Christmas 2019: On Our Ways

Libur Natal dan Tahun Baru telah usai, sekarang waktunya mendokumentasikan cerita selama liburan kemarin yang kami habiskan di Medan dan di Jakarta yang mana perjalanan liburan kali ini agak berbeda dari sebelum-sebelumnya karena ini pertama kalinya kami menjalani satu sesi perjalanan secara darat. Seruuu!! 😁😍


Palembang ~ Medan

Tanggal 19 Desember sore kami terbang dari Palembang menuju Medan. Sore, karena memang pilihan penerbangan langsung dari Palembang ke Medan untuk saat ini hanya ada dua, Lion dan Garuda, yang mana jadwalnya hampir berdekatan. Lion di jam 13.20 sementara Garuda di jam 15.45. Kami ambil yang Garuda sehinggaΒ pagi sampai siangnya masih punya waktu yang cukup buat ngurusin masuknya si Supernova ke bengkel yang sejak dari bulan Februari 2018 menggantikan Earl Grey sebagai kendaraan saya sehari-hari, sudah mengalami goresan di sana-sini bikin suami pusing lihatnya πŸ˜…. Harapannya nanti keluar dari bengkel, si Supernova bisa gleaming lagi 😁.

Kelar ngurusin si Supernova (dan masih sempat juga belanja sepatu buat saya, dasar cewek yaaa….waktu lagi kepepet juga masih sempet-sempetnya belanja πŸ˜…) kami pun pulang dan bersiap untuk berangkat.

Sebelum berangkat, si adek berkeras si Baby Spidey harus ikut dengan kami. Baby Spidey ini adalah boneka Spider Man yang didapatnya di hari ulang tahunnya, yang sudah jadi teman sejati dia dari sejak pertama keluar dari bungkusan kado. Katanya dia gak tega ninggalin Baby Spidey sendirian di rumah, nanti Spidey-nya gak bisa tidur kalo sendirian, jadi kudu dibawa. Ya sudah, saya gantungin aja si Baby Spidey di tasnya dia, supaya sekalian dia bisa puas meluk si Spidey sepanjang jalan 😁.

Kami ke bandara dengan mengendarai si Mister Glored. Tiba di bandara, ketemuan sama suaminya Puput karena rencananya selama kami liburan ini si Mister Glored mo dititip dulu di garasi rumahnya Puput 😁

Puji Tuhan penerbangan kami sore itu lancar sekali. Gak ada keterlambatan dan selama di udara juga bisa dibilang sangat smooth.

Selama penerbangan ini, anak-anak baca majalah karena PR Kumon mereka udah selesaikan di rumah waktu papa dan mamanya keluar buat ngurusin si Supernova (yang plus beli sepatu mama itu πŸ˜›). O ya, anak-anak kemana-mana memang sering bawa majalah dan buku sebagai pengisi waktu supaya mereka gak bosen kalau harus nunggu atau sedang dalam perjalanan yang memungkinkan untuk membaca.

Setengah perjalanan, si adek ternyata ngantuk hingga akhirnya ketiduran dan baru terbangun setelah kami landing.

Waktu sudah menunjukkan hampir setengah 6 sore waktu kami keluar dari bandara Kualanamu, dijemput oleh si Jeffry, kami pun melaju ke rumah mertua. Puji Tuhan, perjalanan sesi pertama kami di liburan ini bisa terselesaikan dengan lancar.

Baby Spidey arrived at Medan 😁

Medan ~ Palembang

Tanggal 26 Desember, pagi-pagi sekali sekitar jam 5 kami meninggalkan rumah mertua menuju ke Bandara Kualanamu. Memang dari jauh-jauh hari sudah direncanakan kalau kami hanya akan menghabiskan waktu di Medan sampai Natal saja, karena selanjutnya kami akan pulang ke Palembang sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Karena berangkatnya pagi-pagi sekali, jadi kami memutuskan pagi itu untuk….gak mandi! Hahahahaha…. Mari cukupkan diri dengan cuci muka dan gosok gigi saja πŸ˜…. Beberapa kali kami dari Medan pake penerbangan pagi ya kayak gini, soalnya di rumah mertua gak ada air panas sementara terlalu lama rasanya kalau harus menunggu air dipanaskan di atas kompor. Perjalanan dari rumah sampai bandara juga puji Tuhan lancar jaya meski tidak sepenuhnya lewat tol. Kalau jalanan sepi dari kota Medan sama Kualanamu, memang antara pakai tol dan tidak pakai tol akan memiliki waktu tempuh yang sama saja.

