Cerita Cerah Ceria (Part 4): Jalan-jalan ke Pulau Mursala, Pulau Kalimantung, dan Pulau Putri

 

Salah satu daya tarik terbesar tanah Tapanuli tentu saja adalah alamnya yang bisa dibilang cukup komplit. Ada danau, pegunungan, pantai berpasir putih, laut, dan tentu saja pulau-pulau baik yang di laut maupun di danau. Namun meski begitu, terus terang waktu merencanakan datang ke Sibolga, kami gak terpikir untuk berwisata alam di sini. Tujuan utama ke Sibolga pokoknya hanya untuk menikmati kebersamaan dengan suami sekaligus berkenalan dengan personil di unit kerjanya ini (terutama dengan ibu-ibunya tentu). Kalaupun mau jalan-jalan paling ya hanya seputaran Sibolga saja. Kalaupun akhirnya kami jadi jalan-jalan sampai ke pulau-pulau kecil nan indah di Tapanuli Tengah ini, itu sebenarnya karena gak sengaja. Pas aja suatu kali di hari Sabtu kami jalan-jalan ke Pantai Bosur di Kota Pandan trus ditawarin nyewa kapal untuk tur ke pulau-pulau di sekitaran situ. Awalnya saya gak begitu tertarik, tapi tiba-tiba jadi bersemangat ketika tau ke mana suami berencana membawa kami. Langsunglah saya setuju dan suami bikin janji dengan yang punya kapal untuk nyewa kapalnya di hari Minggu siang sepulangnya kami dari gereja.

Kenapa saya tiba-tiba jadi bersemangat di ajak jalan-jalan ke pulau?

Itu karena salah satu pulau yang akan kami kunjungi adalah Pulau Mursala.

Jadi gini pemirsa, beberapa tahun yang silam, saya pernah membaca liputan mengenai Pulau Mursala di majalah. Pulau ini diliput karena keunikan yang dimilikinya yaitu berupa air terjun yang mengalir dari atas bukit pulau ini yang langsung menuju ke laut. Selain itu pulau ini juga menarik perhatian karena kabarnya pulau ini adalah Skull Island yang dimaksud dalam film King Kong. Dulu itu waktu baca liputan pulau ini, saya bilang ke suami kalo saya pengen suatu hari nanti bisa ke sana, tapi waktu itu suami pesimis bisa ngajak saya ke situ karena ya maklumlah setiap kali kami pulang ke Medan, aktivitas pasti hanya di seputaran kota Medan saja, kalaupun ke luar kota paling ya ke kampung keluarga di Pulau Samosir. Untuk jalan-jalan ke Sibolga? Duh, kayaknya gak akan pernah dimasukkan dalam rencana deh. Karena sadar itu, keinginan untuk melihat langsung keindahan air terjun di Pulau Mursala pun saya kubur dan seiring waktu keinginan itu pun terlupakan begitu saja. Saking lupanya, sampe suami saya nyebut Pulau Mursala pun, saya yang waktu itu masih setengah hati diajak jalan ke pulau hanya menatap dia dengan tatapan malas sambal bertanya, “Emang di pulau itu ada apa?”

Denger jawaban saya, mata suami yang memang udah besar, bertambah bulat mungkin karena saking herannya dengan saya. Dia pun langsung menyebut 2 kata buat jadi clue untuk saya: Kingkong dan Air Terjun. Gak nyampe 3 detik setelah suami nyebut kedua kata itu, saya yang tadinya malas-malasan langsung berubah jadi paling bersemangat. Di situlah saya baru sadar kalau saya sedang berada di wilayah yang paling ingin saya kunjungi di Sumatera Utara ini. Asli, sebelumnya saya benar-benar gak sadar lho. Sibolga tadinya bagi saya hanyalah tempat di mana suami saya bertugas. Saya lupa kalo Sibolga adalah wilayah yang pernah saya baca sebagai surganya pantai-pantai serta pulau-pulau indah di Sumatera Utara dan memiliki Air Terjun Mursala sebagai ikonnya. Seketika, saya langsung merasa sangat bersyukur karena suami ditugaskan di sini, jadi saya pun bisa jalan-jalan ke Sibolga. Coba kalo gak, ya rasanya bakal sulit untuk mengkhususkan diri datang ke Sibolga buat jalan-jalan πŸ˜€ .

