Not 1… Not 2… Not 3… Not Even 4…. It’s 5 Stories on This Friday!

Minggu ini sebenarnya banyak banget yang pengen saya ceritain dan dokumentasiin di sini. Pengen deh kayak Pepipepo, tiap hari bisa publish beberapa tulisan sekaligus. Tapi duh, untuk bikin 1 tulisan aja musti disiapin dan direncanain waktunya, apalagi kalo 2..3..4??

Cerita yang banyak itu akhirnya saya rangkum dalam satu tulisan ini. Gak apalah, sekaligus dibikin jadi panjang gini, daripada dipisah-pisah nanti malah gak ketulis-tulis.

Ok deh, gak usah berlama-lama lagi, mari, kita mulai saja. Ayo, yang mo ngambil kopi sama snack dulu di dapur, saya persilakan. Kalo udah, duduk yang manis yah trus ambil napas dalam-dalam…

Kita mulai!

Video Raja Lagi Baca

Kapan hari pernah ada yang minta video Raja lagi membaca. Nah, ini saya kasih. Not just 1, but 2 videos!

Lanjutkan membaca “Not 1… Not 2… Not 3… Not Even 4…. It’s 5 Stories on This Friday!”

Woku Belanga dan Bayam Kuah Asam

Lagi pengen nulis resep, siapa tau bisa membantu para ibu yang masak sendiri di rumah yang saya yakin pertanyaan tetap di benaknya setiap harinya adalah : masak apa hari ini?? 😀

Kali ini saya pengen berbagi resep dua masakan khas Manado yang sebelumnya pernah saya singgung di sini : woku belanga dan bayam kuah asam.

Continue Reading…

PATIN

Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Ikan ini cukup responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Pada pembudidayaan, dalam usia enam bulan ikan patin bisa mencapai panjang 35-40 cm. Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini.

Ikan patin berbadan panjang untuk ukuran ikan tawar lokal, warna putih seperti perak, punggung berwarna kebiru-biruan. Kepala ikan patin relatif kecil, mulut terletak di ujung kepala agak di sebelah bawah (merupakan ciri khas golongan catfish). Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba.

Ikan patin bermanfaat sebagai sumber penyediaan protein hewani.

Picture is taken from http://bayuputra.com/2010/04/20/budidaya-ikan-patin/

Setelah membaca komentar beberapa teman di tulisan sebelumnya, saya jadi ngerasa perlu nih untuk membahas tentang ikan namun yang lebih spesifik lagi yaitu tentang ikan patin!

Continue Reading…

Today’s Special

Saya, memang tidak begitu sering menulis tentang resep masakan di sini. Saya juga agak jarang menampilkan foto-foto makanan lezat di sini.

Tapii…seperti yang saya tulis di sini, sesungguhnya saya sangat suka dan sangat pede memasak.

Dan sekarang, di mana saya hanya punya seorang asisten di rumah yaitu si suster, kondisi ini serasa benar-benar menjadi berkat untuk saya. Yupe, karena sekarang saya tak punya asisten untuk masak memasak, jadi saya bisa melakukan semuanya sendiri!

Hari ini, hari kesekian di mana saya bangun di saat matahari masih sangat mengantuk. Tanda-tanda terbukanya tabir fajar bahkan belum ada. Namun di rumah kami, aktivitas yang penuh semangat telah dimulai oleh saya.

Diawali dengan doa tentu, lalu beberes dan bersihin rumah, dan kemudian dilanjutkan dengan: memasak!!

Oh…masaknya pasti yang gampang-gampang. Sekedar bikin ikan goreng dan kangkung tumis kan??

Huh…merendahkan banget! :mrgreen:

Ini dia hasil masakan saya hari ini:

Continue Reading…

Nagasari Roti Tawar Pandan

Di tulisan sebelumnya tentang Puding Biskuit, saya udah sempat singgung pengen bikin Nagasari roti tawar pandan buat cemilan di Sabtu sore dan rencana itu memang beneran terealisasi lhoooo….

