Christmas 2019: The Christmas Eve

Tanggal 24 Desember, malam hari, kami sekeluarga mengadakan ibadah malam Natal bersama. Puji Tuhan, tahun ini semua bisa komplit berkumpul. Jarang-jarang lho bisa komplit semua kayak gini pas malam Natal, karena beberapa kali kejadian pas Natal gak bisa mudik bersamaan.

Persiapan buat ibadahnya sendiri sudah diatur tugas-tugasnya. Ada yang nyusun tata ibadah sama latihan untuk pengiring musik (si abang ngiringin musik juga bareng sepupu-sepupunya), ada yang nyiapin kue-kue, ada juga yang nyiapin lilin.

Kalo yang lilin…errr…jelas bagian saya…hahahaha… Gak perlu ada yang minta juga udah otomatis ngeluarin gelas-gelas inang dari dalam lemari trus nyari bunga-bunga plastik bekas buat hiasannya 😁. Trus abis itu ditata di meja tamu hingga berbentuk salib.

Sekitar jam 6 sore, kami udah duduk-duduk di ruang tamu, siap untuk ibadah. Sambil nunggu yang lain ngumpul, kami berempat foto-foto dulu 😁.

Gak berapa lama, amang-inang, semua kakak beradik yang jumlahnya ada 6 orang itu beserta pasangan dan anak-anaknya masing-masing pun udah terkumpul di ruang tamu. Ibadah kemudian dimulai.

Dalam ibadah ini semua kebagian peran, mulai dari pembawa acara (amangbao Sitorus),  pemain musik (si abang, kakak Gitta, lae Jose), doa pembukaan (eda mama Dave), panggilan beribadah (eda mama Tesa, eda mama Darrell, eda Oi), votum (amangbao Simanjuntak), liturgi (anak-anak: si abang, kakak Gita, lae Jose, lae Elkan, lae Louis, si adek; serta juga liturgi dari amang dan inang), pembacaan Alkitab (saya), renungan (pak suami), doa syafaat (eda mama Gitta), hingga Doa Bapa Kami dan Doa Berkat (amang).

Foto-fotonya pada kurang bagus ya….hahahaha…. Sayang sih sebenarnya, tapi yah sudahlah, yang penting momennya bisa diingat dan bisa terdokumentasi walaupun dalam bentuk seadanya saja.

Dalam ibadah ini juga ada diselipkan ucapan selamat Natal untuk orangtua yang diwakili dari oleh saya dan suami dari pihak Anak (dalam lingkungan Batak, kata anak itu me-refer ke anak laki-laki sehingga bisa dibilang pihak anak dari amang dan inang itu hanya ada satu yaitu pak suami saja) serta eda mama Gitta dan amangbao Simanjuntak dari pihak Boru.

Kalo udah salam dan pelukan sama inang memang bawaannya jadi pengen nangis. Bukan karena sedih tapi karena terharu melihat perjuangannya dan juga bahagia melihat bagaimana penyertaan Tuhan bisa disaksikan dalam setiap musim kehidupan yang dijalani oleh inang.

Selesai ibadah, kami semua salam-salaman mengucapkan selamat Natal untuk satu sama lainnya.

Puji Tuhan ibadah malam itu berlangsung khidmat dan benar-benar penuh kehangatan. Bersyukur, dalam kondisi orangtua yang sudah lama sakit tapi Tuhan masih memberikan kesempatan kami merasakan kebersamaan secara komplit seperti ini.

Karena itulah, mumpung semua lagi bisa berkumpul seperti ini, momen ini pun kami manfaatkan untuk foto bersama keluarga besar. Supaya hasilnya bagus, kami panggil fotografer datang ke rumah. Sampe sekarang hasil foto-fotonya belum jadi sih, lama yaaa…hahahaha… Semoga saja, walau lama tapi hasilnya nanti bagus. Untuk sementara ini, yang saya tampilin di sini adalah yang hasil jepret pake HP saja 😁.

Selamat Natal dari kami semua yaaaa….. Meski Natal sudah lewat, tapi kiranya kedamaian dan kasih Natal itu terus jadi bagian hidup kita di sepanjang tahun. Amin! 😘

Satu respons untuk “Christmas 2019: The Christmas Eve

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s