Google Photos, Entah Apa Yang Merasukimu….

Bener-bener ya, persoalan foto dan blog ini tuh seperti gak ada habis-habisnya. Belum juga kelar saya mengedit semua post yang fotonya tadinya mengarah ke Tinypic buat dipindah mengarah ke Google Photos (yang selesai baru 170 posts out of 220 post πŸ™ˆ), eh Google Photos malah sekarang tiba-tiba mengulah πŸ˜ͺ.Β  Gak tau kenapa, entah apa yang merasukinya, tiba-tiba aja semua foto yang saya host di Google Photos gak bisa tampil di blog ini! Padahal sebelum-sebelumnya gak ada masalah lho dan hal itu udah saya pastikan sebelum saya mulaiΒ  meng-upload ke Google Photos foto-foto yang udah saya download dari TinyPic sebelumnya (jumlahnya lebih dari 3000 foto aja dong!) dan lalu mengedit setiap foto dalam post di blog ini satu per satu. Sengaja saya garisbawahi karena sungguhlah effort and duration yang udah saya keluarin buat mengedit 170 posts itu bukannya sedikit apalagi dalam satu post bisa ada lebih dari 50 foto! πŸ˜…

Continue Reading…

Iklan

Mari Ngomongin Isi Kulkas Seri Ke-3

Yuhuuu….pengen cerita soal kulkas dan isinya lagi nih 😁.

k1600_img_20191001_083211

Unjuk jari yang kulkasnya masih sering berantakan hingga susah nyari bahan yang diperlukan atau yang kulkasnya suka berbau gak sedap akibat keseringan menyimpan makanan atau bahan makanan yang udah busuk?

Semoga di antara yang baca ini gak banyak yang unjuk jari yaaa….hehehe…

Namun jika ada, saran saya, lekas-lekaslah bebersih isi kulkas. Keluarkan semua isinya, pilah-pilah mana yang bisa dipertahankan dan buang semua yang udah rusak/busuk, lap bagian dalam kulkas dan cuci semua rak serta laci, lalu atur kembali semua bahan di dalam kulkas dengan baik, usahakan tidak ada bahan atau makanan yang disimpan dalam kondisi terbuka agar tidak ada noda serta bau yang menyebar di dalam kulkas. Menjaga kulkas tetap bersih itu penting, karena itu menyangkut kebersihan makanan yang kita konsumsi sehari-hari di rumah.

Selain kebersihannya, menurut saya yang perlu dijaga juga adalah kerapiannya, karena kulkas yang rapi dan terorganisir itu bukan aja hanya enak dipandang mata, tapi terutama memudahkan kita ngambil bahan dari dalam kulkas tanpa perlu ngubek-ngubek serta bikin kita bisa lebih cepat tau bahan yang perlu ditambah atau sebaliknya bahan yang udah pantas dipindah ke tong sampah πŸ™‚.

Sekarang, yuk mari kita lihat seperti apa isi kulkas kami minggu ini.

Continue Reading…

Love In Santika Premiere

Weekend tiga minggu yang lalu (iyes, ini bukan lagi termasuk dalam rangkaian cerita libur kenaikan kelas kemarin, sekarang udah move on, back to Palembang 😁), kami sekeluarga nginep di Santika Premiere Hotel yang mana ini udah kali ketiga kami staycation di hotel ini.

Kali pertama adalah bulan April tahun 2018 yang lalu ketika hotel ini masih soft opening. Waktu itu kami nginep di sini bareng keluarga saya dari Manado, sehari sebelum mereka pulang ke Manado. Hotel ini jadi pilihan untuk staycation saat itu karena jaraknya yang deket banget sama bandara jadi pikir-pikir supaya mereka juga gak perlu terburu-buru berangkatnya dan kami masih punya waktu lebih untuk bersama-sama. Maklum ya, ketemu sama keluarga di Manado bukannya bisa sering, jadi setiap kali bisa ngumpul,Β  setiap menit tuh rasanya amat berharga πŸ™‚.

Karena waktu itu masih soft opening, maka di beberapa bagian hotel ini masih dalam tahap pembangunan, termasuk danau buatannya, tapi syukurlah kolamnya sendiri udah jadi 😁.

