Christmas 2019: The Tree, The Lunch, The Pictures

Gak kerasa banget hari ini sudah tanggal 17 Desember, hari terakhir sekolah buat anak-anak, dan dalam waktu dua hari lagi kami sudah akan mudik. Wow!! Rasanya belum lama berselang sejak kami menghabiskan Natal dan Malam Tahun Baru di kota Sibolga (yang tak terdokumentasikan di sini) lalu dilanjut dengan liburan tahun baru selama seminggu di Manado (yang juga turut tidak terdokumentasikan di sini) dan sekarang lagi-lagi NatalΒ  dan akhir tahun sudah di depan mata. Waktu selalu berjalan sangat cepat, apalagi kalo kesibukan lagi banyak-banyaknya, makin deh tuh, hari demi hari berlalu tanpa disadari lagi.

O ya, ngomongin tahun lalu, memang bila diingat-ingat Natal serta Tahun Baru saat itu jauh berbeda daripada tahun-tahun yang lain. Kenapa beda? Karena saat itu bahkan pasang Pohon Natal aja kami gak sempat! Parah banget, memang!! Jadi boro-boro mo ada sesi foto keluarga di Pohon Natal, masang pohonnya aja gak sama sekali tuh πŸ˜…. Saya sih lupa apa penyebab utamanya sampe kami, tahun kemarin itu, membiarkan rumah kami bener-bener tanpa dekorasi Natal sedikitpun, tapi kayaknya sih karena memang spiritnya agak-agak berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berkurangnya karena apa? Salah satunya karena suami yang saat itu bertugas terlalu jauh di Sibolga πŸ™‚. Gak perlu saya gali lebih dalam kenapa penempatan tugas dia di Sibolga itu terasa berat untuk kami ya, yang pasti ya begitulah pokoknya. Dan hal itu masih ditambah lagi dengan kondisi rumah yang saat itu belum lama selesai mengalami renovasi di bagian taman belakang dan begitu kami balik dari liburan tahun baru kami sudah merencanakan untuk memulai renovasi di taman depan.Β  Tau sendiri lah kan, kalo sudah ngomongin renovasi rumah yang lagi ditinggali tuh repotnya bukan main. Meski hanya renovasi taman aja, tapi tetep lho, repot beres-beresinnya, apalagi saat itu saya bener-bener gak punya ART di rumah πŸ˜…. Saya butuh banyak energi untuk bersih-bersih rumah selama dan setelah proses renovasi yang dua kali berturut-turut itu sehingga tidak terpikir lagi untuk menggunakan lebih banyak energi di urusan Pohon Natal 😁. Sedih sih sebenarnya, karena meski makna inti Natal bukanlah di persoalan Pohon Natal dan dekorasi, namun tetep aja kehadiran suasana Natal yang hanya sekali setahun di dalam rumah itu tak bisa dipungkiri adalah sesuatu yang kelak akan jadi kenangan indah.

Tahun ini, puji Tuhan kondisinya sudah sangat jauh berbeda.

Di rumah gak ada renovasi sama sekali. Saya sudah punya ART. Daaann….suami sudah bertugas sangat dekat dengan kami. Puji Tuhan. Karena itu, meski tahun ini kami lagi-lagi tidak merayakan Natal dan Tahun Baru di Palembang, namun saya tetap mendekorasi rumah dengan suasana Natal yang mana hasil dekorasi tahun ini benar-benar memuaskan hati kami semua. Si abang sampe bilang, “Wooww, ma! I like what you did to our home!

Saking sukanya, sampe-sampe dia taro salah satu foto dekorasi rumah di status WA dia 😁. Ah abang, ada-ada aja 😁.

Anyway, soal dekorasi rumah itulah salah satu yang pengen saya ceritain di sini. Ada banyak cerita keluarga kami sebenarnya yang pengen saya dokumentasiin di sini, tapi mengingat waktu yang sudah sangat terbatas (mudik udah di depan mata banget, iniiihh!! πŸ˜…), maka mari kita lihat dalam dua hari ini seberapa banyak cerita yang bisa saya tuangkan di sini πŸ˜….