Nah, di sini saya bagi resepnya yah…

Bahan:

150 ml susu cair

4 lembar roti tawar pandan

2 buah pisang kepok,masing-masing dibelah dua

4 lembar daun pisang

Keju parut secukupnya sesuai selera

Meises coklat secukupnya juga sesuai selera juga, hehe

Cara membuat:

  1. Lumuri roti dengan susu sedikit demi sedikit
  2. Letakkan masing-masing potongan pisang di bagian tengah dari masing-masing roti tawar
  3. Taburi keju parut dan meises
  4. Gulung roti bersama potongan pisang di dalamnya
  5. Bungkus roti gulung pisang dengan daun pisang
  6. Kukus kurang lebih 15 menit
  7. Setelah matang, buka bungkusan daun pisang, potong-potong nagasari, lalu sajikan. Selesai deh!!

Tuh, gampang banget kan bikinnya…

Dan ini dia penampakannya dan seperti yang biasanya terjadi pada koki tak berpengalaman dan tentu tak professional seperti saya, penampakan akhirnya selaluuuu agak-agak ancuran gini, hehe, tapi enaknya gak usah ditanya kok! Dan ssstttt…..yang doyan justru bukan Raja lho, tapi papanya!!! hehe

Nagasari roti tawar pandan yang resepnya didapat dari Buku Pintar Menu Bayi Oleh Ibu Ayu Bulan Febry yang diterbitkan oleh Wahyu Media Tahun 2007 dengan sedikit modifikasi oleh Mama Raja :mrgreen:

Puding Biskuit

Semalam, kami iseng-iseng bikin puding biskuit. Cara bikinnya ya standar banget, super gampang, dan tentu saja sangat cepat. Resep lengkapnya sih kira-kira seperti ini.

Bahan :

20 gram biskuit

250 ml air matang

1 bungkus agar-agar warna merah

50 gram gula pasir

2 sendok makan susu bubuk

Cara membuat:

1. Haluskan biskuit dengan air hangat sampe haluuuussss banget

2. Campurkan biskuit yang sudah dihaluskan bersama air, agar-agar, susu bubuk, dan gula pasir ke dalam panci. Aduk rata.

3. Masak hingga mendidih sambil diaduk-aduk.

4. Angkat, tuangkan dalam cetakan dan biarkan dingin.

5. Setelah puding jadi, keluarkan dari cetakan, sajikan.

Udah, gitu aja.

Resep puding ini gak pandang usia anak asal anak udah pada usia siap makan ( commonly > 6 m.o), tinggal sesuaikan aja jenis biskuit dan susunya (asal jangan pake ASI aja, karena ASI kalo dimasak kan pada rontok semua gizinya). O ya, jika ingin diberikan pada bayi di bawah setahun, kalo bisa sih gak usah pake gula aja. Manisnya diambil dari susu saja atau ditambahin sari buah yang sesuai, dalam hal ini karena mo bikin puding warna merah ya bisa pake stroberi tapi pilih yang manis yaa… Kalo mo bikin warna lain, kuning misalnya, pake aja sari buah mangga atau melon jingga, asal jangan jeruk karena jeruk gak cocok kalo dicampur sama susu.

Rasa puding biskuit ini, hmmm…gak perlu ditanya. Yang pasti enak, dan tentu saja bergizi, kan pada dasarnya agar-agar kaya akan serat, kalsium, dan fosfor yang sangat baik untuk pencernaan dan untuk pertumbuhan anak.

Semalam, Raja juga ikutan heboh bikinnya. Maunya duduk di atas meja dapur *awas…ini tindakan berbahaya, jangan biarkan anak Anda melakukan ini tanpa pengawasan ketat dari orang dewasa*, trus dengan sotoynya ni anak ngambil tempat garam dan asam jawa dan malah pengen masukin bumbu-bumbu itu ke dalam adonan pudingnya…yeee…gak kebayang deh puding pake asam jawa rasanya kaya’ apa, hehe…

Dan, inilah dia foto puding biskuit kami yang sangat sederhana itu…

Aslinya resep ini ada di Buku Pintar Menu Bayi Oleh Ibu Ayu Bulan Febry yang diterbitkan oleh Wahyu Media Tahun 2007

Juga beberapa foto Raja waktu sotoy pengen ikut masak…

He loves cooking 😀

Eh, besok weekend, sore pengen bikin cemilan apa yaaa?????

