Desember, Januari, Februari, Maret

Hai…hai…!!

Been a while still the last time I logged in to this blog, sampai-sampai sempat lupa lho saya terakhir nulis di sini topiknya tentang apaan yak? πŸ˜…

Jadi gimana nih kabar teman-teman semua? Sekarang sudah bulan Maret 2021 yang mana itu berarti telah genap setahun sudah pandemi ini melanda Indonesia. Saya sungguh berharap teman-teman semua dalam keadaan sehat dan tetap bersukacita meskipun masih harus bergelut dengan new normal life yang entah harus sampai kapan ini 😁. Bersyukurlah sekarang vaksinasi sudah semakin gencar berjalan ya, mari sama-sama mendoakan supaya prosesnya bisa berjalan secara adil dan merata serta terutama Tuhan memberkati agar vaksin ini memang bisa menjadi jalan untuk berhentinya pandemi ini. Amiiinn!

Kabar keluarga kami sendiri puji Tuhan sehat dan baik, kegiatan sehari-hari masih tetap di rumah saja. Gak pernah jalan-jalan. Belum pernah pergi liburan. Dan belum berniat menyambangi mall dalam waktu dekat…hehehe…. Banyak hal sudah yang terjadi dari sejak terakhir saya menulis di sini. Ada cerita tentang Natal, Tahun Baru, pindahan rumah, ulang tahun si abang ke-12, ulang tahun pernikahan, dan masih banyak lagi cerita yang seharusnya bisa didokumentasikan di sini. Akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021 ini memang cukup sibuk untuk kami, terutama karena urusan pindahan rumah dan penyesuaian diri dengan ritme kehidupan di rumah baru hingga bikin saya kelupaan dan tak sempat terus buat bikin dokumentasi di blog ini πŸ˜…. Puji Tuhan sekarang lagi ingat dan sedang ada kesempatan, jadi langsunglah login ke blog buat nulis beberapa kejadian penting di keluarga kami sejak akhir bulan Desember hingga Maret ini. Iyes, ini ceritanya update rapelan πŸ˜†.

Desember 2020

Bulan Desember tentu saja ada Natal dan pergantian tahun yang mana suasananya amat sangat jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena dirayakan di tengah masa pandemi yang bikin kami sama sekali tidak bisa bertemu dengan keluarga besar manapun dan bahkan tidak bisa beribadah langsung di gereja. Tak hanya itu, tahun ini kami bahkan tidak berada di rumah karena sudah sejak bulan Juni 2020 kami ‘berkemah’ di apartemen dan sampai sekarang belum kembali ke Palembang.

Rasanya campur aduk merayakan Natal di tengah suasana seperti ini.

Di satu sisi ada rasa sedih karena sesungguhnya terasa ada yang kurang merayakan Natal tanpa ke gereja dan tanpa bertemu keluarga besar sama sekali dan apalagi kami merayakannya di apartemen yang kondisinya terhitung sempit serta terbatas. Perbedaan suasananya terlalu jauh dan bila dibawa perasaaan tentu akan membuat hati merasa nelangsa.

Namun di sisi lain, ada juga rasa syukur yang kami rasakan, sebagaimana syukur yang kami rasakan di keseharian melewati waktu demi waktu di tengah masa pandemi ini. Bisa selalu sehat dan dipertemukan kembali dengan Natal di tengah kondisi dunia yang seperti sekarang, tentulah bukan hal yang biasa-biasa saja. Kondisi pandemi yang dialami setahun terakhir ini memang benar-benar mengajarkan untuk tak banyak-banyak mau. Bisa sehat, bisa tetap bersama, bisa terpenuhi kebutuhan setiap hari saja sudah merupakan berkat yang besar. Apalagi kami sendiri mengalami berkat Tuhan baik jasmani terutama rohani yang bisa dibilang sangat besar, jadi yah meski kondisi tidak seperti tahun-tahun kemarin, tetap saja kami sangat bersyukur di Natal kali ini.

Menjelang Natal, meski semua ibadah dilakukan secara online, tapi anak-anak tetap terlibat dalam kegiatan persiapan ibadah Natal Sekolah Minggu di gereja kami. Si adek ikut tim koor, sementara si abang tim drama. Bersyukur banget rasanya anak-anak turut dilibatkan oleh guru Sekolah Minggu mereka, lumayan banget kan membuat mereka tetap bisa merasakan euforia Natal di tengah kondisi yang semua-muanya online ini πŸ˜…. Selain ikut drama untuk Natal Sekolah Minggu, si abang juga ikut terlibat untuk perayaan Natal di sekolahnya. Puji Tuhan baik abang maupun adek menjalankan tugas mereka dengan sukacita. Saya suka banget ngeliat si adek yang nyanyi sambil goyang-goyang kepala dan si abang yang sangat menghayati perannya sebagai Ahli Taurat 😁. Kalau untuk Natal di sekolahnya, si abang membacakan bagian Alkitab dari kitab Lukas pasal 1.