The Christmas Tree and The Home Decoration

Seperti yang sudah saya bilang di atas, tahun ini bersyukur banget tidak seperti tahun sebelumnya di mana kami tidak sempat memasang Pohon Natal. Tahun ini puji Tuhan since the beginning of December we have already started putting up our Christmas tree and the decorations at home. Istimewanya tahun ini adalah karena untuk pertama kalinya sejak pindah ke rumah ini, kami memasang Pohon Natal di….. halaman belakang!Β  Sekarang sudah memungkinkan dong ya, secara taman belakang kami kan sudah gak berupa open backyard lagi, yay!!! Memang dari awal kelar renovasi, saya sudah berencana sih kalo tar pas Christmas season ingin pasang Pohon Natal-nya di sini saja, karena letaknya lebih strategis dan areanya juga lebih luas (untuk foto-foto bisa lebih nyaman ini…hihihihi). Selain itu, dengan diletakkan di halaman belakang, maka ruang dalam tidak perlu menjadi lebih sempit dengan kehadiran Pohon Natal ini.

Pohon Natal ini kami pasang hari Sabtu malam, tanggal 30 November. Pas banget kan karena besoknya sudah tanggal 1 Desember 😍. Puji Tuhan, malam itu kami bekerja lumayan lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya, mungkin karena area kerjanya lebih lapang jadi lebih leluasa bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari tiga jam, Pohon Natal sudah berdiri, sudah selesai dihias, dan bahkan dekorasi-dekorasi untuk bagian rumah yang lain juga sudah terpasang. Walau belum semuanya selesai, karena saya masih nambah-nambahin dekorasi lagi, tapi seenggaknya pada malam itu juga suasana Natal sudah kental banget di rumah kami. Puji Tuhan. Bahagia banget rasanya bisa bikin anak-anak bahagia dengan memasang Pohon Natal dan ngedekor rumah bareng-bareng kayak gini. Sekali lagi, Natal memang intinya bukan pada dekorasi ya, tapi tak dapat dipungkiri bahwa mendekorasi rumah bersama-sama menjelang Natal begini akan menjadi sebuah memori indah tentang kehangatan keluarga yang akan dikenang sampai kapanpun, baik oleh orangtua maupun oleh anak-anak. Sama saja kayak saya sekarang, sampe sudah punya anak pun, saya gak akan lupa rasa hangat yang saya rasakan ketika bersama-sama orangtua serta kakak-adik saya memasang Pohon Natal. Menciptakan memori keluarga bersama-sama itu penting kan untuk menjaga keutuhan dan kehangatan keluarga, apalagi jika memorinya dibuat di tengah suasana Natal yang intinya adalah cinta sejati dari Tuhan untuk manusia maka pasti kenangan itu akan memiliki dampak yang sangat baik bagi  sebuah keluarga 😘.

Di atas itu adalah Pohon Natal yang sejak malam tanggal 30 November itu sudah terpasang. Dua Pohon Natal kecil di kedua sisinya itu saya tambahkan kemudian karena setelah lihat-lihat kok kayaknya bakal lebih bagus kalo Pohon Natal ini ada temennya. Puji Tuhan, pas lagi jalan-jalan lihat tanaman sehabis nemenin si adek field trip, di tempat jualan tanaman langganan saya lagi tersedia pohon Cemara Lilin yang ukurannya masih mini dan cocok ditanam di dalam pot. Langsunglah ambil dua dan saya minta ditanamkan di dalam pot keramik yang juga dijual di situ. Selesai, angkut deh ke rumah. Begitu diletakkan di kedua sisi Pohon Natal, ternyata benar dugaan saya kalo keberadaan kedua pohon ini membuat si Pohon Natal jadi tambah menarik.

O ya, Pohon Natal-nya masih sama seperti tahun-tahun kemarin, adalah pohon yang sudah kami pakai sejak tahun 2010. Udah tua banget umurnya ya, sudah 9 tahun! Wowww!!! Puji Tuhan masih bagus-bagus saja pohonnya tanpa ada satu pun bagian yang rusak. Ornamen-ornamen yang saya pakai juga kebanyakan yang usianya sudah bertahun-tahun. Gak apa sih, makin tua usia ornamennya, makin berharga nilai kenangannya…hehehehe….

