Renovasi Dapur #5 : Penyimpanan Perkakas Masak

Kita lanjut lagi cerita soal dapur yaaa…. Kali ini soal penyimpanan perkakas masak. Ada keuntungannya memang kitchen set ini dikerjakan setelah saya sekian lama akrab dengan dapur ini, jadi saya tau betul apa yang saya inginkan supaya pergerakan di dapur jadi lebih lancar dan dapur juga bisa terlihat lebih rapi. Dari sejak awal saya gak clueless, sebaliknya saya tau persis kabinet dengan peruntukan apa saja yang saya perlukan dan letak masing-masing kabinet itu di mana.


Area Kerja

Dapur kami ini kecil, jadi area kerja saya ketika lagi masak memasak pun bukannya luas. Di sinilah saya mengerjakan semua proses masak memasak. Mulai dari nyuci bahan, nyiapin bumbu, sampe eksekusi masaknya.

Tapi meski tidak luas, bukan berarti perkakas masak bisa saya letakkan sembarangan dengan alasan toh bakal gampang juga ambilnya karena dapurnya kecil. Meski ukuran dapur ini hanya kurang dari lima langkah saja, tapi saya tetap mengatur penyimpanan perkakas masak yang memudahkan saya mengambil apa yang saya perlukan ketika lagi masak.

Seperti yang terlihat di foto di atas, beberapa peralatan masak seperti blender bumbu, tissue dapur, serta wadah minyakΒ  saya letakkan di atas countertop. Perkakas tambahan lain semacam pot holders dan kitchen mitts saya gantung di dinding, dekat dengan kompor supaya gampang diambil ketika lagi masak.

O ya, saya menghindari menggantung perkakas tepat di atas kompor untuk menghindari perkakas gampang kotor dan berminyak.

Untuk perkakas lainnya kebanyakan saya simpan dalam kabinet di bawah countertop yang semuanya saya atur berada dalam satu jangkauan tangan.

Ini semuanya isinya perkakas masak dan berada dalam sejangkauan tangan, jadi gampang serta cepat diambil saat diperlukan

O ya, di kabinet bawah ini juga terdapat pull out table yang bisa saya pakai untuk apa aja, mulai dari sebagai area kerja tambahan sampe untuk tempat fotoin makanan. Foto-foto makanan saya di Ig @blessed.kitchen kebanyakan diambil di pull out table ini πŸ˜€ . Ide untuk pull out table ini aslinya bukan dari saya, tapi murni inisiatif vendor, buat saya sih brilian ya mengingat dapur ini kecil jadi tentu saja adanya area kerja tambahan ‘rahasia’ seperti ini sangat membantu saya.

Pisau dan Gunting Dapur

Menyiapkan tempat untuk penyimpanan pisau dan gunting dapur ini adalah salah satu item dalam desain kitchen set kami yang paling butuh waktu lama untuk dibahas. Andaikan dapur kami ini ukurannya besar, mungkin dari vendor gak akan kesulitan membuat desain laci khusus untuk pisau dan gunting dapur. Tapi karena dapur kami ini kecil, maka tentu desainnya harus benar-benar dipikirkan agar area yang sempit ini tetap masih memiliki ruang yang cukup juga untuk laci-laci lain yang isinya tidak kalah pentingnya.

Beberapa kali desain untuk laci pisau ini diubah-ubah, bahkan saya pernah terpikir untuk membuang aja keinginan laci pisau ini karena kok kayaknya semua desain yang ada harus memakan space banyak (salah sendiri punya banyak pisau 😳 ). Sampe akhirnya dari vendor membuatkan desain laci pisau yang dalam sekali lihat langsung saya setujui.

Laci ini bermodel pull out, bentuknya memanjang, dan bisa menampung 18 buah pisau dari ukuran kecil sampai besar serta 3 buah gunting dapur. Banyaakk kan daya tampungnya? Di bagian dasar laci ini juga masih bisa buat tempat menyimpan perkakas kecil macam batu ulekan, batu asah pisau, dan pencacah bawang putih. Kerennya, dengan daya tampung yang lumayan banyak, ukurannya hanya 20×40 cm saja lho, jadi kabinet bawah ini masih bisa punya space yang cukup untuk laci-laci lainnya.

Saya senang sekali dengan laci pisau ini karena bikin semua pisau dan gunting dapur saya ada tempatnya. Penyimpanan jadi rapi dan tentu saja sangat gampang diambil ketika lagi dibutuhkan.

O ya, jika ada yang berminat bikin laci pisau yang bikin pisau berjejer rapi kayak gini, jangan lupa ya mengukur dengan saksama lebar serta panjang pisaunya supaya hasil akhirnya tepat sesuai kebutuhan πŸ™‚ .

