Si Adek : Seragam, Doa, Klarifikasi

Sudah bulan September lho ini!

Alangkah cepatnya waktu berlalu di tahun ini ya, amazed banget deh. Asli, rasanya waktu di tahun ini berlari lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya dan sepertinya yang merasakan itu gak hanya saya sendiri saja. Kayaknya hampir semua orang merasakan hal yang sama ya. Entah hanya perasaan saja ataukah memang demikianlah kenyataannya, yang pasti bersyukur saja karena meski hampir seluruh waktu di sepanjang tahun ini dihabiskan dengan hanya di rumah saja, tapi waktu demi waktu bisa dilewati tanpa kejenuhan saking cepatnya waktu demi waktu itu berlalu 😁. Ini juga adalah anugerah kan ya yang harus disyukuri 😘.

Dan hari ini, saya mau mengisi waktu siang menjelang sore hari dengan mampir ke blog buat nulis cerita yang sebenarnya sudah terjadi lebih dari seminggu yang lalu. Sesuai judulnya, ini cerita soal si adek yang meski bukan bayi lagi, tapi kelakuannya ya masih saja ngegemesin. Jangankan papa-mamanya, abangnya saja suka gemes sama kelakuan dia yang suka sok dewasa 😁.

Hari Senin, tanggal 24 Agustus minggu yang lalu adalah hari bersejarah karena untuk pertama kalinya si adek pakai seragam SD! Yeayyy!!! Jadi ceritanya, meski sudah sebulan lebih bersekolah di tingkat SD, tapi selama ini si adek masih tetep pakai seragam TK karena seragam SD-nya belum ada, bikin statusnya sebagai anak SD belum terlihat sah benar πŸ˜…. Puji Tuhan, beberapa minggu yang lalu dari sekolah ngasih tau kalau seragam yang dipesan sudah ada dan bisa diambil. Tapi kan kami posisinya lagi di Jakarta ya? Gimana dong ngambilnya?

Nah di sinilah saya benar-benar bersyukur karena anak-anak bersekolah di sekolah yang stafnya pada mau peduli dengan kondisi masing-masing keluarga siswanya, termasuk kami, yang mana salah satu bentuk kepeduliannya adalah dengan begitu tau kondisi kami yang sudah berada di luar kota, maka mereka pun langsung membantu mengirimkan peralatan sekolah anak-anak (buku dan seragam) yang dipesan dari sekolah ke alamat kami di sini. Puji Tuhan. Baik banget ya pemirsa sekolahnya? Mana kirimnya yang ekspress pula, sehari saja langsung tiba 😍. Sekali lagi puji Tuhan, karena bantuan sekolah maka anak-anak pun bisa memakai peralatan sekolah tanpa hambatan dan si adek pun akhirnyaaaa bisa sah jadi anak SD. Yeayyy!!!

Dan begini nih penampakan si adek di hari pertama dia pakai seragam SD.

Yang punya tugas kalo ‘pulang sekolah’ untuk injek-injek papa saat papa lagi WFH 😁

Melihat si adek pakai seragam SD begini, kami bertiga pun sepakat kalau seragamnya itu bikin si adek terlihat lebih seperti anak besar, walau tetep sih kalau sudah ngeliat kelakuannya selalu saja bikin kami merasa kalau dia masih tetap adalah si anak bayi dalam rumah 😁.

Trus, di hari Senin itu juga ada lagi kejadian menarik yang menurut saya sih patut banget didokumentasikan di sini.

Jadi ceritanya setiap hari di sekolah anak-anak, sebelum pelajaran dimulai ada yang namanya sesi devotion pas homeroom time yang mana salah satu kegiatan di sesi itu adalah berdoa secara khusus untuk salah satu siswa. Nah, hari Senin kemarin, pas pula si adek yang dapat giliran untuk didoain, jadi dia pun ditanya oleh gurunya kira-kira mau didoain apa.

Trus tau gak jawaban si adek apa?

Dia minta didoain supaya papa dan mama bisa nemu rumah untuk dibeli di Jakarta yang sudah berbulan-bulan dicari tapi yang belum juga diketemukan…hehehehehe….

