My Iron Man

Sore-sore mampir sini dalam rangka mau cerita soal anak lagiii…. Yeayyy!!!! 😁

Kali ini mau cerita tentang si abang yang sekarang sudah jadi Iron Man.

Eh… Iron Man????

Kok bisaaa????

Bisa dong!

Kalau yang follow Instagram saya, kemungkinan besar sudah tahu ya gimana ceritanya sampai si abang bisa jadi Iron Man. Keren banget kan ya punya anak Iron Man…hehehehehe…

Jadi begini ceritanya, pemirsa….

Continue Reading…

Earth Day 2021 and INPF 2021

Gak kerasa ya, sekarang sudah bulan ke-5 di tahun ini, sebulan lagi genap deh setengah tahun lewat 😁. Bagi saya pribadi, bulan Mei itu istimewa. Alasan pertama, karena bulan Mei adalah bulan jadian saya dan suami 15 tahun yang lalu. Alasan kedua, karena bulan Mei adalah bulan pertunangan saya dan suami 14 tahun yang lalu. Alasan ketiga, adalah karena di bulan Mei ini saya sudah harus kembali melapor ke kantor terkait status cuti tanpa tanggungan saya πŸ˜….

Yang terakhir itu sebenarnya bikin galau dan deg-degan dan sempat bikin saya berharap agar Mei jangan cepat-cepat datang 😁. Tapi apalah daya ya kan, I’m only human. I can’t hold the time and ask it to stop running so fast. Mei tetap saja datang dan saya tetap harus menghadapi apa yang memang mesti dihadapi. That’s okay, I know we will be fine even though what will happen in our future still remains a mystery and unknown for us. Kehendak Tuhan pasti akan jadi dan itulah yang terbaik, itulah yang menjadi pegangan kami.

Continue Reading…

Si Adek : Seragam, Doa, Klarifikasi

Sudah bulan September lho ini!

Alangkah cepatnya waktu berlalu di tahun ini ya, amazed banget deh. Asli, rasanya waktu di tahun ini berlari lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya dan sepertinya yang merasakan itu gak hanya saya sendiri saja. Kayaknya hampir semua orang merasakan hal yang sama ya. Entah hanya perasaan saja ataukah memang demikianlah kenyataannya, yang pasti bersyukur saja karena meski hampir seluruh waktu di sepanjang tahun ini dihabiskan dengan hanya di rumah saja, tapi waktu demi waktu bisa dilewati tanpa kejenuhan saking cepatnya waktu demi waktu itu berlalu 😁. Ini juga adalah anugerah kan ya yang harus disyukuri 😘.

Dan hari ini, saya mau mengisi waktu siang menjelang sore hari dengan mampir ke blog buat nulis cerita yang sebenarnya sudah terjadi lebih dari seminggu yang lalu. Sesuai judulnya, ini cerita soal si adek yang meski bukan bayi lagi, tapi kelakuannya ya masih saja ngegemesin. Jangankan papa-mamanya, abangnya saja suka gemes sama kelakuan dia yang suka sok dewasa 😁.

Continue Reading…

Abang’s 11th Birthday

Bulan ini, si abang, anak kami yang pertama, yang mukanya ganteng, otaknya cerdas, dan pembawaannya dewasa (ahem…..maklumin saja mamak-mamak ini kalo sudah muji-muji anak yaaa 🀣), berulang tahun yang ke-11.

11 tahun…..

Wow!
Continue Reading…

An Answered Prayer

Sejak dulu, saya paling suka lihat anak-anak yang bisa dan mau bermain musik dalam ibadah di gereja. Sukanya tuh yang sukaaa banget. Pokoknya tiap kali ke gereja dan melihat ada pemain musik yang masih anak-anak, pasti akan bikin saya sangat terpukau. Mungkin karena saya sendiri tidak mengerti apa-apa soal musik, mungkin karena jangankan bermain alat musik, bernyanyi dengan baik saja saya tidak bisa lulus jika untuk lulus diperlukan kualitas nyanyian tanpa ada satu pun nada yang meleset, sehingga setiap kali melihat orang yang bisa bermain musik, apalagi jika usianya masih anak-anak, maka saya akan terpukau sambil dalam hati bilang, “Luar biasa, usia sekecil itu sudah bisa memainkan instrumen musik dengan indah… Dan memainkannya untuk Tuhan lagi, benar-benar istimewa!

