My Iron Man

Sore-sore mampir sini dalam rangka mau cerita soal anak lagiii…. Yeayyy!!!! 😁

Kali ini mau cerita tentang si abang yang sekarang sudah jadi Iron Man.

Eh… Iron Man????

Kok bisaaa????

Bisa dong!

Kalau yang follow Instagram saya, kemungkinan besar sudah tahu ya gimana ceritanya sampai si abang bisa jadi Iron Man. Keren banget kan ya punya anak Iron Man…hehehehehe…

Jadi begini ceritanya, pemirsa….

Si abang, si anak saya yang nomor satu, yang bentar lagi jadi anak remaja ituuuuu…. Beberapa waktu yang lalu, tiba-tiba demen nontonin kartun Iron Man di Netflix. Sekarang sih memang sudah gak lagi ya, tapi bukan karena gak suka lagi, tapi karena memang semua serinya sudah habis dia tonton bareng adeknya πŸ€¦β€β™€οΈ. Kelar sama serial kartun itu, giliran semua seri Avengers yang mereka tonton secara maraton di Disney+ Hotstar. Padahal yaaa semua film Avengers ituuhh sudah berkali-kali mereka tonton, tapi karena terbawa euforia si kartun Iron Man, maka tetap saja semua ditonton lagi walaupun jangankan jalan cerita, dialognya saja mereka sudah hapal saking memang sudah seringnya ditonton πŸ˜….

Nah, melihat anak-anak, terutama si abang, yang lagi menggemari ulang Iron Man, entah kenapa terbit ide di kepala saya untuk ngomong ke si abang bahwa ada cara yang sangat mudah buat dia untuk menjadi Iron Man beneran.

Gimana caranya?

Gampang saja!

He can just IRON his own clothes!

🀣🀣🀣🀣

Waktu denger saya ngomong begitu, si abang cuma senyum-senyum saja sambil tentu mengerti bahwa itu artinya mamanya mau bilang ke dia that it’s time for him to learn how to iron the clothes. Ya iyalah ya, dia sudah cukup besar untuk tahu persoalan sesederhana menyetrika pakaian.

Bagi saya dan suami memang tak ada kaitannya antara pekerjaan rumah dan gender. Mau laki atau perempuan, keduanya punya tanggung jawab yang sama di rumah, karena itulah meski kedua anak kami adalah laki-laki, tapi mereka tetap kami ajarkan bagaimana mengerjakan pekerjaan rumah. Harapannya, dengan pola didik seperti ini maka selain membantu mereka untuk menjadi pribadi yang mandiri juga membantu mereka untuk tumbuh menjadi laki-laki dengan rasa kepedulian yang lebih terhadap kondisi di sekitar mereka. Kami tidak mau anak-anak cowok kami tumbuh dengan pemahaman bahwa laki-laki adalah raja di rumah yang harus serba dilayani sementara perempuan di rumah adalah sosok yang harus melayani mereka. Kami mau mereka bertumbuh dalam pemahaman bahwa orang yang tinggal bersama dalam satu rumah harus saling melayani satu sama lain karena masing-masing punya tanggung jawab yang sama. Tidak ada yang tinggal diam dan hanya berpangku tangan begitu saja sementara yang lainnya berjibaku membanting tulang. Kami ingin anak-anak memiliki prinsip yang sama dengan yang kami miliki, yaitu bahwa semua orang yang tinggal di dalam rumah sama-sama memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa rumah menjadi tempat yang nyaman bagi semua yang tinggal di dalamnya. Saya sendiri sudah merasakan bagaimana bahagianya punya suami yang punya prinsip seperti itu, jadi harapannya sih kelak istri-istri anak-anak saya juga merasakan kebahagiaan yang sama…hehehehehe….

Ok, balik lagi ke cerita soal Iron Man…. Nah, karena anak-anak memang sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah, maka begitu saya singgung perihal menyetrika pakaian, si abang pun langsung mengerti dan langung beraksi dengan mengambil alih setrikaan dari tangan saya (waktu ngomong itu saya memang lagi nyetrika 😁). Saya pun mulai mengajari si abang bagaimana cara menyetrika kemeja, kaos, celana panjang, celana pendek, dan pakaian dalam. Puji Tuhan abang anaknya memang cepat paham ya, jadi sore itu juga dia sudah langsung bisa menyetrika sendiri semua bajunya. Lebih puji Tuhan lagi, karena setelah kejadian itu, setiap sore, si abang tanpa disuruh lagi, sudah berinisiatif untuk ngangkat pakaian dia dari jemuran lalu mengeksekusi pakaian-pakaian itu di atas papan setrikaan. Dan yang dia kerjakan gak cuma bajunya aja, tapi baju adeknya juga, lho! Luar biasa kaaannn rajinnya anak saya ini 😍. Senang rasanya melihat abang yang bisa membagi waktu dengan baik sehingga meski aktivitasnya di rumah cukup banyak mulai dari sekolah dan mengerjakan tugas serta project, les online ini-itu, main piano, mengembangkan minat dan bakatnya di bidang pemrograman dan 3D modelling, tapi dia juga tetap punya waktu untuk membantu pekerjaan sehari-hari di rumah termasuk jadi Iron Man 😁.

Trus trus karena si adek ngelihat kalo abangnya nyetrikain bajunya juga, dia pun jadi termotivasi untuk ikut bantu, walaupun yah namanya anak-anak cowok ya, kerjaan rumah pun bisa dijadiin mainan πŸ˜….

Begitulah memang, tapi tak mengapa kok karena meski mereka sambil main, tapi mereka tetap mengerjakan dengan rasa tanggung jawab dan semuanya bisa terselesaikan dengan baik. Pakaian-pakaian mereka sekarang tertata rapi di lemari masing-masing (yah serapinya ukuran mereka tentu yaaa…saya juga gak berharap kok mereka lantas harus langsung serapi ukuran saya 😊)Β  dan semuanya adalah hasil setrikaan, lipatan, serta pengaturan mereka sendiri. Anak cowok juga harus dooongg diajari rapi, biar nanti kalau sudah berumah tangga, istrinya gak perlu sewot karena lihat susunan baju yang selalu berantakan akibat ulah mereka πŸ˜†.

Puji Tuhan, bahagia rasanya melihat perkembangan anak-anak ini. Meski tampak sederhana karena hanya urusan bisa menyetrika saja, tapi tetap, bagi saya ini adalah milestone yang penting untuk dicatat 😘.

Buat abang dan adek………

Hmmm…. mama terus terang gak tau lagi mau ngomong apa tentang kalian berdua πŸ˜…. Yang pasti hanya bisa bersyukur…benar-benar bersyukur pada Tuhan karena telah memberkati hidup papa dan mama dengan kehadiran kalian berdua.

Terima kasih abang, terima kasih adek… Si duo RJTS yang aslinya adalah duo BatMan, tapi yang sekarang setiap sore bertransformasi menjadi duo Iron Man kesayangan mama 😁.

Β 

5 respons untuk β€˜My Iron Man’

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s