Christmas 2021: Our Holiday Story

Tadinya saya berpikir bahwa Natal kali ini lagi-lagi akan kami rayakan dengan jauh dari keluarga besar karena pandemi yang masih terus dan terus berlangsung….huhuhuhu…. Apalagi ditambah pas udah mo deket-deket libur Natal, eh varian baru masuk ke Indonesia hingga bikin aturan diperketat yang mana salah satunya berdampak pada suami yang gak bolehΒ  mengambil cuti a.ka meninggalkan tempat tugas selama masa Natal dan Tahun Baru. Memang sih kami puji Tuhan sudah cukup lama berdamai dengan kondisi yang lebih baik tinggal salam rumah saja ini, tapi tetap sajalah ada rasa sedih karena lagi-lagi gak bisa merayakan Natal bersama keluarga besar.

Tapi ternyata saya salah.

Natal kali ini nyatanya bisa kami rayakan bersama orangtua saya dari Manado dan keluarga kakak saya dari Rote.

Yeayyyy!!!!

Semua berawal dari ide suami untuk ngundang orangtua saya natalan di sini. Puji Tuhan, undangan itu langsung mereka sambut dengan antusias karena mereka pun sudah amat kangen dengan kami. Gak taunya, begitu kakak saya tau kalau orang tua saya bakal natalan di sini bareng kami, dia pun langsung ngatur untuk dia dan keluarganya bisa ikut datang ke sini. Puji Tuhan! Inti Natal memang bukanlah kumpul-kumpul keluarga, tapi bagaimanapun gak bisa dipungkiri kalau suasana Natal itu membangkitkan rasa rindu yang sangat dalam untuk kumpul bersama keluarga πŸ™‚.

O ya, walau kami seneng banget bakal ngumpul lagi setelah lebih dari dua tahun gak bertemu (kami terakhir bertemu di bulan September 2019), tapi bukan berarti pertemuan kali ini bisa kami lakukan dengan tanpa beban. Maklumlah ya ini pertemuan yang terjadi di tengah situasi pandemi yang masih mengharuskan semua serba hati-hati terutama yang menyangkut dengan kesehatan apalagi mengingat yang akan bertemu nanti adalah 3 keluarga yang tinggal di 3 kota yang berbeda. Harapannya tentu semua sehat, tapi yah deg-deg-serrr juga laaahhh…apalagi karena sebelum-sebelum ini kami (saya dan anak-anak) sama sekali gak pernah ketemu sama orang lain yang gak serumah. Jangankan sama keluarga yang dari beda kota, sama keluarga yang sekota aja sejak pandemi belum pernah ketemuan πŸ˜…. Udah gitu hal lain yang jadi kepikiran adalah papa saya juga punya banyak sekali keluarga di Jakarta dan sekitarnya karena kakak dan adik papa memang rata-rata berdomisili di sini. Nah dengan kondisi pandemi seperti ini, tentunya adalah lebih baik jika kunjungan ke keluarga besar ditunda dulu. Gak enak sih sebenarnya sama keluarga besar papa, tapi yah kami cuma bisa berharap semua bisa mengerti. Segala rencana kemudian dari jauh-jauh hari kami doakan. Semoga semua sehat, setiap perjalanan diberkati, dan waktu-waktu kami bersama bisa dipenuhi damai serta sejahtera.

Tanggal 20 pagi, papa dan mama saya berangkat dari Manado.

Penerbangan pertama mereka setelah pandemi merebak dan jadi pengalaman pertama buat mereka ngejalanin tes antigen πŸ˜…

Kurang lebih dua jam setelah pesawat mereka take off, kami juga bersiap jalan menuju bandara buat menjemput mereka…Yeayyy!!!

Pasukan Karawaci yang belum pada mandi 😁

Puji Tuhan, penerbangan orangtua saya lancar, lamanya justru pas waktu nungguin bagasi, alhasil kami baru bisa ketemu setelah hampir jam 11 siang. Hari itu rasanya bahagia sekali karena akhirnyaaa setelah sekian lama bisa juga saya memeluk papa dan mama saya lagi 😍. Dari bandara kami balik menuju rumah, sepanjang jalan cerita ini cerita itu melepas kangen. Sampe rumah, beberes dan pada mandi, trus lanjut cerita-cerita lagi sambil makan sambil ini-itu, pokoknya bener-bener ngelepas kangen setelah dua tahun lebih tak bertemu langsung.

Begitu nyampe rumah, foto dulu di depan rumah 😁

Selama opa ada di rumah, opa inilah teman setia si adek buat maen, nonton, cerita2 😍
Watching news with oma and opa

Puji Tuhan…puji Tuhan banget, rasanya gak mau berhenti bersyukur sama Tuhan karena meski kondisi pandemi masih berlangsung, tapi kami bisa bertemu lagi dalam keadaan sehat yang mana pertemuan ini terasa lebih istimewa karena Natal yang akan menjelang.

