Renovasi Taman Belakang

Setelah sebelumnya cerita tentang taman depan, sekarang giliran taman belakang yang pengen saya ceritain di sini.

Seperti yang sering saya bilang, rumah kami ini ukurannya kecil, tapi puji Tuhan isinya komplit, termasuk soal taman, baik depan maupun belakang, ada. Ya walopun ukurannya kecil-kecil aja, tapi jadilah, cukup kok buat kami, seenggaknya kalo lagi di dalam rumah ada ijo-ijo juga di belakang yang bisa dijadikan pemandangan. Lagian ukuran kecil sebenarnya lebih baik karena lebih mudah kan untuk diurus 😀 .

Keberadaan taman belakang ini penting sekali buat kami karena bikin rumah terasa lega dan mendapat cahaya sinar matahari yang memadai buat menerangi seisi rumah. Sayangnya, seiring perjalanan waktu, kami kemudian menemukan beberapa masalah dengan taman belakang itu, hingga membuat kami memutuskan untuk melakukan beberapa perubahan supaya kami bisa tetap merasakan manfaat dari keberadaannya tetapi dengan permasalahan yang bisa diminimalisir bahkan kalau perlu dihilangkan. Total, sudah 3 kali kami melakukan perubahan di situ yang mana puji Tuhan perubahan ketiga yang dilakukan sepertinya sudah bisa dikatakan final karena kami sudah benar-benar menikmati manfaat dari hasil perubahannya.

Apa saja perubahan yang sudah kami lakukan di taman belakang ini? Yuk mari disimak kisahnya yaaaa 😀

Continue Reading…

Iklan

Abang’s 10th Birthday

My 120 months old baby 😀

What???

10 Years old already???

120 months old???

Yes…yes… I know, time flies so fast, doesn’t it? I can’t believe it either. Si abang, si anak pertama saya, yang kehadirannya memicu saya untuk rajin menulis blog demi mendokumentasikan perkembangannya dari minggu ke minggu kemudian dari bulan ke bulan, ternyata sudah menginjak usia 10 tahun. Double figures at last! And my baby has finally left his single birthdays behind for ever. I’m happy for him and always thankful for everything that God has done in and for him all these years, but at the same time I can’t help but feel a little emotional and even a little sad.

Continue Reading…

The Master Bathroom: Because Every Room Has Its Own Story

Sejak membeli dan pindah ke rumah ini dari sekian tahun yang lalu, sudah cukup banyak perubahan yang kami lakukan di rumah ini. Secara struktur sih gak berubah ya, tapi secara penampilan baik dari luar maupun dalam terlihat sudah cukup banyak perbedaan di rumah ini antara waktu pertama kali ditempati dengan yang sekarang. Apalagi soal interior ya, karena saya cukup senang mendekorasi rumah, di samping juga karena memang seiring waktu kami perlu menambah atau mengurangi ini dan itu sesuai dengan perubahan kebutuhan kami di rumah ini. Terasa benar memang, untuk membuat sebuah rumah atau hunian terasa ‘komplit’ itu tidak hanya tergantung dari kita punya dananya atau gak, tapi memang harus pelan-pelan, satu per satu, karena kita akan tau apa saja yang kita butuhkan atau perubahan seperti apa yang perlu kita lakukan seiring perjalanan waktu kita menempati rumah tersebut. Sekedar terlihat bagus aja gak cukup, dan meski hasilnya sama memukaunya dengan gambar-gambar di Pinterest, tapi kalo gak cocok dengan kondisi atau gak sesuai dengan kebutuhan ya menurut saya itu gak akan bikin hunian jadi terasa nyaman buat penghuninya sendiri.

Nah, meski saya suka mendekor rumah, tapi ada satu ruangan nih yang dari kemarin-kemarin gak terpikir untuk saya sentuh dan bisa dibilang hanya saya biarkan saja dengan kondisi sebagaimana adanya seperti sejak pertama kali kami pindah ke sini.

Ruangan itu adalah kamar mandi di kamar utama.

Kenapa gitu?

Nah, begini ceritanya.

Continue Reading…

Renovasi Taman Depan

Sepulang dari mudik ke Medan dilanjut ke Sibolga dan terakhir ke Manado, begitu tiba di rumah di Palembang kami langsung menghubungi tukang buat ngerjain renovasi taman depan. Rencana ini sebenarnya bukan dadakan karena udah dari akhir bulan November kami memutuskan untuk ngerenovasi taman depan rumah yang kondisinya udah sama sekali gak nyaman buat kami. Ya gimana bisa nyaman kalo hampir seluruh tanah di taman itu udah jadi sarang semut merah yang sekali gigit bisa bikin bisul 😦 .

Awalnya sarang semut itu hanya berada di salah satu sudut, kemudian mungkin karena anggota pasukannya makin berkembang, mereka pun nambah sarang baru di sudut yang lain. Begitu terus mereka berkembang hingga di mana pun kita berpijak di taman itu bisa dipastikan kaki kita bakal digigit oleh mereka. Udah gitu karena taman depan itu penuh dengan rumput gajah, jadi otomatis dalam periode tertentu, paling lama dua minggu sekali, rumputnya perlu dibersihin dari rumput liar. Nah kebayang dong yaaa gimana kerjaan bersihin rumput itu jadi kerjaan yang horor banget buat saya dengan adanya semut-semut merah di seluruh taman. Udah pake pelindung tangan dan kaki pun, tetep aja saya selalu berakhir dengan bisul di tangan atau kaki gara-gara gigitan semut 😦 . Sebel banget, udahlah menyita waktu, mesti pula hasil akhir kerjaannya bikin saya gak nyaman. Belum lagi, selalu ada rasa khawatir tiap anak-anak main di depan rumah. Jangankan di taman, sekedar memakai sepatu di teras depan pun bisa beresiko mereka digigit semut karena salah satu sarang terbaru mereka berada tepat di tanah di pinggir lantai teras.