Si adek waktu direkam untuk koor sekolah minggu
Si abang waktu direkam untuk pembacaan nats di ibadah Natal sekolah
Koor sekolah minggu
Drama sekolah minggu
Si adek, waktu ikut ibadah Natal sekolah
Si abang, waktu ikut ibadah Natal sekolah. Difoto pas yang tampil di layar adalah dia 😁
Si adek, waktu ikut ibadah Natal sekolah minggu
Si abang, waktu ikut ibadah Natal sekolah minggu
Bayi mama yang puji Tuhan selalu semangat ikut ibadah 😘

O ya, baju-baju yang dipakai si abang di foto-foto di atas adalah milik papanya. Kenapa sampai pinjam baju papanya? Itu karena kami memang tidak bawa kemeja anak-anak waktu datang ke Jakarta πŸ˜…. Sudah gitu si abang juga selama setahun terakhir badannya melesat banyak baik berat maupun tinggi, maka jikapun di sini ada kemeja-kemejanya, maka kemungkinan besar sudah tidak muat lagi di dia πŸ˜….

Malam Natal kami sendiri dilewatkan dengan ibadah bersama keluarga besar via Zoom dilanjut ibadah keluarga kecil kami sendiri.

Ibadah bersama keluarga besar
My Christmas date 😁
Happy Christmas!

Tepat di hari Natalnya, kami sarapan ayam garing McD, lalu ikut ibadah Natal online, dilanjut foto-foto dan video call bersama keluarga besar, kemudian makan siang hasil pesan dari cafe di bawah.

Berfoto bersama pohon Natal gereja yang pas kesorot di layar TV 😁. Tahun 2020 mah gini ya, trend fotonya adalah bersama layar πŸ˜….
Foto bersama, dari tempat masing-masing πŸ˜…

O ya, tahun ini kan ceritanya karena Natalnya agak-agak beda maka saya gak menyiapkan kue kering yang kalau di Indonesia sangat identik ya dengan hari raya…hehehe… Menjelang akhir tahun kemarin kami memang sibuk sekali dengan urusan rumah, makanya jadi tak terpikirlah untuk siapin kue kering. Tapi Tuhan memang baik, persoalan semacam kue kering untuk bikin perayaan hari raya jadi lebih terasa keistimewaannya dibanding hari-hari lainnya saja Dia pikirkan. Menjelang Natal, kami mendapat kiriman cookies dari tempat les Mandarin si adek juga hampers berisi kue kering dari teman saya 😍.

Jadilah kami kemudian bisa menikmati siang sampai sore hari Natal di apartemen saja dengan Noelle dilanjut Reply 1988 serta ditemani nastar dan kastengel 😘.

Relaxing on Christmas day 😍

Perayaan Natal tahun ini memang sederhana sekali dan paling berbeda, tapi sekali lagi puji Tuhan Yesus yang selalu memberikan sukacita dan alasan untuk kami bersyukur ❀.

Natal lewat, seminggu kemudian pergantian tahun tiba. Tahun 2020 akhirnya berlalu juga.

Bila ditanya apa kesannya tentang tahun 2020, maka mungkin jawabannya hampir sama bagi semua orang di seluruh muka bumi ini, yaitu tahun 2020 adalah tahun yang tak terlupakan, tahun penuh kejutan yang datangnya tiba-tiba, tahun pandemi, tahun yang menyaksikan banyak sekali perubahan drastis dalam tatanan kehidupan manusia, tahun yang membuat banyak orang kehilangan mulai dari orang terkasih, kebebasan, hingga pekerjaan atau penghasilan. Tak dapat dipungkiri, tahun 2020 memang tahun yang sulit.

Kami juga turut merasakan kesulitan itu.

Tapi di balik segala kesulitan yang datang menyertai pandemi di sepanjang 2020, Tuhan juga menyediakan banyak kesempatan bahkan termasuk hal-hal yang pada masa normal di tahun-tahun sebelumnya tidak kami dapatkan. Peristiwa serta pengalaman di sepanjang 2020 mengajarkan kami arti menyerahkan semua rencana kami sebagai manusia ke dalam rancangan Tuhan Yesus sang Tuhan Maha Kuasa.