Aha…gimana kalo bikin nagasari roti pandan???

Hmmm….pasti yummy nih…. Jadi gak sabar, hehe…

 

 

 

MPASI Untuk Bayi 1 Tahun

Sudah lama rasanya gak nulis tentang solid food buat Raja. Tulisan terakhir adalah tentang solid food for 9m old baby. Memang sengaja, sih. Kenapa? Karena setelah usianya lewat 9 bulan, pada dasarnya tak banyak yang berubah tentang menu makanan padat untuk Raja. Paling yah tekstur makanannya yang semakin ke sini semakin kasar dan padat di samping semakin banyak jenis sayuran dan lauk yang diberikan seiring semakin berkurangnya ‘pantangan’ buat Raja.

Setelah lewat satu tahun ini, jadwal makannya pun masih tetap sama, kurang lebih seperti berikut.

07.30 Sarapan
11.00 Makan siang
14.00 Cemilan buah
16.00 Makan sore

Untuk menu sarapannya, Raja lebih sering menikmati oatmeal yang dimasak bersama kaldu ayam. Oatmealnya gak pernah hanya polos saja. Pasti didampingi juga sama sayuran semacam tomat dan lauk yang berganti-gantian antara daging ayam dan telur rebus. Gak ketinggalan juga taburan keju parutnya. Nyam nyam deh. Puji Tuhan, biarpun menu sarapannya bisa dikatakan itu-itu saja, tapi Raja sejauh ini gak pernah bosan, soalnya Raja memang doyan banget sama oatmeal. Kalo lagi gak enak badan trus makannya jadi agak susah, biasanya oatmeal yang paling gampang diterimanya.

Saat memasakkan oatmeal untuk Raja, biasanya kami beri tambahan 1 sendok teh tepung kacang hijau atau kacang kedelai. Ini awalnya bisa-bisanya si suster aja yang maksudnya supaya oatmealnya jadi kental alias gak cair. Eh, ternyata, memang terbukti enak, lho! Dan gak hanya enaknya saja, tumbuhan kacang-kacangan seperti kacang hijau memiliki seribu manfaat untuk kesehatan salah satunya adalah meningkatkan nafsu makan anak!! *Pengen tau lengkapnya?? klik aja di sini*

O ya, kalo soal telur, karena sudah berusia 1 tahun lebih, Raja sudah mulai diperkenalkan dengan putih telur dan puji Tuhan, sampe sekarang he had no any allergic to the egg white.

Kalo untuk makan siang dan makan sore, ya menu utamanya apalagi kalau bukan nasi. Untuk nasi ini saya pilih beras putih organik. Untuk sayurannya jelas sudah beraneka ragam: brokoli, bayam, caisim, wortel, labu siam, kembang kol, kangkung, oyong, buncis, etc. Begitu juga dengan lauknya, tinggal pilih dari aneka macam ikan (biasanya salmon atau tuna atau belut, kadang juga dikasih kakap atau gindara) atau daging sapi atau udang. Lauknya juga sering ditambah sama tempe atau tofu.

Untuk pengolahannya, sampe sekarang kami masih memanfaatkan slow cooker terutama untuk membuat nasinya. Untuk sayur dan lauk, kadang dicampur langsung dalam slow cooker, kadang diolah tersendiri. Yah, tergantung lah pengen ngasih menu apa untuk Raja.