Continue Reading…

Adek’s 5th Birthday

Satu lagi yang belum lama ini berulang tahun di keluarga kami, si adek. Puji Tuhan udah 5 tahun usianya sekarang, udah bukan balita lagi 😀 . Dan ulang tahunnya ini udah hampir sebulan yang lalu lho. Seperti biasa, mamanya si adek telat pake banget ngedokumentasiinnya di sini…hehe…

Hari ulang tahun si adek jatuh di hari Sabtu dan sejak malam sebelumnya dia udah excited banget menyambut ulang tahunnya ini. Meski gak ada perayaan besar-besaran, tapi tau dia mau ulang tahun aja udah bikin dia bahagia bukan main. Apalagi ditambah dia tau kalo tepat di hari itu dia akan mulai belajar menggambar di Global Art, yang memang merupakan salah satu hadiah ulang tahun buat dia.

Continue Reading…

The Scorpion Couple’s Birthdays

Ulang tahun saya dan suami hanya berselisih 6 hari, beda bulan, beda tahun, tapi zodiaknya sama, yaitu sama-sama Scorpio.

Syukurlah saya dari dulu gak pernah percaya sama yang namanya ramalan bintang, shio, dan sebagainya. Makanya walaupun dibilang kalo Scorpio berat berpasangan dengan sesama Scorpio karena berpotensi besar saling menyakiti (berhubung sama-sama emosian, cemburuan, posesif, dominan, suka nyimpen rahasia, dan tentu aja keras kepala), tapi tidak pernah menyurutkan niat kami sejak awal untuk bersama-sama mengarungi kehidupan ini…hehehe…

Continue Reading…

Cerita Cerah Ceria (Part 5) : Ngapain Aja Di Sibolga?

Ini adalah bagian terakhir cerita perjalanan kami ke Sibolga. Fiyuuuhh….menyelesaikan satu cerita perjalanan aja lamanya bukan main ya. The trip was only a week, but it took me more than a month to finish the story. Never mind-lah yaaa…yang penting kelar juga 😀

Continue Reading…

Cerita Cerah Ceria (Part 2): Dari Medan ke Balige

Dari bandara Kualanamo Medan, kami menuju ke rumah mertua. Rencananya bakal menginap semalam di situ sebelum melanjutkan perjalanan via darat esok harinya, sekalian juga supaya ompung anak-anak paling gak bisa melepas kangen sejenak dengan si abang dan si adek.

Begitu nyampe rumah mertua, kami langsung ngobrol-ngobrol santai dengan amang dan inang. Puji Tuhan meski beberapa tahun terakhir ini mereka berdua terus bergumul dengan sakit penyakit, namun mereka tetap bersemangat dan tetap berusaha memelihara sukacita di hati mereka. Setelah ngobrol cukup lama, tiba waktunya buat anak-anak dan kami mandi sebelum makan malam. Saya pun naik ke kamar kami di atas. Keperluan kami untuk semalam di Medan dan rencananya semalam lagi di Balige sudah tersedia di kamar itu karena sudah dipersiapkan sebelumnya sama pak suami sebelum kami datang. Begitu juga dengan keperluan kami selama di Sibolga nanti, sudah dibawa dari minggu-minggu sebelumnya oleh pak suami, makanya saya dan anak-anak santai saja tanpa bagasi kemarin itu.

Begitu masuk kamar, sebuah benda di atas meja rias langsung menarik perhatian saya.

Benda itu adalah hair dryer 😀

Continue Reading…

Cerita Cerah Ceria (Part 1) : Dari Palembang ke Medan

Hari Senin, seperti biasa saya bangun ketika hari masih sangat gelap. Selesai berdoa and did my other morning routines, saya segera turun buat ngambil sapu, kemoceng, dan pengki. Hari ini anak-anak akan ke sekolah lebih lambat dari biasanya karena rencananya di sekolah cuma ada agenda Parents Student Teacher Conference (PSTC) yang memang selalu diadakan di tengah semester. Dalam PSTC ini, orangtua akan mendapatkan laporan dari homeroom teacher mengenai segala sesuatu tentang anak dari awal hingga tengah semester. Maksudnya diadakan di tengah semester, supaya jika ada yang perlu jadi perhatian, orangtua bisa membantu guru berupaya untuk mengatasi hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut sebelum akhir semester.

Karena anak-anak hanya akan ke sekolah dalam rangka PSTC dan kami bakal berangkat ke Medan siangnya, maka subuh hari itu saya gak masak, cukup bersih-bersih dan beres-beres rumah aja. Sekitar jam 5 saya selesai bersih-bersih, saya pun bikin sarapan yang gampang-gampang : sup sayur, ham goreng, dan telur dadar.

Continue Reading…