Berbagi Cerita di IG Live Sekolah Anak-Anak

Beberapa waktu yang lalu, dari sekolah anak-anak menghubungi saya untuk meminta kesediaan saya menjadi narasumber di IG Live sekolah yang beberapa bulan terakhir memang rutin diadakan sebulan sekali oleh sekolah.

Perasaan saya saat pertama kali mendengar permintaan itu adalah sama dengan yang selalu saya rasakan setiap kali dari sekolah, entahkah itu dari staf atau dari guru anak-anak meminta saya untuk tampil menyampaikan sesuatu baik itu langsung di podium saat ada event di sekolah maupun dalam bentuk rekaman, yang mana hal ini sudah ada beberapa kali terjadi. Bukannya sering-sering amat sih, cuma yah rasanya cukup lumayan lah untuk saya yang aslinya tidak begitu suka tampil ini πŸ˜…. Sepanjang ingatan saya, sudah 2 kali saya naik podium, yang pertama saat exhibition waktu si abang masih di kelas 1 lalu yang kedua lagi-lagi saat exhibition si abang di kelas 3 (suami sendiri pernah sekali naik podium waktu di acara ulang tahun sekolah πŸ˜„). Selain itu sudah dua kali saya pernah rekaman buat acara sekolah, yang pertama untuk keperluan open house dan yang kedua untuk acara thanksgiving saat lulusan TK si adek (kalau ditambah dengan pernah rekaman yang pake acara syuting di rumah, berarti sudah ada tiga kali 😁).

Open house sekolah tahun 2019, sesi saya ada di 4:15 πŸ˜„
Kindergarten Thanksgiving 2020, sesi saya ada di 36:07 πŸ˜„
Video ini sudah pernah sebenarnya ya saya tampilkan di sini, tapi tampilkan lagi aaahh….suka banget soalnya saya dengan video ini. Apalagi dilihat-lihat saat pandemi gini, bener-bener bikin kangen suasana normal sekolah dan masa-masa hectic di pagi hari nganterin anak sekolah πŸ˜„

Seperti yang saya bilang di atas, aslinya saya kurang begitu suka tampil. Dari pekerjaan saya yang programmer saja sepertinya sudah cukup jelas ya, kalau saya tipe yang senang di belakang layar. Karena itu, setiap kali diminta untuk tampil oleh sekolah, maka yang saya rasakan adalah campur aduk. Di satu sisi bersyukur karena diberi kesempatan, namun di sisi lain ada perasaan ragu yang muncul karena khawatir ini-itu yang semuanya bermuara karena sebenarnya bukannya yang percaya diri banget untuk tampil-tampil seperti ini πŸ˜…. Maka begitu juga untuk kali ini, begitu mendapat telepon dan mendengar permintaan dari sekolah untuk menjadi narasumber mengenai cara mengembangkan kemandirian dan kreativitas anak, perasaan yang langsung muncul dalam hati serta benak saya adalah, “Waduh…..” πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Tapi tentu saja, seperti sebelum-sebelumnya juga, permintaan itu kemudian tetap saya sanggupi. Alasannya adalah karena saya sendiri selalu mengajari anak-anak untuk jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan karena kita tidak pernah tahu, bisa saja di antara kesempatan-kesempatan itu, ada yang Tuhan pakai menjadi saluran berkat untuk orang lain. Kan lucu ya kalau saya mengajarkan anak seperti itu, sementara saya sendiri tidak menghidupi apa yang saya ajarkan. Karena itulah walaupun sebenarnya ada keraguan, tapi saya kemudian tetap bilang iya ke ibu admin yang menghubungi saya saat itu. Sebagai manusia, jujur saja godaan untuk merasa khawatir kalau-kalau hasil tampilnya nanti tidak sesuai dengan yang diharapkan itu tetap ada dan bahkan sering terbit menggoda kisi-kisi hati…eaaaa…. Apalagi kalau sudah memikirkan kenyataan bahwa wajah saya sebenarnya is not photogenic enough for the screen πŸ˜…. Namun puji Tuhan ya pemirsa, setiap kali perasaan-perasaan itu muncul, saya selalu diingatkan dalam hati bahwa biarkan Tuhan yang bekerja dan semua kemuliaan adalah untuk Tuhan, bukan untuk saya. Yang bisa saya lakukan adalah mempersiapkan diri dengan baik supaya paling tidak saya tidak babbling, melainkan bisa bicara point per point dengan jelas. Tak perlu juga memikirkan apakah wajah saya akan cukup baik terlihat di layar ataukah tidak, karena sungguhlah memang itu tak penting adanya πŸ˜„.

Ikaln untuk event hari itu

Dan maka, acara itu pun berlangsung juga. Seperti biasa, ada rasa dag-dig-dug yang menjadi pembuka acara, namun seperti biasa juga ketika sudah mulai ngomong, maka semua perasaan ragu pun sirna. Puji Tuhan, dengan segala keterbatasan saya, Tuhan menolong untuk bisa berbicara dengan lancar, hingga acara itu pun bisa saya akhir dengan senyuman. Puji Tuhan, waktu selama hampir satu jam itu diberkati Tuhan sehingga saya sendiri merasa betapa berkualitasnya waktu selama 60 menit kurang itu, saya sendiri merasa terberkati lewat acara berbagi cerita itu. Sekali lagi, puji Tuhan Yesus.

O ya, ada satu hal yang jadi perhatian teman-teman saya selama sesi berbagi cerita itu berlangsung. Hal itu adalah komentar-komentar si abang yang ada-ada saja. Dia memang waktu itu mengikuti juga sesi itu di ponselnya dan yap, sepanjang acara berlangsung dia lumayan aktif kirim-kirim komentar. Oalah nak..nak… Mama yang ngomong kok ya abang yang heboh πŸ˜…. Di bawah ini beberapa komentar si abang yang sempat ketangkap oleh teman-teman saya. Sebenarnya ada lagi pas yang sayang dibilang cantik trus si abang komentar, “Mama selalu cantik, kok!”, hahahahaha….ada-ada saja abang ini memang πŸ˜….

Begitulah pemirsa, puji Tuhan banget acara hari itu bisa berlangsung dengan lancar. Puji Tuhan juga jaringan komunikasi yang saat acara mulai sempat terganggu kemudian bisa aman sentosa sampai acaranya selesai. Puji Tuhan…puji Tuhan…puji Tuhan….. Terima kasih buat Sekolah Palembang Harapan yang sudah memberikan kesempatan untuk saya berbagi di acara IG Live minggu kemarin itu. Sungguhlah memang betapa kami bersyukur Tuhan membawa kami untuk menjadi bagian dari komunitas sekolah ini. Kiranya Tuhan terus memberkati Sekolah Palembang Harapan untuk terus menjadi berkat bagi kota Palembang. Amiiinn!!!!

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s