31 Desember 2018

Bahagia itu sederhana.

Klise.

Tapi begitulah faktanya.

Melihat jam dan tau kalo dalam beberapa saat lagi suami akan tiba di rumah sehabis bekerja sekian jam di kantor yang mana itu artinya gak lama lagi saya akan menyambut suami di depan pintu bersama anak-anak yang udah wangi sabun yang udah gak sabar pengen diajak main sama papa mereka, itu saja udah cukup membahagiakan.

Apalagi kalo bisa jalan-jalan sebentar menikmati senja serta keindahan alam yang Tuhan berikan bersama orang-orang terkasih, maka perasaan bahagia itu meski dalam kondisi yang sederhana, tapi rasanya penuh sekali.

Begitu juga bila bisa menghabiskan waktu bersama di pagi hari sebelum suami pergi bekerja. Jalan-jalan pagi menikmati udara pagi yang segar meski pemandangannya hanya jalanan, rumah-rumah, dan perbukitan. Itu pun sudah membahagiakan karena yang penting bukan pemandangannya, melainkan karena jalan-jalannya sambil pegangan tangan πŸ˜€ .

Apalagi kalau pas weekend dan bisa punya waktu yang lebih banyak di pagi hari untuk dihabiskan, bahagianya makin bertambah deh. Bisa naik becak berempat aja udah luar bisa banget rasanya πŸ˜€

Trus kalo di hari Minggu, bisa ke gereja berempat dan bukannya hanya bertiga seperti kalo saya dan anak-anak di Palembang, itu juga adalah anugerah yang luar biasa membahagiakan.

Bahagia yang sempurna itu juga bisa datang hanya dengan melihat anak-anak yang semakin bertumbuh besar dan puji Tuhan selalu jadi anak-anak yang ceria serta bersemangat…

Tambah bahagia lagi kalo lihat mereka tetap akur serta saling sayang sampe tidur aja bisa sambil pegangan tangan kayak gini….

Bahkan yaaa cuma dengan bisa pe-we aja pun bersama suami yang pulang di jam makan siang, rasanya sudah berbunga-bunga bahagia bukan main πŸ˜€ .

Dan semua bahagia yang sederhana ini makin terasa ketika kami menjalani hari demi hari dalam kondisi berjauh-jauhan. Kami semakin belajar untuk menghargai setiap saat di mana kami bisa bersama dan semakin peka melihat karunia kebahagiaan yang Tuhan berikan dalam setiap hal bahkan yang tampak sepele sekalipun. Puji Tuhan….

Begitu juga kalau sekarang ini saya bisa mampir bentar untuk menulis singkat di sini, itu juga udah sangat membahagiakan buat saya…hehe… Walau singkat yang ditulis ini, tapi berarti buat saya, karena ini adalah tanggal 31 Desember 2018, besok kita sudah akan berada di hari yang baru di tahun yang baru πŸ™‚ .

Karena itu, bagi teman-teman yang masih berkenan main ke blog ini di hari terakhir tahun 2018 ini, kami sekeluarga mengucapkan selamat menyongsong tahun baru 2019. Kiranya kita semua senantiasa diberkati dengan perlindungan, sukacita, serta damai sejahtera di sepanjang tahun yang baru dan bahkan di tahun-tahun yang akan datang. Amin! Salam hangat dari yang sempat mudik ke Medan, trus ke Sibolga, dan yang sekarang lagi packing dalam rangka persiapan mudik ke Manado besok….yiiihaaaa!!! πŸ˜€

Selamat tahun baruuu!!

 

Iklan

11 respons untuk β€˜31 Desember 2018’

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s