Puji Tuhan.

Di hari terakhir tahun 2020, sore harinya saya dan suami menyambangi rumah Tangerang buat serah terima kunci dari tukang yang per hari itu sudah menyelesaikan semua pekerjaan mereka. Selesai serah terima kunci, kami sempat muter-muterin rumah buat mengatur strategi bersih-bersihnya nanti. Kelar itu kami pulang, kembali ke apartemen.

Pergantian malam tahun baru kami kemudian diisi dengan ibadah keluarga, video call dengan keluarga besar, kemudian ditutup dengan mandok hata yang diakhiri dengan doa syafaat. Sebagai keluarga Batak, kami memang meneruskan tradisi mandok hata ke anak-anak 😊.

Happy New Year!
After mandok hata 😍

Setelah selesai acara wajibnya, kami pun menyaksikan kembang api dari balik jendela. Memang di pergantian tahun ini ada larangan untuk pesta kembang api ya, tapi cukup banyak warga di pemukiman sekeliling apartemen yang tetap menyalakan kembang api meski tanpa rame-rame. Bagus juga sih, kami jadi ada hiburan gratis meskipun kembang apinya tidak terlalu meriah, tapi jadilah mendengar dentam-dentum serta warna-warni kembang api di langit bikin suasana tahun baruan semakin terasa.

Januari

Pagi hari pertama di 2021, kami mengikuti ibadah online Tahun Baru Se-GKY yang mana dalam ibadah itu juga diadakan perjamuan kudus.

Perjamuan Kudus pertama di 2021

Kelar ibadah, kami leha-leha sebentar sebelum makan siang. Selesai makan siang, saya dan suami berangkat menuju rumah di Tangerang untuk memulai kegiatan bersih-bersih rumah 😁.

Hari sudah gelap ketika kami kembali ke apartemen. Proses bersih-bersih rumah tentulah belum selesai ya, tapi tak mengapa karena kami yakin bisa menyelesaikan semua proses pembersihan, pelan tapi pasti. Malam itu kami pulang ke apartemen dengan badan yang cukup lelah tapi hati bahagia apalagi setelah mendapati kedua bocah tersayang kami yang ditinggalkan di apartemen, berada dalam keadaan yang baik dan bisa mengurus diri mereka sendiri dengan baik.

Awal Januari 2021 kami memang diisi dengan proses bersih-bersih rumah sejak tanggal 1 hingga tanggal 8 dan setiap hari, ketika kami harus pergi membersihkan rumah Tangerang, anak-anak kami tinggalkan di apartemen dengan si abang sebagai pemegang tanggung jawab. Puji Tuhan Yesus, selama beberapa hari itu mereka betul-betul menunjukkan betapa mereka adalah anak-anak yang bertanggung jawab dan sangat bisa dipercaya. Paham banget mereka dengan kondisinya bahwa papa-mama butuh bantuan mereka dengan cara mereka jadi anak baik selama ditinggalkan berdua saja di apartemen 😊.

Tanggal 8 Januari, malam hari sekitar jam 7, akhirnya saya dan suami bisa merampungkan semua proses pembersihan rumah. Malam itu juga, setelah kembali ke apartemen kami memulai proses packing. Karena kami hanya pindah dari apartemen, maka memang bawaan kami tak begitu banyak ya sehingga proses packing pun tak terlalu memakan waktu, apalagi ditambah dengan yang anak-anak juga mengerjakan proses packing barang-barang mereka sendiri. Told you, they’re such sweet kiddos!

Kalo semangat buat pindahan, berarti harus semangat juga packing yaaa jagoan-jagoan mama 😘

Dan yah, dengan selesainya segala proses pembersihan rumah dan proses packing, maka pada tanggal 9 Januari kami pun resmi mulai menghuni rumah di Tangerang. Proses angkut barang kami lakukan sendiri (tepatnya suami sih..hehehehe) dalam dua trip.

Trip pertama dia lakukan di jam 5 pagi, setelah selesai menaruh barang-barang, suami kembali ke apartemen untuk sarapan bersama kami. Selesai sarapan, kami pun berangkat meninggalkan apartemen dengan membawa barang-barang yang tidak ikut dibawa di trip pertama.

πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–
Bye apartment!