Untuk tema warnanya sendiri masih tetap warna-warni Natal, meski untuk pohonnya didominasi oleh warna ungu 😁. Kalo diperhatiin, maka bisa dilihat kalo pohonnya terbagi empat segmen. Bagian atas semua ornamen silver, bagian tengah terbagi dua yaitu merah dan emas, sementara bagian bawah (yang paling gede space-nya, yes πŸ˜›) semua ornamen magenta. Hasil kerajinan tangan anak-anak ketika acara Natal di sekolah juga kami jadikan ornamen di pohon ini.

Untuk lampunya kali ini kami pilih yang warnanya kuning emas supaya pohonnya terlihat membara terutama saat semua lampu rumah dimatikan 😍.

Capung dan Kupu-Kupu penutup lampu ini usianya juga sudah tua dan sekarang saya benar-benar bersyukur karena dulu membeli ornamen ini, sekarang nyari yang kayak gini lagi udah gak pernah nemu lho
Here’s how it looks like in the daylight when the light from the lamp is not too dominant

Keren yak lampunya? Seperti biasa, kami selalu pake 4 string lampu untuk Pohon Natal (kalau pake yang ungu juga kami pakai 4 string). Satu untuk dilingkarkan di bagian batang dalam, sementara tiga lainnya untuk bagian luar pohon. Dengan cara ini, maka sinar lampunya gak hanya berada di luar pohon saja, tapi juga memancar dari dalam 😍.

O ya, di bagian bawah pohon itu terlihat seperti ada meja kan ya. Sebenarnya sih itu bukan meja, melainkan kotak penyimpanan asesoris Natal. Ada dua container box yang kami letakkan berdampingan di situ lalu kami tutup dengan kain ungu supaya gak kelihatan bentuk kotak aslinya…hehehe… Dengan dipasang di atas kotak begini, maka bisa menambah tinggi Pohon Natal kami yang aslinya tidak begitu tinggi itu 😁. Di bagian bawah pohon juga masih kami tambahkan dengan kotak kado boong-boongan, ornamen rusa, serta digital gramophone yang setiap malam kami pakai buat memutar Christmas Instrumental Jazz yang bener-bener menambah suasana Natal nan romantis di rumah.

Satu hal yang pasti, keputusan memasang Pohon Natal di taman belakang ini adalah memang sangat tepat. Karena gak hanya tidak membuat sempit ruang dalam, tapi taman belakang ini juga jadi berkali-kali lipat lebih menarik dengan kehadiran Pohon Natal ini.

Seperti yang terlihat di atas, selain jadi tempat untuk Pohon Natal, di taman belakang ini juga saya beri beberapa asesoris Natal supaya lebih berkesan Chrismassy 😁.

Di pagi hari, taman belakang kami bila dilihat dari ruang dalam jadinya seperti ini.

Tambah cantik deh…hehehe… Saya sukaaa banget liatnya 😍.

Trus supaya kesan Natal makin terasa di rumah, maka bagian rumah lainnya juga kami dandanin dengan ornamen Natal.

Coba tebak, ada berapa ornamen terpisah sebenarnya yang tergantung di pintu ini?
Little lights at the stairs 😍
Cover kotak tissue ini juga udah ada dari sejak sekian tahun yang lalu 😁
Siapa bilang ungu dan merah itu tidak cocok berdampingan, ya kan? People tend to forget that Purple is made of Red and Blue, therefore Red is the mother of Purple so even though when they are combined, Red will always be the dominant one (like all mothers do πŸ˜›) but it doesn’t mean that they will make a bad combination. On the contrary, their combination will give a sense of strength that will catch anyone’s eyes. If the sense is too strong for your liking, then add some Magenta, which is the cousin of Purple, to give a little softness in it 😘

Di dekorasi kayak gini bikin rumah tambah cakep deh 😁.

