Our 2021 In One Post

Sebelum semakin banyak cerita di tahun 2022 buat dituangkan di sini, saya mau kilas balik sejenak pada beberapa kejadian di sepanjang tahun 2021. Buat saya ini penting, karena bisa dibilang, tahun 2021 itu adalah tahun yang sangat luar biasa buat keluarga kami.

Luar biasa bukan karena semuanya ‘baik-baik’ saja, tapi karena memang ada beberapa kejadian yang sangat penting yang terjadi di 2021.

Dimulai dari bulan Januari, tepatnya tanggal 9 di mana kami pindah ke rumah ini. Waktu itu rasanya bahagia sekali karena keberadaan rumah ini benar-benar menjadi jawaban doa kami selama 7 bulan genap (from June 8th 2020 to January 8th 2021) tinggal di apartemen yang memiliki kondisi yang cukup terbatas. Bukannya tidak bersyukur dengan keberadaan apartemen itu ya, karena sebenarnya yang kami rasakan adalah sebaliknya. Selama berada di situ, bawaan kami adalah sukacita setiap hari, sebuah perasaan yang benar-benar buat kami adalah berkat yang sangat luar biasa dari Tuhan. Bayangkan, selama 7 bulan kami benar-benar hanya tinggal dalam ruangan 32 meter persegi tanpa pernah keluar untuk menikmati kehidupan di luar dinding ruangan 32 meter persegi itu. Segalanya hanya dilakukan di dalam ruangan itu saja. Ya sekolah, les, main, ngerjain project, nonton, belanja, masak, makan, tidur, mandi, kerja, ibadah, berdoa, dan segala-galanya dilakukan hanya berputar-putar di dalam ruangan itu saja. Seharusnya kami merasa terpenjara dan kemungkinan mengalami depresi bisa saja tinggi, tapi puji Tuhan yang kami rasakan sangat jauh dari itu. Kami tetap sukacita, tetap ketawa-ketawa, tetap semangat menjalani hari demi hari, dari buka mata sampe buka mata lagi, dalam dunia seukuran 32 meter persegi.

Walau tetap sukacita, kami tau bahwa membiarkan anak-anak terus bertumbuh dalam dunia sekecil itu adalah kurang baik. No matter what, they need space to grow. Apalagi untuk abang yang sedang dalam masa peralihan from child to preteen. Saat itu, kondisi tempat tinggal dan ruang gerak yang terlalu terbatas mulai memperlihatkan dampak yang kurang baik ke abang yaitu dalam soal pertambahan berat badan yang mulai mengarah tidak sehat. Kami juga melihat betapa sebenarnya anak-anak semakin membutuhkan ruang yang lebih luas untuk aktivitas sehari-hari mereka terutama yang berkaitan dengan sekolah. Dan selain hal-hal tersebut, kami juga tau bahwa kami butuh tempat tinggal yang berada di area yang sama dengan sekolah anak-anak kelak yang mana letak apartemen kami di Jakarta Selatan itu sangat jauh dari kriteria tempat tinggal di seputaran sekolah.

Karena itulah selama sekian bulan, kami bergumul dan bergumul untuk sebuah rumah.

Hingga akhirnya pada tanggal 9 Januari 2021, kami pun bisa pindah ke rumah  ini. Sebuah milestone yang penting bagi keluarga kami karena itu menandai bahwa kami memang telah benar-benar meninggalkan Palembang sebagai kota tempat tinggal kami.

Ada rasa sedih sebenarnya melepaskan status kota Palembang sebagai ‘rumah’ kami setelah membangun kehidupan di situ sejak tahun 2006. Apalagi kalau sudah mengingat tentang Rumah Cendana, home sweet home kami sejak 2013.

Ada rasa sedih juga meninggalkan apartemen yang selama 7 bulan sudah menjadi rumah buat kami. Sampai sekarang masih suka kangen lho dengan kehidupan ‘terbatas’ di apartemen itu dulu, apalagi kalau sudah ingat pemandangan langit luas yang bisa kami nikmati tiap hari di situ, duh kangen rasanya 😁.

The last picture of the sky that I took from our apartment window. Dijadiin insta story, tapi trus ternyata salah nulis tahun, harusnya 2021 malah jadi 2020 😅. Biasalah ya kalo baru ganti tahun ya begini, suka salah nulis tahunnya 😄

Tapi kami tau, hidup harus berlanjut dan saat itu kami juga bersemangat menyambut kehidupan baru kami di rumah ini.

Puji Tuhan, rumah ini dalam waktu sebentar saja kemudian bisa menjadi home sweet home buat kami.