Waktu itu saya lagi cuci piring ketika dengar jawaban si adek itu dan hati saya langsung trenyuh, karena saya tahu dia meminta didoakan itu bukan karena dia sudah tidak betah tinggal di apartemen ini. Puji Tuhan hampir tiga bulan tinggal di apartemen ini dan tak sekalipun anak-anak mengeluh bosan. Mereka memang kadang kangen dengan rumah di Palembang, wajar saja, tapi yah pada dasarnya sehari-hari mereka tetap menjadi anak-anak yang bahagia serta selalu sukacita menjalani aktivitas mereka di unit berukuran 32 m2 ini.

Si adek meminta perihal mendapatkan rumah itu didoakan karena dia tahu betapa orangtuanya selama tiga bulan terakhir, sejak kami ke sini, sudah terus berusaha mencari rumah dengan kerinduan untuk memberikan kondisi yang lebih nyaman untuk dia dan abangnya dan baru di hari Minggu kemarinnya lagi-lagi kami melakukan survey rumah dengan hasil yang lagi-lagi masih no. Bukan berarti kami tidak bersyukur untuk keberadaan apartemen ini ya, kami amat sangat bersyukur untuk keberadaan apartemen ini, hanya saja dalam pikiran kami anak-anak tentu akan lebih nyaman bila beraktivitas dalam rumah yang ukurannya lebih besar dibanding apartemen ini, karena itu kami terus usaha mencari, meski sudah berkali-kali juga kecewa. Berdoa dan berusaha, itu saja yang bisa kami lakukan dengan tetap yakin bahwa apapun yang menjadi kehendak Tuhan, itu adalah yang terbaik untuk kami. Puji Tuhan anak-anak mengerti dengan pergumulan orangtua mereka hingga si adek pun tidak ragu meminta gurunya mendoakan untuk itu dan itulah yang bikin saya merasa terharu. Puji Tuhan, terima kasih Tuhan untuk anak-anak yang luar biasa ini dan terima kasih ya dek karena sudah mengajak guru dan teman-temanmu berdoa buat rumah untuk kita (terima kasih juga buat guru dan teman-temannya si adek yang sudah berdoa buat kami 😍), kiranya Tuhan mendengar doa-doa kita. Yang pasti apapun itu, rencana serta kehendak Tuhan pasti adalah yang terbaik. Amin!

Trus…trus…cerita soal si adek di hari Senin minggu yang lalu itu tidak hanya berhenti sampai situ saja. Di hari yang sama, ceritanya dia ada pelajaran Religion dan gurunya memang termasuk strict (in positive way yaaaa) soal penerapan kedisiplinan serta keteraturan dalam kelas. Puji Tuhan sih, so far walau sekolah anak-anak menerapkan distant learning dengan memanfaatkan MS Teams (sekolah mengupayakan penggunaan MS Teams ini juga merupakan salah bentuk kepedulian sekolah akan concern yang dirasakan orangtua bila sekolah hanya memanfaatkan platform yang sebenarnya bukan ditujukan untuk sistem pembelajaran dan apalagi hanya memanfaatkan yang gratisan saja semacam zoom), tapi proses belajar mengajar tetap berjalan lancar, teratur, dan rapi yang mana salah satunya tentu saja karena guru-gurunya, baik homeroom teacher maupun subject teacher, pada strict soal kedisiplinan dalam kelas meskipun anak-anak berada di rumah masing-masing.

Nah, karena gurunya strict maka tentu gurunya mengharapkan supaya anak-anak memberikan perhatian penuh selama pembelajaran berlangsung. Dan si adek juga termasuk anak yang memberikan perhatian dalam pelajaran karena aslinya anaknya memang senang belajar. Saking perhatiannya, maka si adek senang membuat catatan pelajaran meskipun tidak pernah disuruh baik oleh gurunya apalagi oleh kami. Sebenarnya sih bahan pelajaran dan worksheet untuk anak-anak sudah disediakan oleh sekolah setiap minggu via MS Teams jadi bisa tinggal dicetak di rumah dan bahan untuk si adek juga selalu saya cetak kok tiap minggu. Tapi ya memang dasar saking semangatnya dia belajar, dia pun merasa perlu membuat catatan pelajaran dia sendiri di buku tulis yang sudah dia siapkan per mata pelajaran. Jadi di setiap pertemuan, selagi gurunya ngomong, dia juga sibuk mencatat apa yang diomongkan oleh gurunya. Nah, terjadilah pas di pelajaran Religion itu, guru mata pelajaran agamanya (yang mungkin tidak menyangka serta menduga lah ya kalau anak kelas 1 SD ini senang membuat catatan pelajaran sendiri) mengira dia sedang sibuk mengerjakan assignment yang lain hingga dia pun ditegur.