Sebenarnya Raja sudah bisa makan nasi biasa seperti yang kita makan. Tapi kalo dikasih nasi kayak gitu nanti makannya jadi lama. Makanya, supaya aman, damai, dan sejahtera, mending Raja kami kasih nasi lembek saja. Kadang kalo kami lagi makan, kami juga nyuapin Raja, selain karena ni anak yang minta juga supaya terus melatih kemampuan mengunyahnya. Karena nyuap-nyuapin inilah kami kemudian tau kalo ternyata Raja doyan sama nasi goreng!!

Nah, karena Raja sudah setahun lewat, maka Raja sudah mulai dikenalin sama bumbu penyedap seperti garam, gula, dan merica, juga paprika aneka warna. Biasanya sih kalo bikin cah sayuran selalu saja ditemenin sama paprika aneka warna supaya warna sayurnya jadi tambah cuantik 😀

Setiap hari, Raja juga kami wajibkan untuk makan buah. Puji Tuhan, dengan kebiasaannya makan buah ini, Raja belum pernah mengalami yang namanya konstipasi. Mudah-mudahan gak pernah ngalamin masalah dengan pencernaan ya nak….

O ya, di usia segini, Raja udah mulai makan berbagai bentuk cemilan. Mulai dari yang ditujukan untuk batita semisal biskuit sampe ke cemilan orang dewasa kayak es krim, cokelat batangan, roti, pisang goreng, ubi goreng, dan bahkan kemplang panggang yang keras itu, he he. Tapi gigi dan gusi Raja are quite strong to chew those kemplang 😀

Sengaja sih memang memperkenalkan Raja dengan makanan dewasa, karena bagaimanapun juga Raja perlu untuk itu. Pencernaannya perlu dilatih untuk makan makanan yang rada aneh, supaya terlatih dan gak kaget nantinya *ni gara-gara duluuu banget nonton Up Town Girl, saya jadi ngerasa memang perlu untuk anak makan makanan yang proses pembuatannya tidak sehati-hati seperti biasanya 😀 * O ya, karena Raja bahkan sudah bisa makan kemplang panggang, kami jadi tidak perlu khawatir dengan kemampuan mengunyahnya 🙂

Tapi ya tetep, sekalipun udah bisa makan yang begitu-begituan, tetap saja kami tidak mengijinkan Raja jajan sembarangan, apalagi makan snack yang isinya cuma MSG doang, wah kalo itu absolutely positively haram judulnya. Raja boleh jajan asalkan yang lumayan bergizi. Cokelat dan es krim, jelas oke, selama gak kebanyakan karena gulanya bisa merusak gigi dan kelebihan gula juga gak baik untuk tubuh. Roti juga baik. Begitu juga dengan kemplang, karena terbuat dari ikan tenggiri, so, we can say that it’s pretty nutritive dong, he he..

Mmm..apalagi ya?

O ya, tentang susunya.

Sekarang, selain minum ASIP, Raja juga minum susu UHT. Sehari biasanya 1 kotak. Lumayanlah, dengan susu UHT ini, saya jadi lumayan santai dalam menyediakan ASIP. Gak perlu terlalu kejar-kejaran lagi kayak dulu, he he.. Kenapa pilih UHT? Ya, karena manfaat dan kelebihannya. Intinya ya, susu UHT lebih baik dalam mempertahankan kandungan gizi susu sapi dibanding jenis *alias bentuk* susu lainnya.

Selain makanan, buah, dan susu, tambahan lainnya yang kami beri untuk Raja adalah olive oil. Biasanya di menu makan sorenya kami beri 1 sendok teh extra virgin olive oil. Maksudnya sih untuk kesehatan saja. Ada juga yang bilang, olive oil ini bisa membantu dalam peningkatan berat badan, but well, that’s not the point. Yang penting, sehatnya saja.

Gak hanya buat anak, lho, buat emaknya juga olive oil ini bagus banget. Saya sendiri rutin minum 1 sendok teh sehari *ni bisa mencegah kanker payudara lhooo* dan sebelum bobo malam saya mengoleskan olive oil ke wajah *didiamkan selama 10 menit, setelah itu bilas sampe bersih*, hasilnya kulit wajah terasa lebih segar, kencang, cerah, dan berseri… Lho…lho…. ini kok malah ngomongin kecantikan????? 😀 😀

Ok, back to the topic.

