Renovasi Taman Belakang

Setelah sebelumnya cerita tentang taman depan, sekarang giliran taman belakang yang pengen saya ceritain di sini.

Seperti yang sering saya bilang, rumah kami ini ukurannya kecil, tapi puji Tuhan isinya komplit, termasuk soal taman, baik depan maupun belakang, ada. Ya walopun ukurannya kecil-kecil aja, tapi jadilah, cukup kok buat kami, seenggaknya kalo lagi di dalam rumah ada ijo-ijo juga di belakang yang bisa dijadikan pemandangan. Lagian ukuran kecil sebenarnya lebih baik karena lebih mudah kan untuk diurus πŸ˜€ .

Keberadaan taman belakang ini penting sekali buat kami karena bikin rumah terasa lega dan mendapat cahaya sinar matahari yang memadai buat menerangi seisi rumah. Sayangnya, seiring perjalanan waktu, kami kemudian menemukan beberapa masalah dengan taman belakang itu, hingga membuat kami memutuskan untuk melakukan beberapa perubahan supaya kami bisa tetap merasakan manfaat dari keberadaannya tetapi dengan permasalahan yang bisa diminimalisir bahkan kalau perlu dihilangkan. Total, sudah 3 kali kami melakukan perubahan di situ yang mana puji Tuhan perubahan ketiga yang dilakukan sepertinya sudah bisa dikatakan final karena kami sudah benar-benar menikmati manfaat dari hasil perubahannya.

Apa saja perubahan yang sudah kami lakukan di taman belakang ini? Yuk mari disimak kisahnya yaaaa πŸ˜€

In The Beginning

Awalnya wajah taman belakang kami adalah seperti di foto di bawah ini.

Awalnya taman belakang kami dipenuhi rumput dan terdapat pohon mangga di dekat dinding belakang.Β  Taman belakang ini ada teras yang bentuknya memanjang yang mana di sebelah kanannya saya taro bangku goyang serta meja bulat sementara di sebelah kiri saya taro alat olahraga. Gak berapa lama setelah kami menempati rumah ini, perubahan pertama kami lakukan yaitu menambah pagar di atas dinding belakang.

Seperti yang saya bilang di atas, keberadaan taman belakang ini penting untuk kami, karena membuat rumah jadi terasa lega, terang oleh sinar matahari, serta sejuk karena ada angin dari luar.

Taman belakang ini membuat kami nyaman.

Asalkan sedang tidak hujan.

…………

Begitu hujan turun, apalagi kalau deras, hmmm…..udah deh, taman belakang ini bakal becek dan mengotori teras belakang. Saya yang waktu itu baru melahirkan, yang mana melahirkannya bertepatan dengan musim hujan di penghujung tahun, terus terang agak kerepotan, karena setiap kali hujan selesai turun, maka saya kudu nyiram dan ngepel teras belakang.

Ketika sedang hujan, foto dari dalam rumah, di balik pintu kaca

Itu masih masalah dengan hujan ya, belum lagi ditambah masalah dengan serangga serta hewan-hewan kecil dari dalam tanah yang suka masuk rumah, terutama nyamuk yang mana semakin besar si pohon mangga, semakin banyak juga nyamuk yang berkeliaran di rumah. Denger-denger sih memang katanya nyamuk tuh seneng sama pohon mangga makanya biasanya di rumah yang ada pohon mangganya, mesti banyak nyamuk juga.

Karena masalah-masalah itulah, maka taman belakang ini hampir tidak bisa kami nikmati. Jangankan jadi tempat untuk anak main ya, untuk duduk-duduk di teras belakang aja sering kurang nyaman rasanya.

Ketidaknyamanan itulah yang kemudian membuat kami memutuskan melakukan renovasi yang pertama di halaman belakang ini.