Karena perasaan yang seperti itulah, maka sejak awal memasukkan si abang ke sekolah musik, sudah ada kerinduan di hati saya kalaulah bisa si abang dengan belajar musik ini kelak bisa menjadi pemusik di gereja. Saat itu, meski kerinduan saya (plus suami juga, karena ternyata dia juga merindukan hal yang sama!) besar, tapi saya tahan diri sih karena sadar juga dengan kondisi saya yang nyanyi aja fals gini kok kayaknya terlalu muluk-muluk ya berharap bisa punya anak yang memiliki talenta dalam bermusik dan apalagi bisa memakai talenta itu untuk pelayanan di gereja 😁. Kalau suami bisa sih menyanyi dengan baik, tapi kalau untuk bermain musik dia sama cupunya dengan saya, alias tidak bisa sama sekali! πŸ˜„

Continue Reading…

Kumon Advanced Student Forum 2019

Setelah akhir tahun kemarin berhasil menyelesaikan Kumon EFL dengan predikat nilai Sangat Memuaskan, maka puji Tuhan tahun ini si abang diundang ke ajang Kumon Advanced Student Forum 2019 tidak lagi hanya untuk menerima piala, melainkan untuk menerima piagam Completer 😍.

Continue Reading…

Anak Perempuan Untuk Mengurus Orangtua di Masa Tua

Sebagai pasangan yang baru punya dua anak dan keduanya adalah cowok, salah satu pertanyaan yang sering banget kami terima tentu saja adalah….

“Gak pengen nyari anak cewek lagi?”

😁😁😁😁

Seringnya pertanyaan itu kami tanggapi dengan candaan aja karena toh orang yang nanya juga sering bertanya dalam rangka bercanda karena sebenarnya udah tau kalo kami gak niat nambah anak lagi dan ada juga yang sekedar supaya ada topik obrolan aja.

Jawaban candaan kami tuh biasanya seperti ini….

Continue Reading…

MPASI Hari Gini…

MPASI….

Rasanya sudah lama sekali saya berhubungan dengan kata ini. Dulu sih sangat akrab ya, apalagi waktu anak pertama masih bayi, wah itu bener-bener deh, MPASI jadi perhatian banget buat saya. Segala macam informasi saya cari, bahkan kandungan gizi dari setiap bahan makanan yang saya berikan juga saya buatkan rangkumannya. Perencanaan pemberiannya pun saya jadwalkan secara matang dan saya doakan bener-bener agar Tuhan memberkati semua yang saya beri dan upayakan memang jadi berkat untuk anak saya. Segalanya saya lakukan karena ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya.

Setelah anak kedua lahir dan masuk ke usia MPASI, tetep sih hal ini jadi perhatian, cuma sudah tidak seperti waktu anak pertama. Untuk anak kedua saya sudah lebih santai, karena eheemm… ngerasa udah berpengalaman. Saya gak lagi mencari informasi sebanyak dulu karena kebanyakan informasi memang sudah ada di tangan, panduan pemberiannya pun saya ikut seperti waktu abangnya dulu, walau tentu saja saya masih terus mendoakan agar apa yang saya yakini adalah yang terbaik yang saya berikan akan memang jadi yang terbaik untuk anak saya.

Puji Tuhan, sekarang anak-anak saya dua-duanya sudah lewat dari usia balita.Β  Walau sampai sekarang pun saya masih memperhatikan dengan detail asupan gizi untuk anak-anak, tapi tentulah saya tidak akrab lagi dengan segala hal mencakup MPASI.

