Renovasi Dapur #4 : Countertop dan Kabinet A-1

 

Yuhuuuu…..udah malam banget baru bisa mampir sini, nunggu anak-anak tidur dulu biar bisa aman damai dan sejahtera update blog-nya πŸ˜€ . Seperti yang tentu saja bisa dibaca dari judulnya, sekarang saya mau lanjut cerita soal dapur. O ya, foto di atas adalah penampakan dapur sehabis makan malam tadi, semoga gak bosan ya lagi-lagi liat foto dapur saya di blog ini, tapi kalopun yang baca bosan ya gak apa-apa, yang penting saya sendiri gak pernah bosan dengan dapur saya πŸ˜€ .

Seperti yang saya bilang di sini, saya puas dengan dapur ini tak hanya karena warnanya saja, tapi terutama karena setiap bagian dari dapur ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan kami. Benarlah memang dalam merancang kitchen set, kita gak hanya bisa sekedar mencaplok ide tanpa benar-benar mempertimbangkan yang kita butuhkan seperti apa. Apalagi jika dapur memang benar-benar adalah bagian penting dari kehidupan di rumah, maka it’s really important for us to get it right. If we don’t, then it will be heartbreaking. Trust me, because I’ve been there before.

Mohon maaf ada penampakan daun bawang ya, ceritanya tadi pagi ke pasar trus ternyata daun bawang dan jahe merahnya (di dalam keranjang itu ada jahe merah juga) kotor banget (banyak tanahnya), jadi tadi dicuci dulu trus dikeringkan sebelum disimpan di kulkas. Waktu saya foto-foto ini masih dalam proses pengeringan, jadi masih ada di situ. Gak perlu saya pindahkan sebelum foto, karena biarlah penampakan dapur kami di blog ini adalah sebagaimana adanya πŸ™‚

Sebagai contoh sederhana, kita liat foto dapur orang di Pinterest atau Instagram di mana model dapurnya minimalis dan berkonsep terbuka yang mana kabinet atasnya hanya berupa rak. Terlihat cantik, sederhana, praktis, dan tentu sangat menarik terlihat di dalam foto.

Tapi belum tentu bakal semenarik itu ketika benar-benar kita aplikasikan di rumah kita.

Kalo saya sih langsung kebayang ya berapa banyak debu yang nempel di mangkok, gelas, atau piring yang nampak cantik ter-display di rak itu? Trus tiap kali mo dipakai kudu dicuci dulu dong? Duh, terbayang repotnya. No way deh! πŸ˜€ . Udah gitu kalo barang yang ditaro di rak terbuka itu hanya sedikit sih mungkin masih terlihat cantik ya, tapi kalo barangnya banyak gimana dong? Alamat bakal keliatan berantakan kan. Kalo cuma untuk keperluan foto-foto sih mungkin oke, tiap mau foto dipindah-pindahin dulu barang-barangnya biar keliatan bagus dan rapi, kelar foto balik lagi aslinya terlihat berantakan πŸ˜€ . Duh, kan sayang ya, karena kita hidup bukan di dalam dunia Instagram dan Pinterest maka yang paling penting adalah bukan yang terlihat bagus di situ, melainkan apa yang membuat kita puas di dunia nyata πŸ™‚ .

Dapur kami mungkin secara desain gak mengikuti perkembangan desain kitchen set modern ya, terutama untuk kabinet atas yang dimaksimalkan sampai ke langit-langit dapur, sementara trend sekarang justru mengarah ke open shelving. Tapi buat saya gak apa-apa, karena memang kebutuhan saya ya yang seperti di dapur kami ini. Barang-barang dapur saya banyak sehingga otomatis saya juga butuh tempat penyimpanan yang banyak sementara dapur kami berukuran kecil, jadi pilihan paling baik adalah membuat kabinet sampai ke langit-langit dapur dengan ukuran yang tepat pada setiap bagiannya untuk memuat barang-barang yang perlu disimpan di situ. Meski buat orang lain dapur saya desainnya kurang bagus, tapi karena sesuai dengan kebutuhan saya maka saya tetap bisa merasa puas dan bahagia dengan dapur ini hingga saya bisa merasa bangga menceritakannya di sini πŸ™‚ .

Sesuai janji, saya akan menceritakannya secara detail, karena itu gak bisa semua sekaligus dalam satu tulisan, nanti yang nulis bisa mabok sementara yang baca keliyengan. Jadi ya saya bagi-bagi lagi per bagian. Kali ini tentang countertop dan kabinet A-1. Yang mana itu Kabinet A-1, kita liat nanti di bawah ya πŸ˜€ .

