Christmas 2019: Ngerti gak ngerti, yang penting nonton bareng πŸ€£

Dirilisnya film Star Wars: The Rise of Skywalker (Star Wars Ep. IX) yang merupakan akhir dari Star Wars saga yang sudah dimulai dari sejak tahun 1977 itu di bulan Desember yang lalu, sepertinya merupakan salah satu highlight penting seantero dunia di akhir tahun kemarin.

Si abang dan si adek gak usah ditanya ya, mereka nungguin film ini keluar udah kayak apa. Maklumlah, mereka kan penggemar Star Wars kelas berat, saking beratnya, sampe mamanya pernah setengah dipaksa nemenin mereka nonton secara maraton semua episode film ini mulai dari original trilogy (ep IV- VI tahun 1977 – 1983), prequel trilogy (ep I-III, tahun 1999 – 2005), sampe ke sequel trilogy (ep VII – VIII (waktu itu kan yang IX belom keluar) tahun 2015 – 2019). Duh, padahal mamanya yang hopeless romantic ini kan cuma jago nonton maraton drama Korea aja, bukan romanceless movies macam Star Wars gini πŸ˜…. Dari jaman baheula udah tau Star Wars tapi gak pernah tertarik nonton. Pokoknya taunya Star Wars = Darth Vader. Apa dan siapa itu Darth Vader juga gak tau 🀣. Ealah, punya anak malah demen banget sama Star Wars, sampe khatam mereka dengan jalan cerita, silsilah, dan karakter-karakternya termasuk segala macam droid-nya πŸ˜…. Kalau bukan gara-gara dipaksa sama mereka untuk nemenin mereka nonton maraton Star Wars itu, maka saya sampai kapanpun gak akan ngerti ini film sebenarnya ceritanya tentang apa…hahahaha… Tapi sejak nonton itu, lumayanlah saya minimal jadi ngerti dengan film yang sangat mendunia ini, walau tetep sih saya gak akan pernah sanggup menjadikan Star Wars sebagai film favorit saya. Ya habis, sudahlah romance-nya hampir nihil, yang sedikit yang ada itu pun semua berakhir tragis. Parah! Not my kind of tea banget deh 😁.

Film ini rilis di Indonesia tanggal 18 Desember 2019, sehari sebelum keberangkatan kami ke Medan. Karena saat itu gak sempat, jadi nontonnya pun ditunda sampai kami berada di Medan. Dua hari setelah acara pernikahan adek ipar saya, barulah kami bisa punya waktu untuk nonton. Supaya seru, kami ajak yang lain juga untuk nonton. Puji Tuhan pada semangat, walau sebenarnya kebanyakan gak ngerti juga sama Star Wars. Salah satu bere (keponakan) saya malah ada yang sempat tanya waktu lihat poster filmnya, “Nantulang, Darth Vader-nya yang mana?” Hahahahaha…. Dirimu sama dengan nantulang dulu, bere, taunya Star Wars itu Darth Vader aja, Darth Vader udah lama tewas dari sejak episode Return of the Jedi pun masih tetep dia yang ditanyain 🀣. Tapi gak apa, ngerti gak ngerti, yang penting mah bisa nonton rame-rame keluarga besar, itu udah cukup jadi penyemangat buat nonton ya bere 😁.

Nonton bareng kami hari itu dipilih di CGV Focal Point. Sebelum nonton, kami makan dulu.

Jarang-jarang lho bisa sebanyak ini pasukan yang hang out bareng 😁

Kelar makan, barulah pada naik ke atas buat nonton. Laahh….ruang sinemanya kosong, cuma terisi sama kami saja ternyata πŸ˜….

Sepanjang film berlangsung, beberapa bere saya sampe ketiduran. Ada yang karena masih terlalu kecil. Ada juga yang karena gak ngerti sama sekali πŸ˜…. Kalo abang dan adek sih terus terjaga ya karena mereka pengen tau banget gimana sih akhir dari saga yang mereka sukai ini. Saya dan suami juga semangat pengen tau gimana ending-nya, secara kan udah terlanjur ngikutin Star Wars juga gara-gara anak-anak, jadi suka gak suka sama filmnya, tetep lah ada rasa penasaran dengan ending-nya.

Sayang, pada akhirnya kami semua kecewa karena ending-nya jauh dari yang diharapkan. Jalan cerita sepanjang film sebenarnya hampir ngebosenin dan hanya ketolong sama visual effect yang jempolan (maklum, film keluaran Disney soalnya). Plot twist-nya gak seru. Dan ending-nya kesannya dipaksain. Pokoknya gak cocoklah menjadi ending dari sebuah saga yang sudah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu. Keliatan bener memang kalo trilogy kali ini bukan lagi berdasarkan ide original dari George Lucas, jadinya ya begini. Ending-nya gak cetar. Pantas aja sepi penonton πŸ˜….

Untunglah nontonnya rame-rame keluarga besar, jadi bagaimanapun tetep hati ini rasanya bahagia. Apalagi ini yang pertama kalinya kami bisa pergi nonton rame-rame dengan jumlah personil sebanyak ini 😁.

Ada yang bergaya Force, ada yang bergaya Peace, ada yang bergaya Love, bahkan ada yang abis gaya. Ya suka-suka lah yaaa πŸ˜†

Begitulah pokoknya pemirsa, intinya kami kecewa dengan ending Star Wars ini, tapi tetep hepi karena bisa bareng-bareng keluarga. Dan yah, pada akhirnya memang sampai pada ending-nya pun film ini gak bisa jadi favorit saya, sebab lagi-lagi kisah cinta yang cuma seminim itu pun harus berakhir tragis πŸ˜….

Syukurlah kita bukan Anakin Skywalker danΒ  Queen Padme Amidala, atau Han Solo dan Princess Leia Organa, apalagi Ben Solo dan Rey. Syukurlah kita hanya Poltak dan Allisa, sehingga tak seperti mereka, kisah kita bisa berakhir bahagia πŸ˜†

 

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s