Masih dalam tahap pengerjaan
Papa and mama senior…
Papa and mama junior 😁
Jarang-jarang rame-rame begini 😘

Kurang lebih sebulan setelah pengalaman pertama menginap di hotel ini, kami kembali menginap di sini. Sayangnya, kali kedua itu bukan pure dalam rangka staycation melainkan dalam rangka mengungsi setelah rumah kami kemasukan maling πŸ˜….

Kali kedua di Santika Premiere
Anak-anak ya, segimanapun masalahnya tetep aja mereka gampang untuk bahagia 😁

Cerita soal kemalingan dan ngungsi itu panjang dan melelahkan kalo dikisahkan ulang, saya juga udah malas ngingat-ngingat lagi jadi di-skip aja yaaa 😁.

Pengalaman pertama menginap di sini tuh sangat menyenangkan. Kamarnya sangat bersih dan terang, kolam renangnya pun amat bersih dan sangat nyaman. Pengalaman kedua, soal kamar masih tetap sama, tapi sayang untuk kolam rasanya berkurang karena saat itu kolamnya dalam keadaan kotor dan keruh, kemungkinan karena pengaruh progress pembuatan danau di sampingnya.  Karena pengalaman yang kedua itulah, maka sebelum kami memutuskan untuk staycation di sini tiga minggu yang lalu, kami ngecek dulu kolam renangnya, bersih apa gak 😁.

Jadi sebenarnya ya pemirsa, ide untuk ngabisin weekend di sini tuh munculnya dadakan. Ceritanya waktu itu saya dan suami lagi dalam perjalanan dari bandara menuju ke tempat les anak-anak. Suami baru tiba di Palembang dan saya ke bandara buat jemput dia selagi anak-anak les. Nah pas di jalan itu, begitu mo mendekati hotel ini, suami tiba-tiba aja ngajak singgah buat ngecek kolam renangnya dan kalo bersih, langsung ambil kamar di situ 😁.

Puji Tuhan ternyata kolamnya bersih, kami pun ambil dua kamar dengan connecting door.

O ya, tempat tidur di hotel ini ukurannya besar karena dua tempat tidur single digabung, ukuran tempat tidurnya jadi 240 x 200cm deh 😁. Jadi sebenarnya kalo buat keluarga dengan dua anak, masih cukuplah dengan satu kamar aja, apalagi di  dalam kamar juga terdapat sofa.

Kamar I
Connecting door ke kamar II
Kamar II, di belakang cermin-cermin itu langsung tempat tidur dengan ukuran yang sama dengan tempat tidur di kamar sebelahnya

Kamarnya luas, lega, dan bersih kan? 😍

Pemandangan ke luar kamarnya sendiri adalah kayak gini…

Seperti yang terlihat di foto di atas, hotel ini masih terus dalam tahap pembangunan terutama di bagian taman itu. Waktu kemarin nginap di sini, para pekerja masih terlihat membangun ini dan itu di tamannya.

Setelah check in, kami pergi buat jemput anak-anak dari tempat les, lalu ke rumah bentar buat ngambil baju-baju, trus balik lagi ke hotel, naro barang-barang bentar, trus langsung berenang sampe malam 😁.

Kelar berenang, yang mana kelarnya setelah hari udah mulai gelap 😁, kami pun balik ke kamar buat mandi dan siap-siap untuk makan malam di restoran hotel ini.

Kalo udah malam, pemandangan ke arah kolamnya jadi kayak gini…romantis ya 😍
Lagi jalan mo dinner

Makan malamnya lumayan, gak seenak waktu pengalaman pertama di sini sih sebenarnya, tapi masih ternikmatilah karena suasananya asik. Yang kurang adalah karena di restorannya ini gak menyediakan wine, adanya di club di lantai di atasnya dan gak bisa dipesan dari resto ini πŸ˜….

Kelar makan kami masih duduk-duduk buat ngobrol karena suasananya asik banget. Setelah itu sempat foto-foto sebelum keluar hotel bentar buat nyari…. Pempek! Hahahahaha….. Gak tau nih kenapa tiba-tiba malam-malam kepengen ngemil pempek πŸ˜…. Dasar wong Plembang πŸ˜….