Ini saya foto pas kejadian, itu si adek lagi bikin catatan pelajaran untuk dia sendiri di buku catatannya 😁

Pas kena tegur itu, si adek kaget dan yah gak terima lah ya, tapi kesempatan untuk dia ngomong belum ada (anak-anak kalau mau ngomong harus raise hand via fitur di MS Teams dan harus dipanggil dulu namanya oleh gurunya baru bisa ngomong 😁), jadilah dia berusaha tahan diri. Satu kali dia dapat giliran untuk ngomong, tapi hanya untuk menjawab pertanyaan, jadi lagi-lagi dia tahan diri, ngomong hanya untuk ngasih jawaban saja. Sampai akhirnya ketika kelas hampir berakhir dan dia merasa ada kesempatan untuk dia ngomong, cepat-cepat dia raise hand dan puji Tuhan diijinkan oleh gurunya untuk ngomong, di situlah dia langsung memberikan klarifikasi, “Before, I actually wasn’t doing any assignments, I was writing notes about the lesson today in my notebook,” katanya sambil menunjukkan buku catatannya ke depan layar supaya dilihat oleh gurunya. Mendengar klarifikasinya, gurunya pun langsung bilang terima kasih karena dia sudah mengklarifikasi kejadian yang tadi, bikin si adek pun bisa bernapas lega tanpa rasa geregetan lagi karena dianggap tidak memperhatikan dalam kelas 😁. Good job, adek!Β  Sudah semakin dewasa ya dek, sudah memberikan klarifikasi 😁. Memang klarifikasi yang seperti ini diperlukan ya dek agar tidak ada prasangka di antara kita….hehehehe…..

Puji Tuhan banget memang, meski kelakuannya masih seperti bayi dan mukanya juga masih sangat imut, tapi si adek makin dewasa saja pola pikirnya dan dia juga sangat mandiri lho, terutama soal belajar. Makanya saya termasuk yang santai untuk urusan home-based learning ini, ya soalnya anak-anak udah pada mandiri dan gak perlu didampingi lagi untuk belajar dan mengerjakan tugas, paling untuk si adek saya hanya bantu di foto-fotoin worksheet yang sudah dia kerjakan buat di-upload di assignment di MS Teams dan kalaupun saya suka berada di ruangan yang sama dengan dia ketika lagi online class, itu lebih ke arah karena kepo saja sih dengan gimana dia kalau lagi belajar dalam kelas…hehehe….

Begitulah pemirsa tiga cerita tentang si adek yang tiga-tiganya terjadi di hari yang sama. Puji Tuhan rasanya bisa bikin dokumentasi anak-anak seperti ini, apalagi karena perkembangan si adek tidak saya dokumentasikan di blog ini sedetail waktu abangnya dulu…hehehe… Tapi gak apa ya dek, dokumentasi foto serta video di harddisk mah tetep sama kan dengan abang yang diorganisir per bulan usia hingga sekarang, yang mana bikin mama keingat kalau hari ini adalah tanggal 3 yang berarti si abang pada hari ini genap berusia 139 bulan 😁.

Selamat genap 139 bulan, abang! Terima kasih karena selalu jadi abang yang baik untuk adek. Tuhan Yesus kiranya senantiasa memberkati dan melindungi kalian berdua yaaa…Amin!

Selamat hari Kamis, semua! Tuhan Yesus kiranya senantiasa memberkati dan melindungi kita semua. Amin!

Weekend sudah di depan mata lagi…yeayy!! Puji Tuhan!

Satu respons untuk β€œSi Adek : Seragam, Doa, Klarifikasi”

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s