Rencana untuk esok harinya pun langsung disusun. Kami akan jalan setelah beribadah di gereja. Supaya gak kesiangan, maka makan siangnya nanti di atas kapal atau begitu tiba di salah satu pulau. O ya, pulau yang akan kami kunjungi memang gak hanya Mursala aja, tapi juga Pulau Kalimantung dan Pulau Putri. Rutenya dari Pantai Bosur di Kota Pandan, menuju ke Air Terjun Mursala, kemudian ke Pulau Kalimantung, lanjut ke Pulau Putri, baru kemudian kembali lagi ke Pantai Bosur.

Bila digambarin, rute perjalanan kam hari itu kurang lebih seperti ini.

Rute Trip 3 Pulau: Mursala, Kalimantung, Putri

Air Terjun Mursala

Perjalanan menuju lokasi Air Terjun Mursala dari Pantai Bosur kami tempuh selama kurang lebih dua jam. Puji Tuhan saat itu lautan sangat tenang sehingga perjalanan bisa kami nikmati dengan santai tanpa ketegangan sedikit pun. Sepanjang jalur yang dilalui, kami disuguhi pemandangan lautan luas, bukit-bukit yang Nampak dari kejauhan, kapal-kapal nelayan, serta keramba ikan.

Terlihat kan dari foto-fotonya betapa tenang air laut saat itu yang mana ketenangannya terpancar juga di wajah kami πŸ˜€ .

Sebagai pulau terbesar di antara pulau-pulau lainnya di wilayah Tapanuli Tengah, pulau Mursala berdiri megah dan menonjol. Pulau yang berupa bukit batu besar dan dipenuhi dengan hutan lebat ini adalah pulau yang tidak berpenghuni, meskipun sering dijadikan sebagai tempat persinggahan para nelayan. Ukuran pulau yang cukup besar, penuh bukit batu dengan bibir pantai yang hampir tidak ada serta ditumbuhi pepohonan tinggi yang sangat lebat (kebayang di dalam hutan di pulau ini pasti suasananya gelap banget), melihatnya membuat saya tidak heran mengapa pulau ini terpilih sebagai Skull Island di film King Kong πŸ˜€ . Sebenarnya untuk mencapai pulau ini tidak membutuhkan waktu sampai 2 jam, hanya saja karena posisi air terjunnya membelakangi Pulau Sumatera / Kota Sibolga (liat peta rute di atas), maka kami harus mengitari setengah pulau ini sehingga perjalanannya pun jadi panjang.

Karena perjalanan yang cukup Panjang di tengah lautan tenang, anak-anak pun jadi tertidur lelap lumayan lama dan baru terbangun ketika Air Terjun Mursala mulai nampak di depan mata. Ini beneran mereka terbangun tanpa dibangunkan lho, otomatis aja gitu dua-duanya serempak bangun.

Bahkan dari kejauhan pun, indahnya air terjun ini udah jelas banget terlihat. Ah, puji Tuhan. I was so amazed, especially because I could enjoy this beautiful sight along with my husband and kids.

Semakin mendekat, keindahannya semakin terpampang nyata.

Luar biasa banget ya, airnya terjun bebas dari atas bukit ke laut dalam kayak gitu. Kalo terlihat dari kejauhan gini seperti airnya kurang deras, tapi makin mendekat makin terlihat betapa deras alirannya.

