Abang’s Graduation

Time flies…

Yes, istilah itu memang never gets old apalagi kalau sudah menyangkut membesarkan anak-anak. Perasaan baru kemarin kan ya cerita-cerita soal perkembangan si abang dari bulan ke bulan di blog ini, cerita soal ASI dan MPASInya, ulang tahun pertama, sekolah pertama, dan segala hal yang pertama buat Raja, si anak pertama, si anak siakangan, yang kemudian menjadi si abang di rumah. Raja, adalah bayi yang sering menjadi topik bahasan di blog ini. Dan sekarang, si bayi itu sudah lulus SD dan saya pun resmi menjadi mama dari seorang anak remaja. Yeaayyy!!! Puji Tuhan Yesus. Bahagia bercampur haru rasanya. Sebagai orangtua tentulah kami berbahagia melihat anak yang semakin besar dan bersyukur bahwa sekarang dia bukan lagi anak bayi, namun di satu sisi tetaplah ada rasa haru yang muncul setiap kali melihat perkembangan anak-anak karena kami sadar bahwa while they’re getting bigger and older, they’re also running away from us….running toward their own lives. Not that we’re complaining though, because well, begitulah memang seharusnya kan ya, anak-anak dibesarkan untuk kelak bisa berdiri di atas kaki mereka sendiri. To complain about that is stupid and very ungrateful. Nikmati saja hari demi hari membesarkan anak-anak sambil terus bersyukur melihat mereka sehat dan berkembang dengan baik.

Karena itulah, sebagai rasa bersyukur, mendekati hari-hari terakhir si abang sebagai anak SD, saya pun membuat dua video.

Video pertama, berisi kenang-kenangan waktu dia lulus TK, bikin ini karena terharu banget mengingat perasaan kok belum lama dia lulus TK lah sekarang sudah lulus SD aja 😁.

Video kedua, berisi hari-hari si abang di SD sejak kelas 1 sampai kelas 6. Video kedua ini juga sekaligus sebagai rasa ucapan terima kasih buat guru-guru si abang selama di SD. Bikin video kedua ini sama sekali gak gampang. Kenapa? Karena susaaaahh milih-milih fotonya saking ada banyak sekali foto-foto si abang waktu sekolah yang saya koleksi dan simpan rapi di harddisk saya πŸ˜….

Dokumentasi untuk sekolah anak-anak saya simpan per folder lengkap dengan nama kelas dan nama lengkap guru mereka biar sampai kapanpun mereka tak akan lupa sama guru-guru mereka 😊

Mau dimasukin semua kan gak mungkin ya, maka jadilah waktu yang saya habiskan untuk bikin video ini lebih banyak terpakai buat memilih dan memilah foto-fotonya. Pengennya sih dimasukkan sebanyak mungkin, tapi karena durasi videonya pengennya disesuaikan dengan lagu Sparrow yang dimainkan si abang di piano, maka jumlah foto yang bisa dimasukkan ke video jadi sangat terbatas. Puji Tuhan, walau gak banyak, tapi foto-foto di video itu sudah cukup mewakili hari-hari si abang di setiap kelas, termasuk bersama guru-gurunya 😘.

Terharu sekali rasanya setiap kali melihat kedua video di atas, karena benar-benar menunjukkan bagaimana si abang berkembang dari anak yang baru lepas usia balita hingga menjadi pra remaja seperti sekarang. Waktu memang berlalu cepat, tapi ada banyak sekali momen yang terjadi di tengah cepatnya setiap saat yang berlalu itu….

Puji Tuhan….

Di hari terakhir si abang sekolah sebagai anak SD, saya bolak-balik fotoin dia sampai dia gerah…hahahaha… Yah maklum lah bang, penting banget hari itu mama dokumentasiin secara itulah hari terakhir abang belajar sebagai anak SD, masak hari pertama sekolah dari kelas 1 sampe kelas 6 selalu difotoin trus pas hari terakhir sekolah di SD malah gak foto? Apalagi ini mumpung belajarnya di rumah kan ya, jadi gampang buat mama foto-fotoin 😁.

Gaya anak SD di hari terakhir sekolah…. Berantakan banget yak? Hahahaha…. Rambut gondrong, kemeja di luar. Ampun deh πŸ˜…. Padahal besokannya udah mo acara wisudaan ini, untunglah di rumah ada hairstylist pribadi yang tak lain dan tak bukan adalah papanya sendiri, jadi sorenya rambut si abang bisa dipangkas dan dirapiin 😁.

