Abang, Adek, and Their Exhibitions

Salah satu program yang sudah pasti dicanangkan di sekolah anak-anak tiap tahunnya adalah exhibition di mana biasanya dalam exhibition tersebut anak-anak akan menampilkan atau mempresentasikan sesuatu dalam bentuk project yang merupakan penggabungan dari beberapa mata pelajaran sekaligus. Dalam setiap exhibition, orangtua pasti diundang karena memang anak-anak presentasinya ya sama orangtua. Kegiatan ini selalu ditunggu-tunggu gak hanya oleh orangtua yang bakal jadi penonton, tapi juga oleh anak-anak, meski mungkin ada di antara mereka yang gugup karena harus presentasi di depan orang banyak, namun tetap saja semua anak excited dalam mengerjakan project dan mempersiapkan diri untuk tampil dalam exhibition. Program ini memang menurut saya sangat bermanfaat, gak hanya orangtua bisa melihat langsung perkembangan belajar anak (dalam suasana yang menghibur karena sekolah selalu mengemas kegiatan exhibition iniΒ  dalam bentuk yang semenarik mungkin), namun anak sendiri juga bisa mendapatkan metode pembelajaran yang lebih efektif melalui pengerjaan project untuk exhibition ini. Daripada hanya membaca dan menghapal text book kan ya, dengan mengerjakan project justru pelajarannya bisa lebih mudah masuk dan tertanam di dalam kepala.

Berhubung anak-anak saya sudah sekian tahun bersekolah di sekolah ini, maka dari sejak si abang TK sampai sekarang dan ditambah dengan si adek pula, sudah terbilang cukup banyak exhibition yang saya hadiri. Sayang aja yang didokumentasikan di sini hanya sedikit sekali (kayaknya hanya ada satu malah…hikkkksss). Inilah gara-gara sibuk, gak sempat update soal anak di sini. Kalo udah teringat dan tersadar gini, baru deh nyesel kenapa exhibition yang dulu-dulu gak saya sempatkan untuk ditulis di blog ini πŸ˜₯.

Exhibition untuk kelas si adek udah diselenggarakan dari sejak Rabu, tanggal 28 Agustus yang lalu, sudah lama banget yak πŸ˜… (maafin mama ya dek 😘). Tema kali ini adalah Aku dan Temanku.

Sebelum acara dimulai

Di exhibition ini si adek dan teman-temannya masing-masing mempresentasikan booklet yang udah mereka buat tentang temannya. Selain itu mereka juga ada nyanyiΒ  bersama dua lagu: Roti dan Mentega juga I Want To Be With You A Little Bit More.

Saat presentasi itu, Ralph bersebelahan dengan temannya si Amelia. Mereka berdua kelar presentasi hampir bersamaan sementara teman-teman mereka yang lain masih belum selesai. Jadilah mereka berdua asik ngobrol. Saking asiknya, sampe orangtua mereka sendiri mereka anggurin πŸ˜….

Presentasinya selesai barengan
Masih harus nunggu yang lain selesai, jadi mereka berdua ngobrol aja
Entah apa yang diobrolin, tapi kayaknya sih seru πŸ˜…

Saking asiknya mereka ngobrol, si adek gak sadar lagi mamanya udah berdiri gak duduk lagi di depan dia πŸ˜‘
Tuh kan, tetep aja mereka asik ngobrol. Orangtua masing-masing mereka anggurin πŸ˜…

Setelah semua selesai presentasi, anak-anak pun berbaris di depan buat nyanyi.

Yang disayangkan adalah karena saat exhibition si adek ini, pak suami sama sekali gak bisa pulang, bukan karena exhibition-nya diselenggarakan di tengah minggu (kalo ini mah udah biasa, tiap acara sekolah mesti di pertengahan minggu πŸ˜…). Dia gak bisa pulang karena memang gak bisa banget, apalagi karena waktu itu dia masih bertugas di Sibolga (saat itu malah kami masih sama sekali had no clue kalo suami saya bakal dipindah ke Jakarta). Syukurlah meski suami gak bisa datang, tapi si adek tetap bahagia karena tau kalo begitu acara ini selesai, maka papanya akan segera mendapatkan kiriman foto-foto serta video dari mamanya tentang acara ini.

So very proud of you, baby!
K3C Full Team

Kalo exhibition untuk kelas si adek udah diselenggarakan dari sejak bulan Agustus lalu, maka exhibition untuk kelas si abang baru saja dilaksanakan hari Kamis, tanggal 28 November minggu yang lalu yang mana isinya adalah merupakan gabungan dari 3 mata pelajaran, yaitu Social, Art, and Music. Pada exhibition ini anak-anak akan menampilkan drama musikal tentang perjuangan bangsa Indonesia mulai dari perjuangan rakyat melawan penjajahan, hingga era Sumpah Pemuda, masa Proklamasi Kemerdekaan, sampai pada Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Dalam drama musikal itu mereka akan berakting, menari, menyanyi, bermain musik, dan membaca puisi. Kisah sejarahnya sendiri merupakan bagian dari bahan pelajaran mereka di Social class.

Selain drama musikal, anak-anak secara berkelompok juga mempresentasikan big book yang sudah mereka bikin sendiri tentang sejarah bangsa Indonesia. Selain itu mereka juga mempresentasikan manekin berbaju tradisional yang lagi-lagi mereka bikin sendiri.

