One Fine Afternoon At Pantai Binasi Sorkam

Dari cerita soal pengalaman menginap di hotel di Medan, sekarang kita ‘loncat’ lagi ke cerita waktu kami berada di Sibolga. Harap maklum kalo ceritanya loncat-loncat gini ya, secara selama liburan kemarin kami memang kerjaannya mondar-mandir ke sana-sini. Sebentar di sini, sebentar di situ. Pokoknya kemana suami pergi dinas, di situ kami juga ikut 😁.

Sudah pernah saya bilang di sini, kalo salah satu daya tarik wisata di daerah Sibolga dan sekitarnya adalah pantai yang mana saking banyaknya pantai di daerah ini, sampe-sampe kami udah tiga kali ke sini pun masih belum semua pantai bisa kami jalani 😅. Nah, di antara sekian banyak pantai di Sibolga itu, ada satu pantai yang bener-bener saya rekomendasiin buat dikunjungi kalo temen-temen lagi ada waktu buat jalan-jalan ke Sibolga atau ke Tapanuli Tengah, namanya adalah Pantai Binasi.

Continue Reading…

Iklan

It’s August Again, So It’s Been……..

Exactly a year I’m on this unpaid leave…

And exactly six years since we officially moved to this house….

Waktu-waktu berlalu memang gak kerasa. Perasaan belum lama ngurusin permohonan cuti tanpa tanggungan selama dua tahun dari kantor, perasaan barusan aja cerita-cerita di blog ini soal cuti itu dan gimana perasaan saya ngejalaninnya waktu awal-awal, eh tau-tau udah setahun aja ternyata. Pada akhirnya memang, terjawab sudah pertanyaan “bakal bosen gak kalo gak kerja?” yang dulu sering muncul di awal cuti itu. Jawabannya tentu saja udah jelas ya, gak sama sekali! Hehehe…. Makanya jadi berasa cepat banget waktu ini berlalu kan, saking gak ada waktu yang tersisa buat ngerasa bosan.

Continue Reading…

Dear Blog, I Won’t Give Up On You!

Seperti yang saya cerita di sini, saya lagi bermasalah dengan foto-foto di blog ini. Gara-gara itu, saya akhirnya harus meng-upload ulang foto-foto yang tadinya di-host di TinyPic ke Google Photos, yang mana hal itu otomatis bikin image address foto-foto itu berubah dan karenanya, gak cuma fotonya yang harus saya upload ulang, tapi post-nya pun harus saya edit lagi.

Melelahkan?

Iya banget.

Tiga hari terakhir ini bisa dibilang itu aja yang saya kerjakan. Kelar antar anak sekolah, langsung duduk di depan meja komputer, buka laptop, ngurusin itu. Sambil nunggu anak-anak les, dalam mobil, saya juga buka laptop, ngerjain itu. Malam-malam, anak-anak udah tidur, saya buka laptop lagi, ngerjain itu lagi.

Tahapan yang dikerjain memang gak berat ya. Pertama, saya download dulu foto dari TinyPic (lebih cepat begini dibanding saya mencari foto yang sama di HDD saya karena urutan yang di-upload di TinyPic adalah sesuai dengan urutan post di blog), foto-foto yang di-download itu saya simpan per folder di laptop sesuai dengan judul post. Tiap semua foto dalam satu post ke-download, tahapan kedua yang saya lakukan adalah foto-foto dalam satu folder itu saya compress lagi pake aplikasi TinyPic Resizer. Walaupun sebenarnya foto yang di-download ukurannya sudah kecil, tapi karena saya sekarang pake Google Photos dengan kuota cuma 15GB, maka semakin kecil ukuran foto semakin banyak pula foto yang bisa saya simpan di situ, makanya lebih baik kalo ukuran file fotonya saya kecilkan lagi. Setelah itu, tahap ketiga adalah meng-upload foto-foto yang udah di-compress itu ke Google Photos yang mana nama album di Google Photos juga saya samakan dengan judul post. Setelah foto-foto ke-upload, tinggallah tahap keempat alias yang terakhir, yaitu mengedit post di blog dengan cara menghapus image yang lama yang dialamatkan ke TinyPic dan meng-insert image yang baru dari Google Photos.

