Tiga Puluh Sembilan dan Empat Puluh Satu

Sepuluh tahun yang lalu, saya pernah menulis di sini tentang ulang tahun saya saat itu yang adalah ulang tahun terakhir di bilangan 20-an. Gak nyangka, waktu berlalu cepat, tau-tau sekarang saya sudah menginjak tahun terakhir di usia 30-an πŸ˜….

Dan kalau saya sekarang berada di akhir 30-an, selang 6 hari setelah saya berulang tahun, giliran suami yang menginjak usia awal 40-an, yaitu 41.

Puji Tuhan, kami sudah bertambah tua.

Semoga dengan bertambah tuanya usia ini, kebijaksanaannya juga ikut bertambah. Percuma kan kalo usianya aja yang nambah tapi hikmat dan kedewasaan hanya segitu-segitu aja. Ini sih PR seumur hidup ya, namanya manusia, tugasnya tentu berproses ke arah yang lebih baik di sepanjang hidup. Pasti bisa, asalkan berprosesnya bersama dengan Tuhan supaya hikmat yang bertambah adalah hikmat sejati yang dari Tuhan. Amin.

Sama seperti tahun yang lalu, tahun ini juga puji Tuhan kami bisa merayakan ulang tahun bersama-sama karena gak jauh-jauhan lagi…yeayyy!!! Kalau tahun-tahun sebelumnya, biasanya cuma bisa ngerayain bareng pas di hari H kalau ulang tahunnya jatuh di weekend atau hari libur. Puji Tuhan dengan keputusan saya untuk resign, maka kami tak perlu lagi menjalani rumah tangga dua dapur seperti dulu 😊.

Hanya saja, bedanya dengan tahun yang lalu adalah karena di tahun ini kami tidak lagi tinggal di apartemen, melainkan sudah di rumah dan karenanya kalau tahun lalu kami hanya bisa berpuas diri dengan cake ulang tahun hasil pesan dari Go Food, maka tahun ini saya sudah bisa bikin cake ulang tahun sendiri…yeayy again!!

Saya cerita mulai dari ulang tahun saya dulu yaa…

Untuk ulang tahun saya sendiri, saya pilih cake yang paling simpel dan plain: Vanilla Sponge Cake with Vanilla Buttercream πŸ˜…. Kenapa pilih yang paling sederhana? Karena cuma itu yang muncul dalam benak saya ketika memikirkan mau bikin kue jenis apa untuk ulang tahun saya sendiri πŸ˜…. Gak hanya jenis cake pilihan saya yang sederhana, filling juga sederhana banget, hanya selai blueberry botolan πŸ˜„.

Vanilla Cake with Blueberry Jam Filling
Setelah sudah selesai diberi vanilla buttercream sebagai frosting. Saya gak pernah pintar menghias kue, maka tak heran kalau hasil akhirnya pun apa adanya banget. Gak apalah yaaa…yang penting kan rasanya. Tampilannya memang tak menggiurkan, tapi rasanya enak dan wanginya itu lho, wangiii banget 😍
Vanilla Cake with Vanilla Buttercream for my birthday cake

Cake ulang tahun ini saya kerjain sehari sebelumnya supaya pas hari H gak terlalu sibuk lagi. Maklum, buat ibu-ibu tanpa ART sama sekali di rumah seperti saya ini, hari ulang tahun tak berarti bisa santai kayak di pantai seharian. Gak ada yang mengharuskan untuk tetap mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tapi diri sendiri yang memang gak bisa untuk bersantai-santai saja di rumah 😘.

Di hari H ulang tahun saya, pagi-pagi seperti biasa sibuk dengan kerjaan rumah sambil sesekali balesin ucapan selamat ulang tahun dari keluarga dekat maupun jauh serta dari teman-teman. Kalau dari keluarga kecil saya sendiri sudah dari sejak subuh bangun pada ngucapin selamat ulang tahun dan waktu berdoa saat sarapan bersama juga sudah berdoa untuk ulang tahun saya. Sekitar jam setengah 10, semua kerjaan rumah sudah beres, saya mandi, trus nontonin si adek yang sedang presentasi tentang Pancasila di kelas online-nya. Selesai nontonin adek, saya pun berfoto bareng cake saya…hehehehe…