Rasanya bagaimana meninggalkan apartemen yang sudah menjadi bagian dari kehidupan kami selama tepat 7 bulan?

Jawabnya nano-nano yah.

Di satu sisi tentu saja kami merasa bahagia karena rumah ini telah kami doakan selama berbulan-bulan. Namun di sisi lain, tentu saja ada rasa yang sulit terjelaskan karena bagaimanapun ada banyak kenangan yang kami alami selama berada di apartemen itu. Ada banyak sukacita. Ada banyak berkat. Dan ada banyak pengalaman penyertaan Tuhan yang kami alami yang membuat ada rasa syukur yang sangat besar setiap kali mengingat masa demi masa kebersamaan kami di apartemen itu. Bila disimpulkan, maka bisa dibilang bahwa masa 7 bulan di apartemen itu adalah waktu-waktu yang tak mudah namun sekaligus sangat indah untuk dikenang 😊.

Sekitar jam 10 pagi kami pun tiba di rumah Tangerang. Anak-anak begitu bahagia dan bersemangat saat itu karena mereka juga memang sudah sangat menanti-nantikan hari di mana mereka pada akhirnya bisa menjalani hari demi hari di dalam rumah yang benar-benar rumah 😁.

Semangat menata buku, mainan, dan barang-barang pribadi sendiri
Yang ini juga semangat menata mainan….tapi ya kalo buat dia gak seru kalo gak sekalian main juga πŸ€¦β€β™€οΈ
Apalah yang kamu bikin ini, dek??? πŸ™„
Our first lunch in this home. Belum pada mandi, masih pada keringetan karena proses beres2in barang2 masih belum selesai πŸ˜…
Our first dinner in this home yang udah kemalaman banget. Saat itu. udah hampir jam 10 malam baru akhirnya kami bisa makan malam πŸ˜…

Puji Tuhan proses pindah-pindah kami berjalan lancar dan aman hari itu. Puji Tuhan juga meski harus ada proses penyesuaian dan sebagainya, tapi sejak minggu pertama berada di sini, rumah mungil ini sudah menjadi home sweet home buat kami. Buat yang menanti-nantikan cerita tentang rumah baru kami, sabar yaaa… Yang panjang sabarnya, karena sesungguhnya saya sendiri tak tahu kapan baru bisa cerita soal rumah ini πŸ˜….

Februari

Highlight di Februari apa?

Tentu saja ulang tahun si abang 😍.

Tahun ini, abang genap berusia 12 tahun. Udah gede banget kaann πŸ˜†.

Selama setahun terakhir ini, sudah banyak sekali perubahan yang terjadi di diri abang. Pertama dari segi fisik, dia bertambah besar. SANGAT! Gak cuma ke atas, tapi juga ke samping πŸ˜…. Tampaknya ada dua hal yang memberi pengaruh besar untuk pertumbuhan abang yang sangat pesat setahun terakhir ini. Pertama, karena sedang masuk ke dalam masa praremaja yang mana memang pertambahan berat badan yang lebih banyak dari biasanya itu termasuk normal bagi banyak anak yang memasuki masa praremaja ini. Kedua, tentu saja stay-at-home itu memberi pengaruh yang amat sangat besar! Home-based learning memang benar-benar sukses memberikan peningkatan kenaikan berat badan anak πŸ˜…. Aktivitas berkurang sementara makan tambah banyak karena hanya di rumah saja. Cucok lah. Tapi tak mengapa kok, abang tetap ganteng dan setelah berada di rumah dia juga semakin rutin olahraga setiap hari, semoga dengan lebih banyak beraktivitas maka berat badan abang juga bisa lebih terkontrol 😘.

Our birthday boy! 😍
What a difference a year can make πŸ˜…

Di ulang tahunnya kali ini, saya bikinkan dia video yang isinya adalah ulang tahun dia dari tahun ke tahun, dari sejak masih bayi kecil sampai sekarang sudah lebih tinggi dari mamanya 😘. Puji Tuhan, semua dokumentasi menjadi kenangan indah yang mengingatkan betapa besar kasih Tuhan dalam kehidupan yang kita jalani.

Puji Tuhan Yesus, abang sudah 12 tahun, sudah semakin meninggalkan masa kanak-kanak. Huwaahhh… Sungguh tak terasa, beberapa tahun lagi jadi anak kuliahan deh bocah mama ini 😍.