The First Renovation

Renovasi pertama yang kami lakukan sebenarnya terbilang besar, walaupun hasil akhirnya tampak seperti biasa-biasa saja. Terbilang besar karena dalam pekerjaan renovasi itu harus dilakukan penggalian untuk membuat bak resapan air di taman belakang itu. Jadi pemirsa, salah satu masalah dengan taman belakang kami sebelumnya itu adalah tidak memiliki sistem resapan dan pembuangan air hujan, maka gak heran kalo setiap kali hujan selalu sangat becek, karena itulah pekerjaan pembuatan sistem resapan air ini bisa dibilang adalah inti dari renovasi pertama yang kami lakukan tersebut.

Selain membuat sistem resapan air, kami juga memutuskan untuk menyemen taman belakang ini. Punya taman yang serba hijau dengan rumput asli itu memang bagus, tapi kami pengen supaya taman belakang ini lebih accessible terutama buat anak-anak. Kami pengen mereka bisa nyaman main di situ tanpa kuatir dengan gangguan serangga atau hewan-hewan kecil lainnya.

Hasil dari renovasi pertama tersebut membuat taman belakang jadi seperti ini.

Looks much better kan?

Karena lantainya disemen, maka supaya terlihat ‘hijau’ kami pun memanfaatkan karpet rumput, supaya juga anak-anak bisa lebih nyaman bermain di halaman belakang ini. Trus itu seperti yang terlihat di gambar ada semacam lorong yang berisi alat-alat kebersihan, itu berada di halaman belakang rumah juga. Tadinya hanya tanah dan atasnya pun gak beratap, dalam renovasi ini juga sekalian kami keramik lantainya dan tambahin atap di atasnya. Lumayan, bisa jadi tempat untuk jemur keset dan kain lap πŸ˜€ .

Puji Tuhan, renovasi pertama itu memang membuat taman belakang ini lebih bisa diakses, lebih bersih, dan lebih nyaman untuk digunakan terutama buat anak-anak main dan ngerayain ulang tahun πŸ˜€ . Saya dan suami juga nyaman karena bagian belakang rumah gak pernah becek lagi, kalo hujan ya paling teras basah biasa aja, cuma perlu dipel gak perlu disiram karena gak kena becek.

Kalo dilihat dari atas
Pemandangan kalo kursi, meja, perosotan dan mainan anak-anak lagi pada dicuci dan dijemurin πŸ˜€

Walaupun jujur, menurut saya halaman belakang ini masih kurang indah, tapi setidaknya saat itu sudah terasa cukup membawa kenyamanan untuk kami.

Sampai suatu ketika di pertengahan tahun kemarin, sesuatu hal yang buruk menimpa kami. Kejadian itu kemudian membuat kami memutuskan untuk melakukan renovasi kembali di bagian belakang rumah ini.

The Second Renovation

Kalau renovasi pertama berfokus pada sistem resapan air dan lantai, maka fokus utama renovasi kedua ini adalah pada dinding dan lantai. Tujuan utama renovasi pertama adalah pada kenyamanan, sementara tujuan utama renovasi kedua ini adalah pada segi keamanan.

Karena ini sudah yang kedua kalinya halaman belakang ini direnovasi, maka kami memutuskan untuk sekalian aja membuat taman ini jadi terlihat indah dengan konsep ala-ala kafe.

Kenapa milih konsep itu?

Jawabnya karena saya dan suami sudah mulai malas nongkrong di kafe, meskipun aslinya kami berdua sebenarnya seneng banget dengan suasana kafe yang cozy.

Kenapa jadi malas nongkrong di kafe?

Jawabnya karena lidah kami berdua sekarang lebih seneng sama Lintong Arabica yang diracik sendiri di rumah dibanding sama segala macam kopi yang disajikan di kafe. Nongkrong di kafe pun bikin berasa buang-buang waktu karena toh jauh lebih asik menikmati kopi bikinan sendiri di rumah. Selain rasanya lebih enak, lebih sehat juga karena gak pake gula dan segala macam campuran lainnya yang bikin kalorinya lebih berat dibanding rasa kopinya πŸ˜€ .