Trus kenapa sekarang tiba-tiba nulis tentang MPASI?

Continue Reading…

Abang – Adek dan Kumon

Yang udah dari dulu baca blog saya mungkin udah pada tau kalo si abang udah lama jadi keluarga besar Kumon. Dihitung-hitung, tahun ini sudah masuk tahun keenam si abang jadi siswa Kumon untuk subjek Matematika. Di tahun kedua di Kumon, dia minta didaftarkan untuk subjek Bahasa Inggris dan selama 4 tahun setelah itu si abang mengikuti dua subjek sekaligus di Kumon. Dan setahun terakhir ini, si adek juga sudah ikut belajar Matematika di Kumon atas dasar keinginan dia sendiri.

Puji Tuhan, setelah sekian tahun jadi bagian dari Kumon, keluarga kami merasa cukup puas dengan program belajar di Kumon, karena anak-anak tidak hanya belajar materi pelajarannya aja, tapi lewat belajar di Kumon mereka juga belajar disiplin, tekun, dan sabar. Yang pernah ikut Kumon pasti mengerti sisi berat belajar di sini adalah bukan hanya pada materinya, tapi juga program belajarnya yang mengharuskan anak mengerjakan PR setiap hari yang mana PR-nya itu bisa terus diulang-ulang sampai anak bisa benar-benar mengerti. Kemungkinan anak bosan di tengah jalan itu cukup tinggi. Karena itu selain butuh disiplin dan tekun mengerjakan PR setiap hari, anak juga harus belajar sabar. Meski bosan melanda, tetaplah sabar sampai bisa naik ke level berikut. Sabarlah, supaya tidak berhenti di tengah jalan. Belajar di Kumon juga berarti belajar untuk punya semangat menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

Puji Tuhan, akhir tahun kemarin si abang akhirnya sudah berhasil menyelesaikan satu subjek di Kumon, yaitu EFL.

Puji Tuhan…

Perjuangan untuk bisa sampai selesai itu luar biasa rasanya. Berulang kali si abang merasa jenuh,apalagi di level-level terakhir di EFL itu banyak materi berupa bahan literatur yang jangankan anak-anak ya, yang orang besar aja bisa bosan bacanya πŸ˜€ . Tapi puji Tuhan kesabaran dan semangat menyelesaikan apa yang sudah dimulai selalu bisa menang melawan rasa jenuh. Puji Tuhan…puji Tuhan banget, apalagi melihat abang yang merasa begitu puas karena bisa menyelesaikan subjek ini. Dia sangat puas karena rasanya seperti baru berhasil menyelesaikan tantangan besar untuk mencapai tujuan yang dia mau. Sekali lagi, puji Tuhan…

Dan beberapa hari lalu, sepulang dari les Kumon, si abang dan adek dengan begitu bangganya nunjukin saya sertifikat yang baru mereka dapat…

Untuk si adek, meski masih juara ke 1000an, tapi udah bisa dapat sertifikat Kumon Advance Student Honour Roll aja itu udah merupakan awal yang sangat bagus. Semoga dengan sertifikat ini menambah semangatmu ya dek, yang namanya menuntut ilmu itu gak pernah ada ruginya kok, selama bisa, ya kenapa gak? Tuhan memberkati adek selalu dengan semangat dan kesabaran ya sayang…

Dan untuk si abang, sekali lagi puji Tuhan. Gak nyangka, dia sampe bisa dapat peringkat ke 1 di Kumon Indonesia ini. Cuma bisa bilang, woww….puji Tuhan. Selamat ya abang, semoga semangat menuntut ilmunya terus bertambah yaaa….

Bangga rasanya dengan kedua bocah ini. Lebih bangga lagi melihat bagaimana Tuhan memproses mereka berdua. Sebagai orangtua cuma bisa berdoa agar mereka terus diberkati dan semua berkat yang mereka terima juga boleh jadi berkat untuk banyak orang. Amin…!