Hari-hari kami pun berlalu dengan penuh sukacita di sini.

Di bulan Februari, abang berulang tahun ke 12 dan puji Tuhan sejak pindah ke rumah ini, postur tubuhnya mulai mengalami peningkatan yang baik hingga menjadi lebih ideal baik soal tinggi badan maupun berat badan.

Di bulan Maret, kami merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-13. Tanggal 16 Maret, suami divaksin Sinovac yang pertama.

Lalu kemudian setelah itu hari-hari berlalu dengan cepat. Maret berganti April. Tanggal 14 April suami divaksin Sinovac yang kedua. April kemudian berganti lagi ke Mei. Anak-anak sibuk sekolah serta les setiap hari dengan segala prestasi dan pencapaian mereka ditambah selingan omelan mama di sana sini….hehehehe…. Suami bekerja from Monday to Friday dengan jadwal WFH-WFO berganti-gantian dengan segala pergumulan dan tantangan dunia pekerjaan yang membuat hidup semakin bersemangat. Dan saya menjalani hari-hari sebagai istri, ibu, dan tentu sebagai diri saya sendiri yang bergumul untuk kelanjutan pekerjaan setelah masa cuti tanpa tanggungan selama tiga tahun hampir berakhir. On weekday we did our daily routines and on weekend we enjoyed Netflix, Disney+, Nintendo Switch, PlayStation, etc, until past midnight, some nights with coffee and some other nights with wine or soju or ramen 😁. 

Di bulan Juni, abang lulus dari SD dan naik ke jenjang SMP. Tepat di hari wisuda si abang, kami resmi mentransaksikan penjualan apartemen kami di Pakubuwono.

Di bulan Juli, tepat tanggal 1, saya mengambil keputusan untuk lebih baik mengundurkan diri saja dari pekerjaan daripada ditempatkan kembali di Palembang dan harus berjauhan lagi dengan suami. Ngetiknya sih enteng ya, tapi sebenarnya ketika mengambil keputusan di hari itu, saya masih pakai acara nangis bombay juga….hehehehe…. Masih di bulan yang sama, tanggal 21, anak-anak kembali bersekolah setelah libur kenaikan kelas yang mana itu berarti tanggal itu menjadi hari pertama abang duduk di bangku SMP. Dua hari kemudian, tanggal 23 Juli, mama mertua saya terkonfirmasi positif covid 😭.

Bila mengingat ini, hati rasanya masih tersayat.

Bukan karena masih menangisi kepergiannya, tapi karena masih segar sekali dalam ingatan ini apa yang kami rasakan saat itu ketika hasil PCR inang keluar dan kemudian harus merelakan inang diopname di rumah sakit tanpa ada satupun keluarga yang bisa menjaganya.

Sejak saat itu, hari-hari terasa berjalan lebih lambat dan rasa hati sering berkecamuk.

Hingga pada tanggal 11 Agustus, Tuhan menjawab doa-doa kami untuk kesembuhan inang dengan cara memanggil inang pulang kembali ke sorga.

…………………………

Tanggal 11 Agustus 2021 itulah menjadi hari di sepanjang 2021 yang tak akan terlupakan oleh kami. Berat yang kami rasakan saat itu, tapi puji Tuhan, Tuhan menolong kami untuk bisa terhibur dan kuat menjalani apa yang ada di depan kami.

Hari demi hari kemudian kembali berjalan dan berlalu. Agustus berganti September dan September berganti Oktober. Anak-anak kembali dengan rutinitas sekolah dan les yang diiringi segala macam prestasi serta pencapaian yang naik dan turun di mana selingannya tetaplah omelan mama here and there 😜. Suami juga kembali disibukkan dengan rutinitas pekerjaan yang WFO seminggu dilanjut WFH seminggu dengan lokasi kantor yang sudah beralih ke Gatot Subroto hingga bikin pusing urusan kendaraan ganjil-genap. Rutinitas di weekday kurang lebih sama dan kesenangan bersantai di weekend juga tetap kami rasakan walau tetap hanya di rumah saja.

Di bulan Oktober, saya berulang tahun ke-39 bertepatan dengan resminya kami mempersiapkan tempat di kawasan LV yang doanya kelak akan menjadi tempat tinggal kami supaya nanti anak-anak tinggal jalan doang ke sekolah. Puji Tuhan…. O ya, sebelumnya tanggal 23 Oktober, saya dan si abang divaksin Pfizer yang pertama.