Sehari sebelum hari Natal, tanggal 24 Desember, keluarga kakak saya akhirnya tiba di sini. Yang datang serombongan, yang jemput ke bandara juga serombongan…hehehe…

Orangtua yang begitu bahagia akan segera bertemu lagi dengan anak dan cucunya πŸ’—
My lovely mama…. Sandal jepit gak jadi penghalang buat bergaya…hahahahaha
Empat-empatnya udah gak sabar mau ketemu sama rombongan dari Rote
Si Ralph selalu gak tahan foto di tempat yang banyak sinar mataharinya, matanya selalu silau πŸ˜…
Love you always, papa, mama
Akhirnyaaa…ketemuuu! 😍

Dua tahun gak ketemu, pas ketemu lagi eh cucu-cucunya dua orang sudah remaja dan tingginya udah mo nyalip tingginya πŸ˜…
Me and the boys 😍. Kurang 1 lagi sih sebenarnya, Vale yang dari Manado, sayang banget gak bisa ikut ngumpul bareng kami di sini
Sungguh waktu-waktu berlalu tanpa terasa, anak-anak bayi ini sekarang sudah remaja

Dengan kehadiran keluarga kakak saya di sini, maka malam Natal itu kami pun bisa mengadakan ibadah malam Natal bersama. Keluarga adek saya yang saat itu lagi di Kombi juga ikut beribadah bersama kami walau hanya lewat Zoom. Ini video selama ibadahnya saya tampilin di sini buat kenang-kenangan ibadah kami yang khidmat tapi seru apalagi pas bagian akhirnya 😁. Sebagian besar isi video hanya cuplikan-cuplikan aja sih karena kalau ditampilin semua bisa kepanjangan videonya karena saat itu kami ibadahnya hampir satu jam. Kalo pengen denger gimana kami ngobrol-ngobrol dalam Bahasa Manado, bolehlah ditonton video kami ini πŸ˜„.

Puji Tuhan…. Puji Tuhan…. Berkat Natal yang luar biasa besar rasanya bagi keluarga kami bisa beribadah malam Natal bersama seperti ini.

Meski keluarga kakak saya tidak bisa berlama-lama dengan kami di sini, tapi dengan kami bisa merayakan malam Natal serta hari Natal bersama saja sudah merupakan berkat yang sangat indah buat kami semua, terlebih buat orangtua saya yang sudah pasti amat sangat merindukan masa-masa ketika kami semua, anak-anak mereka, masih bersama mereka dan setiap tahun merayakan Natal bersama. Sekarang waktu dan masa sudah jauh berbeda, ketiga anaknya sudah memiliki kehidupan sendiri-sendiri, tidak setiap tahun kami bisa pulang untuk merayakan Natal bersama mereka karena kami pun harus membagi waktu kami dengan keluarga pasangan kami, apalagi ditambah dengan adanya pandemi ini membuat perjalanan menemui keluarga semakin bertambah sulit. Tahun lalu, kami semua merayakan Natal secara terpisah dan saya tahu, meski mereka bisa menerima keadaan yang ada, namun bagaimanapun rasa rindu pada anak-anak pasti membuat ada bagian dalam hati mereka yang merasa sedih. Bersyukur tahun ini kondisinya bisa lebih baik sehingga kami bisa berkumpul walau hanya sejenak saja di sini.

Oma and Abang on christmas day
Oma opa and their grandchildren yang semuanya cowoookk 😁
πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Lalu selama mereka berada di sini, apa saja yang kami kerjakan?

Mostly hanya di rumah, ngobrol santai, cerita-cerita tentang masa muda papa-mama, dan sharing Firman Tuhan bersama. Kami hanya beberapa kali saja keluar rumah, itupun paling hanya untuk makan. Meski gak banyak jalan-jalan, tapi waktu demi waktu yang kami lewatkan terasa amat sangat berkualitas karena banyak ngobrol 😁.

Ada dua anak yang gak tahan silau sama sinar matahari
Jadilah disuruh foto balik belakang aja πŸ˜†

Anak-anak juga really had a great time with their cousins. Dari yang maen, jalan, makan, tidur, sampe ibadah dan doa, semua dilakukan bareng-bareng. Puji Tuhan, even though it was only for a few days, but it was enough to make many memories together.