Biasanya sih ranbut anak-anak cuma dicepak gitu aja sama papanya, tapi berhubung mo acara wisudaan kan ya, jadi dibikin agak bermodel dikit lah rambutnya 😁

Untuk acara wisudanya sendiri, metodenya sama lah ya seperti metode pembelajaran yang sudah dilakukan selama setahun terakhir, yaitu online. Sekolah hanya menyediakan layanan on-site untuk foto bersama guru dan kepala sekolah saja, itupun waktunya diatur dengan sangat ketat oleh sekolah supaya jangan sampai ada kerumunan. Tadinya kami sempat berencana untuk pulang ke Palembang dalam rangka wisudaan si abang ini, tapi ternyata mendekati hari H, kerjaan suami gak memungkinkan dia untuk cuti (selama WFH memang cuti tambah susah kayaknya deh πŸ˜…) maka rencana itupun batal. Semua acara akan diikuti si abang secara online, baik seremoninya, maupun foto bersamanya 😁.

Persiapan menghadapi acara wisuda, gak banyak sih ya. Paling cuma siapin jas untuk si abang, trus abang juga ada rekaman buat nyanyi dan buat ngasih kesan pesan, trus siapin ruangan buat acaranya nanti supaya posisi kami saat memento bisa pas di depan layar.

Ini saat abang ngikutin gladi resik untuk acara graduation sekolahnya. Walau semua online, tapi tetep yaaa sekolah mempersiapkan acara ini dengan sangat serius makanya tetep ada GR-nya dan dari sekolah memang meminta supaya anak mengikuti GR dari ruangan yang memang akan dipakai oleh keluarga saat mengikuti acara lulusan ini. Nah, jadi nanti saat acara, posisinya bener-bener akan kayak gini. Bersyukur ya di rumah ini di family room-nya ada buffet table yang tingginya pas, jadi laptopnya bisa ditaro di situ di mana dengan posisi laptop seperti ini maka kamera laptop bisa menangkap kami baik ketika kami duduk maupun berdiri.

Selain persiapan di atas, beberapa minggu sebelum acara kami juga ada foto-foto keluarga buat nanti ditayangin sama sekolah di sesi gratitude column. Saat foto-foto ini, kami sengaja pakai baju yang akan dipakai saat acara lulusan abang nanti πŸ™‚.

Our family picture for gratitude column

Trus o iya, ada satu lagi persiapan yang tak boleh ketinggalan, yaitu medali abang. Nah, berhubung kami gak bisa pulang ke Palembang untuk ambil kan ya, maka dari panitia acara dengan sangat berbaik hati mengirimkan medali bahkan beserta souvenirnya ke sini. Puji Tuhan. Baik banget kan sekolahan anak-anak ini? 😍.

Tanggal 9 Juni 2021 pun tiba, kami semua bangun pagi-pagi biar bisa tepat waktu semuanya buat bersiap untuk acara lulusan si abang yang bakal dimulai sejak jam 8.30 pagi.

Sesi pertama yang harus dilalui si abang adalah foto bersama guru dan kepala sekolah lewat MS Teams. Jadi untuk anak-anak yang memilih untuk tidak menghadiri sesi foto bersama secara on-site, tetap disiapkan waktu dan sarana untuk berfoto bareng guru kelas dan kepala sekolah secara online.

Waktu ngikutin sesi foto bersama

Hasil foto online-nya gimana? Belum tahu juga sih, karena sampai sekarang hasil fotonya belum diterima dari sekolah, cuma mungkin kira-kira hasilnya bakal seperti hasil editan saya ini kali ya πŸ˜„.

Kelar sesi foto bersama, si abang nulis kesan pesan di kolom yang tersedia. Selesai itu, sambil menunggu acara inti dimulai, kami pun foto-foto….. Tepatnya saya foto-fotoin si abang dan si adek 😁.

Adek pake baju seragam karena hari itu sebenarnya hari sekolah tapi hanya diisi dengan menyaksikan acara Thanksgiving alias acara lulusan abang ini.

Pukul 09.30, acara dimulai dan kami berempat pun duduk manis di ruang keluarga kami. O ya acaranya selain berlangsung secara online via Zoom juga ditayangkan secara live di YouTube channel sekolah, sehingga kami juga bisa puter acaranya di TV di ruang keluarga kami. Puji Tuhan, acara berjalan lancar sampai selesai dan memang panitia acara ini patut mendapat acungan jempol karena sanggup membuat acara yang meski berlangsung online tapi graduation vibes-nya bisa sangat terasa. Acaranya rapi, meriah, dan tentu saja sangat memberkati.

