Christmas 2019: Joy Story

Hai…haiii…

😁😁😁😁😁

Menjelang akhir tahun, masih pada ngantor ato pada lagi liburan nih?

Kalo kami setengah-setengah. Suami masih ngantor, sementara saya dan anak-anak liburan…. Di tempat suami bertugas πŸ˜…. Sayangnya, meski saya dan anak-anak statusnya liburan, tapi karena saya gak ngerti dan gak berani jalan-jalan sendirian di Jakarta, maka di hari kerja begini dan suami harus berada di kantor, saya dan anak-anak ya terpaksa mendekam doang dalam apartemen πŸ˜…. Untunglah apartemen yang baru kami beli ini (karena belum mampu langsung beli rumah di Jakarta, maka berpuas diri dulu lah ya dengan apartemen πŸ˜„) masih butuh didekorasi supaya terkesan homey, jadi ketika lagi diam aja seharian di dalam apartemen yang mungil ini, saya bisa menyibukkan diri dengan mendekor dan megorganisir isi apartemen ini. Yah, walo sebenarnya gak banyak sih yang bisa dikerjain berhubung ukurannya yang kecil dan barang-barang juga gak banyak mengingat sebenarnya yang tinggal di sini cuma pak suami aja, tapi lumayanlah buat mengisi waktu biar gak bosen dan puji Tuhan, walo belum selesai semua karena masih ada beberapa printilan yang belum datang, tapi so far hasil kerja saya sudah cukup sukses bikin apartemen ini jadi nyaman buat pak suami (bahkan buat saya dan anak-anak juga!). Yang tadinya plain sekarang terlihat lebih indah (tapi tetep dengan kesan maskulin, karena saya tau diri yang tinggal di sini tuh pak suami, bukan saya πŸ˜†), yang tadinya gak beraturan letaknya sekarang rapi dan sampe barang-barang terkecil pun sukses teroganisir. Bahagianya ketika dia sampe berulang kali bilang, “Kalo gini jadi kerasa tiap pulang kerja aku seperti pulang ke rumah.” 😍.

Puji Tuhan….

Nanti kapan-kapan, pengen juga cerita soal dekorasi hubby’s little nest ini. Kalo little glimpses-nya udah ada sih di IG story. Semoga aja ke depannya ada waktu buat cerita soal ini.

Anyway, Natal udah lewat ya. Gak kerasa memang, cepet datangnya, cepet juga berlalunya πŸ˜…. Natal kemarin kami habiskan di Medan yang mana sekalian juga karena adek ipar yang paling bungsu menikah beberapa hari sebelum Natal. Dan sekarang sudah tiba saatnya untuk menyambut tahun yang baru, yang mana tahun baru kali ini akan kami habiskan di sini, di Jakarta.

Tapi, meski Natal sudah lewat, untuk cerita kali ini masih tetep sih seputar Natal, mengingat sudah banyak cerita seputar Natal yang mengantri buat didokumentasikan di sini. Kali ini yang mau didokumentasikan adalah tentang perayaan Natal Sekolah Minggu yang diikuti oleh anak-anak yang bertema Joy Story 😘.

Istimewanya, di perayaan Natal kali ini si abang ikut terlibat, tepatnya dalam drama yang judulnya sesuai dengan tema: Joy Story.

Menunggu ibadah dimulai
Para laoshi pake baju bertema Toy Story 😁

Drama ini bercerita tentang seorang anak bernama Joy yang satu kali ketika bertemu dengan teman-temannya, merasa minder karena merasa tidak punya kelebihan seperti teman-temannya yang mana yang satu barusan menang lomba dapat juara 1,Β  yang satu baru habis jalan-jalan ke Paris, sementara yang satunya lagi pinter main piano. Joy minder karena dia sendiri tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan. Jangankan prestasi, di rumah dan di sekolah aja dia sering diomelin sama orangtua dan gurunya.