Nah, karena itulah supaya kami berdua tetap bisa menikmati kesenangan nongkrong di kafe sambil menyeruput kopi favorit tanpa perlu benar-benar ke kafe *ini muter-muter amat sik :mrgreen: *, maka kami memutuskan membuat suasana taman belakang ini jadi seperti di kafe.

Detailnya, perubahan yang kami lakukan adalah seperti berikut ini.

  1. Dindingnya yang ditinggikan kami ganti catnya menjadi putih supaya terang kemudian kami beri aksen batu alam serta glass block ber-frame yang dilengkapi dengan lampu dinding model klasik.
  2. Sementara untuk atap, karena kami tetap ingin supaya halaman belakang ini bermandi sinar matahari yang mana tentu saja mempengaruhi penerangan bagian dalam rumah, maka kami memutuskan menggunakan atap akrilik transparan.
  3. Sentuhan akhir untuk memperindah dan membuat suasana taman ini jadi romantic and cozy adalah kami menambahkan lampu-lampu gantung serta hiasan-hiasan dinding.

Puji Tuhan, hasil renovasi kali ini benar-benar amat sangat memuaskan hati. Sekarang halaman belakang kami bisa digunakan meski sedang hujan deras sekalipun karena sudah memiliki atap, namun dengan pilihan atap yang kami gunakan maka cahaya matahari tetap leluasa menerangi taman ini untuk kemudian juga menyebarkan cahayanya ke dalam rumah. Di malam hari, suasana taman ini akan jadi romantis, cocok buat jadi tempat nongkrong sama suami. Itu belum lagi ditambah dengan rasa nyaman karena kebersihannya menjadi lebih mudah lagi dijaga. Buat saya yang terakhir ini tak kalah penting ya karena apapun yang bisa membantu mengurangi pekerjaan rumah adalah sangat berharga bagi saya.

Sekali lagi puji Tuhan, bahagia banget rasanya.

Penasaran dengan wajah baru taman belakang kami ini?

Yuk, mari dilihat foto-fotonya yaaaa….

In The daytime

Early morning
Around 7 a.m
Around 9 a.m
Around 10 a.m
Under the sun
Almost midday

Tetap bermandi matahari kaaann. Meski sudah beratap, tapi kalo soal terangnya, gak ada bedanya antara dulu dan sekarang. Taman belakang ini tetap terang, penuh cahaya matahari. Puji Tuhan….

At Night

Kalo di atas itu foto-foto saat pagi sampe siang hari ketika semua lampu off, sekarang saya pengen tampilin kondisi di malam hari ketika taman ini bermandi cahaya lembut dari lampu-lampu yang bergantungan.

Beautiful, isn’t it? I love…love it so much! I could sit there for hours, admiring the beauty of the lights and the greens and even the starry sky by the see-through roof. Kalau udah duduk-duduk di sini rasanya santai banget, apalagi kalo udah lagi ngopi bareng suami sambil liatin anak-anak mainΒ  table hockey atau main apa aja di sini, berasa komplit banget deh hati ini karena rasanya semua yang perlu ada di depan mata. Puji Tuhan….

On Rainy Days

Salah satu keuntungan memiliki taman yang seolah outdoor tapi sebenarnya indoor seperti ini, adalah bisa menikmati hujan tanpa perlu kebasahan πŸ˜€ . Bener lho, asik rasanya menikmati hujan turun tidak hanya dari suaranya ketika menghujam atap, tapi juga melihat dari bawah bagaimana curahan air yang turun kemudian membentuk kolam-kolam air kecil di atap. Buat saya, momen seperti itu terasa seperti magical….

The mist and the rain…. so beautiful!

Kedua foto di atas diambil saat senja, hampir jam 6 malam, makanya lampu-lampunya udah saya nyalain. Kalau siang hari hujan, puji Tuhan di sini juga masih tetap terang jadi sampai di dalam rumah tetap tidak butuh penerangan dari lampu.