Kami pribadi ada banyak hal yang bisa disyukuri saat acara itu berlangsung.

Bersyukur, karena saat memento, posisi kami memang tepat benar di depan kamera laptop sehingga momen itu bisa terekam dan tertayang (ini bener gak sih ada kata tertayang??? Kudu buka KBBI ini πŸ˜†) dengan sempurna.

Bersyukur, karena di acara itu abang beberapa kali tampil, dari yang nyanyi bareng teman-teman sekelasnya sampai yang ngasih kesan-pesan bareng teman-temannya yang lain.

Bersyukur, karena abang mendapat kejutan dengan dinobatkan sebagai The Class Scientist. Sesi ini benar-benar kejutan banget karena sebelumnya anak-anak gak ada dikasih tahu kalau bakal ada sesi penghargaan seperti ini.

Bersyukur, karena kesan dan pesan yang diketik si abang setelah selesai foto bersama kemudian dibacakan oleh guru yang jadi MC saat itu. Kenapa bersyukur? Karena pesan abang itu mengandung kenangan betapa kompaknya dia sama teman-teman sekelasnya yang meski dari awal tahun ajaran gak pernah bertemu langsung, tapi mereka tetap berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik. Mereka bahkan bisa berkali-kali saling berkoordinasi buat ngasih kejutan ke guru mereka 😍. Puji Tuhan, bersyukur melihat abang yang semakin besar semakin terlihat jiwa leadership-nya yang asik 😘.

Terakhir, bersyukur karena kami bisa mengikuti acara itu dari awal sampai selesai dengan penuh sukacita. Adek juga betah duduk tenang sampai acara selesai. Dan bicara soal adek, ada rasa syukur tersendiri setiap kali mengingat betapa dia ikut bahagia dan berbangga untuk kelulusan abang ini. Bisa dilihat di video saat memento, adek sama sekali gak mau ketinggalan ikut memeluk abangnya 😍.

Di sini saya tayangkan video saat acara itu berlangsung. Video ini hanya rangkuman saja ya, saya hanya ambil momen-momen yang berkaitan langsung dengan abang ditambah dengan potongan pesan-pesan, ucapan selamat, serta ucapan berkat dari kepala sekolah dan guru-guru baik dalam bentuk speech maupun dalam bentuk lagu.

Di video di atas itu, saat selesai momen pengalungan medali, bisa keliatan jelasΒ  kalau mata suami sudah mulai berkaca-kaca…hehehe… Baru lulus SD saja sudah bikin haru ya, gak kebayang kalau nanti saat anak-anak lulus dari universitas impian mereka, pasti harunya jadi berlipat-lipat 😘.

O ya, karena video di atas itu hanya rangkuman, jadi kalau ada yang mau nonton acaranya secara lengkap, bisa ke link ini yang berisi video resmi dari sekolah yaa…

Sebelum jam makan siang, semua rangkaian acara pun selesai dan kami kembali melanjutkan aktivitas kami yang lain yaitu makan siang dan dilanjut dengan penyelesaian transaksi jual beli apartemen. Sore hari, suami nganterin pempek ke tetangga-tetangga dalam rangka syukuran lulusan abang, trus ada yang kaget begitu tahu kalau anak kami sudah mau SMP karena dikiranya kami adalah pasangan muda…ahahahahaha…. By the way, tetangga memang hampir gak pernah melihat abang dan adek, maklumlah anak-anak kami gak pernah keluar rumah, kalaupun keluar buat keliling komplek itu biasanya pagi-pagi banget saat gorden rumah warga komplek lainnya masih tertutup, makanya gak heran kalau mereka gak tahu kami sudah punya anak yang sudah cukup besar 😁.

Puji Tuhan, hari itu penuh dengan sukacita buat kami. Bersyukur sekali abang sudah melewati masa 6 tahun di SD. Kemarin saya dikirimkan Surat Keterangan Hasil Ujian oleh sekolah di mana di surat itu juga terdapat daftar nilai si abang saat ujian akhir kemarin, semua nilainya wow 😍. Puji Tuhan…puji Tuhan banget.

Buat abang, untuk kesekian kalinya selamat yaaa bang untuk kelulusan abang dari SD ini. Tuhan Yesus kiranya terus memberkati dan menyertai abang di pendidikan abang selanjutnya hingga abang meraih cita-cita yang Tuhan taruhkan di hati abang.Β  Amin!

Nanti tak akan terasa, tiba-tiba sudah datang giliran adek untuk diwisuda dari SD yaaa dek

3 respons untuk β€˜Abang’s Graduation’

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s