Tentang Piano Masterclass dan Tentang Mengajari Anak

Hari Senin yang lalu, pagi-pagi guru musik si abang ngabarin saya kalo sekolah musiknya kembali membuka piano masterclass untuk hari Selasa tanggal 30 Mei (kemarin). Ini adalah piano masterclass ketiga yang diadakan di sekolah musik si abang. Yang pertama si abang ikut sementara yang kedua gak ikut karena saya gak bisa nganterin. Untuk yang ketiga ini karena waktunya bisa saya atur, maka begitu ditanya oleh gurunya apa mau ikutan atau gak, saya langsung bilang mau.

Sesuai dengan namanya, piano masterclass adalah kelas piano di mana yang ngajar adalah yang sudah master dalam dunia per-piano-an. Kelas pertama sebelumnya yang ngajar adalah seorang bapak (kita sebut saja Mr. M yaaa) yang kuliah S1 – S3 di bidang musik, kalo gak salah waktu itu yang merekomendasikan beliau ke sekolah musik si abang adalah dari pihak penyelenggara salah satu event kompetisi piano.

Sementara, di kelas kedua dan yang ketiga kemarin, pengajarnya adalah Stephen Kurniawan Tamadji.

Hayooo…yang seangkatan sama saya, kenal gak sama nama itu??

Continue Reading…

Christmas 2016: Our Family Pictures!

Semalam, setelah tertunda selama beberapa hari, jadi juga akhirnya kami berfoto keluarga di depan pohon Natal. Kami baru bisa berfoto sekarang karena baru kemarin saya nemu baju Natal yang sesuai dengan tema warna kami tahun ini yaitu kuning 😀 .

Agak kurang kerjaan memang saya memilih kuning sebagai tema warna baju kami tahun ini. Tadinya sih pertimbangannya biar kontras dengan warna dekorasi Natal di rumah yang dominan ungu dan juga biar agak beda karena kuning menurut saya termasuk warna yang jarang dipakai di hari Natal.

Dan pendapat saya itu terbukti benar kok.

Continue Reading…

Olahraga Asik Bareng Papa

Salah satu hal yang sangat saya syukuri dari pribadi pak suami adalah dia termasuk tipikal bapak yang selalu berusaha punya waktu untuk keluarga, tentu saja termasuk punya waktu bermain bersama anak-anak. Salah satu kegiatan yang cukup sering bahkan rutin dilakukan suami bersama anak-anak adalah olahraga bersama.

Sekarang ini memang suami saya badannya udah gak seatletis dulu, liat aja perutnya sekarang yang tambah sexy karena bentuknya yang semakin ke arah one pack…hihihihi… Tapi dia masih seneng olahraga kok, cuma beda dengan dulu waktu sebelum menikah, sekarang dia lebih memilih olahraga sambil menghabiskan waktu bersama kami.

Continue Reading…

Love To See You Laugh….

Beberapa hari yang lalu, saat di jalan pulang dari kantor menuju rumah.

Waktu itu karena bertepatan dengan hari les piano si abang, yang mana les pianonya selesai sore, jadi si abang juga pulang bersama kami.

Seperti biasa, kami ngobrol-ngobrol santai, dan seperti biasa juga sambil ketawa-ketawa, karena kebiasaan suami tuh suka konyol, hal sederhana di sekeliling aja bisa dibikinnya jadi lucu dan buat saya ketawa. Trus tiba-tiba si abang yang duduk di belakang ngomong begini, “Ma, you know, sometimes I really want to be like papa.

Continue Reading…

Ketika Isi Blog Diprotes Anak

Ceritanya semalam si abang baca cerita saya di blog ini tentang kesukaan abang dan adek sama Thomas and Friends yang kemarin itu.

Eh, baru juga masuk di paragraf kedua dia udah protes, “Jatuh cinta? You should change the words jatuh cinta, ma, don’t use it!”

Denger dia protes gitu, saya bingung trus nanya, “Why? What’s wrong with jatuh cinta?”

Si abang jawab lagi, “Because it’s jatuh and cinta, it’s negative and positive. Jatuh negatif. Cinta positif. Kenapa cinta harus jatuh? I don’t like that kind of words. Love is love, love shouldn’t fall. Tulis aja cinta banget atau suka banget, ma, jangan jatuh cinta.”

Continue Reading…

Good Things about Thomas and Friends

Yang udah lama ngikutin cerita kami di blog ini, pasti sedikit banyak udah tau kalo anak-anak saya tuh suka pake banget sama yang namanya Thomas and Friends.

Awalnya memang dari si abang. Sejak usianya 1 tahun 7 bulan tuh dia udah suka banget sama Thomas and Friends. Waktu itu dia memang masih kecil sekali, tapi sejak pertama dia nonton salah satu seri  yang judulnya Splish, Splash, Splosh, dia seperti langsung ngerasa ada keterikatan dengan Sodor’s Tank Engine itu, makanya ketika ke Kidz Station pun dia langsung nunjuk mainan-mainan kereta Thomas dan temen-temennya. Dan sejak saat itulah kami mengoleksi Sodor’s Tank Engine dan segala asesorisnya.

Biasanya ya, anak-anak di atas usia 5 tahun yang dulunya seneng sama Thomas and Friends kemudian akan meninggalkan kesukaan itu. Banyak teman yang ngomong begitu. Anak mereka yang dulu suka banget sama Thomas, akhirnya beralih kesukaan ke superhero setelah usianya lewat 5 tahun.

Continue reading “Good Things about Thomas and Friends”