Selain olive oil, Raja juga mengkonsumsi vitamin sehari 1 sendok teh. Ni maksudnya bukan apa-apa, bukan supaya pinter, sekalipun vitaminnya mengandung cod liver oil. Tapi lebih kepada suplemen saja terutama untuk daya tahan tubuhnya. Secara nih, sebaik apapun kita mengolah makanan, tetep aja ada kemungkinan loss of nutrition kan? Lagian, kelebihan vitamin dalam tubuh tetap akan keluar melalui urine dan keringat kan? So, it’s safe dong, he he…

Yah, itu sih tinggal tergantung pilihan dan keyakinan saja. Saya yakin, ada banyak ibu yang tidak setuju dengan pemberian tambahan suplemen vitamin ini. Tapi kalo saya sih, setuju-setuju saja, dan puji Tuhan, manfaatnya memang terasa..

Yah, begitulah kira-kira menu makanan padat Raja setelah lewat setahun ini. Satu hal yang amat sangat kami syukuri adalah karena Raja hampir tidak pernah mengalami masalah dengan makan. Kalo cuma karena mo tumbuh gigi sih, itu gak akan mengganggu selera makannya. Raja bukan hanya tidak susah makan, tapi tergolong anak yang jago makan. Puji Tuhan banget rasanya, karena sekalipun waktu kecil dulu saya paling susah kalo disuruh makan, ternyata setelah punya anak, Tuhan malah kasih anak yang doyan makan kayak Raja 😀

Yang pinter terus makannya ya sayang… Dalam nama Tuhan Yesus, supaya Raja selalu sehat, tambah pinter, berat dan tinggi badan juga nambah dengan baik..

Ssst…beberapa waktu lalu sewaktu jalan-jalan bareng Raja keliling komplek, ada percakapan dengan seorang ibu yang bikin saya melambung:

N (Neighbour) : Berapa tahun anaknya, mbak?

M (Me) : 14 bulan, mbak.. *waktu itu usia Raja mmg belom genap 15 bulan*

N : Wah, gede ya anaknya..padahal mamanya mungil!

M : *tersenyum muaniiessszzzz*

Wkwkwkwkwk…

Ayo, coba tebak, bagian mananya yang bikin hati saya melambung??????

Belut, Si Ular yang Kaya Akan Protein

Sumber Gambar Dari http://fullfreestuff.wordpress.com/2009/01/25/ikan-belut-makanan-enak-bergizi-sekaligus-peluang-bisnis/

Sejak dulu, saya lumayan anti sama hewan air yang satu ini. Rasanya lebih menjijikkan daripada ular, karena si penghuni lumpur ini jauh lebih licin dan berlendir…

Hiiii….

Ngeliatnya aja serem…

Apalagi mikirin untuk mengkonsumsinya

Biarpun kata orang dagingnya enak banget dimasak dengan cara apapun.

Biarpun saya tahu kalo di balik penampakannya yang tidak sedap dipandang mata itu, hewan ini sebenarnya dapat memberikan sumbangan nutrisi yang oke banget buat tubuh kita.

Tetep ogah deh untuk mencoba daging belut. Belom apa-apa saya sudah kebayang sama bentuk si belut yang kok kayaknya jelmaan antara lele dan ular. Belom lagi ngebayangin lendir-lendirnya itu…

Hiii….

Seumur hidup saya yang sudah 27 tahun ini belom pernah sekalipun saya makan daging belut *gak tau deh kalo dulu waktu masih bayi pernah dicobain gak sama mama saya*

Tapiiii…

Hari jumat barusan, waktu saya singgah ke supermarket untuk membeli ikan salmon buat anak saya tersayang yang ganteng dan pinter itu, gak sengaja saya ngeliat ada belut potong fillet.

