Abang’s 10th Birthday

My 120 months old baby ๐Ÿ˜€

What???

10 Years old already???

120 months old???

Yes…yes… I know, time flies so fast, doesn’t it? I can’t believe it either. Si abang, si anak pertama saya, yang kehadirannya memicu saya untuk rajin menulis blog demi mendokumentasikan perkembangannya dari minggu ke minggu kemudian dari bulan ke bulan, ternyata sudah menginjak usia 10 tahun. Double figures at last! And my baby has finally left his single birthdays behind for ever. I’m happy for him and always thankful for everything that God has done in and for him all these years, but at the same time I can’t help but feel a little emotional and even a little sad.

He’s 10 years old now, so I only have 8 years left to have him under my wings.

8 more years and he will fly all by himself….

Realization hit me hard and I vow to myself that I will cherish each moment even more with him because this little guy who was once a newborn in my hand will soon become a grown man before my eyes.

Di malam sebelum hari ulang tahunnya, saya hampir gak bisa tidur. Ketika jam menunjukkan lewat tengah malam dan kemudian tiba tepat di jam yang sama dia keluar dari dalam rahim saya 10 tahun yang lalu, saya menghampiri dia yang udah tertidur pulas kemudian membelai rambutnya dan mencium keningnya, lalu tanpa sadar air mata saya menetes ketika saya berucap, “Selamat ulang tahun, nak….”

Yah, begitulah pemirsa. Every single birthday of my children is always an emotional moment for me. But this one feels different. Dan ini bukan lebay karena saya yakin saya bukan satu-satunya orangtua yang merasakan hal seperti ini ๐Ÿ™‚ .

Esok paginya, si abang bangun dengan sangat bersemangat karena hari yang dia tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Saya yang semalam begitu emosional pun akhirnya ikut bersemangat melihat dia begitu ceria menyambut hari ulang tahunnya yang ke-10.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tak ada perayaan istimewa, hanya bedanya kali ini karena jatuh di hari minggu maka si abang akan tiup lilin juga bersama teman-teman sekolah minggunya dan untuk perayaan di sekolah minggu itu saya hanya mempersiapkan cake serta nasi kuning kotak buat dibagiin ke teman-teman dan guru-guru sekolah minggunya.

O ya, untuk ulang tahun kali ini si abang udah gak mau pake tema-temaan. Kayaknya makin berasa bukan anak kecil lagi, jadi buat dia asal ada cake dan lilin buat dia tiup maka udah cukuplah. Nasi kotaknya juga gak usah dilabelin yang macam-macam, karena buat dia yang penting isinya enak dan teman-temannya suka ya udah cukup. Di satu sisi saya hepi karena berarti beneran gak usah repot lagi nyiapin ulang tahun dia, tapi di sisi lain lagi-lagi saya ngerasa sedih, karena keinginan dia yang cuma sederhana-sederhana ituย  lagi-lagi mengingatkan saya bahwa dia udah jadi anak besar yang sudah siap masuk ke masa remaja sebentar lagi….

Pagi itu, selain bersiap-siap buat ke gereja, kami juga menanti-nanti pak suami yang hari itu baru terbang dari Medan ke Palembang. Sehari sebelumnya pak suami memang ada di Medan dalam rangka ulang tahun bapak mertua yang mana pas pula bapak mertua terkena serangan stroke di hari itu hingga harus dibawa ke rumah sakit. Jadilah pak suami semalaman berjaga di rumah sakit kemudian esoknya pagi-pagi sekali berganti jaga dengan adek iparย  karena dia mau langsung ke bandara buat ke Palembang meski hanya satu malam saja di sini mengingat dia harus secepatnya balik ke Medan untuk kembali menjaga bapak mertua di rumah sakit. Sebenarnya saya udah bilang ke dia, gak apalah gak usah pulang dulu untuk ulang tahun si abang karena udah kebayanglah capeknya seperti apa. Tapi yah, pak suami tetaplah pak suami yang dalam segala keadaan ingin berbuat yang terbaik buat orang-orang yang dia sayang. Puji Tuhan penerbangannya lancar pagi itu dan bisa tiba di rumah sebelum kami berangkat ke gereja.

Tiba di gereja, anak-anak ikut ibadah sekolah minggu sementara kami ikut ibadah umum. Setelah ibadah umum kami hampir selesai, saya dapat kiriman foto-foto acara tiup lilin ulang tahun si abang yang ternyata ditemeni juga oleh si adek. FYI, si abang dan si adek ruang ibadahnya berbeda karena ruang untuk anak sekolah minggu dipisahkan berdasarkan usia.

Dari foto-fotonya terlihat bener, meski perayaannya sederhana, tapi si abang bahagia ya. Si adek juga, terlihat bangga dan bersemangat sekali bisa nemenin abangnya tiup lilin di depan para koko dan cece teman sekolah minggu si abang ๐Ÿ˜€ .

Selesai ibadah dan anak-anak sempat singgah di perpustakaan gereja untuk pinjam buku, kami pun pulang. Nyampe rumah, kami bikin acara tiup lilin kecil-kecilan lagi untuk si abang.

The birthday boy
Abang – Adek
So lucky that papa could manage to come home for your birthday ya bang
Hubby looked so tired because he didn’t sleep for two nights, but still, his smile was so wide and looked so happy to be with us

Tahun ini perayaannya jauh lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kami bahkan gak ada makan di luar karena suasananya memang dibalut rasa prihatin juga dengan kondisi bapak mertua di Medan. Doa si abang tahun ini pun terutama agar Opung Doli-nya bisa sehat dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Amin….

Buat abang, Papa dan mama selalu bersyukur memiliki anak seperti abang yang selalu ceria, tidak banyak menuntut, dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang abang sayang dan untuk diri abang sendiri. Doa papa dan mama selalu, kiranya Allah Tritunggal menyertai abang di sepanjang perjalanan hidupmu, biarlah segala sesuatu dalam dirimu memuliakan nama Tuhan, dan biarlah hidupmu senantiasa diberkati untuk jadi berkat bagi siapapun yang mengenal dirimu. Selamat ulang tahun, sayang, sampai kapan pun ingatlah selalu kalau kami sangat menyayangimu dan selalu mendoakan yang terbaik untuk dirimu. Tuhan memberkatimu selalu ya bang…. Amin!

 

Iklan

18 respons untuk โ€˜Abang’s 10th Birthdayโ€™

  1. Selamat ulang Tahun untuk Abang. Sehat, Cerdas, Dan Taat kepada orang tua. ๐Ÿ™‚

    Aku juga merasa kak lisa, ketika anak kecil2 rasanya pengen cepat besar, biar mandiri. tapi semakin besar, rasanya kepengen dia segitu-segitu saja. hehehehe.. semangat kak lisa!

  2. Puji Tuhan atas berkat ulang tahun buat Abang Raja. Semakin bertumbuh dalam Tuhan ya Nak.
    Selamat juga buat Jeng Lis dan keluarga. Kiranya Bapak mertua di Medan dalam lawatanNya.
    Salam doa kami

  3. Aku ikut menitikan air mata baca ini i feel you kak Lisa..
    Selamat ulang tahun abang Raja, kebanggaan mama papa, berkat Tuhan selalu besertamu ya

  4. duhh..bang Raja udh 10 tahun, perasaan pertama kali baca blog dan nge fans ama bang Raja waktu masih 2 tahun, duhh.. aku ikutan ngerasa time flies kk, hahaa…

    Sehat2 ya syg, tetap pinter dan jadi kebanggaan keluarga, Tuhan Berkati tumbuh kembang Abang Raja

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s