Di hari ulang tahunnya, seperti biasa kami gak ada acara spesial apa-apa, karena toh ulang tahun dan yang ulang tahun sendiri sudah spesial 😁. Yang paling penting ucapan syukur dan doanya ya kaann. Seperti biasa (apalagi setelah setahun terakhir dalam masa pandemi ini), ulang tahun di keluarga kecil kami hanya diisi dengan berdoa, tiup lilin, dan potong kue. Makan-makan di luar masih belum berani, tapi tak mengapa karena selalu ada GoFood yang bisa diandalkan untuk makan-makan yang istimewa..hehehe..

The lunch!

Selamat ulang tahun, anak panggoaran!

Puji Tuhan, dengan segala kesederhanaan, tapi yang berulang tahun tetap bahagia dan bahkan ketika beberapa hari sebelumnya kami tanya ke dia soal hadiah yang dia pengenin di ulang tahunnya kali ini, dia bilang kalau dia gak pengen apa-apa lagi karena semua yang dia harapkan sudah dia dapatkan, salah satunya adalah rumah ini. Namun meski yang berulang tahun sendiri tak mengharapkan kado, tetaplah kami sebagai orangtua memikirkan untuk memberi hadiah yang berupa sesuatu yang pasti dibutuhkan oleh si abang yang makin ke sini makin mendalami dunia pemrograman dan animasi.

Buat abang, untuk kesekian kalinya, selamat ulang tahun yang ke-12 ya bang. Betapa papa dan mama bersyukur pada Tuhan Yesus untuk penyertaan-Nya dalam hidup abang selama 12 tahun ini. Abang bertumbuh sempurna, sehat, cerdas, dan Tuhan bahkan menolong membentuk kepribadian abang menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan sangat bertanggung jawab. Terutama di setahun terakhir, papa dan mama betul-betul bisa melihat betapa kemampuan abang dalam hal kemandirian dan tanggung jawab itu semakin meningkat. Puji Tuhan Yesus πŸ’“. Kami berdoa kiranya abang senantiasa hidup dalam berkat dan kasih karunia sorgawi. Tuhan Yesus kiranya memberkatimu dengan kesehatan dan panjang umur serta diberkatilah juga cita-citamu ya bang, semoga semua yang abang jalani kelak berbuah manis demi hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan. Amin.

Maret

Kalau di bulan Februari ada ulang tahun abang, maka di Maret ada ulang tahun pernikahan kami. Memang ya ulang tahun di keluarga kecil kami tuh unik. Ulang tahun si adek, jatuh berdekatan dengan ulang tahun saya dan suami. Sementara ulang tahun si abang deketan dengan ulang tahun pernikahan saya dan suami. Memang sekeluarga berjodoh semua kami…hehehehe…ya iyalah ya, kalau bukan jodoh mana mungkin kami berempat jadi keluarga begini 😁.

Puji Tuhan Yesus, tahun ini kami merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-13. Bila menengok lagi ke belakang, rasanya memang luar biasa ya, sudah 13 tahun kami bersama dan total sudah 15 tahun kami saling mengenal. Dulu, sewaktu masih muda suka khawatir bagaimana nanti kalau sudah menikah sekian lama karena banyak yang bilang bahwa cinta dalam pernikahan itu sering luntur di tengah jalan. Puji Tuhan, meski belum sampai di setengah jalan karena tentu doanya adalah jalan kami berdua bisa panjang hingga berpuluh-puluh tahun, tapi bersyukur sih sampai hari ini rasa cinta kami gak pernah berkurang malah semakin nambah seiring kami tambah saling mengenal dan mengerti satu sama lain. Sekali lagi, puji Tuhan Yesus.

P LOVE A
Anniversary lunch 😍

God bless our family forever and ever. Amen!

Kalau tahun lalu kami merayakan ulang tahun pernikahan dengan nge-date berdua sambil menikmati wine, maka tahun ini kami merayakannya dengan makan ramen dan minum soju berdua menjelang tengah malam πŸ˜…. Gara-gara suami yang lagi suka banget sama Reply 1988 nih, jadi lah ramen dan soju jadi sajian istimewa buat ulang tahun pernikahan kami πŸ˜….

Aslinya udah tidur-tiduran di kamar iniiihhh…trus bangun lagi dong cuma buat nge-ramen dan nge-soju πŸ˜…

Kalau doanya sendiri, dari tahun ke tahun tetap sama ya, may we love each other more and love God even more.

Selain ulang tahun pernikahan, di bulan Maret anak-anak juga ada beberapa kegiatan spesial di sekolah, seperti Family Day dan Student-Led Conference yang dua-duanya sudah diceritain cukup panjang di Instagram, jadi ya di sini cukuplah foto-foto dan videonya saja yak πŸ˜„.

