Adek’s 7th Birthday

Tanggal 10 November kemarin, di peringatan Hari Pahlawan, kami merayakan hari ulang tahun si adek yang ke-7. Puji Tuhan, gak terasa, si bayi lucu nan cerewet ini sudah berusia 7 tahun 😁. Bersyukur, meski beberapa kali bergumul dengan kesehatannya, mulai dari persoalan kemampuannya mengunyah makanan yang kata dokter akibat tongue-tie (which of course wasn’t the case) waktu dia berumur dua tahunan, dilanjut soal giginya ketika ia berusia tiga tahunan yang harus rutin dibersihkan ke dokter gigi karena pori-pori giginya besar dan tak bisa bersih hanya dengan sikat gigi biasa, sampai kemudian ke persoalan alergi serta asma yang baru ketahuan ketika usianya sudah lewat 6 tahun, namun puji Tuhan Yesus, si adek tetap dalam keadaan sehat dan pertumbuhan serta perkembangannya pun sangat baik bahkan bisa dibilang mengagumkan untuk anak seusianya. Semua tentu karena kebaikan serta kemurahan Tuhan, karena itu kami hanya bisa bersyukur dan terus bersyukur.

Sama seperti saya dan suami, bagi si adek, ulang tahun kali ini juga paling berbeda karena ini pertama kalinya buat dia ulang tahun gak di rumah di Palembang. Selain itu, ini juga pertama kalinya dalam empat tahun terakhir dia merayakan ulang tahun hanya bareng keluarga di rumah saja. Gak ada perayaan di sekolah. Gak ada juga perayaan di Sekolah Minggu. Apakah kemudian bikin ulang tahun kali ini jadi terasa sepi?

Hmm….. Gak juga sih.

Ada yang kurang, mungkin iya. Tapi kalau sepi ya puji Tuhan gak lah. Si adek tetap semangat dan sukacita banget kok di hari ulang tahunnya kemarin itu 😘.

Untuk ulang tahunnya kali ini, persiapan yang kami lakukan cuma memesan kado-kadonya dari sana-sini, trus semua kadonya dimasukkan dalam satu toy box supaya gak perlu repot-repot lagi untuk bungkusin kado dan sekalian juga biar mainan-mainan barunya yang jadi kado itu bisa ada tempat buat disimpan di sini. O ya, tema kadonya tahun ini tuh random banget. Gara-garanya yang ulang tahun juga lagi punya kesukaan yang random. Dari Angry Birds, Sonic, Star Wars, Mario Bros dan tiap kali ditanya yang mana yang paling dia suka, selalu saja jawabannya, “I love all of them!“. Ya sutralah, daripada bingung, semua itu saja yang jadi kadonya. Gak perlu yang mahal-mahal sih (kebanyakan dalam bentuk action figure karena lebih cocok dengan gaya bermain abang dan adek di rumah), yang penting yang anaknya suka dan bikin dia bahagia. Semua kado buat si adek itu sudah pada tiba dari sejak dua minggu sebelum ulang tahunnya. Supaya aman gak ketahuan oleh anaknya, kado-kado yang sudah dibeli itu diumpetin di dalam mobil dan baru dibawa masuk ke apartemen oleh suami di malam hari sebelum hari ulang tahunnya dan setelah anak-anak sudah tidur 😁.

Selain kado, persiapan lainnya adalah kue. Pesannya sih cukup dari malam sebelumnya saja dan seperti di hari ulang tahun saya serta suami, lagi-lagi kami memesan kue dari It’s My Cake di Cipete. Untuk si adek yang doyan sama warna merah, kami pesankan Red Velvet Cake. Pesan kuenya cukup lewat Go-Food saja. Begitunya kuenya tiba, langsung diamankan ke dalam kulkas sebelum si adek tahu 😁.

Dan hanya begitu saja, maka semua persiapan pun rampung. Simpel, tanpa ribet, karena sebenarnya di atas semuanya yang terpenting adalah makna ulang tahun itu sendiri.

