Pfizer 1

Hari Sabtu kemarin, saya dan si abang ikutan vaksin yang diselenggarakan oleh detik.com. Jenis vaksinnya adalah Pfizer.

Saya memang sampai Sabtu kemarin belum divaksin sama sekali. Bukan karena ada alasan khusus untuk menunda, bukan juga karena mau menunggu jenis vaksin tertentu, dan apalagi juga bukan karena menolak untuk divaksin. Tapi karena memang kemarin-kemarin kesempatannya belum ada.

Sebenarnya waktu awal-awal vaksin masuk trus dari kementerian BUMN memberikan program vaksinasi buat semua pegawai yang mana saat itu suami saya juga ikut program tersebut, saya juga bisa ikut divaksin saat itu. Tapiii….karena saat itu saya sudah mulai mempertimbangkan untuk resign dan ditambah dengan status saya yang domisili Tangerang tapi status kepegawaian masih di Palembang, maka kami akhirnya memutuskan untuk gak ambil dulu kesempatan untuk vaksin itu.

Waktu berlalu, saya tak juga divaksin, trus tau-tau vaksin sudah bisa untuk anak usia 12 tahun ke atas, kami pun mencari lagi layanan vaksin untuk saya dan sekaligus si abang. Dapatlah yang dari YCAB dengan jenis vaksin Sinovac dan sistem pemberian dengan drive-thru. Proses daftar sudah oke semua, eh pas hari H malah kami tak jadi berangkat 😅.

Karena sudah sekian bulan tak divaksin dan malah pakai acara batal hingga saya jadinya satu-satunya orang dewasa dalam keluarga besar saya yang belum divaksin, saya pun sempat bercanda sama keluarga besar kalau saya kayaknya bakal nunggu Pfizer masuk aja dulu baru divaksin 😅.

Lah kok gak lama setelah itu beneran Pfizer masuk ke Indonesia. Awalnya untuk bisa dapat vaksin ini harus pakai KTP sini atau paling tidak surat keterangan dari RT, jadi akhirnya kami nunda lagi untuk daftar. Puji Tuhan, tak berapa lama kemudian dapat kabar kalau dari detik.com membuka layanan untuk jenis vaksin ini dan bisa pakai KTP dari mana saja, yang penting belum pernah menerima vaksin sebelumnya. Daftarlah kami lewat detik.com, tadinya untuk tanggal 9 Oktober, eh malah beberapa hari sebelumnya saya pilek, maka lagi-lagi batal…duh ampun 😅. Puji Tuhan, setelah dibatalkan masih bisa daftar lagi, kali ini kami pilih tanggal 23 Oktober.

Puji Tuhan yang terakhir ini memang bisa terlaksana 😁.

Lokasi vaksin yang kami pilih adalah di Menara Bank Mega Jaksel, biar gak jauh-jauh amat dari rumah. Berangkatnya sehabis makan siang dan begitu nyampe sana kami ternyata sudah termasuk di urutan terakhir. Kondisi sudah mulai sepi dan suami serta si adek juga bisa lebih leluasa menemani kami menjalani proses demi proses, dari mulai antri, skrining, vaksin, sampai observasi. Puji Tuhan Yesus.

Di belakang kami udah gak ada orang lagi yang ngantri 😀
Adek yang puji Tuhan pinter banget, dengan tenang serta sabar ikut antri bareng abang dan mama 😍
Habis antri di luar, antri lagi di dalam 😀

Abang…
Mama…

Setelah vaksin, nunggu bentar untuk observasi dan untuk dapat undangan ke vaksin dosis 2, semua proses pun selesai dan kami bisa kembali pulang ke rumah.

Di jalan pulang, si abang tidur, si adek nonton, sementara saya dan suami ngobrol-ngobrol tentang cita dan harapan kami…eciyeeehh….wkwkwkwkwk

Begitulah pemirsa, mampir sebentar di blog ini hanya untuk cerita soal vaksin yang bukan saja menjadi vaksin dosis pertama yang saya dan abang terima, tapi juga adalah menjadi pertama kalinya sejak tinggal di rumah ini, kami jalan jauh sampai ke luar Tangerang dan pertama kalinya setelah sekian lama kami gak hanya tinggal dalam mobil saja ketika pergi keluar 😅.

Puji Tuhan Yesus….

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s