Gak tau kenapa, saya langsung teringat pada manfaat dan khasiat si belut.

Langsung terpikir deh, mumpung Raja masih kecil, dan belom ngerti tentang penampakan asli belut, apa saya cobain aja kali’ yah ke Raja??? Sapa tau ni anak doyan….kan lumayan, bisa menambah asupan gizinya…

Pikir-pikir… akhirnya saya memutuskan untuk beli 2 potong. Untuk coba aja dulu.

Jadilah waktu itu saya beli salmon fillet dan belut fillet.

Dalam hati ketawa juga saya. Gak adil banget, deh. Saya jijik banget sama hewan ini. Tapi dengan tanpa berpikir panjang, saya bakal memaksa Raja untuk memakan jenis hewan yang sampai kapanpun kayaknya gak bakal saya makan itu….

😀 😀

Pas belutnya mo diolah, saya sempet bingung. Ni gimana caranya ngilangin lendir-lendirnya??? Trus gimana caranya biar gak bau amis????

Ah…puji Tuhan… di rumah sudah ada si Santi.

Seperti yang pernah saya bilang di sini, Santi nih kelebihannya adalah masak, karena dia pernah kerja di rumah makan.

Waktu denger saya sama si suster lagi ngebahas tentang belut, tiba-tiba ni anak nimbrung, “Dicuci pake air asem, bu…pasti rontok lendirnya..amisnya juga…”

Dan ternyata….tips dari si santi, bener-bener mujarab!!

Air asam benar-benar merontokkan semua lendir si belut. Bahkan kulitnya bisa terkelupas dan jadi kesat.

Bravo!!!

Nah, setelah dicuci pake air asam, belutnya saya rebus pake irisan jahe supaya bau amisnya tambah pergi jauh.

Setelah itu, ya terserah mo diapain. Mo ditumis/goreng, ato mo dicampur bareng nasi tim, ato mo di-sup. Semuanya enak.

Kalo kemaren sih saya bikin tumis bayam plus tomat plus belut.

Gak tau nih kenapa, Raja memang lebih seneng makan makanan yang ditumis. Mungkin karena jadinya lebih gurih kali’ ya…

Kemaren tuh, akhirnya untuk pertama kalinya saya mencicipi daging belut yang sudah ditumis bareng bayam ijo dan tomat.

Dan ternyata…

Beneran lezat!!!

He he….

Pantes, Raja juga doyan… 😀 😀

O ya, berikut saya petikkan khasiat dari belut, yang saya ambil dari sini.

Dilihat dari komposisi gizinya, belut mempunyai nilai energi yang cukup tinggi, yaitu 303 kkal per 100 gram daging. Nilai energi belut jauh lebih tinggi dibandingkan telur (162 kkal/ 100 gram tanpa kulit) dan daging sapi (207 kkal per 100 gram).

Nilai protein pada belut (18,4 g/ 100 g daging) setara dengan protein daging sapi (18,8 g/ 100g), tetapi lebih tinggi dari protein telur (12,8 g/100 g). Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga usia lanjut ==> This is the biggest reason why i decided to give Raja this eel

Leusin berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter.

Tingginya kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium glutamat (MSG) ==> k e r e n ! ! !

Kandungan arginin (asam amino nonesensial) pada belut dapat mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara ==> hai para wanita…note this one!!

Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/ 100g). Konsumsi 125 gram belut setiap hari telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu.

Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke. seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, letih, dan tidak bertenaga. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi ==> It’s very good for the children too!!

Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor hares berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi.

Fungsi utama fosfor adalah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk pembentukan tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan ==> hmm…sepertinya dengan manfaatnya ini, saya harus mempertimbangkan untuk memasukkan belut dalam menu harian saya…

Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik untuk digunakan sebagai pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan, dan proses reproduksi.

Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sebagai kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dapat berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.