Segitu doang memang yang dikerjain, tapi berhubung posts yang harus diedit adalah yang dari tahun 2015 dan ditambah dengan kebiasaan saya yang naro foto banyak-banyak di hampir tiap cerita, maka jadilah kerjaan sederhana itupun memakan waktu dan yah…bisa dibilang memakan tenaga juga.

Melelahkan? Sekali lagi, iya.

Membosankan? Oh, tentu tidak!

Kenapa?

Karena dengan mengedit ulang, bikin saya jadi membaca ulang semua posts itu.

Dan apa yang saya dapatkan pemirsa?

While I read all of those posts, I could feel all of the emotions that I felt when I wrote them. All the love, excitement, happiness, gratefulness, sadness, confusion, even the flatness when the day seemed dull. Every single feelings in every single post, I could still feel it….like I was there with my old self. I smiled, I laughed, and in some posts, I even cried….

I felt blessed when I re-read my own old posts in this blog….

That’s when I know, that no matter what happens, as long as I still have a say in it, then no, I will never ever give up on this blog…..

Dan itu bukan cuma soal saya gak akan menyerah sampe semua gambar-gambar di blog ini terselamatkan, tapi terutama soal kontinuitas mendokumentasikan kisah keluarga kami di sini. Karena sungguhlah membaca ulang blog ini dari tulisan sejak beberapa tahun yang lalu, bener-bener bikin saya sadar bahwa gak ada media sosial lain yang bisa memberikan nilai kenangan sebaik blog. Ketika saya lagi gak bisa aktif di blog, pelarian dokumentasi memang ke Facebook ato Instagram, isi dokumentasinya tentu foto, kadang disertai sedikit cerita. Tapi ya itu dia, titik beratnya ada di foto, kalo pun ada cerita paling sekedarnya aja, itupun nilai emosi di setiap cerita dikit, bahkan bisa dibilang hampir gak ada karena cenderung yang penting asal ada caption aja 😅. Berapa kalipun saya nge-scroll timeline di FB dan IG, tetap gak akan membangkitkan nostalgia lengkap dengan segala emosi  bahagia dan sedihnya seperti kalo di blog ini. Di blog saya memang ngerasa lebih nyaman untuk terbuka dengan apa yang saya rasakan. Apa yang saya tulis di sini, semuanya benar-benar datang dari hati saya…

Mungkin, karena sejak awal saya udah nganggap blog ini sebagai diary….

Sadar itu, bikin saya ngerasa nyesel banget dengan kisah-kisah kami yang gak saya dokumentasikan di sini. Nyesel karena saya membiarkan kondisi yang lagi hectic jadi alasan untuk gak cerita di sini. Walo saya selalu ngerasa nulis blog bukan kewajiban dan hanya akan nulis kalo lagi pengen nulis, tapi kalo udah gini, saya baru sadar betapa sayangnya kalo gak nulis apalagi kalo ada kenangan penting dan gak ditulis di sini.

………………………….

Tapi yah sudahlah, yang lalu biarlah berlalu…

Sekarang ini pokoknya saya udah sadar betapa berharganya blog ini buat saya dan saya bener-bener bersyukur sekali bahwa meskipun ada masa di mana saya gak aktif di sini, tapi gak pernah sekalipun saya terpikir buat menutup blog ini. Aktif gak aktif ya tiap tahun tetep bayar domain, gak pernah, even once, kepikiran buat stop. Kiranya Tuhan berkenan blog ini panjang umur, demikian juga saya dan keluarga bisa panjang umur, agar semakin banyak kisah kami yang bisa diceritain di sini dan kiranya Tuhan berkenan supaya setiap kisah itu gak hanya jadi berkat buat kami tapi juga buat orang yang baca. Amin!

I love youuuuu, plovea.com!!! 💜💜💜💜

PS:

Satu hal lain yang bikin saya sadar betapa berharganya blog ini buat saya adalah kenyataan bahwa ketika saya nge-download foto-foto dari TinyPic, begitu saya lihat foto itu saya udah langsung tau exactly apa judul post-nya! That made me more realize that I know this blog by heart…

Lagi Bermasalah Soal Foto

Break dulu dari cerita soal liburan ya, sekarang saya mau cerita dulu tentang masalah saya soal foto.