Puji Tuhan Yesus, untuk usia yang baru ini πŸ’–

Tiup lilinnya sendiri baru kami lakukan di sore menjelang malam setelah sekolah dan semua les anak-anak di hari itu selesai dan tentu setelah suami selesai dengan pekerjaannya. O ya, puji Tuhan pas hari ulang tahun saya, suami kebagian jadwal work from home 😍.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, baik sebelum pandemi dan apalagi setelah pandemi, kami merayakan ulang tahun hanya dengan kebersamaan keluarga kecil kami saja yang mana puji Tuhan Yesus, sukacitanya selalu saja Tuhan sediakan dengan berlimpah.

Seperti biasa juga, sebelum berdoa dan tiup lilin, kami foto-foto dulu…

Mulai dari foto dengan gaya normal….

Tiga orang kekasih hati saya πŸ₯°

Dilanjut foto dengan gaya bebas, gaya dada, gaya kupu-kupu, hingga gaya batu πŸ˜†.

Kelar foto-foto, kami pun berdoa.

Setelah itu dilanjut dengan tiup lilin.

Selesai tiup lilin, acara selanjutnya adalah yang paling ditunggu-tunggu, yaitu potong kue dan suap-suapan kue πŸ˜„. Acara ini sudah dinanti banget terutama oleh suami dan anak-anak karena wangi kuenya udah dari sejak kemarin bikin mereka ngiler, apalagi buat suami yang nyuciin perkakas bekas saya baking πŸ˜….

Liat deh tuh muka-muka menanti suapan kue πŸ˜…
Gak sabaaarrrrr πŸ˜„
Mereka membahas sapa yang mo dapat suapan pertama sampe ketawa-ketawa gitu πŸ˜…
Akhirnya saya memutuskan untuk mulai dari yang paling kecil dulu
Dilanjut si abang
Dan terakhir adalah si paling besar yang dapat jatah potongan kue paling besar juga πŸ˜…

Acara suap-suapan memang selalu paling seru karena pasti ada aja komentar atau hal yang dibikin sama suami yang buat kami ngakak πŸ˜„.

Selesai suap-suapan, tadinya anak-anak minta mo langsung lanjutin makan kue, tapi karena kami belum makan malam jadi makan malam dulu lah baru bisa menu penutupnya nanti cake ulang tahun saya ini.

Foto lagi, sebelum pindah ke meja makan
My birthday dinner at our most favorite restaurant: our dining room πŸ˜…

Kelar makan, anak-anak langsung menyerbu cake ulang tahun saya lagi.

Puji Tuhan, si Vanilla Cake yang sangat sederhana dengan hiasan yang apa adanya sekali itu, ternyata rasanya benar-benar enak. Cakenya lembut dengan rasa manis yang pas baik di dalam maupun di luar. Keputusan saya untuk pakai blueberry jam sebagai filling juga ternyata tepat, karena memberikan sensasi rasa manis asam yang memperkaya rasa Vanilla Cake yang sederhana itu 😍.

Sekali lagi, puji Tuhan untuk semua sukacita dalam kesederhanaan yang kami rasakan di hari itu 😘.

Nah, kalau Vanilla Cake menjadi pilihan untuk ulang tahun saya, maka untuk ulang tahun suami, dia memilih Coffee Cake.

Ok, baiklah.

Saya tak pernah membuat Coffee Cake sebelumnya, tapi dalam benak saya, seharusnya sih gak ribet juga bikinnya ya. Puji Tuhan, apa yang saya pikirkan itu benar, membuat Coffee Cake yang enak dengan tekstur yang pas memang jauh dari kata rumit, meskipun karena sebelumnya belum pernah mencoba maka saya masih meragukan kekuatan rasa kopi dalam hasil akhirnya nanti. I wanted the flavour of the coffee to be strong enough for me and my husband who are coffee lovers, but not too strong because I wanted the kids to enjoy the cake too.

The Coffee Cake

Untuk filling dan frosting-nya, saya bikin Coffee Buttercream.