Countertop: White Carrara Marble

Yes, sesuai dengan keinginan saya, countertop dapur kami menggunakan white carrara marble.Β  Udah lama lho saya mengidam-idamkan bahan ini, bahkan sejak dari dapur di rumah lama pun,Β  puji Tuhan akhirnya bisa juga tercapai sekarang.

 

Yang saya suka dari jenis countertop ini adalah coraknya yang terlihat alami sekaligus bersih. Si white carrara marble yang diaplikasikan di sini diberi dua potongan lubang, satu untuk kompor listrik, satunya lagi untuk kitchen sink. Marmernya juga diberi semacam cat pelapis khusus marmer supaya terlindung dari bahan-bahan yang bisa menempel dan menyebabkan noda pada marmer.

White Carrara Marble

Kabinet A-1

Yang saya maksud dengan kabinet A-1, adalah bagian ini.

Kabinet A-1

Dalam makalah yang saya buat untuk perencanaan kitchen set ini memang kabinet-kabinetnya saya beri nama dan nomor supaya mempermudah…hehehe…

Puji Tuhan, perencanaan yang matang benar-benar tidak sia-sia. Salah satu buktinya adalah pada kabinet ini di mana dengan ukuran yang sebenarnya kecil, tapi bisa terdiri dari empat laci dan dua rak bertutup.

Empat laci tarik di atas ukuran bagian dalamnya masing-masing hanya 32,5 cm x 42 cm x 4 cm saja, tapi bisa saya gunakan untuk menyimpan aneka macam perkakas seperti ini.

 

Dua laci teratas dipakai untuk menyimpan berbagai sendok, garpu, pisau, sumpit. Sekat bagian dalamnya itu saya beli jadi di Ace Hardware dan ukuran laci ini betul-betul disesuaikan dengan wadah organiser itu.

 

Laci ini posisinya dekat sekali dengan area kompor, sehingga ketika saya perlu mengambil sendok untuk mencicip masakan ketika lagi masak misalnya, maka gak perlu bergerak kemana-mana, tinggal buka laci trus ambil aja sendok yang diperlukan. Yang seperti ini sederhana, tapi dampaknya baik sekali untuk membantu kelancaran aktivitas di dapur πŸ™‚ .

 

Sementara laci di bawahnya, salah satu adalah tempat untuk menyimpan sendok-sendok kecil, sendok-sendok plastik, sendok-sendok sayur yang ukurannya tidak besar, dan satunya lagi untuk menyimpan tutup dan alas gelas plastik, serta alat-alat ukur (timbangan dan sendok ukur) yang sering sekali saya pakai untuk memasak atau bikin kue. Untuk bagian sendoknya, sekatnya saya minta built-in, di mana ukuran masing-masing sekat saya yang tentukan sendiri berdasarkan ukuran sendok πŸ˜€ .

Untuk kabinet di bawah kedua laci itu sendiri saya gunakan untuk perkakas sepertiΒ  di bawah ini.

Ada segala macam mangkok serta pyrex, dan rak bawah berisi rice cooker, slow cooker, presto listrik, dan happycall.

Kabinet ini digunakan untuk menyimpan aneka wadah saji masakan dan juga berbagai perkakas elektronik semacam rice cooker, slow cooker, presto listrik, serta ada happy call juga. Ditaro di sini supaya gampang ambilnya bila diperlukan.

Rak atas tinggi dalamnya hanya 17 cm sementara rak bawah adalah 34 cm.

Jika dilihat, masing-masing bagian dari Kabinet A-1 ini semuanya hanya berukuran kecil, yang mana sebagian besar orang gak akan terpikir untuk membuat laci atau rak dengan ukuran seperti itu.Β  Tapi karena saya merancangnya berdasarkan ukuran dari masing-masing perkakas, maka jadinya ya meski kecil tapi pas dan muat banyak.

============================

Demikianlah pemirsa, satu bagian dari cerita soal dapur kami akhirnya sudah bisa saya selesaikan, semoga berguna dan semoga dua atau tiga hari lagi saya udah bisa lanjut cerita ke bagian berikutnya. Sekarang sudah hampr tengah malam, saya sudah ngantuk sekali dan di luar sedang hujan lebat, sungguh-sungguh mengundang untuk segera bergelung di bawah selimut. Selamat malam, semua!

 

16 respons untuk β€˜Renovasi Dapur #4 : Countertop dan Kabinet A-1’

  1. Yeaayy.. pagi2 udah disuguhin dapur cantiknya Mama Raja… πŸ˜„ sungguh menginspirasi sekaligus mengintimidasi karena rapi dan rajinnya banget-banget.. 🀣🀣 🀣
    Semangat terus ya Mba… πŸ’ͺ🏼😁

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s