Jadi gini pemirsa, kan udah sejak tahun 2015 saya kalo mo majang foto di blog ini tuh pake image hosting service. Kenapa gak di-upload di WordPress aja? Jawabnya karena kuota untuk media yang disediakan secara gratis oleh WP untuk saya udah terpakai semua, alias udah full….hehehehe….. Inilah akibatnya kalo tiap nge-post cerita musti disertai dengan gambar yang banyak, cepet abis deh kuotanya 😅. Ya abis gimana dong, blog ini kan semacam dokumentasi keluarga kami ya, dan yang namanya dokumentasi kalo tanpa disertai foto tuh rasanya kuraaanggg 😅. Jadi ya gitu deh, berhubung yang di WP udah penuh, maka sejak 2015 saya pun pakai TinyPic untuk foto-foto yang mau saya taro di blog (soal ini udah pernah saya cerita di sini).

Continue Reading…

Menikmati Keindahan Danau Toba dari Ketinggian di Taman Simalem Resort

Pemandangan matahari terbit di Taman Simalem Resort yang membuat saya begitu ingin menyaksikannya dengan mata kepala sendiri. Sumber gambar dari sini

Sudah cukup lama saya berkeinginan bisa menginap di Taman Simalem Resort dengan tujuan utama agar bisa menikmati keindahan terbitnya matahari di Danau Toba seperti pada gambar di atas. Sedari dulu saya sudah sering mendengar tentang Taman Simalem dan betapa indahnya pemandangan yang ditawarkan oleh tempat itu, terutama pada saat sunrise seperti di atas. Sayang, bertahun-tahun semenjak menikah, setiap kali pergi ke Medan kami tak pernah sempat mengunjungi tempat ini. Puji Tuhan, tahun ini dapat libur yang sangat panjang, jadi akhirnya bisa juga kami atur jadwalnya untuk jalan-jalan dan bermalam di Taman Simalem Resort.

Nah, karena ini adalah hal yang sudah lama saya idam-idamkan, maka agenda ke Taman Simalem Resort jadi agenda pertama kami begitu tiba di Sibolga. Hari Kamis, dua hari setelah kami tiba di Sibolga dari Siborong-borong, kami pun langsung menuju ke sana.

Continue Reading…

Suatu Sore dan Suatu Pagi

Yuhuuu…..

Apa kabar semua?

Semoga semua dalam keadaan yang aman serta dengan kondisi hati yang penuh rasa tentram yaa. Saya waktu baru mo mulai nulis ini pas lagi denger lagunya Jason Mraz yang judulnya Everything is Sound, lagunya adem bikin perasaan jadi tenang dan hepi. Doanya semua yang sedang baca ini juga sedang dalam kondisi perasaan yang adem apalagi mengingat akhir-akhir ini kondisi di negara kita agak memanas. Makanya saya bersyukur ketika media sosial ditutup sementara waktu dan saya juga gak berusaha coba buka pake segala macam aplikasi yang bisa nembus portal-portal yang ditutup itu, karena sebenarnya beberapa hari gak buka media sosial itu menguntungkan. Capek rasanya liat orang berantem di media sosial gara-gara beda pilihan politik, belum lagi kalo ada yang frontal…duh, bacanya ikut sakit hati. Udah berusaha menghindar dan menyaring teman-teman sih, tapi masih ada aja yang lolos. Gak pengen baca, tapi udah terlanjur baca ya gimana dong 😅 . Makanya, sekali lagi saya seneng karena beberapa hari terakhir mau gak mau gak bisa buka media sosial. Gak apalah, asal bukan WordPress yang ditutup, then I’ll be just fine 😉 .

Ok deh, sekarang kita lanjut ke cerita yang mo saya ceritain ini. Seperti biasa, ceritanya hanya seputar kegiatan keluarga kami aja. Cerita sehari-hari yang sederhana dan ringan, tapi tentu membahagiakan, dan pastinya harus didokumentasikan di sini 😘.

Continue Reading…

What’s New About The Kiddos?