Pemandangan di depan hotel di malam hari… Yang melintang itu adalah jalur LRT

Kelar beli pempek, balik lagi ke hotel, nyantai sambil nonton dan ngemil, trus kami pun bobo….zzzz……

Besok paginya, jam 5 saya dibangunin pak suami trus diajak lari di jogging track yang mengitari taman serta danau di belakang hotel ini. Jogging track ini adalah fasilitas hotel ini yang termasuk baru, makanya baru bisa kami nikmati di kali ketiga nginep di sini. Bagus sih dibikin jogging track gini, bikin hotel ini punya nilai tambah buat staycation dibanding hotel-hotel lainnya di Palembang, apalagi di sepanjang track terdapat taman yang dilengkapi tempat buat duduk-duduk. Nyaman banget pokoknya, kebayang kalo semua pohon dan tanaman di taman ini sudah pada rimbun, pasti jadinya bakal sangat sejuk dan sangat indah.

Puji Tuhan pagi itu cuaca lagi bagus-bagusnya, udaranya juga sejuk serta segar bangetΒ  (saat itu Palembang belum berkabut asap seperti sekarang) jadi saya dan suami bisa bener-bener menikmati suasana pagi sambil jogging. Asik dan memorable banget!

Pemandangan ke arah hotel dari jogging track
Pagi-pagi udah ada LRT yang lewat
Salah satu tempat duduk-duduk santai di taman sekeliling jogging track dan danau
😍
Gak tau kenapa, tapi kenangan lari pagi di sini tuh jadi kenangan manis banget buat kami berdua

Me and the willow tree. Ini juga salah satu tempat duduk santai di jogging track ini, pokoknya sepanjang jalur ini kita bisa pilih deh mau duduk di mana, cocok juga buat foto-foto ya berarti
The track

Benar-benar rasanya membahagiakan dan menenangkan menghabiskan pagi di sini bersama dengan suami. Semua terasa komplit. Mulai dari pemandangan yang indah, udara yang sejuk, angin sepoi-sepoi khas musim panas yang membawa wangi rumput segar, menyaksikan perubahan warna cerahnya langit mulai dari biru gelap kemudian penuh dengan semburat pink sebelum kemudian berubah lagi menjadi biru muda, serta tentuΒ  mengalami itu semua bersama pasangan yang adalah belahan jiwa, bikin perasaan hati jadi penuh sukacita dan masalah semua terasa jauh. Komplit. Sempurna semuanya…. Puji Tuhan….

Ada LRT lagi yang lewat 😁
Kali ini pesawat yang lewat 😁
The sun is rising
Pesawat melintas tepat di atas hotel
My soulmate, my other half
So calm….
Love you, pak!
Suasana pagi itu cocok kalo diiringi soundtrack lagu β€œCerahnya Hari Ini” 😁
Ada area buat refleksi juga
Another spot for duduk-duduk

Romantis yak 😍
Kalo tanaman rambatnya udah jadi semua, pasti keren banget kan 😍
Tempat nyantai di sekitar kolam

Setelah hari semakin terang, saya dan suami memutuskan untuk kembali ke kamar buat ngebangunin anak-anak dan ngajak mereka sarapan.

Salah satu menu sarapan pagi itu: Mie Celor

Kelar sarapan, kami ajak anak-anak jalan-jalan di sekitar danau. Hari masih pagi dan cuaca serta udaranya masih bagus banget, jadi sayang kalo anak-anak gak turut menikmati.

Kelar sarapan, anak-anak main di Kids Club sementara saya dan suami treadmill-an di gym di samping Kids Club.

Seruangan serasa punya sendiri πŸ˜„
Bahagianya bayi ini πŸ˜„

😘😘

Puas olahraga dan main-main, kami kembali ke kamar buat mandi dan bersiap-siap untuk check out.

Puji Tuhan, kali ketiga kami menginap di sini kesannya bagus dan kami sendiri bisa dapat banyak kenangan. Lagi-lagi, another filled-with-so-much-fun weekend for us πŸ˜™.

O ya, selain dapat weekend yang menyenangkan, selama berada di Santika Premiere Hotel ini, saya dan suami juga dapat foto-foto yang bagus, kayak gini…..