Malam hari sebelum ulang tahunnya, si adek tidur dengan perasaan bahagia karena tahu bahwa dia akan segera menyambut hari yang paling dia tunggu-tunggu.

Hingga tibalah hari itu.

Hari ulang tahun si adek yang ke-7 tahun.

Seperti biasa, saya dan suami bangun sekitar jam 5 pagi. Selesai doa dan rutinitas pagi lainnya, selagi saya dan suami menikmati kopi, si abang terbangun, disusul si adek 😁. Ini di luar rencana awal yang tadinya kami mau kasih kejutan ke si adek dengan membangunkan dia sambil membawa cake, kado, serta abang mainin lagu Selamat Ulang Tahun di piano. Tapi ternyata si adek sudah terbangun duluan. Syukurnya, begitu bangun lalu berdoa, dia gak seperti biasanya yang langsung keluar kamar buat pipis melainkan entah kenapa dia tidur-tiduran malas-malasan saja di tempat tidur. Lihat dia kayak gitu, kami bertiga pun langsung kode-kodean. Cake dan lilin disiapin, suami siap-siap dengan kotak kado, dan abang stand by di piano. Puji Tuhan, kejutan yang hampir gagal itu, bisa juga terlaksana meski dengan jalan cerita yang di luar skenario awal 😁.

The birthday boy with the cake and the presents

Selesai tiup lilin, yang dilakukan si adek selanjutnya tentu sudah bisa ditebak, yaitu buka kado! 😁.

Puji Tuhan, seperti yang terlihat di video di atas, anaknya sangat bahagia ya dengan semua kado-kadonya. Bahkan saking bahagianya, dia sempat ngomong, “This is the best birthday present ever!“. Puji Tuhan, bahagianya melihat anak bahagia 😍.

Kelar si adek buka-buka kado, saya kembali ke dapur buat nyiapin sarapan yang pagi itu cukup Spaghetti Bolognese saja 😅. Setelahnya kami pun sarapan (setelah sebelumnya berdoa bersama terutama dalam rangka ulang tahun si adek) lalu anak-anak bersiap untuk sekolah selagi saya dan suami berbagi tugas cuci piring dan bersihin rumah.

Ready for school!

Sekitar pukul tujuh, anak-anak sudah siap dengan MS Teams di laptop masing-masing, menunggu pembelajaran yang akan dimulai pukul 07.15. Yang paling gak sabar tentu si adek ya, karena dia tahu bahwa ulangtahunnya akan turut dirayakan bersama guru dan teman-temannya meski tentu harus dengan cara online 😅. Sekali lagi, beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun sekali lagi, apapun perbedaan itu tak mengurangi makna dari kebahagiaan yang si adek rasakan. O ya, pagi itu gurunya sempat pura-pura lupa dengan hari ulang tahun si adek hingga bikin si adek sempat mau sedih dan mau nekad raise hand buat ngasih tau gurunya kalau hari ini ulang tahunnya dia…hehehehe…. Syukurlah sebelum dia raise hand, gurunya sudah mulai ngasih ancer-ancer kalau hari itu akan ada perayaan ulang tahun dengan muterin lagu Happy Birthday. Si adek yang sempat mau sedih pun langsung berubah bahagia 😁. Perayaan di sekolahnya cukup dengan bernyanyi lagu Happy Birthday, berdoa bersama, dilanjut dengan ucapan selamat ulang tahun dari teman-temannya yang diwakili oleh dua temannya. Meski sederhana, tapi terlihat benar betapa si adek sangat bahagia. Apalagi di kelas-kelas selanjutnya pun, guru-guru subject-nya turut mengucapkan selamat ulang tahun untuk dia. Dan bukan hanya itu saja, bahkan guru serta seluruh teman sekelas si abang pun turut mengucapkan selamat ulang tahun untuk si adek 😍.