Seperti yang saya bilang di atas, pulau ini hampir tidak memiliki bibir pantai. Jadi bener-bener berupa bukit batu besar yang berdiri di tengah laut dalam. Karena tidak ada bibir pantai itulah, maka traveler yang datang ke sini biasanya untuk berenang di sekitar air terjun akan lompat langsung dari atas kapal. Kabarnya sih air terjun yang berasal dari atas bukit pulau ini menjadikan rasa air laut di bawahnya tidak begitu asin lagi. Kami waktu itu bareng anak-anak, jadi gak berani untuk terjun. Sudahlah, saya hanya ingin menikmati indahnya pemandangan air terjun di depan saya tanpa bertujuan menambah resiko dari perjalanan kami di hari itu πŸ™‚ .

Yang di atas itu foto di buritan kapal, kurang seru karena air terjunnya jadi gak gitu keliatan. Jadi akhirnya kapal diputar, dan kami pun berfoto di haluan kapal. Tapi karena rada-rada ngeri dengan kapal yang diayun-ayun gelombang, maka saya dan anak-anak berganti-gantian berfoto di situ dengan mengandalkan pak suami untuk menjaga kami supaya gak jatuh dari atas kapal πŸ˜€ .

Abang
Adek
Suit…suiitt…. πŸ˜€
Harusnya foto dari depan kapal ya, biar cocok bikin pose ala ala Titanic πŸ˜€
How I love this man…

Puas menikmati keindahan alam dengan penuh rasa syukur di hati saya karena impian melihat langsung air terjun ini akhirnya tercapai sudah, maka perjalanan pun kami lanjutkan menuju tujuan berikut, yaitu Pulau Kalimantung.

Pulau Kalimantung

Perjalanan menuju Pulau Kalimantung dari lokasi Air Terjun Mursala memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sebenarnya sebagaimana yang terlihat di peta di atas, pulau ini jaraknya dekat banget dengan Pulau Mursala, tapi ya lagi-lagi karena posisi lokasi air terjun berada di belakang, maka kembali kami harus mengitari setengah bagian Pulau Mursala untuk mencapai Pulau Kalimantung. O ya, sewaktu mengitari Pulau Mursala dari sisi yang berbeda dengan waktu datang tadi, saya melihat ada beberapa air terjun kecil yang juga turun langsung ke arah laut. Jadi kebayang memang, potensi air di pulau tak berpenghuni itu pasti banyak sekali.

Salah satu air terjun kecil di Pulau Mursala

Karena perjalanan menuju Pulau Kalimantung cukup panjang, maka si adek saya kasih makan aja dulu supaya nanti pas di situ dia tinggal main-main aja.

Sebenarnya Pulau Kalimantung juga hampir sama dengan Pulau Mursala, yaitu berupa bukit batu. Namun bedanya, Pulau Kalimantung ini memiliki bibir pantai. Tidak besar, bahkan bisa dibilang sangat kecil. Tapi juga sangat indah.

Pasirnya putih, lembut sekali, dengan warna air laut di sekitar pantai yang bergradasi mulai dari bening, toska, hingga hijau tua.

Pulau Kalimantung
Bibir pantai pulau Kalimantung terlihat dari kejauhan
Pantai Kalimantung

Setibanya di pulau ini, kami pun menikmati makan siang, sementara si adek yang sudah makan langsung sibuk sendiri bermain dengan pasir pantai.

Makan di pinggir pantai kayak gini bikin makanannya jadi berasa tambah enak πŸ˜€
Seneng banget si adek berada di tengah hamparan pasir pantai kayak gini

Selesai kami makan, barulah kami main bersama-sama, tentu aja sambil foto-foto dong ya πŸ˜€


Seneng banget liat foto ini. Ceritanya si adek takut masuk ke air, trus jadinya dituntun sama abang supaya dia gak takut lagi
Akhirnya si adek berani…horeeee

Saya masih ringaann ternyata! πŸ˜€
Sooo thankful to be here together!