Sampai bandara, check in, lalu kami singgah di salah satu lounge buat sarapan.

Si Baby Spidey yang gak pernah ketinggalan
After breakfast. Semoga muka-mukanya gak terlalu yang kelihatan belum mandi yak πŸ˜…

Di perjalanan kali ini, anak-anak ngerjain PR Kumon berhubung tadi dari rumah belum sempat… Ya iyalah, berangkatnya pagi banget πŸ˜†.

Selagi anak-anak ngerjain PR, papa-mamanya foto-foto, ngobrol, trus…ketiduran! πŸ˜†.

Keliatan kan, mukanya muka ngantuk πŸ˜„

Tiba di Palembang sekitar jam 9 pagi, puji Tuhan lagi-lagi penerbangan sangat smooth, cuaca cerah sekali pagi itu padahal malam sebelumnya baru dapat laporan dari si sus kalau selama kami pergi, Palembang terus didera oleh hujan lebat.

Dari bandara kami naik taksi lalu singgah ke rumah teman yang kami mintai tolong untuk ngurusin urusan si Supernova di bengkel. Seneng banget rasanya melihat si Supernova yang tak lagi memiliki goresan sedikitpun di body-nya.  Mulus deh dia sekarang, siap buat dibawa ke Jakarta 😍.

Arrived at Palembang

Palembang ~ Lampung ~ Jakarta

Tanggal 26 pagi itu, begitu tiba di rumah bersama si Supernova, kami bukannya langsung beristirahat, melainkan langsung bersiap untuk perjalanan darat menuju ke Jakarta sambil menyinggahkan si suster yang juga pengen mudik tahun baruan di kampungnya di Sidorahayu, Lampung Tengah. Denger-denger sih perjalanan Palembang – Lampung sekarang sudah sangat cepat dan nyaman dengan adanya tol. Tapi seberapa nyamannya ya belum tau, makanya kali ini kami pengen nyobain.

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 12 siang, singgah makan siang dulu di Kopi Kong Djie di Demang. Kelar makan sekitar jam 1 siang, kami melaju lagi namun sebelumnya singgah di Indomaret dulu buat beli perbekalan minuman, permen, dan snack buat di perjalanan. Kelar belanja di Indomaret, begitu masuk mobil, suami tiba-tiba ngerasa perutnya berat, kami pun putar balik lagi ke rumah. Akhirnya udah jam 2 siang, barulah kami benar-benar berangkat menuju Lampung πŸ˜†.

Anak-anak yang manis sekali sepanjang perjalanan

Dan ternyata memang bener yaaa…. Keberadaan tol dari kota Palembang sampai Lampung ini membuat perjalanan yang tadinya sangat lama menjadi sangat singkat. Apalagi saat itu kami termasuk beruntung karena tol Palembang – Kayu Agung sedang dibuka untuk umum selama libur Natal dan Tahun Baru, sehingga membuat perjalanan bertambah singkat. Saking singkatnya, sebelum jam 5 sore kami udah tiba di pintu keluar tol yang mengarah ke kampung si suster. Cepet banget kaaann… 3 jam saja, lho! 😍.

Yang jadi masalah justru adalah begitu keluar dari pintu tol sampai ke kampungnya si suster. Jaraknya lumayan jauh, kondisi jalan tidak mulus, dan ditambah dengan kekhawatiran dari sisi keamanan. Hal terakhir ini yang kemudian bikin suami minta tolong sama teman sesama PLN di wilayah itu, yang mana mereka langsung dengan senang hati membantu. Kami pun dikawal pergi dan pulang dari kampung si suster 😁.

Puji Tuhan…bersyukur ya bisa ada yang bantu, walau karena jarak kampung si suster yang terlalu jauh dari jalur tol menuju Bakauheni, kami akhirnya tiba di pelabuhan ketika hari sudah menunjukkan pukul 9 malam dan kapal eksekutif yang akan berangkat sebentar lagi sudah dalam kondisi penuh. Kalau mau berangkat pada malam itu juga, maka kami harus menunggu kapal berikutnya yang berangkat di jam 23.30.