Dengan liat foto ini aja, saya bisa ngerasain sejuknya udara, wanginya angin pagi itu, serta perasaan bahagia bercampur ketenangan yang saya rasain saat itu
😍😍

😁😁😁😁😁

Demikianlah pemirsa, cerita soal weekend kami di Santika Premiere Hotel ini, semoga bisa membantu ngasih referensi buat yang lagi nyari ide untuk staycation di Palembang yaaa….

One Fine Afternoon At Pantai Binasi Sorkam

Dari cerita soal pengalaman menginap di hotel di Medan, sekarang kita ‘loncat’ lagi ke cerita waktu kami berada di Sibolga. Harap maklum kalo ceritanya loncat-loncat gini ya, secara selama liburan kemarin kami memang kerjaannya mondar-mandir ke sana-sini. Sebentar di sini, sebentar di situ. Pokoknya kemana suami pergi dinas, di situ kami juga ikut 😁.

Sudah pernah saya bilang di sini, kalo salah satu daya tarik wisata di daerah Sibolga dan sekitarnya adalah pantai yang mana saking banyaknya pantai di daerah ini, sampe-sampe kami udah tiga kali ke sini pun masih belum semua pantai bisa kami jalani πŸ˜…. Nah, di antara sekian banyak pantai di Sibolga itu, ada satu pantai yang bener-bener saya rekomendasiin buat dikunjungi kalo temen-temen lagi ada waktu buat jalan-jalan ke Sibolga atau ke Tapanuli Tengah, namanya adalah Pantai Binasi.

Continue Reading…

It’s August Again, So It’s Been……..

Exactly a year I’m on this unpaid leave…

And exactly six years since we officially moved to this house….

Waktu-waktu berlalu memang gak kerasa. Perasaan belum lama ngurusin permohonan cuti tanpa tanggungan selama dua tahun dari kantor, perasaan barusan aja cerita-cerita di blog ini soal cuti itu dan gimana perasaan saya ngejalaninnya waktu awal-awal, eh tau-tau udah setahun aja ternyata. Pada akhirnya memang, terjawab sudah pertanyaan “bakal bosen gak kalo gak kerja?” yang dulu sering muncul di awal cuti itu. Jawabannya tentu saja udah jelas ya, gak sama sekali! Hehehe…. Makanya jadi berasa cepat banget waktu ini berlalu kan, saking gak ada waktu yang tersisa buat ngerasa bosan.

Continue Reading…

Dear Blog, I Won’t Give Up On You!

Seperti yang saya cerita di sini, saya lagi bermasalah dengan foto-foto di blog ini. Gara-gara itu, saya akhirnya harus meng-uploadΒ ulang foto-foto yang tadinya di-host di TinyPic ke Google Photos, yang mana hal itu otomatis bikin image address foto-foto itu berubah dan karenanya, gak cuma fotonya yang harus saya upload ulang, tapi post-nya pun harus saya edit lagi.

Melelahkan?

Iya banget.

Tiga hari terakhir ini bisa dibilang itu aja yang saya kerjakan. Kelar antar anak sekolah, langsung duduk di depan meja komputer, buka laptop, ngurusin itu. Sambil nunggu anak-anak les, dalam mobil, saya juga buka laptop, ngerjain itu. Malam-malam, anak-anak udah tidur, saya buka laptop lagi, ngerjain itu lagi.

Tahapan yang dikerjain memang gak berat ya. Pertama,Β saya download dulu foto dari TinyPic (lebih cepat begini dibanding saya mencari foto yang sama di HDD saya karena urutan yang di-upload di TinyPic adalah sesuai dengan urutan post di blog), foto-foto yang di-download itu saya simpan per folder di laptop sesuai dengan judul post. Tiap semua foto dalam satu post ke-download, tahapan kedua yang saya lakukan adalah foto-foto dalam satu folder itu saya compress lagi pake aplikasi TinyPic Resizer. Walaupun sebenarnya foto yang di-download ukurannya sudah kecil, tapi karena saya sekarang pake Google Photos dengan kuota cuma 15GB, maka semakin kecil ukuran foto semakin banyak pula foto yang bisa saya simpan di situ, makanya lebih baik kalo ukuran file fotonya saya kecilkan lagi. Setelah itu, tahap ketiga adalah meng-upload foto-foto yang udah di-compress itu ke Google Photos yang mana nama album di Google Photos juga saya samakan dengan judul post. Setelah foto-foto ke-upload, tinggallah tahap keempat alias yang terakhir, yaitu mengedit post di blog dengan cara menghapus image yang lama yang dialamatkan ke TinyPic dan meng-insert image yang baru dari Google Photos.