Keren sih kalo saya bilang program sekolah ini. Melalui persiapan exhibtion ini anak-anak bisa belajar sambil praktek langsung. Contohnya untuk pelajaran Sejarah itu, dengan cara membuat big book dan terlibat dalam dramanya, maka anak-anak jadi jauh lebih mudah memahami serta mengingat sejarah perjuangan bangsa, bahkan tidak kesulitan menghapal tanggal, nama-nama, serta tempat-tempat bersejarah yang mereka pelajari.

Karena kelasnya ada tiga, maka drama musikalnya dibagi-bagi. Ada yang dapat tentang perjuangan rakyat (Pattimura), ada yang dapat tentang seputar kemerdekaan (Sumpah Pemuda dan Proklamasi), serta ada juga yang dapat tentang peristiwa Hari Pahlawan 10 November 1945 di Surabaya. Untuk kelas si abang kebagian yang tentang seputar kemerdekaan dan si abang ditunjuk oleh gurunya untuk berperan sebagai Ir. Soekarno πŸ˜„.

Foto di atas itu adalah waktu pagi-pagi sebelum nganterin mereka sekolah. Acaranya sendiri diadakan jam 08.40, sementara anak-anak akan tetap masuk pagi seperti jadwal sekolah biasa. Rencananya sehabis nganterin mereka, saya akan kembali lagi ke rumah sambil nungguin suami yang pagi itu terbang ke Palembang demi bisa menghadiri exhibition abang ini.

O ya, dalam exhibition ini, selain main drama dan berperan sebagai pak Soekarno, si abang juga akan membaca puisi serta bermain musik untuk mengiringi teman-temannya bernyanyi Sajojo 😊.

Pesawat pak suami mendarat sekitar jam 7 dan dia pun langsung menuju rumah. Sekitar jam 08.15 saya dan suami berangkat dari rumah menuju sekolah.

Yeayy!!!! Papa is here!!
Syukur banget bisa nemu jas dengan warna ini. Orang-orang yang liat tanpa perlu bertanya udah tau kalo dia bakal jadi Soekarno. Memang warna jasnya pas banget ya 😁
Waktu presentasi Big Book tentang sejarah perjuangan bangsa

Presentasi tentang manekin
The cowok-cowok 😍

Selesai sesi presentasi, dimulailah sesi drama musikal yang diawali dengan drama tentang perjuangan rakyat Maluku di bawah pimpinan Pattimura.

Drama tentang perjuangan rakyat Maluku
Ini pada nangis beneran mereka… hebat guru kelasnya yang ngajar dan ngelatih anak-anak

Setelah drama tentang perjuangan rakyat itu selesai, giliran kelas si abang yang tampil membawakan drama tentang peristiwa kemerdekaan mulai dari Sumpah Pemuda sampai Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Ceritanya Kongres Pemuda I dan II
Ceritanya Soekarno dan Fatmawati 😁

Cuplikan dramanya bisa dilihat di video di bawah ini. Hanya cuplikan karena aslinya panjang bener πŸ˜„.

O ya, selain salut dengan metode pembelajaran di sekolah ini, saya juga salut melihat bagaimana anak-anak diajarkan untuk bertanggung jawab lewat exhibition ini. Itu ya, setting yang mereka perlukan di panggung, disiapkan sendiri oleh anak-anak. Jadi sehabis satu babak dan lampu dimatikan, maka anak-anak akan langsung sibuk menyiapkan properti untuk babak selanjutnya di atas panggung. Dan itu semua dikerjakan tanpa campur tangan guru-gurunya lagi. Yang ada di belakang panggung hanya anak-anak, guru-gurunya berada di depan panggung! Hebat ya, salut banget saya!

Waktu nyanyi Sajojo. Abang gak ada di sini karena dia kebagian main musiknya.
Waktu bawain puisi

Para pemain drama peristiwa 10 November 1945

Acara exhibition ini berlangsung cukup lama, bahkan sampai si adek kelasnya udah bubaran pun acaranya masih berlangsung, karena itu si adek masih sempat kami ajak ikut ke auditorium buat melihat penampilan si abang dan teman-temannya.

Puji Tuhan, acara exhibition ini berlangsung lancar. Semua orangtua yang hadir merasa bahagia dan bahkan sangat terhibur melihat penampilan anak-anak 😁.

Puji Tuhan, bersyukur banget rasanya anak-anak bisa bersekolah di sekolah yang metode belajarnya selalu diusahakan agar yang memiliki nilai manfaat lebih untuk anak-anak. Terlihat benar usaha sekolah tidak main-main, tapi sekaligus juga tetap membiarkan anak-anak berada dalam dunia kanak-kanak mereka. Lewat exhibition ini anak-anak gak cuma belajar soal mata pelajaran tapi mereka juga belajar bertanggung jawab namun tetap dalam kekhasan mereka sebagai anak-anak. Bisa terlihat, meski ada penampilan drama dan tarian, tapi pakaian mereka diupayakan yang sederhana saja dan yang anak perempuan tidak ada yang sampe harus bermake-up πŸ˜….

Sebagai orangtua, kami juga bangga dengan si abang dan si adek karena mereka bisa melakukan tugas mereka dengan baik dan bisa menunjukkan kalau sasaran yang ingin dicapai sekolah lewat program ini memang dapat tercapai dengan baik πŸ™‚.

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s