11 Desember 2021: Jalan-Jalan Pertama Di Masa Pandemi

Seperti yang sempat saya singgung di sini, ada satu highlight di bulan Desember 2021 kami selain momen Natal bersama keluarga dan momen akhir tahun, yaitu tentang jalan-jalan yang pertama kalinya kami lakukan sejak pandemi merebak di dunia.

Memanglah pandemi ini ya, bener-bener bikin tatanan hidup berubah, terutama soal pergi-pergi dan jalan-jalan ini. Dari yang hobi eksplore dan jalan-jalan ke sana ke mari, yangΒ  tiap hari bahkan hidupnya kebanyakan di jalan karena sibuk sana-sini, yang tiap weekend mikir mo coba resto baru yang mana ato mo nonton film apa di bioskop mana, yang tiap anak-anak libur sekolah mikirnya mau libur ke mana, dan yang tiap mo hari raya mikirnya mo mudik ke mana, eh tiba-tiba jadi memilih untuk lebih baik tinggal di rumah saja. Mau itu weekday, weekend, hari sekolah, hari libur, hari biasa, hari raya, udah deh mending di rumah aja.

Sejak pandemi mulai di Indonesia kami udah ngerasain tinggal di tiga kota. Dari Palembang pindah ke Jaksel lalu dari Jaksel pindah ke Tangerang. Tapi mau di mana pun kami berada, tetep saja kami hanya memilih mendekam di rumah. Yang keluar rumah hanya suami, itu pun hanya untuk kerja dan untuk sesekali belanja di Indomaret/Alfamart terdekat. Buat memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya memanfaatkan berbagai platform belanja online, sementara anak-anak sendiri aktivitas sekolah dan lesnya semua dilakukan secara online. Begitu juga untuk urusan ibadah bisa dilakukan secara online, bersyukur gereja kami menyediakan semua pelayanan ibadah bisa diakses dari Youtube, bahkan untuk anak-anak sekolah minggu juga ada pertemuan rutinnya setiap hari Minggu via Google Meet. Untuk urusan entertainment, kami sudah cukup berpuas diri dengan segala layanan yang bisa tersedia di layar Android TV kami plus tiga macam game console yang tersedia di rumah, belum lagi segala macam hiburan yang bisa tersedia di laptop dan smart phone. Trus biar di rumah tetep bisa enjoy dan menikmati sajian resto, kami rajin pake layanan Go Food. Bersyukur memang Tuhan ijinkan pandemi ini melanda setelah dunia internet sudah semapan sekarang, sehingga ketika harus berdiam dalam rumah sekian lama pun, keperluan serta kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan baik.

Lalu apa selama pandemi melanda kami sama sekali gak pernah keluar rumah?

Ya pernah sih.

Buat pindah dari kota ke kota kan butuh keluar juga. Trus buat survei rumah juga butuh keluar. Buat vaksin juga kan harus keluar rumah. Tapi ya gitu, kami keluar cuma untuk satu tujuan dan setelah itu langsung balik pulang tanpa ada acara singgah-singgah. Selama tinggal di rumah ini kami juga suka jalan-jalan keliling cluster pas pagi atau sore-sore (dengan tetap bermasker tentunya 😁). Beberapa kali kami juga jalan-jalan keliling kota, tapi ya cuma dalam mobil doang…hehehehe…

Jadi yah intinya kami ada keluar, tapi bukan buat mencari entertainment alias bukan untuk jalan-jalan.

Sampai kemudian muncul rencana untuk orangtua saya bernatal bersama kami di sini dan melihat situasi pandemi yang saat itu sangat melandai, suami kemudian mengajak kami untuk mencoba jalan-jalan bahkan untuk makan di luar. Kalo cuma untuk jalan-jalan doang sih mungkin saya gak terlalu gimana ya, tapi kalo untuk makan di luar ini nih yang jadi tantangan tersendiri πŸ˜…. Puji Tuhan, walau tadinya enggan, tapi saya dan anak-anak kemudian mau ikut saran suami untuk mencoba menikmati suasana yang ada di luar.

Maka jadilah, tanggal 11 Desember 2021, sore-sore kami pun keluar buat jalan-jalan.

Tadinya mau ke SuKa tapi karena liat kok kayaknya terlalu rame, akhirnya memutuskan hanya ke MaxxBox aja yang mana ternyata agak sedih liatnya ya karena sudah banyak resto di sini yang tutup.

Keluar kandang, berfoto di depan kandang πŸ˜‚

Tadinya kami mau makan di MaxxBox ini, tapi karena udah muter-muter dan gak nemu tempat yang cocok sementara resto Jepang yang kita suka di sini justru udah tutup, kami pun akhirnya mutusin untuk makan di Pappa Jack di Citywalk Elvee.