Setelah pertemuan dengan teman-temannya itu, Joy pun pulang dengan hati yang sedih. Saking sedihnya dia bahkan gak mau ikut ajakan temannya untuk menghadiri ibadah perayaan Natal Sekolah Minggu. Untunglah mamanya berkeras dia harus datang ke ibadah itu, hingga akhirnya Joy mengalah, meski dengan berat hati dia pun melangkah. Untung, karena justru lewat ibadah itulah Joy akhirnya mengerti bahwa bagaimanapun keadaan dirinya, dia tetaplah berharga di mata Tuhan. Saking berharganya, Tuhan sampai lahir ke dalam dunia, bahkan rela mati disalib demi menebus dosanya, dan kemudian bangkit serta naik ke surga untuk menyiapkan tempat bagi Joy. Punya banyak kelebihan atau tidak di mata dunia, semua anak tetaplah berharga di mata Tuhan. Setelah mendengar khotbah itu, Joy yang tadinya bersedih akhirnya bisa ceria dan bersemangat lagi.

Peran si abang dalam drama itu?

Bukan jadi Joy, melainkan jadi temennya si Joy, yang bernama Raja yang barusan menang lomba dapat juara 1 😁. Ceritanya sih jadi anak pinter tapi sombong….wkwkwkwkwkwk….. Kalo penasaran sama ibadah dan dramanya, boleh ditonton video berupa cuplikan-cuplikan di bawah ini.

O ya, di drama itu kan ceritanya salah satu anak talentanya adalah main piano, trus dalam drama itu ditunjukkan si anak pamer kemampuan dengan mainin Avengers Theme Song di Instagramnya. Dan tau gak sih, begitu lihat video itu, saya langsung tau kalo yang main itu sebenarnya adalah si abang, dan bukan temannya. Suara saya di background video itu yang bilang ke pak suami bahwa yang main itu adalah si abang adalah buktinya ya….wkwkwkwkwk…. Maklum, anak sendiri, jadi otomatis kenal sama jari jemari dan gaya bermain piano anak sendiri 😁. Di jalan pulang, terkonfirmasilah keyakinan saya itu lewat pengakuan si abang sendiri yang bilang kalo yang main piano itu memang dia 😁.

Puji Tuhan, bersyukur banget si abang bisa terlibat dalam ibadah kali ini. Perlahan namun pasti memang si abang semakin sering terlibat dalam pelayanan di gereja, semoga seiring aktivitas pelayanannya bertambah, iman dia juga semakin bertumbuh. Hari itu kami sendiri sebenarnya sudah ibadah di ibadah pagi, namun tetep datang lagi ke gereja buat ikut menghadiri ibadah sekolah minggu ini, salah satunya tentu buat ngasih dukungan ke si abang selain si adek juga lebih hepi kalo tau papa dan mamanya ikut melihat bagaimana dia selama ibadah ini 😁. Meski gak bisa duduk bareng anak-anak dan kudu berada di barisan para orangtua lainnya, tapi kami juga ikut menikmati ibadah ini. Bahagia banget juga melihat bagaimana kedua anak kami begitu bersemangat (tapi tetep jadi anak manis dong ya) selama ibadah berlangsung 😍.

Abang ternyata dapat door prize 😁

Berhubung si abang terlibat dalam acara ibadah ini, maka ketika ibadah sudah selesai, kami masih harus menunggu si abang yang ikut dalam doa syukur bersama para guru sekolah minggu serta pelayan gereja yang terlibat dalam ibadah ini.

Selesai doa syukur, masih ada lagi acara pembagian kenang-kenangan serta tentu foto-foto bersama 😁.

Puji Tuhan, sebagai orangtua kami tentu sangat bersyukur bila anak bisa bertumbuh dalam dunia pelayanan seperti ini. Apalagi kami tau kalau lingkungan pelayanan di gereja ini adalah yang memang bisa menolong anak mengalami pertumbuhan iman secara baik. Semoga si abang bisa terus aktif melayani dan semoga si adek juga Tuhan berkenan untuk dipakai dalam pelayanan. Bertumbuhlah terus iman kalian, anak-anak mama, yaaa… Dan biarlah iman kalian itu terus menghasilkan buah agar kalian menjadi berkat, garam, dan terang dimanapun serta bagi siapapun. Amiiinnn…..

Selesai sesi foto-foto, kami pun pulang dengan hati penuh bahagia dan ucapan syukur. Sepanjang jalan kami bercerita tentang ibadah yang baru sama-sama kami ikuti itu, sambil dengan santai menikmati paket bento dari Yoshinoya yang dibagikan bagi setiap anak sekolah minggu yang hadir dalam ibadah 😁.

Selamat Natal!

😘😘😘😘

6 respons untuk β€˜Christmas 2019: Joy Story’

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s