Puji Tuhan, bersyukur banget tahun ini bisa ngedekor rumah lagi kayak gini yang mana hasilnya bikin hati kami semua puas karena suasana Natal yang jadi terasa banget di rumah. Kami sering lho, malam-malam duduk santai di taman belakang menikmati indahnya Pohon Natal diiringi lagu-lagu jazz Natal yang romantis sambil yang orangtua minum kopi sementara anak-anak minum coklat hangat, dan itu bener-bener bikin ada perasaan contented di hati kami. Tak hanya kami saja, beberapa orang yang datang ke rumah juga ikut senang demi ngeliat betapa Christmassy-nya rumah kami 😁.

Ngomongin soal tamu yang datang ke rumah, ini berkaitan juga dengan topik kedua yang mo saya ceritain di sini, yaitu makan siang yang saya adakan di rumah bareng beberapa teman.

The Lunch

Makan siang ini saya adakan karena pertimbangan tahun ini kami tidak Natalan di Palembang dan dengan demikian gak mungkin bikin open house di sini. Berhubung saya juga udah lumayan lama gak ngumpul bareng teman-teman yang dulunya sekantor, maka tentu gak ada salahnya kalau saya undang sebagian dari mereka untuk makan siang di rumah. Ngundang orangnya gak banyak-banyak sih, berhubung saya masak sendiri dan itupun dilakukan di sela-sela nganter jemput anak-anak. Kalo orang yang diundang terlalu banyak, kuatirnya saya gak kuat masaknya πŸ˜…. Kumpul-kumpulnya dibikin di hari Rabu tanggal 11 yang lalu. Puji Tuhan, semua teman yang saya undang pada bisa datang 😍. Makan siangnya rencananya jam 12 dan sebelum itu, mejanya sudah siap.

Kalo semuanya pake bangku kecil, maka meja makan kami ini bisa memuat sampai 10 orang

Selain nyiapin makanan, saya juga ada nyiapin dessert berupa Klappertaart dan Chocolate Brownies, yang mana dessert-nya masih ditambah lagi sama salah satu temen yang datang membawa Cream Cheese Bread 😍.

Berlimpah deh makanan siang itu 😍.

Puji Tuhan, makan siang hari itu berlangsung hangat dan sangat menyenangkan. Asik banget bisa ngumpul seperti ini, berbagi dan bercerita tentang banyak hal dalam suasana yang sangat santai. Kalo ada yang ngikutin saya di Instagram, bisa lihat Instastory waktu lagi makan siang ini, keliatan banget kalo kami semua saling nyaman dan menikmati banget kebersamaan kami  😁.

Trus, kelar makan, kami masih foto-foto lagi di halaman belakang sebelum pada bubaran, mereka balik ke kantor dan saya back on duty: jemput anak 🀣. Makasih yaaa teman-teman sudah pada datang ke rumah saya, kapan-kapan lagi main sini lagi yaaa 😘.

The Family Pictures Around The Christmas Tree

Tentu saja, tak mungkin hanya orang lain yang berfoto bareng Pohon Natal di taman belakang itu. Kami sendiri pun harus berfoto di situ. Apalagi yang namanya berfoto bareng Pohon Natal tiap tahunnya sudah jadi semacam tradisi buat keluarga kecil kami, jadi sudah pasti begitu Pohon Natal ini terpasang kami pun sudah bikin rencana untuk berfoto keluarga di situ. Mana tahun ini letak Pohon Natalnya sudah lebih strategis lagi dibanding tahun-tahun kemarin kan ya, makin gak mungkin deh kami melewatkan tradisi itu.

Sesi foto-foto pertama yang kami lakukan adalah keesokan harinya setelah Pohon Natal terpasang. Pas pula kan hari itu hari Minggu jadi kami pada pake baju rapi buat ke Gereja. Begitu pulang, langsung deh berfoto 😁.