Di bulan November, suami berulang tahun ke-41 disusul adek berulang tahun yang ke-8. Tanggal 13 November, saya dan si abang divaksin Pfizer yang kedua. Tanggal 15 November, puji Tuhan kami bisa deal membeli mobil dengan plat ganjil supaya suami bisa lebih lega ke kantor tanpa dipusingin sama urusan ganjil genap lagi. Si Supernova yang kami bawa dari Palembang memang berplat genap, begitu juga dengan Mister Glored, makanya dari sejak awal pindah Jakarta si Mister Glored sudah langsung kami jual karena tau gak ada guna punya mobil yang dua-duanya berjenis plat yang sama. Tanggal 23 – 25 November, suami berada di Medan. Perjalanan kali itu adalah perjalanan pertamanya dengan pesawat terbang di masa pandemi ini dan juga pertama kalinya suami pulang ke rumah Medan setelah Inang dipanggil Tuhan.

Begitu suami pulang kembali ke sini, tanggal 26 November kami pasang Pohon Natal di rumah.

Dan demikianlah November pun berakhir, berganti Desember. Suasana Natal semakin terasa dan kami mendapat kejutan bisa merayakan Natal bersama orangtua dan keluarga kakak saya. Namun selain kumpul bersama keluarga besar itu, ada satu highlight lain lagi buat kami di bulan Desember, yaitu pada tanggal 11 di mana untuk pertama kalinya kami keluar kandang 😅. Hari itu kami jalan ke mall lalu makan di luar. Bener-bener ini yang pertama kalinya kami jalan-jalan setelah pandemi menerpa dunia di bulan Maret 2020. Suami sengaja sore itu mengajak kami keluar karena saat itu orangtua saya sebentar lagi akan datang dan suami gak mau ketika mereka berada di sini dan mereka ikut hanya berkurung saja dalam rumah seperti kami 😆. Puji Tuhan pengalaman pertama jalan-jalan ke mall dan makan di luar itu berlangsung menyenangkan, walau ada yang masih takut-takut tiap berdekatan sama orang lain tapi setidaknya kami semua bisa menikmati waktu jalan-jalan yang hanya sebentar saja itu yang kemudian bisa jadi modal buat bawa orangtua saya juga jalan-jalan di sini. Kapan-kapan pengen cerita khusus ah soal pengalaman pertama keluar kandang ini, karena sebenarnya itu termasuk hari yang bersejarah 😁.

Desember puji Tuhan berlalu dengan ceria dan penuh cerita bahagia hingga kami bisa menutup tahun 2021 dengan penuh rasa syukur atas segala penyertaan Tuhan lewat semua yang sudah terjadi.

2021 adalah tahun yang luar biasa, ada banyak sekali hal yang membuat perubahan besar dalam hidup kami terjadi di tahun yang terasa sangat singkat ini. Ada kesukaan besar, ada juga kedukaan yang dalam, tapi puji Tuhan, dalam semuanya kami selalu merasakan penyertaan Tuhan lewat Firman-Nya yang jadi bagian hidup kami setiap hari. Inilah yang paling kami syukuri. Bahwa baik ketika kami sedang bahagia atau sedang berduka, sedang menjalani rutinitas yang itu-itu saja atau sedang berleha-leha menikmati waktu, Firman-Nya tetap mengisi hari-hari kami. Puji Tuhan…. Jika bisa ngomong sesuatu untuk 2021, maka saya cuma ingin mengucapkan terima kasih karena di tahun 2021 ada banyak pelajaran hidup yang bisa kami dapatkan lewat semua suka dan duka yang kami rasakan.

Tradisi mandok hatta di malam pergantian tahun tetap kami jalankan sehabis mengikuti ibadah tutup tahun online yang diadakan oleh gereja
Cheers!!! Ini papa-mama minum wine, anak-anak cukup fanta aja lah ya 😆
Happy New Year!!!!

2022 masih merupakan misteri. Ya jangankan yang sepanjang tahun ya, apa yang akan terjadi di satu detik ke depan saja pun kita tidak punya kuasa untuk mengetahuinya. Semua tentu berharap 2022 akan menjadi lebih baik dibanding 2021 dan gak hanya menjadi seperti kata orang-orang: 2020 Season 3 😅. Semoga semua rencana dan hal-hal baru di tahun ini diberkati Tuhan, kiranya kita semua juga selalu dalam perlindungan dan penyertaan Tuhan. Terselip doa juga supaya di tahun ini tetap bisa rajin mendokumentasikan soal keluarga kami di blog ini 🥰.

Hello, 2022!

Selamat tahun baru 2022 buat kita semua! Tuhan memberkati!

 

3 respons untuk ‘Our 2021 In One Post’

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s