Segitu doang memang yang dikerjain, tapi berhubung posts yang harus diedit adalah yang dari tahun 2015 dan ditambah dengan kebiasaan saya yang naro foto banyak-banyak di hampir tiap cerita, maka jadilah kerjaan sederhana itupun memakan waktu dan yah…bisa dibilang memakan tenaga juga.

Melelahkan? Sekali lagi, iya.

Membosankan? Oh, tentu tidak!

Kenapa?

Karena dengan mengedit ulang, bikin saya jadi membaca ulang semua posts itu.

Dan apa yang saya dapatkan pemirsa?

While I read all of those posts, I could feel all of the emotions that I felt when I wrote them. All the love, excitement, happiness, gratefulness, sadness, confusion, even the flatness when the day seemed dull. Every single feelings in every single post, I could still feel it….like I was there with my old self. I smiled, I laughed, and in some posts, I even cried….

I felt blessed when I re-read my own old posts in this blog….

That’s when I know, that no matter what happens, as long as I still have a say in it, then no, I will never ever give up on this blog…..

Dan itu bukan cuma soal saya gak akan menyerah sampe semua gambar-gambar di blog ini terselamatkan, tapi terutama soal kontinuitas mendokumentasikan kisah keluarga kami di sini. Karena sungguhlah membaca ulang blog ini dari tulisan sejak beberapa tahun yang lalu, bener-bener bikin saya sadar bahwa gak ada media sosial lain yang bisa memberikan nilai kenangan sebaik blog. Ketika saya lagi gak bisa aktif di blog, pelarian dokumentasi memang ke Facebook ato Instagram, isi dokumentasinya tentu foto, kadang disertai sedikit cerita. Tapi ya itu dia, titik beratnya ada di foto, kalo pun ada cerita paling sekedarnya aja, itupun nilai emosi di setiap cerita dikit, bahkan bisa dibilang hampir gak ada karena cenderung yang penting asal ada caption aja πŸ˜…. Berapa kalipun saya nge-scroll timeline di FB dan IG, tetap gak akan membangkitkan nostalgia lengkap dengan segala emosiΒ  bahagia dan sedihnya seperti kalo di blog ini. Di blog saya memang ngerasa lebih nyaman untuk terbuka dengan apa yang saya rasakan. Apa yang saya tulis di sini, semuanya benar-benar datang dari hati saya…

Mungkin, karena sejak awal saya udah nganggap blog ini sebagai diary….

Sadar itu, bikin saya ngerasa nyesel banget dengan kisah-kisah kami yang gak saya dokumentasikan di sini. Nyesel karena saya membiarkan kondisi yang lagi hectic jadi alasan untuk gak cerita di sini. Walo saya selalu ngerasa nulis blog bukan kewajiban dan hanya akan nulis kalo lagi pengen nulis, tapi kalo udah gini, saya baru sadar betapa sayangnya kalo gak nulis apalagi kalo ada kenangan penting dan gak ditulis di sini.

………………………….

Tapi yah sudahlah, yang lalu biarlah berlalu…

Sekarang ini pokoknya saya udah sadar betapa berharganya blog ini buat saya dan saya bener-bener bersyukur sekali bahwa meskipun ada masa di mana saya gak aktif di sini, tapi gak pernah sekalipun saya terpikir buat menutup blog ini. Aktif gak aktif ya tiap tahun tetep bayar domain, gak pernah, even once, kepikiran buat stop. Kiranya Tuhan berkenan blog ini panjang umur, demikian juga saya dan keluarga bisa panjang umur, agar semakin banyak kisah kami yang bisa diceritain di sini dan kiranya Tuhan berkenan supaya setiap kisah itu gak hanya jadi berkat buat kami tapi juga buat orang yang baca. Amin!

I love youuuuu, plovea.com!!! πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ

PS:

Satu hal lain yang bikin saya sadar betapa berharganya blog ini buat saya adalah kenyataan bahwa ketika saya nge-download foto-foto dari TinyPic, begitu saya lihat foto itu saya udah langsung tau exactly apa judul post-nya! That made me more realize that I know this blog by heart…

Lagi Bermasalah Soal Foto

Break dulu dari cerita soal liburan ya, sekarang saya mau cerita dulu tentang masalah saya soal foto.