Begitu Coffee Cake-nya selesai dihias dengan Coffee Buttercream and some chocochips

Kalo hiasannya tampaknya lebih mendingan ya dibanding cake untuk ulang tahun saya. Inilah bedanya kalo kita ngerjain sesuatu untuk diri sendiri dan untuk orang yang kita sayang. Kalo untuk diri sendiri rasanya bisa puas dengan apa adanya saja, tapi kalau untuk orang yang kita sayang selalu ada rasa keinginan untuk membuat lebih 😘.

Sama seperti waktu ulang tahun saya, cake untuk suami ini juga saya kerjakan sehari sebelum hari ulang tahunnya supaya pas hari H-nya sendiri sudah tak disibukkan lagi dengan urusan per-kue-an ini πŸ˜….

Hari ulang tahun suami kali ini, sama seperti saya, jatuh di hari kerja karena itu kami harus bangun subuh, apalagi pas pula di hari itu suami kena jadwal WFO sehingga kesibukan di rumah sebelum pagi menjelang semakin bertambah karena itu artinya makanan harus sudah siap pagi-pagi sekali supaya bisa dibawa sebagai bekal suami ke kantor.

Menu di hari itu ada Kwetiaw Goreng, Udang Asam Manis, dan Cap Cay Kuah.

Karena suami WFO, maka tiup lilinnya tentu harus menunggu sampai yang ulang tahun pulang kerja. Puji Tuhan, hari itu suami bisa tiba di rumah sebelum pukul 7 malam sehingga tiup lilinnya gak perlu malam-malam banget.

Coffee Cake for my birthday husband 😍

Sebagaimana kaidah acara tiup lilin di keluarga kami, acara pertama adalah foto keluarga dulu πŸ˜„. Karena sudah pada kelaparan, maka foto-foto kali ini gak banyak-banyak πŸ˜…. Cukup dua kali take foto, lalu berdoa, tiup lilin, potong kue, dan tentu kemudian suap-suapan.

Awalnya sih yang ulang tahun yang mo coba potong kuenya sendiri… Eh,potongnya mencang mencong πŸ˜†
Akhirnya, saya juga yang turun tangan motongin kue ulang tahun suami πŸ˜…

Doh si bapak πŸ˜†

Dan ternyata, setelah kuenya kami cicipi, rasanya enak banget lho pemirsa. Rasa kopinya tuh pas banget, kerasa bener tapi dalam komposisi yang pas berpadu dengan rasa manis lembut khas sponge cake, mungkin karena jenis gula yang saya pakai adalah gula aren sehingga kombinasinya menjadi sempurna. Coffee Buttercream-nya juga enak. Manis dari icing sugar berpadu dengan rasa pahit alami dari kopi bubuk. Puji Tuhan, bahagia banget rasanya bisa membuatkan kue yang sangat enak seperti ini untuk ulang tahun orang yang sangat saya sayangi.

Saking kuenya enak banget, kami sampe gak mau menunggu kelar makan malam dulu baru bisa nikmatin kuenya. Saat itu juga, cakenya langsung kami serbu πŸ˜†.

Si bapak mah gak perlu pake piring dan garpu, langsung aja masuk hap kayak gini…wkwkwkwkwk

Bersyukur pada Tuhan Yesus, lagi-lagi kami bisa merayakan ulang tahun di tengah-tengah keluarga kecil kami dengan penuh sukacita.Β  Bersyukur juga untuk kesehatan, kebahagiaan, dan setiap hal yang terjadi dalam semakin bertambahnya tahun-tahun yang kami lewati bersama-sama. Kiranya Tuhan Yesus terus memberkati keluarga kecil kami ini agar terus berjalan bersama Tuhan di dalam kehendak-Nya. Amin.

3 respons untuk β€˜Tiga Puluh Sembilan dan Empat Puluh Satu’

  1. Selamat ulang tahun Kak Lisa dan suami.. Panjang umur, sehat, bahagia selalu! β˜ΊοΈπŸŽ‚
    Terima kasih ya sudah berbagi kebahagiaan di blog yang selalu kunantikan ini. Full of love, joy, and happiness. Bisa nular loh Kak… Hihihi. Makasih ya udah nularin hal2 yang positif gini.
    Health! Wealth! Happiness! πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s