Review Cutt & Grill The Breeze BSD

Kalau tadi ceritanya soal The Tree of Life and The Breeze, sekarang saya mau cerita tentang Cutt & Grill.

Seperti yang saya bilang di tulisan sebelumnya itu, kami pilih tempat ini awalnya hanya karena melihat isinya yang tidak ramai. Di tempat lain sudah pada penuh, karena itu kami mencari tempat makan yang di dalamnya masih lega. Pas pula meja di bagian dalam resto ini memang benar-benar berada di tempat tertutup, jadi kami yakin bisa makan di situ dengan suasana yang tenang, jauh dari kebisingan di luar serta bebas dari asap rokok.

Begitu masuk, kesan pertama yang langsung terasa adalah, tempat ini mewah.

Selanjutnya, yang dirasakan adalah pelayanan host yang ramah dan sigap menyambut kami lalu langsung saling berkoordinasi untuk mengantar kami ke meja pilihan kami, yaitu di lantai dua yang lebih luas dan di meja paling ujung.

Interior restoran ini bagus sekali. Mewah, modern, tapi tetap hangat. Suka lah pokoknya.

Setelah kami duduk, kami pun dipersilahkan melihat menu, seperti biasa dengan cara scan barcode. Setelah melihat-lihat menu, kami pun memutuskan untuk memesan Spaghetti Aglio Olio untuk si abang, Grilled Parmesan Chicken Skillet plus Butter Jasmine Rice untuk si adek, Australian Tenderloin (well-done, mashed potato, mushroom sauce) untuk saya, dan Australian Tenderloin (medium-well, mashed potato, black pepper sauce) untuk suami. Minumnya kami pilih air mineral saja. Sempat tergoda untuk mencoba wine, tapi karena pertimbangan ini masih siang, jadi kami urungkan. O ya, untuk harga di sini memang lumayan pricey ya, makanya ekspektasi kami juga tinggi terhadap rasa makanan yang nanti akan datang untuk kami nikmati. Waiter yang mencatat pesanan kami, menjanjikan bahwa pesanan akan tersaji dalam waktu kurang lebih dua puluh menit. Tak berapa lama, waiter yang sama datang untuk mengantarkan peralatan makan serta gelas dan lalu menata meja. Berikutnya, waiter tersebut datang lagi untuk mengantarkan sekaligus membuka dan menuangkan air mineral ke masing-masing gelas kami. Gak cuma itu, kami juga diberikan welcoming food biar ada cemilannya gitu sambil menunggu main course-nya datang 😁.

Ini saya gak tahu apa namanya….wkwkwkwkwk…. Tapi enak lho! Karena rasanya enak, jadi bikin kami semakin punya harapan akan kelezatan hidangan utama nanti!

Sesuai janji, sekitar dua puluh menit kemudian, pesanan kami satu per satu datang.

Pas melihat satu per satu pesanan kami terhidang, kesannya langsung yang, “Wah, presentasinya bagus sekali!”

Tampilan sudah pada cantik, mari deh selesai berdoa bersama, dinikmati lalu ditelisik rasanya bagaimana.

Spaghetti Aglio Olio

Spaghetti Aglio Olio with Grilled Red Kakap, Dabu-Dabu, Garlic, Chilli, Oregano, Parmigiano (Rp 110 K)

Kalau mau membandingkan antara harga dan porsinya, memang sepertinya gak sebanding, tapi karena di sini ada ikan kakap merahnya juga, jadi termaafkanlah. Dan memang, hidangan ini terselamatkan oleh si ikan kakap itu 😁. Rasa pastanya sendiri standar banget, bahkan aglio olio dari kafe di apartemen kami dulu saja terasa jauh lebih nikmat dibanding ini, dan ini datang dari mulut anak remaja yang memang doyan banget sama Spagheetti Aglio Olio hingga jadi pesanan favoritnya di mana-mana.

Grilled Parmesan Chicken Skillet with Butter Jasmine Rice

Grilled Chicken Breast, Spinach, Creamy Parmigiano Sauce, Garlic French Baguette (Rp 155 K) with Butter Jasmine Rice (Rp 25 K)

Untuk hidangan yang satu ini, lumayan nikmat untuk dinikmati. Butter Jasmine Rice-nya enak, Creamy Parmigiano Sauce-nya juga nikmat dan betul-betul jadi pendamping yang sesuai sekali untuk Grilled Chicken Breast-nya. Sayang, ayamnya sendiri agak kering, tapi lagi-lagi untungnya terselamatkan oleh sausnya yang enak. French Baguette-nya seperti yang sudah terdiam agak lama, jadi sudah lumayan keras dan kok kayak gosong yak πŸ˜….

Australian Tenderloin

Australian Tenderloin (well-done) with Mashed Potato (yang gak kefoto..wkwkwkwk), Mushroom Sauce, Saute Vegetable (Rp 225 K)
Australian Tenderloin (mediumw-ell) with Black Pepper Sauce, Mashed Potato (lagi-lagi gak dipotoooo), Saute Vegetable (Rp 225 K)

Untuk daging steak-nya, memang patut diakui dari kualitas daging yang bagus. Trus datangnya juga memang sesuai pesanan. Yang well-done ya well-done, yang medium-well ya memang bener medium-well.

Hanya saja sayangnya, sausnya itu lho, baik yang mushroom maupun yang black pepper, keduanya terasa seperti ada yang kurang. Semacam kurang nendang gitu lho, jadi gak bisa jadi pendamping yang baik untuk si steak yang pada dasarnya juga meski dari potongan daging yang bagus, tapi kurang istimewa rasanya (semacam yang kurang seasoning kalau di lidah kami πŸ˜…). Jadinya agak-agak hambar gitu deh makannya. Mana Mashed Potato-nya juga kurang gurih dan masih agak berasa mentah, komplit deh, hidangan steak mewah kami siang itu jadi agak mengecewakan πŸ˜….

Kesimpulannya, pengalaman makan siang di Cutt & Grill ini agak kurang menyenangkan dan semua karena rasa makanannya. Sayang sih sebenarnya ya, karena dari segi tempat, interior, dan pelayanan sudah sangat oke, tapi justru di elemen yang terpenting yaitu hidangannya sendiri malah kurang. Bersyukur, karena siang itu kami menikmati makan siang di sini bersama orang-orang tercinta, maka meski sajiannya kurang istimewa, tapi momennya tetap berharga untuk kami 😘.

Trus kalau ditanya bakal balik lagi ke sini gak?

Jawabnya sudah jelas ya…err….gak dulu deh, karena dengan membayar setengah harga dari ini di restoran lain, kami bisa menikmati steak yang memang beneran enak πŸ˜†.

Cutt & Grill, The Breeze BSD City

Lokasi 5/5

Interior 5/5

Pelayanan 5/5

Rasa 2/5

Harga Mahal (karena rasa kurang, jadi harganya terasa mahal πŸ˜…)

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s