Rainy afternoon
After the rain
This photo is also taken while it was raining

Selain senang karenaΒ  bisa menikmati indahnya hujan dari taman ini, saya juga senang karena sekarang gak pernah repot ngepel teras belakang lagi setiap sehabis hujan πŸ˜€

Begitulah pemirsa, puji Tuhan, kami betul-betul puas dengan hasil renovasi kali ini. Gak cuma tujuannya tercapai serta manfaatnya terasa, tapi kami juga bisa puas mendekor taman ini hingga bisa menikmati sendiri keindahan yang dihasilkan. Nah berikut saya kasih bonus beberapa foto tambahan. Mohon maaf kalo di tulisan ini banyak sekali foto-fotonya, habisnya saking sukanya saya dengan taman ini, i can’t get enough to take more and more photos of it πŸ˜€ .

Some Other Little Snaps

Yang tadi belum sempat diceritain, area peralatan kebersihan dan jemuran keset juga mengalami perubahan kayak gini. Puji Tuhan sekarang area ini udah gak pernah lagi kehujanan dan sering kotor oleh dedaunan dari luar seperti dulu lagi.
Pengennya menghadirkan kesan cozy, warm, dan klasik di bagian ini. Semoga aja berhasil πŸ˜€
And then I added these cuties from the last year calendar and I have fallen in love immediately with the romantic sense they bring
My most favorite corner
Gramophone kecil itu gak hanya cute, tapi juga memang bisa berfungsi memainkan lagu dengan teknik modern tentu, via bluetooth dan USB πŸ˜€
I love sipping my coffee here every morning
Photo courtesy of @blessed.kitchen πŸ˜€
What a blissful morning…. when you have super creamy avocado combined with berry-flavored high quality arabica coffee and enjoy it in your favorite corner in your own home sweet home πŸ’œ
Yang di dinding itu rata-rata hasil belanjaan di Shopee πŸ˜€
Perhatikan gak ya, itu saya arrange-nya jadi bentuk F. Faith.

==============================

Sampe sejauh ini kayaknya cukup lah ya, foto-fotonya perasaan udah kebanyakan….hihihihi…. Sekali lagi mohon maklumnya, karena saya memang suka banget sama taman belakang ini, maka dikit-dikit saya fotoin, jadilah koleksi fotonya banyak πŸ˜€ . Saya cerita soal taman ini di sini, selain buat dokumentasi, juga siapa tau bisa berguna buat yang lagi nyari inspirasi taman di dalam rumah, sebagaimana juga saya mendapat inspirasi dari hasil sharing orang lain.

Demikianlah pemirsa, ini sudah cukup malam, saya udah pengen beristirahat. Selamat malam, semua dan selamat menikmati sisa bulan Februari ini yaaa…

19 respons untuk β€˜Renovasi Taman Belakang’

  1. hiiii gemes..bagus banget..aq jg pengen taman blakang tp males kena ujan2nya itu krn pasti becek dan byk hewan2..jd ini udh konsep paling sempurna mbak,,smoga rumahku bs aq renovasi gini πŸ˜€

  2. Keren banget Kak tamannya.
    Betah banget duduk – duduk santai di situ bareng suami dan anak – anak main dengan senangnya.
    Menginspirasi banget tuk belakang rumah yang masih kosong dan ingin direnovasi, meski belum tahu kapan waktu yang tepat tuk renovasi belakang rumah.
    Thanks banget Kak 😘

  3. Bagus banget kak lisaa. selalu suka sama semua perubahan before after. ini yang paling luar biasa. memang bagus yaa. Kak, jadi bagian belakang di tembok full ya. cantikkk. Semoga nanti kalau sudah punya rumah sendiri (skrg masih tinggal di aprt) bisa menginspirasi punya taman belakang seperti ini. πŸ™‚

  4. pinter banget hias2 interior kak Lisa ini… selalu cantik dan modern jadinya. Indah banget rumahnya kak
    Semoga kalo rumah aku udah finishing bisa jadi kayak gini

Tinggalkan Balasan ke qonitafitri Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s