Ralph dan Decorating Family Picture Project. Niat banget dia ngerjain project ini, liat aja di video di bawah yaaa. O ya kalo video yang di atas adalah waktu dia presentasi tentang Pohon Keluarga. Tema pembelajaran di kuarter yang baru lewat memang adalah tentang keluarga, makanya sesuai jadinya untuk tema Family Day kali ini.

Kalo dilihat dari kedua video di atas, memang nampak-nampaknya si adek ini ada bakat cuap-cuap yak…hehehe… puji Tuhan.

Project yang dia kerjakan menang lhooo!! Horeee!!! Selain menang di project mendekorasi foto keluarga, pas di event Family Day itu, kami juga dapat juara 2 di kuis yang pake Kahoot! Horee!! Puji Tuhan, senang rasanya karena anaknya juga senang banget 😁
Salah satu aktivitas di Family Day itu adalah bikin Bread Pizza bersama. Sayang saat itu suami gak bisa ikutan karena pas banget lagi dapat jadwal WFO. O ya, Family Day ini tentu saja diselenggarakan secara online yaa

Pizzanya udah jadi

Enak bener nampaknya kaaann…hehehehe
Student-Led Conference Day!
Sebelum ada yang nanya, itu abang pake kacamata anti-radiasi yaa bukan kacamata minus ato silindris. Kasih tau sebelumnya gini karena hampir selalu saat saya update soal anak2 yang pas lagi pake kacamata, suka adaaa aja yang nanya, “Lho, pake kacamata ya mbak anaknya?” πŸ˜…
Giliran abang presentasi
Giliran adek presentasi
Thank God for today

Dengan diselenggarakannya SLC, maka anak-anak pun menjalani libur kuarter ketiga di tahun ajaran ini. Tak terasa ya, tahun ajaran ini tinggal tersisa satu kuarter lagi. Mereka libur seminggu lebih, hari Senin depan sudah mulai masuk lagi. Kiranya Tuhan memberkati supaya mereka tetap semangat belajar dan mempergunakan dengan baik setiap kesempatan yang Tuhan beri di kuarter terakhir di tahun ajaran ini.

O ya, di bulan Maret ini juga saya berkeputusan untuk take a break from Facebook yang meski sangat membantu menghubungkan saya dengan keluarga besar serta teman-teman yang nun jauh, tapi makin ke sini saya makin merasa bahwa Facebook has become super crowded and messy aaanndd… there are some things in Facebook that I don’t think I can handle anymore, so I just decided to stop sharing things on Facebook 😁.

============================

Begitulah pemirsa, highlight keluarga kami dari bulan Desember sampai Maret ini. Buru-buru nulisnya karena ini udah lewat tengah malam…huhuhuhu… Suami dari tadi udah beberapa kali terbangun buat ngingetin saya kalo ini udah malam banget, waktu tidur udah lama lewat πŸ˜…. Baiklah, kita tutup saja kalau begitu yaaa….

Pandemi di Indonesia sudah berlangsung genap satu tahun. Semoga kita semua tetap sehat, yang bisa divaksin dapat segera divaksin (puji Tuhan, suami, ortu saya, dan kakak-adek saya sudah pada divaksin, tinggal saya nih yang belum πŸ˜…), dan kiranya Tuhan menolong agar kita semua bisa segera melihat akhir dari pandemi ini. Tetap semangat dan tetap sehat yaaa semua. Tuhan memberkati! Selamat malam….eh, selamat pagi maksudnya πŸ˜†.

5 respons untuk β€˜Desember, Januari, Februari, Maret’

  1. selamat buat rumah barunya ya lis! jadi sekarang permanen di jakarta ya?
    selamat ulang tahun buat abang… dan selamat anniversary juga ya! πŸ™‚

  2. Finally yg ditunggu tunggu nongol juga hihihhii.. Nggak sabar nunggu cerita selanjutnyaaa.. Yang rumah rumah itulah pokoknyaa.. Hahaha.. Sehat sehat selalu Kak Lisa and family

  3. Selamat ya kak lisa untuk rumah barunya. Semoga membawa damai dan sejahtera. Amin. Abang uda tinggi bgt yaaa. Setahun itu rasanya cepet bgt. Hehehe.

  4. Akhirnya ada update juga. Selamat menempati rumah baru. Trus cuti tahunannya masih lanjut dong?

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s