Puji Tuhan, terima kasih untuk guru-guru, teman-teman kelas si adek serta para mama-mamanya, guru dan teman-teman sekelas si abang, serta semua keluarga dan teman-teman-teman kami yang sudah menambah kebahagiaan si adek dengan memberikan ucapan selamat serta doa untuknya. Kiranya Tuhan Yesus membalas semua sukacita yang diberikan untuk anak kami dengan sukacita yang lebih lagi untuk semuanya. Amin.

Selesai anak-anak sekolah, tadinya kami berencana untuk potong kue ulang tahun sebelum makan siang, tapi ternyata jadwal rapat suami hari itu lumayan padat. Yah beginilah kalau WFH ya, dari rapat ke rapat, padat merayap 😅. Karena jadwal suami cukup padat, maka akhirnya kami mutusin potong kuenya nanti malam saja setelah kami selesai Ibadah Doa Selasa Malam Online yang didakan gereja tiap hari Selasa. Ibadah doanya sendiri dimulai pada pukul 7, jadi sebelum itu kami sudah makan malam, hingga selesai ibadah gak perlu makan lagi, bisa langsung dengan acara potong kue.

Seperti biasa, acara potong kuenya hanya diisi dengan foto-foto, doa, dilanjut potong kue serta suap-suapan kue. Kali ini, karena si adek sudah cukup besar jadi dia yang diminta untuk mengawali doa malam itu nanti yang menutup adalah suami. Dalam doanya, si adek bersyukur sama Tuhan Yesus yang sudah menjaga dia sampai sekarang dan dia juga minta kiranya Tuhan Yesus terus menjaga dia di tahun-tahun selanjutnya sepanjang hidupnya. Puji Tuhan, terharuuuu dengernya. Ah, bayi mama, puji Tuhan sudah besar! 😍.

O ya, ngomongin soal cake, ini sudah ketiga kalinya kami beli kue dari It’s My Cake di Cipete, dan puji Tuhan, tiga-tiganya rasanya sangat memuaskan. Dari Blueberry Chill Cake untuk ulang tahun saya, Coffee Milk Cake untuk ulang tahun suami, hingga Red Velvet Cake untuk ulang tahun si adek ini, semua rasanya sangat enak karena tidak ada satupun yang kelewat manis atau yang bikin eneg. Mungkin karena ukurannya juga pas ya, jadi yang makan pun secukupnya saja, sehingga yang tertinggal hanya rasa enak bukannya eneg saking kebanyakan makan atau bosan lihat kuenya yang nangkring terus di kulkas karena gak habis-habis 😄. Yang pasti, recommended banget ya beli cake di It’s My Cake ini. Kuenya fresh, enak (the best RVC I’ve ever tasted!) , dan harganya pun terbilang sangat terjangkau.

Kembali ke ulang tahun si adek, selesai menikmati Red Velvet Cake yang sangat lezat itu, kami pun bersiap untuk tidur. Sebelum tidur si adek sempat ngomong kalau dia sangat bahagia hari itu, sekaligus sedih karena besok sudah bukan ulang tahun dia lagi…hahahaha…. Ini perasaan yang kanak-kanak banget yaaa….pengennya setiap hari ulang tahun biar dapat kado terus dan seolah jadi pusat perhatian terus 😁.

Begitulah cerita soal ulang tahun si adek yang ke-7. Sangat sederhana tapi sarat kebahagiaan.

Sekali lagi, kami hanya bisa bersyukur untuk semua penyertaan Tuhan Yesus dalam kehidupan si adek. Kiranya Allah Tritunggal dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus senantiasa tetap menyertai, memberkati, dan melindungi Ralph sampai selama-lamanya. Tumbuh besar dalam kasih Tuhan yaa Ralph Jehonathan Tohap Samosir, si pemimpin yang bijak yang kepadanya diberikan mahkota oleh Allah. Amin!

 

 

 

 

3 respons untuk ‘Adek’s 7th Birthday

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s