Sedihnya, karena malam itu anak-anak belum makan sementara dari pintu masuk ke terminal eksekutif kami tidak bisa dapat informasi yang jelas apakah di dalam terminal masih ada kafe atau restoran yang buka. Asli lho, semua petugas yang kami tanya gak bisa ngasih jawaban yang pasti. Kenapa gak coba masuk aja dulu? Karena untuk masuk harus sudah bayar tiket penyeberangannya dan sekali masuk tidak boleh keluar lagi πŸ˜₯. Agak kecewa sih sebenarnya dengan pelayanan di terminal ini. Akhirnya kami memutuskan untuk balik arah saja dulu, cari makan di luar. Tapi untuk balik arah juga ternyata gak mudaaah….karena sumpah, jalur balik resminya gak ada, lho!Β  Kami harus nyempil-nyempil di antara arus kendaraan yang hendak masuk. Walau memang dibantu petugas, tapi sepertinya sebaiknya disediakan juga lah ya jalur untuk balik kalau-kalau calon penumpang ada hal yang mengharuskan untuk tidak jadi berangkat πŸ˜….

Di luar terminal, kami muter-muter daerah sekitar pelabuhan yang sudah sangat sepi. Ada beberapa rumah makan terlihat, namun kami ragu untuk singgah. Sempat terpikir untuk menginap saja di Bakauheni ini dan akan menyeberang besok pagi. Tapi ternyata di daerah Bakauheni ini tidak ada hotel. Trus sempat terpikir lagi untuk ke Bandar Lampung saja dan menginap di situ. Tapi ternyata ke Bandar Lampung pun akan memakan waktu lebih dari 1 jam perjalanan. Duh! Kami sudah capek dan lapar. Akhirnya memutuskan singgah Indomaret untuk beli roti! Gak apalah, sesekali makan malamnya roti saja! πŸ˜†.

Dari Indomaret kami kembali menuju pelabuhan, kali ini langsung masuk, bayar tarif Rp 579.000. Kami pun diarahkan ke pelataran parkir yang langsung membentuk antrian untuk naik ke dalam kapal. Selagi di pelataran parkir itu, suami berpikir untuk mencoba keberuntungan mencari makan di gedung terminal. Puji Tuhan memang bisa dapat makanan, walau seadanya, hanya nasi dan rendang, tapi seenggaknya perut bisa terisi dengan makanan yang lebih ‘nendang’ daripada hanya roti πŸ˜„.

Gak berapa lama setelah kami selesai makan (makannya di dalam mobil saja), kendaraan pun mulai bergerak untuk naik ke dalam kapal. Kami pun sangat antusias karena akhirnyaaaa….setelah sekian jam dari Palembang, sekarang tiba juga saatnya kami untuk merasakan naik kapal feri menyeberangi lautan dari Bakauheni menuju Merak 😍. O ya, buat anak-anak, ini pengalaman pertama mereka naik kapal feri penyeberangan gini ya. Sebenarnya abang dulu pernah ngerasain waktu nyebrang dari Parapat ke Tomok, tapi waktu itu dia masih 7 bulan, belom ngerti! πŸ˜†

Saking antusiasnya, proses mulai dari pelataran parkir sampai naik lalu parkir di dalam kapal itu saya videoin πŸ˜„.

Tapi antusiasmenya ya sudah, berhenti sampai di situ saja.

Kenapa?

Karena ternyata pengaturan dan isi kapalnya tidak seperti bayangan yang kami dapatkan dari cerita orang-orang πŸ˜†. Tak perlu saya ceritakan panjang-panjang ya, intinya pokoknya kami tidak mendapatkan kenyamanan selama berada dalam kapal feri itu. Satu-satunya yang melegakan ya karena jarak tempuh yang sangat singkat, yang hanya kurang lebih 1,5 jam itu. Tapi yah, tak apalah, meski tidak senyaman yang kami bayangkan, tapi setidaknya bisa tiba dengan selamat di Pelabuhan Merak itu sudah merupakan hal yang luar biasa besar kami syukuri 😊.