Gak akan terlupa lah yaaa…kenangan tidur melantai bareng kayak gini 😁

Tinggal pilih mau tidur di depan TV bawah atau TV atas. Di mana aja gak masalah yang penting bareng-bareng, sampe lewat tengah malam masih nonton atau maen PS atau maen Nintendo πŸ˜…
Malam terakhir mereka bareng-bareng. Setelah foto ini, ada yang sampe nangis-nangis karena gak mau pisah sama sepupunya πŸ˜…

Satu hari sebelum orangtua saya pulang ke Manado, kami keluar rumah hanya untuk antigen trus makan trus jalan-jalan ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, kampus papa saya jaman tahun 70-an dulu. Di tahun 1991, saya pernah juga ke tempat ini, waktu itu namanya masih Pendidikan dan Latihan Penerbangan (PLP). Bahagia banget rasanya bisa ke sini lagi, saya yang jaman tahun 91 aja cuma sekedar datang jalan-jalan doang rasanya seneng bisa mengingat lagi kenangan lama, apalagi buat papa saya yang menghabiskan sekian tahun bersekolah dan tinggal di asrama di sini, tentu ada banyak kenangan yang bisa diingat dan diceritakan lagi, terutama ke cucu-cucunya 😍.

Waktu antigen, yang kefoto cuma mama saya aja, pas papa saya gak sempat kefoto karena duduknya di depan πŸ˜…
😍😍😍😍

Jurusannya waktu kuliah dulu. Btw, saya ingat dulu waktu kecil di sekitar rumah kami juga banyak tanaman Duranta Erecta ini dan dulu saya sering mainin buah-buahnya buat dijadiin peluru πŸ˜…. Pikir-pikir sih sebenarnya bahaya banget yaaa buah si Duranta Erecta ini dimainin anak-anak, karena buahnya kecil dan keras jadi kalo sampe kena mata bisa kebayang bahayanya gimana.

Danau bersejarah karena pernah disuruh nyebur di sini sama kakak-kakak seniornya πŸ˜…

Yang nostalgia sih opa, tapi tetep oma yang paling banyak foto…wkwkwkwk
Jalan-jalan keliling kampus STPI sambil cerita tentang masa sekolahnya dulu
Berfoto sama cucu-cucunya di depan ruang kelasnya dulu yang sekarang sepertinya sudah tidak terpakai lagi
Bahagia ya pa bisa mengenang kembali masa-masa yang sudah sangat lama berlalunya…

Masa muda itu sungguh sangat cepat berlalunya, karena itu pergunakan setiap masa yang Tuhan beri dengan sebaik-baiknya πŸ’—

Hasil suruhan opanya berfoto sama kakak-kakak Taruna, si anak pemberani ini sih ya mau-mau aja πŸ˜„
Gak cuma papa saya, saya juga punya kenangan di tempat ini karena waktu kecil dulu pernah diajak jalan-jalan ke sini oleh papa
1991 and 2021…how time flies….

Thank you for coming here and celebrate Christmas with us, papa, mama. It meant a lot for us!

Tanggal 30 Desember, sekitar pukul 4 subuh kembali kami menuju ke bandara untuk mengantar papa dan mama pulang ke Manado. Waktu selama 10 hari terasa sangat cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemarin kami menjemput mereka, rasanya belum lama kami mempersiapkan ini dan itu untuk menyambut kedatangan mereka, tau-tau sudah waktunya nganterin mereka ke bandara untuk pulang πŸ˜…. Yah, jangankan yang hanya 10 hari ya, tahun 2021 aja hampir gak berasa lewatnya. Bayangkanlah, perasaan belum lama kami pindah ke rumah ini, lah tau-tau per tanggal 9 Januari kemarin sudah genap setahun aja kami di sini πŸ˜…. Begitulah, mau berapa lamapun, asal dinikmati pasti akan terasa singkat waktunya, karena itu yang paling penting adalah menggunakan waktu dengan berkualitas. Kalau diberi kesempatan berkumpul bersama, ya bener-bener harus dipake sebaik-baiknya supaya ada banyak kenangan yang bisa tercipta πŸ’–.

Kok cepet banget udah tiba waktunya nganterin kalian lagi ke bandara buat pulang Manado sih??? Huhuhuhuhu…I’m still missing you!

See you again, soon, papa mama! I love you so very very very very much!

Dan demikianlah cerita tentang Hari Natal kami. Foto-fotonya banyak sekali ya…hehehehe… They say a picture is worth a thousand words and believe me when I say that I still have a lot more pictures than what I uploaded here, jadi bisa kebayang sebenarnya ada berapa banyak yang bisa saya ceritakan bila semua dijadikan kata-kata, bisa gak kelar-kelar deh sampe udah mo Natalan lagi πŸ˜„. Sekali lagi cuma bisa bersyukur Tuhan memberikan kesempatan ini buat kami dan bersyukur sekali juga karena kami semua sehat baik sebelum ketemu maupun sampai ketika semua sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Puji Tuhan….

Selamat Natal dan Tahun Baru 2022! Tuhan Yesus memberkati!

10 respons untuk β€˜Christmas 2021: Our Holiday Story’

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s