Pas nyampe situ, cuaca sedang cerah dengan angin yang sepoi-sepoi manja. Kami pun memilih tempat duduk yang berada di luar, maksudnya selain supaya lebih asik menikmati suasana sore, juga supaya lebih mudah menjaga jarak dari orang lain.

Kalo soal makanan, di Pappa Jack sih memang enak-enak ya. Dulu yang di Palembang juga enak, makanya sayang bener kok udah tutup yang di Palembang itu. Sayangnya kemarin itu saya gak foto-foto makanan pesanan kami, mungkin karena masih belum terbiasa makan di luar lagi setelah sekian lama bener-bener hanya makan di rumah saja 😁.

Pas lagi nunggu pesanan kami datang, lah kok cuaca mulai berubah dari yang tadinya cerah jadi mulai agak mendung, trus anginnya yang tadinya bertiup sepoi-sepoi manja mulai terasa agak kencang. Duh, rasa hati mulai gak enak nih, takut keujanan karena kami duduk di luar, tapi mau pindah ke dalam kok saya masih agak ragu-ragu karena di dalam ada orang-orang lain, walaupun gak rame.

Gak berapa lama, pesanan suami pun datang.

Sebelum mulai makan, walau baru satu pesanan makanan yang datang (untuk minumnya udah lengkap diantar), tapi kami berdoa dulu bareng-bareng. Udah kebiasaan kan kalo lagi makan di rumah mesti doa makan bareng, jadi pas di luar juga tetep doa makan bareng. Karena ngeliat cuaca yang mulai agak mendung, maka salah satu yang kami doakan saat itu adalah supaya cuaca jangan sampe hujan supaya kami tetep bisa makan di luar sampe selesai.

Tapi ternyata, Tuhan menjawab doa kami itu dengan menurunkan hujan selagi suami masih asik menikmati makanannya πŸ˜…. Terpaksalah buru-buru kami semua pindah duduk ke dalam. Puji Tuhan memang ada yang kosong karena aslinya di dalamnya gak rame. Jadilah kami lanjut makan di dalam sampai selesai.

Kelar makan kami pun pulang.

Puji Tuhan….

Trus gimana rasanya pertama kali keluar buat jalan-jalan gini?

Kalau saya puji Tuhan baik-baik dan senang-senang aja sih. Walaupun tetap berusaha jaga jarak dengan orang lain tapi gak ada rasa kaku apalagi takut yang gimana-gimana. Bahkan termasuk ketika kami harus masuk ke dalam resto dan duduk di meja dengan jarak normal dengan orang lain. Puji Tuhan dikasih ketenangan bahwa kalau memang Tuhan ijinkan itu terjadi setelah kami berusaha untuk jaga jarak dengan memilih tempat duduk di luar, maka Tuhan pasti juga akan menjaga dan menolong.

Bagaimana dengan anak-anak?

Kalau abang sih hepi-hepi aja, tapi adek yang masih terlihat takut dan khawatir, apalagi dia ada bawaan khawatir pas di dekat orang trus dia tiba-tiba bersin πŸ˜…. Tapi puji Tuhan selama kami jalan-jalan itu, apalagi saat makan yang tentu aja harus buka masker, adek gak pernah satu kali pun bersin atau batuk. Malah si abang yang sempat ada bersin tapi itupun setelah dia udah selesai makan dan udah pake masker lagi. O ya, ini ada videonya waktu anak-anak kami wawancarai tentang perasaan mereka saat itu.

Selain masih agak takut deketan sama orang, si adek juga sempat agak takut waktu naek eskalator, lho πŸ˜…. Memang sih takutnya cuma dikit dan cuma pas waktu pertama nginjek eskalator aja, he was only a bit worried about losing his balance, that’s all, setelah itu sih udah normal-normal aja. Tapi rasa takut sejenak yang dia rasain itu bikin kami sadar betapa sudah sangat lamanya sejak terakhir kami nge-mall πŸ˜…. Doh ampun πŸ˜….

Begitulah pemirsa pengalaman pertama kami jalan-jalan dan makan di luar di tengah masa pandemi seperti sekarang, memang hanya sebentar saja jalan-jalannya, tapi puji Tuhan yang sebentar itupun sudah cukup jadi modal ‘training‘ untuk kemudian nemenin keluarga besar kami jalan-jalan saat mereka sedang di sini bersama kami 😘.

By the way, ini niat banget ya ngeblog pas malam minggu begini dan ini saya nulisnya sambil nonton The One and Only Ivan di Disney Hotstar bareng suami dan anak-anak, lho 😁.  Bela-belain tetep sambil nulis di sini supaya gak semakin banyak cerita yang numpuk, pengennya sih semua yang penting-penting bisa terdokumentasi di sini karena memang sungguhlah asik membaca cerita demi cerita kami di sini 😘. Selamat malam minggu, semua!

2 respons untuk β€˜11 Desember 2021: Jalan-Jalan Pertama Di Masa Pandemi’

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s