Meskipun mempunyai nilai gizi yang tinggi, kandungan lemak pada belut juga cukup tinggi, yaitu mencapai 27 g per 100 g. Lebih tinggi dibandingkan lemak pada telur (11,5 g/100 g) dan daging sapi (14,0 g/100 g).

Di antara kelompok ikan, belut digolongkan sebagai ikan berkadar lemak tinggi. Kandungan lemak pada belut hampir setara dengan lemak pada daging babi (28 g/100 gram). Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Singapore General Hospital, belut termasuk makanan berkolesterol tinggi dan wajib untuk diwaspadai.

Walaupun kadar lemaknya tinggi, belut tidak perlu dihindari dalam pola makan kita. Bagaimanapun, lemak memegang peran penting sebagai somber kelezatan, sumber energi, penyedia asam lemak esensial, dan tentu saja sebagai pembawa vitamin min larut lemak (A, D, E dan K) ==> yupe, apalagi buat anak2 yang sedang dalam masa pertumbuhan. Fat is a must!!!

Pada lemak ikan terdapat vitamin D yang cukup tinggi, yaitu 10 kali lipat dibandingkan bagian dagingnya dan 50 kali lipat vitamin D yang terdapat pada susu. Vitamin D sangat berguna bagi tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan menghalangi proses resorpsi (pelepasan kalsium pada tulang).

Upaya untuk mengurangi kadar lemak pada belut adalah dengan cara dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan akan menyebabkan lemak mencair dan keluar dari daging belut, menetes ke bara api. Sebaiknya belut tidak diolah dengan cara digoreng, agar kadar lemaknya tidak bertambah banyak.

Seperti pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3 pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48 persen sampai dengan 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan.

Dan hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dengan komposisi omega 3 yang berbeda-beda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar 12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut 42,1 persen (berdasarkan berat kering).

==========================================

Nah, tuh dia sedikit info tentang khasiat belut. Bener-bener kaya akan manfaat kan??

So.. it seems like i really have to think over to be one of the eel fans!!!

😀 😀

Melon and Citrus Pudding (9m+)

Hari minggu kemarin, tiba-tiba aja kepengen ngasih pudding untuk Raja.

Ngecek bahan di rumah, adanya agar-agar putih, orange melon, sama jeruk medan. Jadi kepikiran deh bikin puding dengan bahan buah2an itu… Orange melon sama jeruk medan kan lumayan tuh manisnya, jadi gak butuh gula untuk mempermanis pudingnya.

Bahan:

100 gram orange melon. Kupas kulitnya, buang bijinya. Serut halus

5 buah jeruk medan. Peras (kira-kira sih dapat 300ml sari jeruk)

1 bungkus agar-agar putih

350 ml air putih matang

Cara membuat:

  1. Rebus agar-agar bersama air putih hingga mendidih. Dinginkan hingga uap panasnya tidak keluar lagi
  2. Campurkan orange melon serut dan sari jeruk ke dalam rebusan agar-agar. Aduk hingga rata.
  3. Tuang ke dalam cetakan lalu masukkan ke dalam lemari es

Rasanya lumayan enak, lho. Nah, kalo babynya belom pinter ngunyah, boleh juga pudingnya dihalusin dulu baru dikasihkan ke baby. Trus jangan lupa, pudingnya jangan dikasihkan waktu baru dikeluarin dari kulkas ya…tar kaget si baby tiba2 dapat makanan dingin 😀

MPASI Untuk Bayi 9 Bulan

Sebenarnya sudah agak telat dari biasanya saya mengupdate tentang solid food-nya Raja. Sudah dua minggu lewat sejak usianya yang kesepuluh bulan, dan baru sekarang saya punya kesempatan menulis di sini tentang solid food for 9m old baby.

Buat saya, 9 bulan is a very special age, coz I can introduce Raja with any kinds of fishes during this age. Sejauh ini Raja udah mencoba ikan salmon, kakap, tuna, dan ikan berjenis daging putih lainnya seperti gindara. Reaksi Raja?? No alergi…malah lahap bo’ makannya!!!

