŸ™‚.

An Answered Prayer

Sejak dulu, saya paling suka lihat anak-anak yang bisa dan mau bermain musik dalam ibadah di gereja. Sukanya tuh yang sukaaa banget. Pokoknya tiap kali ke gereja dan melihat ada pemain musik yang masih anak-anak, pasti akan bikin saya sangat terpukau. Mungkin karena saya sendiri tidak mengerti apa-apa soal musik, mungkin karena jangankan bermain alat musik, bernyanyi dengan baik saja saya tidak bisa lulus jika untuk lulus diperlukan kualitas nyanyian tanpa ada satu pun nada yang meleset, sehingga setiap kali melihat orang yang bisa bermain musik, apalagi jika usianya masih anak-anak, maka saya akan terpukau sambil dalam hati bilang, “Luar biasa, usia sekecil itu sudah bisa memainkan instrumen musik dengan indah… Dan memainkannya untuk Tuhan lagi, benar-benar istimewa!

Karena perasaan yang seperti itulah, maka sejak awal memasukkan si abang ke sekolah musik, sudah ada kerinduan di hati saya kalaulah bisa si abang dengan belajar musik ini kelak bisa menjadi pemusik di gereja. Saat itu, meski kerinduan saya (plus suami juga, karena ternyata dia juga merindukan hal yang sama!) besar, tapi saya tahan diri sih karena sadar juga dengan kondisi saya yang nyanyi aja fals gini kok kayaknya terlalu muluk-muluk ya berharap bisa punya anak yang memiliki talenta dalam bermusik dan apalagi bisa memakai talenta itu untuk pelayanan di gereja 😁. Kalau suami bisa sih menyanyi dengan baik, tapi kalau untuk bermain musik dia sama cupunya dengan saya, alias tidak bisa sama sekali! πŸ˜„

Continue Reading…

Kumon Advanced Student Forum 2019

Setelah akhir tahun kemarin berhasil menyelesaikan Kumon EFL dengan predikat nilai Sangat Memuaskan, maka puji Tuhan tahun ini si abang diundang ke ajang Kumon Advanced Student Forum 2019 tidak lagi hanya untuk menerima piala, melainkan untuk menerima piagam Completer 😍.

Continue Reading…

Anak Perempuan Untuk Mengurus Orangtua di Masa Tua

Sebagai pasangan yang baru punya dua anak dan keduanya adalah cowok, salah satu pertanyaan yang sering banget kami terima tentu saja adalah….

“Gak pengen nyari anak cewek lagi?”

😁😁😁😁

Seringnya pertanyaan itu kami tanggapi dengan candaan aja karena toh orang yang nanya juga sering bertanya dalam rangka bercanda karena sebenarnya udah tau kalo kami gak niat nambah anak lagi dan ada juga yang sekedar supaya ada topik obrolan aja.

Jawaban candaan kami tuh biasanya seperti ini….

Continue Reading…

MPASI Hari Gini…

MPASI….

Rasanya sudah lama sekali saya berhubungan dengan kata ini. Dulu sih sangat akrab ya, apalagi waktu anak pertama masih bayi, wah itu bener-bener deh, MPASI jadi perhatian banget buat saya. Segala macam informasi saya cari, bahkan kandungan gizi dari setiap bahan makanan yang saya berikan juga saya buatkan rangkumannya. Perencanaan pemberiannya pun saya jadwalkan secara matang dan saya doakan bener-bener agar Tuhan memberkati semua yang saya beri dan upayakan memang jadi berkat untuk anak saya. Segalanya saya lakukan karena ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya.

Setelah anak kedua lahir dan masuk ke usia MPASI, tetep sih hal ini jadi perhatian, cuma sudah tidak seperti waktu anak pertama. Untuk anak kedua saya sudah lebih santai, karena eheemm… ngerasa udah berpengalaman. Saya gak lagi mencari informasi sebanyak dulu karena kebanyakan informasi memang sudah ada di tangan, panduan pemberiannya pun saya ikut seperti waktu abangnya dulu, walau tentu saja saya masih terus mendoakan agar apa yang saya yakini adalah yang terbaik yang saya berikan akan memang jadi yang terbaik untuk anak saya.

Puji Tuhan, sekarang anak-anak saya dua-duanya sudah lewat dari usia balita.Β  Walau sampai sekarang pun saya masih memperhatikan dengan detail asupan gizi untuk anak-anak, tapi tentulah saya tidak akrab lagi dengan segala hal mencakup MPASI.

Trus kenapa sekarang tiba-tiba nulis tentang MPASI?

Continue Reading…