Si Adek dan Presentasi

Salah satu hal yang saya sukai dari metode belajar di sekolah anak-anak, adalah dari sejak dini anak-anak sudah diajarkan untuk berani menampilkan ide-ide mereka lewat presentasi. Dari sejak tingkat pra-TK (di sekolah anak-anak tingkat pra-TK itu adalah kelas K1, tingkat TK di kelas K2 dan K3), anak-anak sudah harus bisa menyampaikan presentasi meskipun masih dalam bentuk yang sederhana, misalnya saat Student Led Conference di mana mereka mempresentasikan apa saja yang mereka pelajari di sekolah kepada orangtua masing-masing. Duh, nulis ini jadi teringat ketika pertama kali lihat si adek presentasi di sekolah. Bangga dan gemeesss rasanya ngelihat anak umur 4 tahun presentasi 😁.

Dan sekarang, berhubung si adek sudah duduk di kelas 1 SD, maka tentu tugas-tugas yang berkaitan dengan presentasi itu semakin meningkat alias semakin sering dibanding waktu masih di TK dulu. Puji Tuhan, karena sudah dibiasakan untuk berani dalam menyampaikan ide lewat presentasi, maka si adek percaya diri saja serta tidak ada masalah sama sekali ketika harus presentasi baik itu yang direkam maupun yang dilakukan secara langsung di depan layar kelas.

Di quarter pertama yang baru lewat ini, si adek dua kali dapat tugas untuk presentasi.

Yang pertama adalah mempresentasikan poster tentang bagian-bagian tubuh yang sudah dikerjakan sebelumnya sebagai project di mata pelajaran UoI (Unit of Inquiry). Presentasi yang ini dilakukan langsung di depan kelas (err….depan laptop sih tepatnya, berhubung presentasinya di kelas online…wkwkwkwk) dan meskipun sudah diberikan guideline, namun anak-anak tetap diberi kebebasan menyampaikan presentasinya alias gak harus saklek mengikuti guideline. Si adek dapat kesempatan dua kali presentasi. Yang pertama di depan semua teman-temannya pas jam pelajaran UoI dan yang kedua adalah saat sesi small group.

Video di atas itu adalah presentasinya yang pertama di depan kelas, videonya saya ambil (trus cut πŸ˜ƒ) dari hasil rekaman di MS Stream (setiap pertemuan di MS Teams pasti direkam dan otomatis masuk ke MS Stream) . Itu karena hasil rekaman, maka yang ditampilkan hanya video dari kamera presenter dan tiga peserta sehingga keliatannya seperti kebanyakan anak gak nyalain video, aslinya sih dalam setiap kelas semua siswa diwajibkan nyalain kamera videonya.. Mungkin biar hemat ukuran file-nya kali ya, jadi sama Microsoft gak semua video dari kamera masing-masing anak dimasukin dalam rekaman 😁.

Kalo video yang di atas ini adalah presentasinya yang kedua (dengan bahan yang sama yaitu tentang Body Parts Poster) yang dilakukan di sesi small group. Kali ini videonya gak saya ambil dari MS Stream melainkan saya rekam langsung pas dia lagi presentasi di depan laptop.

Dari kedua video itu keliatan kan ya, si adek kalo presentasi secara bebas tuh bisa dibilang sangat lancar dan luwes. Semua yang mau dia bilang mengalir begitu saja meskipun tanpa latihan sebelumnya. Sempat sih beberapa hari sebelum presentasi dia yang pertama saya suruh dia latihan karena saya khawatir nanti dia bingung dengan apa yang mau dia omongkan. Harapannya sih paling tidak untuk satu bagian tubuh yang mau dia presentasikan dia bisa jelaskan fungsinya dalam satu kalimat pendek. Eh gak taunya sekali saya suruh dia latihan ngomong, tanpa perlu diajar-ajarin pun setiap bagian tubuh bisa dia jelaskan panjang lebar, bahkan termasuk bagian yang sebenarnya dia gak begitu tahu fungsinya pun bisa dia jelaskan pakai logika dia πŸ˜…. Contohnya pas di bagian toe, dia sebenarnya gak tahu itu fungsinya apa karena memang di kelasnya belum dijelasin juga sih, tapi dia bisa pakai logika dia untuk bilang kalau fungsi toe itu adalah untuk membantu keseimbangan kaki 😁. Good job, adek! 😘

