Tiga Puluh Tujuh

Hari ini, saya genap berusia tiga puluh tujuh tahun.

Puji Tuhan…

Benar-benar luar biasa dan bersyukur banget rasanya diijinkan Tuhan bisa kembali merasakan sukacita ulang tahun dan menginjak usia yang baru ini.

Puji Tuhan juga, di ulang tahun ini saya kembali bisa merayakannya bersama orang-orang yang paling saya sayangi di dunia ini, meski gak semua bisa secara fisik ada di sini. Ya iyalah, yang ada di sini cuma suami dan anak-anak aja 😅. Keluarga besar yang lain tentu saja berada di tempat mereka masing-masing, ya di Manado, Medan, Rote, dan Jakarta. Tapi meski mereka jauh, mereka ikut berbahagia bersama saya dan semua berusaha seawal mungkin ngucapin selamat ulang tahun buat saya.

Papa dan mama dari Manado malah begitu jam dinding udah nyentuh pukul 00.00 WITA, langsung angkat telpon buat ngucapin selamat ulang tahun ke saya, walo sebenarnya di tempat kami di Palembang ini masih jam 23.00 WIB di tanggal 27 Oktober 😅. Tapi alasan mereka benar memang, saya kan dulu lahirnya tanggal 28 Oktober jam 00.04 WITA jadi ulang tahun saya lebih tepat dirayakan mengikuti WITA bukan WIB. Mereka sendiri memang sengaja nungguin sampe tengah malam buat langsung ngucapin selamat ulang tahun ke saya karena pengen merayakan ulang tahun putri mereka tepat di jam kelahirannya, meskipun perayaan itu hanya lewat saluran telepon. Ah, terharu banget rasanya. Puji Tuhan punya orangtua yang selalu perhatian dan terus mendoakan meskipun anak-anaknya sudah pada dewasa dan punya kehidupan sendiri. Terima kasih, papa, mama, sehat selalu diberkati Tuhan masa tua kalian yaaa….

Selesai merayakan ulang tahun lewat telepon dengan orangtua di Manado, suami pun langsung ngajak saya dan anak-anak untuk tiup lilin. Gak usah lagi nunggu jam 00.00 WIB katanya, karena toh memang di jam 11 malam lewat itu saya udah berulangtahun berdasarkan versi yang paling tepat, yaitu versi WITA 😁.

Seperti biasa, perayaan tiup lilin kami amat sangat sederhana. Cuma nyanyi, tiup lilin, berdoa, lalu potong kue. Tapi yang sesederhana itu pun, rasanya membahagiakan banget dan saya sangat bersyukur karena ulang tahun kali ini lagi-lagi bisa dirayakan bersama suami meskipun kami masih dalam kondisi long distance. Dan meskipun kami tau kalo selang beberapa jam kemudian, yaitu subuh-subuh, suami akan kembali ke tempat tugasnya di Jakarta meninggalkan saya menghabiskan sisa waktu ulang tahun saya di sini, namun tetap aja kebersamaan saat itu amat sangat berharga dan membahagiakan buat kami semua.

Kue pilihan saya tahun ini adalah Chocolate Mousse dari Ombre Pattiserie. Enak bangeettt lho kuenya ini 😍
Aslinya ini foto-foto pake hp pak suami, trus dikirim ke saya via WA, jadilah kualitas fotonya agak-agak kurang 😅. Kemarin lupa sih share fotonya via shareit aja supaya kualitas foto tetap terjaga. Yah sudahlah, yang penting ada aja kenang-kenangan yang bisa ditampilin di blog ini 😁

Kelar acara tiup lilin sederhana, kami pun siap-siap buat istirahat.

Beberapa jam kemudian, suami udah berangkat kembali ke tempat tugasnya dan kami di sini kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa. Anak-anak sekolah dan les, sementara saya sibuk antar jemput mereka 😁.

O ya, sepanjang hari ini tentu banyak sekali ucapan selamat yang saya dapatin. Mertua juga pagi-pagi udah angkat telepon buat ngasih ucapan. Begitu juga keluarga besar yang lain serta teman-teman baik via WA, IG, maupun FB. Bahagia rasanya, puji Tuhan banyak yang mendoakan, tinggal sekarang PR-nya adalah balesin semua satu per satu…hehehehe….

Trus siang-siang, tiba-tiba saya dapat kiriman kue yang dipesan dari bakery di sini oleh eda (adik ipar) saya di Medan.

Maru-Maru Cheese Cake yang penampakannya maniisss banget 😍

Dan siang tadi gak cuma cake dari adik ipar aja yang nyampe ke rumah, tapi juga ternyata ada bunga yang dipesan oleh pak suami buat saya. Ah, suami saya mah gitu, selalu ngaku gak romantis, tapi sering ngasih bunga ke istrinya 😅. Jangankan pas momen istimewa ini, lagi gak ada apa-apa aja, bisa tiba-tiba ada yang datang nganterin bunga ke rumah yang mana isi pesannya cuma untuk suami mau bilang “I love you” aja 😅.

Thank you, pak suami!

Begitulah pemirsa, sedikit cerita tentang hari bahagia saya. Sekali lagi puji Tuhan untuk usia yang baru ini, kiranya kehidupan saya diberkati Tuhan dengan kesehatan, panjang umur, serta tentu berharap agar seiring bertambahnya usia saya juga bisa semakin bertambah hikmat dan kedewasaannya dalam segala hal. Amin.

O ya, tau gak sih pemirsa, selagi saya menulis ini, saya juga sedang dapat hadiah dari Tuhan di hari ulang tahun ini. Tadi waktu di update status soal ulang tahun di FB dan IG, saya titipkan doa di situ bahwa salah satu permohonan di tahun ini adalah turunnya hujan supaya musim asap ini segera berlalu. Puji Tuhan, malam ini di penghujung hari ulang tahun saya, di luar sedang hujan cukup deras. Terima kasih….terima kasih, Tuhan. Semoga Tuhan berkenan agar lewat hujan di malam ini, kabut asap yang sudah sekian bulan menyelimuti kota Palembang bisa segera sirna. Amin.

Melihat mereka sehat dan penuh sukacita, itu juga adalah hadiah tak terkira untuk saya…
Tiga puluh tujuh tahun. Terima kasih Tuhan Yesus….

3 respons untuk ‘Tiga Puluh Tujuh

  1. Selamat ulang tahun kak, panjang umur, sehat selalu dan selalu diberkati untuk jadi berkat. kalau kenalan ama orang diluar bilang usia masih 27 masih percaya, awet muda bgt, karena bahagia ya kk, hihihi..

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s