Sudah lama ya gak cerita soal perkembangan anak-anak. Ada yang kangen gak ya sama anak-anak saya? Kalo saya sih selalu kangen sama mereka *ya eyalah, namanya juga anak sendiri…wkwkwkwk* . Terutama kalo mereka lagi ada di sekolah, rasanya pengen mereka cepet-cepet pulang supaya rumah kembali rame 😀

Jadi apa kabar anak-anak? Puji Tuhan mereka baik-baik saja. Tiap hari tambah besar, tambah pinter. Yang satu tambah lucu, cerewet, dan ngegemesin. Yang satunya lagi tambah cool bawaannya. Doh, mulai kerasa nih bedanya usaha pendekatan ke anak dimana yang satu masih baru keluar dari zona balita sementara satunya lagi baru mo masuk ke zona remaja. Parenting style mama pun musti berkali-kali di-switch mode-nya, menyesuaikan dengan usia anak yang sedang dihadapi, yang mana kadang perubahan modenya suka ketuker-tuker…wkwkwkwk…ya maklum lah ya, namanya juga mamanya masih manusia.  Untung ya anaknya cuma dua. Coba kalo masih punya anak bayi lagi. Haduh, gak kebayang itu gimana rasanya kalo mode-nya sampe ada tiga. Dua aja masih suka ketuker, apalagi tiga, bisa langsung error….hihihihi. Makanya saya selalu salut sama orangtua yang anaknya lebih dari dua dan sanggup ngasih perhatian yang fokus ke masing-masing anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Buat saya itu luar biasa, karena saya aja yang anaknya cuma dua masih suka kesulitan 😀 .

Yah begitulah pemirsa, dan sekarang saya mau cerita soal hal-hal baru yang lagi dilakuin anak-anak akhir-akhir ini.

Continue Reading…

MPASI Hari Gini…

MPASI….

Rasanya sudah lama sekali saya berhubungan dengan kata ini. Dulu sih sangat akrab ya, apalagi waktu anak pertama masih bayi, wah itu bener-bener deh, MPASI jadi perhatian banget buat saya. Segala macam informasi saya cari, bahkan kandungan gizi dari setiap bahan makanan yang saya berikan juga saya buatkan rangkumannya. Perencanaan pemberiannya pun saya jadwalkan secara matang dan saya doakan bener-bener agar Tuhan memberkati semua yang saya beri dan upayakan memang jadi berkat untuk anak saya. Segalanya saya lakukan karena ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya.

Setelah anak kedua lahir dan masuk ke usia MPASI, tetep sih hal ini jadi perhatian, cuma sudah tidak seperti waktu anak pertama. Untuk anak kedua saya sudah lebih santai, karena eheemm… ngerasa udah berpengalaman. Saya gak lagi mencari informasi sebanyak dulu karena kebanyakan informasi memang sudah ada di tangan, panduan pemberiannya pun saya ikut seperti waktu abangnya dulu, walau tentu saja saya masih terus mendoakan agar apa yang saya yakini adalah yang terbaik yang saya berikan akan memang jadi yang terbaik untuk anak saya.

Puji Tuhan, sekarang anak-anak saya dua-duanya sudah lewat dari usia balita.  Walau sampai sekarang pun saya masih memperhatikan dengan detail asupan gizi untuk anak-anak, tapi tentulah saya tidak akrab lagi dengan segala hal mencakup MPASI.

Trus kenapa sekarang tiba-tiba nulis tentang MPASI?

Continue Reading…

Renovasi Dapur #5 : Penyimpanan Perkakas Masak

Kita lanjut lagi cerita soal dapur yaaa…. Kali ini soal penyimpanan perkakas masak. Ada keuntungannya memang kitchen set ini dikerjakan setelah saya sekian lama akrab dengan dapur ini, jadi saya tau betul apa yang saya inginkan supaya pergerakan di dapur jadi lebih lancar dan dapur juga bisa terlihat lebih rapi. Dari sejak awal saya gak clueless, sebaliknya saya tau persis kabinet dengan peruntukan apa saja yang saya perlukan dan letak masing-masing kabinet itu di mana.

Continue Reading…