O ya, itu di bagian-bagian akhir presentasinya, si adek ada membahas soal kebiasaan cuci tangan mamanya yang buat dia sudah sampai di level crazy. Ah adek ini pun πŸ˜…. Tapi yah, memang begitulah pemirsa, saya memang aslinya termasuk yang rajin banget cuci tangan, tapi sejak pandemi ini melanda dunia, kerajinan itu justru menjadi sesuatu hal yang mengkhawatirkan. Sampai sekarang, ‘kegilaan’ saya terhadap cuci tangan ini masih jadi pergumulan kami sekeluarga. I’m better now than I was in a few months before, but I still need to be even better πŸ™‚.

Nah kalau topik presentasi yang pertama itu adalah tentang bagian-bagian tubuh untuk pelajaran UoI, maka topik kedua untuk presentasi di quarter pertama yang baru lewat ini adalah tentang Penciptaan Langit dan Bumi di mata pelajaran Agama. Sama seperti presentasi untuk pelajaran UoI, kali ini juga anak-anak mempresentasikan poster hasil bikinan mereka. Cuma bedanya, kali ini mereka harus presentasi dengan mengikuti guideline yang sudah diberikan oleh gurunya, alias harus menghapal 😁. Trus bedanya lagi, kali ini presentasinya gak langsung melainkan cukup direkam trus dikumpulkan ke gurunya via MS Teams.

Untuk presentasi kali ini, si adek agak-agak kesulitan karena dia harus menghapal kalimat-kalimatnya padahal sebenarnya kelebihan si adek dalam hal presentasi adalah di bagian ngoceh…hihihihi… Tapi puji Tuhan, meski kurang nyaman dengan model presentasi yang harus menghapal seperti ini, si adek tetap bisa melakukan tugasnya dengan baik hingga saya pun gak perlu ulang-ulang ngerekam dia. Once again, good job, adek!

Pemirsa juga bisa lihat kan ya perbandingan gaya presentasi si adek dari video-video di atas? Dia terlihat jauh lebih luwes dan percaya diri ketika diijinkan untuk mengoceh dengan bebas…hehehehe… Yang seperti ini mirip papa dan abangnya nih, kalau presentasi lebih memilih mengalir begitu saja. Beda dengan mamanya yang kalau presentasi lebih suka yang sudah dihapal supaya tak ada satupun yang terlupa dari yang pengen disampaikan πŸ˜….

Yah begitulah.

Yang pasti, sebagai orang tua, saya merasa bangga dan bersyukur melihat perkembangan adek seperti ini. Apalagi kalau ingat dulu saya waktu masih jelas 1 SD belum bisa presentasi selancar dan sepercayadiri itu. Walaupun kalau diingat-ingat lagi, dulu sewaktu kelas 1 SD saya memang gak punya kesempatan presentasi karena di masa itu pelajaran dalam kelas masih seputar membaca dan menulis Ini Ibu Budi 🀣.

Kalau teman-teman bagaimana nih? Lebih memilih presentasi yang bisa bebas ngoceh atau pilih yang sudah dihapal dulu?

2 respons untuk β€˜Si Adek dan Presentasi’

  1. Duh.. bagus bgt sekolahnya concern untuk hal gini kk. Sepengetahuan aku di sekolah Miguel ndak gini bgt, makanya aku inisiatif sendiri minta anaknya setiap hari Jumat itu dia mempresentasikan sebuah “FUN FACT” ama mama papa dan adiknya dari buku atau informasi yang dia dapat dari mana ajah, biar anaknya pede cerita di depan umum atau paling ndak mengasah skill ngomongnya, hihihi..

  2. Bebas ngoceh donk… Improvisasi libas terus kak πŸ˜‚ Btw nama mata pelajaran anak skrg ada2 aja ya kak, aku bantu anak murid belajar English by Native pdhl bukan native πŸ€¦πŸΌβ€β™€οΈ

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s