Jadi gini pemirsa, kan udah sejak tahun 2015 saya kalo mo majang foto di blog ini tuh pake image hosting service. Kenapa gak di-upload di WordPress aja? Jawabnya karena kuota untuk media yang disediakan secara gratis oleh WP untuk saya udah terpakai semua, alias udah full….hehehehe….. Inilah akibatnya kalo tiap nge-post cerita musti disertai dengan gambar yang banyak, cepet abis deh kuotanya πŸ˜…. Ya abis gimana dong, blog ini kan semacam dokumentasi keluarga kami ya, dan yang namanya dokumentasi kalo tanpa disertai foto tuh rasanya kuraaanggg πŸ˜…. Jadi ya gitu deh, berhubung yang di WP udah penuh, maka sejak 2015 saya pun pakai TinyPic untuk foto-foto yang mau saya taro di blog (soal ini udah pernah saya cerita di sini).

Continue Reading…

Menikmati Keindahan Danau Toba dari Ketinggian di Taman Simalem Resort

Pemandangan matahari terbit di Taman Simalem Resort yang membuat saya begitu ingin menyaksikannya dengan mata kepala sendiri. Sumber gambar dari sini

Sudah cukup lama saya berkeinginan bisa menginap di Taman Simalem Resort dengan tujuan utama agar bisa menikmati keindahan terbitnya matahari di Danau Toba seperti pada gambar di atas. Sedari dulu saya sudah sering mendengar tentang Taman Simalem dan betapa indahnya pemandangan yang ditawarkan oleh tempat itu, terutama pada saat sunrise seperti di atas. Sayang, bertahun-tahun semenjak menikah, setiap kali pergi ke Medan kami tak pernah sempat mengunjungi tempat ini. Puji Tuhan, tahun ini dapat libur yang sangat panjang, jadi akhirnya bisa juga kami atur jadwalnya untuk jalan-jalan dan bermalam di Taman Simalem Resort.

Nah, karena ini adalah hal yang sudah lama saya idam-idamkan, maka agenda ke Taman Simalem Resort jadi agenda pertama kami begitu tiba di Sibolga. Hari Kamis, dua hari setelah kami tiba di Sibolga dari Siborong-borong, kami pun langsung menuju ke sana.

Continue Reading…

Suatu Sore dan Suatu Pagi

Yuhuuu…..

Apa kabar semua?

Semoga semua dalam keadaan yang aman serta dengan kondisi hati yang penuh rasa tentram yaa. Saya waktu baru mo mulai nulis ini pas lagi denger lagunya Jason Mraz yang judulnya Everything is Sound, lagunya adem bikin perasaan jadi tenang dan hepi. Doanya semua yang sedang baca ini juga sedang dalam kondisi perasaan yang adem apalagi mengingat akhir-akhir ini kondisi di negara kita agak memanas. Makanya saya bersyukur ketika media sosial ditutup sementara waktu dan saya juga gak berusaha coba buka pake segala macam aplikasi yang bisa nembus portal-portal yang ditutup itu, karena sebenarnya beberapa hari gak buka media sosial itu menguntungkan. Capek rasanya liat orang berantem di media sosial gara-gara beda pilihan politik, belum lagi kalo ada yang frontal…duh, bacanya ikut sakit hati. Udah berusaha menghindar dan menyaring teman-teman sih, tapi masih ada aja yang lolos. Gak pengen baca, tapi udah terlanjur baca ya gimana dong πŸ˜… . Makanya, sekali lagi saya seneng karena beberapa hari terakhir mau gak mau gak bisa buka media sosial. Gak apalah, asal bukan WordPress yang ditutup, then I’ll be just fine πŸ˜‰ .

Ok deh, sekarang kita lanjut ke cerita yang mo saya ceritain ini. Seperti biasa, ceritanya hanya seputar kegiatan keluarga kami aja. Cerita sehari-hari yang sederhana dan ringan, tapi tentu membahagiakan, dan pastinya harus didokumentasikan di sini 😘.

Continue Reading…