Tiba di Merak sudah hampir dini hari dan kami masih harus melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju Jakarta Selatan. Panjang yak perjalanannya. Alhasil, jam setengah 4 dini hari barulah kami tiba di pintu apartemen.

Melelahkan sekali memang, terutama buat suami yang nyetir. Tapi sekali lagi, apapun itu kami sangat bersyukur bisa tiba dengan selamat di apartemen. Yang mana karena udah terlanjur tibanya pagi, kami pun memutuskan untuk beberes saja dulu trus dilanjut dengan sarapan pagi-pagi bener (sekitar jam 6 pagi, untung HokBen dan go food tersedia 24 jam yak πŸ˜„). Selesai sarapan, pada mandi, trus baru deh tidur puas sampe siang, membalaskan istirahat yang sangat kurang di hari sebelumnya 😁.

Jakarta ~ Palembang

Perjalanan liburan yang terakhir yang kami tempuh di hari Jumat tanggal 3 Januari lalu. Kali ini perjalanannya kembali menggunakan udara karena memang si Supernova dipakai ke Jakarta untuk ditinggalkan di situ. Penerbangan kembali ke Palembang kami pilih di penerbangan terakhir yaitu sekitar jam 21.30 dari Jakarta karena suami masih harus kerja sampai sore.

O ya, si adek lega banget waktu tau kalau kami akan pulang ke Palembang dengan pesawat bukannya dengan mobil. Rupanya perjalanan kemarin dari Palembang sampai Jakarta via darat itu cukup membekas rasa lelahnya ke si adek, sampe dia gak pengen ngulang lagi. Hahahaha…si adek! Apa kabarnya kalo nanti kita mo nyoba via darat dari Palembang ke Medan dek??? πŸ˜…

Perjalanan dari apartemen sampai ke bandara puji Tuhan lancar. Cuaca hari itu cukup bersahabat, ada hujan tapi hanya rintik-rintik saja sehingga jangankan banjir, genangan air saja pun tidak kami temui sepanjang jalan.

Sampe di bandara, selesai check in kami sempat makan malam dulu, trus gak berapa lama selesai makan sudah ada panggilan boarding untuk penerbangan kami dengan Citilink malam itu.

Di perjalanan kali ini, anak-anak lagi-lagi bikin PR Kumon. Bukan karena hari itu mereka belum ngerjain PR, tapi karena daripada mereka bengong di pesawat mending PR buat besokannya mereka kerjain aja hari ini, sekalian supaya besoknya bisa main seharian dengan papanya di Palembang tanpa perlu ngerjain PR lagi πŸ˜„. Isshh…rajin-rajin bener siiihh anak-anak mama. Puji Tuhan 😍.

Sekitar jam setengah 11 malam pesawat kami mendarat dengan sempurna di bandara Palembang. Puji Tuhan banget, lagi-lagi penerbangan kami lancar dan bahkan selama di udara hampir tak ada guncangan sedikit pun 😍.

Begitu tiba di bandara, kami langsung disambut oleh Puput bersama suaminya berhubung kami titip si Mister Glored ke mereka dan karena saking baiknya, katanya supaya kami gak repot, mereka aja yang bawain Mister Glored ke bandara supaya bisa langsung kami pake untuk pulang ke rumah. Asik bener deh memang kalo berteman seperti ini ya, selalu siap sedia membantu kapan saja dibutuhkan 😍. Thank you, sistah! 😘

Bersyukur sekali rasanya akhirnya perjalanan liburan kami bisa berakhir dengan menyenangkan dan selamat tiba di rumah. Badan lelah, namun hati bahagia penuh rasa syukur.

Dan pagi tadi, kembali saya ke bandara untuk mengantar suami yang berangkat menuju tempat tugasnya di Jakarta. Dengan dia kembali ke tempat tugasnya, menandakan bahwa liburan kami memang telah benar-benar berakhir.

Sedih?

Jelas.

Tapi yakin dan percaya, Tuhan sudah atur semua waktu dan kesempatan untuk kami bertemu lagi 😘.

Selamat tahun baru untuk semua pemirsa yaaaa…. Kasih karunia surgawi kiranya menyertai kita di sepanjang 2020 dan sepanjang tahun-tahun selanjutnya. Amin!

2 respons untuk β€˜Christmas 2019: On Our Ways’

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s