Sebenarnya pengen juga nyobain Raja kaldu ikan. Tapi saya sendiri yang ragu, soalnya sekalipun sudah menggunakan trik gimana caranya supaya kaldu ikan gak amis (tulang ikannya ditumis pake irisan jahe dan extra light olive oil), tetep aja amis ikannya berasa di lidah. Jadi ya udah, saya lebih memilih memberi daging ikannya aja sekalian 😀

O ya, selain nyobain ikan, raja juga nyobain makan buah kiwi. Dan ternyata Raja sukaaaa…..bangeeettt sama buah ini, hi hi, padahal saya aja gak suka 😀 😀

Anyway, ini ada beberapa resep yang lumayan yummy buat Raja.

Sauteed spinach and salmon (9m+)

Sauteed spinach and salmon

Bahan:

10 lbr daun bayam, cincang halus

½ buah tomat, buang kulit dan bijinya, cincang halus

30 gr ikan salmon, rebus dengan irisan jahe, cincang halus

1 siung bawang putih, cincang halus

1 sdt bawang bombay, cincang halus

3 sdm air

1 sdm extra light olive oil

Cara membuat:

Panaskan olive oil, tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang bombay hingga berubah warna.

Masukkan tomat, masak hingga matang, masukkan daun bayam, aduk rata, masukkan air. Terakhir, masukkan ikan salmon rebus cincang.

Sajikan bersama bubur bayi polos.

*Bila mau, ikan salmon dapat tidak direbus terlebih dahulu, melainkan ditumis hingga matang sebelum sayuran dimasukkan*

Sauteed Spinach and Salmon with baby porridge

Fusilli with veggie and meat (8m+)

Fusilli With Veggie and Meat

Bahan:

Segenggam fusilli *saya pakai yang merk La Fonte*, rebus dengan air biasa hingga lembek. Tiriskan.

15 gr brokoli cincang, cincang halus

15 gr wortel parut

¼ buah tomat, cincang halus

15 gr daging ayam, cincang halus

100 ml kaldu ayam + 3 sdm kaldu ayam

1 sdt bawang bombay cincang

1 sdm extra light olive oil

5 gr keju cheddar parut

Cara Membuat:

Panaskan olive oil, tumis bawang bombay hingga harum dan berubah warna. Tumis daging ayam cincang hingga matang, masukkan tomat, brokoli, dan wortel. Tambahkan 3 sdm kaldu ayam. Aduk rata, masak hingga semua bahan matang.

Rebus kembali fusilli dengan 100 ml kaldu ayam hingga benar-benar lembek dan air kira-kira tinggal seperempat bagian. Masukkan tumisan ke dalam rebusan fusilli.

Bila perlu, masakan dapat dihaluskan terlebih dahulu sebelum disajikan.

Hidangkan dengan parutan keju cheddar.

Fusilli with veggie and meat di atas adalah breakfast menu yang saya beri untuk raja on the last weekend. Sementara suteed spinach and salmon di atas adalah lunch and dinner menu untuknya…

Kalo gitu, untuk mama, papa, dan susternya apa dong???? *it seems like it’s out of topic 😀 *

He he..

For the breakfast, I cooked fried rice with pangsit and sausage. Fried ricenya juga dilengkapi sama telur ayam dan caisim, jadi tambah sehat dan tambah komplit vitaminnya. Pangsitnya saya bikin dengan isi udang dan tenggiri…

Kalo untuk lunch dan dinner, saya sajikan kangkung cah dan ayam goreng tepung *saya membeli hanya bagian dada saja, karena untuk ayam, bagian yang mengandung gizi paling tinggi adalah dada*.

Memang hanya makanan-makanan sederhana, tapi yang penting sehat…bikinan sendiri… Dan sekalipun saya musti capek-capek di dapur, segala lelah itu tak berasa ketika pujian datang dari si papa…dan ketika ia dan si suster juga makan dengan lahapnya 😀 😀

Fried Rice with Pangsit and Sausage