Talenan

Ini adalah salah satu jenis perkakas dapur saya yang jumlahnya cukup banyak. Kenapa bisa banyak? Karena sama seperti pisau, saya membedakan mana yang untuk sayur, buah, kue/roti, ikan, daging mentah, dan daging masak. Untuk satu peruntukan talenan, saya punya beberapa ukuran talenan supaya bisa dipakai sesuai kebutuhan. Karena talenan-talenan saya jumlahnya cukup banyak, jadi dari sejak awal sudah harus dipersiapkan dong ya tempatnya. Jangan seperti di kitchen set yang lama di mana talenan-talenan saya terpaksa nyempil-nyempil di antara perkakas yang lain, udahlah jadi kurang rapi, merepotkan pula saat mau diambil.

Waktu membuat desain kitchen set ini bersama vendor, saya pun browsing ide penyimpanan talenan yang rapi dan mudah. Puji Tuhan saya bisa menemukan ide desain yang cocok buat dapur kami, tinggal dibahas deh sama vendor menyangkut ukuran dan letaknya. Kalau ukuran harus mengacu di ukuran talenan ya, jadi lagi-lagi talenan terutama yang ukurannya paling besar dan tebal harus diukur. Sementara untuk letaknya saya minta berada di kabinet atas dekat dekat area saya biasa menyiapkan bumbu dan bahan untuk dimasak.

Puji Tuhan, semua talenan saya muat di sini. Masih kelebihan satu blok juga yang kemudian saya pakai untuk menyimpan baki. O ya, itu ada label-label di bagian bawah supaya gak ketukar-tukar peruntukannya, jangan lupa, saya orangnya memang hobi melabeli wadah πŸ˜€ .

Sutil dan kawan-kawan

Sutil, salah satu perkakas masak yang tak mungkin ketinggalan ada di dapur. Saking pentingnya sutil ini, rata-rata orang punya sutil dengan ukuran dan peruntukan yang berbeda, dan rata-rata orang pula mengalami kesulitan dengan penyimpanan sutil ini. Kalau digantung bisa cepat kotor. Kalau ditaro di dalam tabung sutil di atas meja dapur bisa bikin area kerja di dapur jadi bertambah sempit dan tetap saja mudah kotor. Karena itu, dari sejak awal bikin desain kitchen set ini, saya udah minta sama vendornya untuk dibikinkan laci khusus sutil lagi-lagi dengan model pull out. Untuk letaknya sendiri saya minta di kabinet bawah dekat kompor tapi tidak persis berada di bawah kompor supaya ketika lagi masak dan saya perlu ambil sutil, maka saya tidak perlu bergeser kemana-mana.

Berdasarkan permintaan saya serta mengacu pada jumlah dan ukuran sutil yang ada, maka dari vendor pun membuatkan laci sutil seperti ini.

Ukuran laci ini adalah 15×70 cm dengan daya tampung yang cukup banyak, mulai dari aneka sutil, kitchen thong, whisk, sampai sendok nasi. Tabungnya sendiri aslinya adalah tumbler melamine yang harga per satuannya murah saja. O ya, keenam lubang dalam laci ini dibuat berdasarkan ukuran tumbler melamine itu. Tumbler-nya juga bisa dikeluarkan dari lubang jadi bila perlu bisa dicuci.

Dengan adanya laci seperti ini, sutil-sutil yang jumlahnya banyak bisa disimpan secara rapi dan lagi-lagi gampang diambil.

Panci

Di blok di atas itulah saya menyimpan panci yang sehari-hari dipakai.

Berhubung panci yang saya pakai sehari-hari gak banyak, jadi muatlah di dalam kabinet yang kecil itu πŸ˜€

Wajan

Khusus untuk wajan, berdasarkan pengalaman saya menemukan kalau penyimpanan paling praktis untuk jenis perkakas dapur ini adalah dengan cara digantung. Syukurlah di dapur kami ini ada dinding kosong yang bisa dipakai untuk gantungan wajan.

Gantungan wajan

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan di mana saya menemukan besi untuk gantungan itu. Jawabnya saya gak tau karena besi itu disediakan oleh vendor, yang masang juga mereka. Yang saya cari sendiri hanyalah gantungan model S-nya, kalau yang ini sih banyak dijual ya dengan berbagai macam ukuran. Dengan menggantung wajan seperti ini, selain hemat tempat (kebayang kan kalau semua wajan ini disimpan dalam laci?), mudah diambil, saya juga lebih termotivasi untuk rajin-rajin bersihin wajan supaya pemandangan di dapur tetap indah dan bersih sekalipun pantat wajan terpampang nyata πŸ˜€

=================================

Demikianlah pemirsa cerita soal dapur di episode kali ini. Semoga berguna memberikan ide bagi yang memerlukan yaaa…. Besok-besok saya lanjut lagi dengan cerita untuk bagian dapur lainnya. Selamat hari Jumat!!

 

Iklan

8 respons untuk β€˜Renovasi Dapur #5 : Penyimpanan Perkakas Masak’

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s