Lagi kenapalah mereka berdua ini πŸ˜…

Dan tentu saja kami tidak merasa cukup dengan foto-foto di atas. Seminggu setelahnya, tanggal 8 Desember kami kembali berfoto keluarga di situ. Kali ini berfotonya lebih niat karena kami khusus berpakaian rapi hanya untuk sesi foto-foto ini aja 😁. Puji Tuhan, saya punya suami dan anak-anak yang kalau untuk urusan beginian mau ikut semangat, jadi gak perlu tuh saya sendiri yang nyuruh-nyuruh apalagi sampe maksa-maksa. Begitu saya lempar ide soal berfoto malam itu sekaligus ide soal tema bajunya, semua langsung semangat buat ganti baju dan kemudian berpose, meskipun saat itu si abang lagi kurang enak badan. Suami saya mah tipe yang gak bisa dipaksa, jadi kalo sampe dia mau go along with some ideas, itu artinya karena dia memang setuju sama ide itu. Perkara apakah dia setuju karena memang aslinya setuju atau karena dimotivasi oleh rasa sayangnya sama saya selaku pemberi ide, ya itu sih perkara yang beda yaaaa… 😁

Berhubung kami saat itu belum ada nyiapin baju untuk Natal tahun ini, maka kami pake baju apa aja yang ada yang penting kesannya formal. Saya pakai long dress hitam, pak suami dan si abang dengan jas, sementara si adek dengan vest dan bow tie. Walau gak bener-bener seragam, tapi kombinasinya menurut kami lumayan keren juga…hehehe…

My boys!

Trus ada satu sesi di mana kami pake asesoris bertema Santa Claus.

Funny but cool at the same time 😍

Dan trus, selagi foto-foto pake asesoris Santa ini, saya dan suami kepikiran ide bikin foto yang temanya I Saw Mommy Kissing Santa Claus πŸ˜†. Maklum, papa dan mama malam itu lagi iseng 🀣. Syukurlah anak-anak juga seneng-seneng aja ngikutin ide kami, makanyaΒ  begitu tiba waktu berpose, mereka langsung aja berpose dengan gaya natural mereka. Hasilnya jadi kayak gini….

Lucu tapi sekaligus so sweet 😍.

Puji Tuhan, walau hanya berfoto di rumah, dengan baju yang seadanya di lemari, dengan modal kamera HP dan cuma mengandalkan si sus sebagai fotografer, namun kami puas banget melihat hasil foto-fotonya. Rasanya pengen semuanya dicetak lalu dipajang di rumah. Duh, nulis ini bikin kepikiran pengen bikin galeri Family Pictures Around the Christmas Tree Year by Year deh di rumah, kayaknya bakal keren tuh kalo ada galeri kayak gitu 😍.

O ya, ngomong-ngomong pemirsa, baju yang saya pake ini adalah baju yang udah lama banget lho ada di saya.

Mau tau sudah berapa tahun usia baju ini?

Coba saja hitung dari tahun 1999, dapat berapa tahun tuh?πŸ˜…

Walau bajunya sudah sangat tua, tapi puji Tuhan masih terlihat bagus tanpa ada bagian yang terlihat pudar sedikitpun.

Malam itu, selesai sesi foto-foto di atas, kami masih berfoto satu kali lagi. Kali ini hanya papa dan mama saja dan lagi-lagi merupakan hasil dari sebuah keisengan.

😁😁😁😁

Melihat foto di atas itu, bikin saya merasa bangga.

Bangga karena punya suami yang kuat, yang bisa gendong saya semudah itu, tanpa ada tanda-tanda dia keberatan.

Bangga juga dengan diri saya sendiri, karena itu artinya berat badan saya bukannya yang berat-berat banget.

🀣🀣🀣🀣

==========================

Demikianlah pemirsa, tiga topik cerita untuk malam ini. Semoga cerita-cerita bahagia ini bisa juga menghadirkan kebahagiaan buat pemirsa yaaaa…. Setelah ini, meski sudah malam, tapi saya belum bisa langsung istirahat. Kenapa? Karena saya harus mulai untuk menyicil packing-packingan 😁. Selamat malam, pemirsa!

2 respons untuk β€˜Christmas 2019: The Tree, The Lunch, The Pictures’

  1. paling menyenangkan emang ngeliatin pohon natal dan dekorasi2 natal sambil denger lagu2 natal.
    natal udah tinggal seminggu lagi. antara seneng mau natal tapi sedih juga kalo udah lewat. hahhaa.

Tinggalkan Balasan ke Arman Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s