Puji Tuhan selama berada di sini, kami satu-satunya pengunjung yang ada. Jadi ya memang bener-bener serasa pantai pribadi. Main pun bisa sampe sepuas-puasnya. O ya, pulau ini juga tidak berpenghuni ya, dan yang menjaga pantainya juga tidak ada. Menikmati keindahan pantai di pulau ini adalah gratis, makanya kondisinya pun sangat seadanya. Jangankan pondok untuk berteduh dan beristirahat, air bersih untuk membilas badan juga gak ada di sini. Jadi yah, begitulah, tapi dengan kondisi yang terbatas, kami tetap senang kok karena memang alam di sini indah banget. Sayangnya, sepertinya banyak pengunjung yang datang ke sini kurang begitu paham menjaga kebersihan, akhirnya banyaklah sampah plastik air mineral dan bungkus makanan ringan di pantai yang kecil ini. Sayang banget kan. Makanya teman-teman kalau mau datang ke sini, jangan lupa sampah-sampah bekas makan atau minum kita dikumpulin trus dibawa pulang ya, jangan dibuang begitu aja di pantai ini supaya keindahannya bisa terlestarikan πŸ™‚ .

Puas bermain di Pulau Kalimantung, kami pun ngeberesin barang-barang kami (termasuk sampah bekas makanan dan minuman), lalu naik ke kapal lagi untuk menuju ke tujuan terakhir, yaitu Pulau Putri.

Yang bahagia au kalo di Pulau Putri mereka bisa main di pantai lagi

Pulau Putri

Perjalanan menuju pulau ini dari Pulau Kalimantung kurang lebih hanya 30 menit saja dan lagi-lagi yang kami lakukan adalah mengitari Pulau Mursala, karena memang kedua pulau ini berada di sekitar Pulau Mursala. Selain Kalimantung dan Putri, terdapat pulau-pulau yang lain juga termasuk yang berukuran sangat kecil.

Salah satu pulau kecil di sekitar Pulau Mursala

Tak berapa lama setelah perjalanan dilanjutkan, terlihatlah sebuah pulau dengan dermaga kecil berpagar kuning serta memiliki bibir pantai yang nampak putih.

Dermaga dan Pantai Pulau Putri

Berbeda dengan Pulau Kalimantung yang keindahannya dapat dinikmati secara gratis, untuk merapat ke pulau ini dan bersandar di dermaganya kita akan dipungut bayaran oleh penjaga pulau ini.

Di sekitar dermaganya yang berair jernih, terdapat banyak ikan-ikan kecil. Kedua jagoan ini seneeengg banget ngeliat ikan-ikan itu.

Pantai di pulau ini juga hanya berukuran kecil. Hanya membentang sedikit lalu langsung masuk ke perairan dalam. Di sini disediakan pondok-pondok untuk beristirahat yang mana di bagian tengah setiap pondok terdapat tempat untuk memanggang ikan. Di sini kita juga bisa memesan kelapa muda yang dipetik langsung dari pohon. Toilet juga tersedia. Tapi air bersihnya tidak….hihihihi… Jadi percuma juga sih ada toiletnya πŸ˜€ .

Sama seperti di Kalimantung, di sini pun anak-anak menghabiskan waktu dengan bermain dengan air laut serta pasir pantai.

Tetep yaaa…mainnya Star Wars πŸ˜€
Keliatan banget kan, sebentar saja dari garis pantai sudah langsung masuk ke perairan dalam. Jadi memang anak-anak harus hati-hati main di sini, bener-bener harus dekat banget dengan garis pantainya.

Selagi anak-anak bermain, saya dan pak suami udah cukup puas dengan duduk-duduk santai di atas pasir, memanjakan mata dengan pemandangan laut yang sangat indah diiringi semilir angin sore yang hangat sambal menikmati kelapa muda, seraya tersenyum dan tertawa melihat bahagianya anak-anak kami bermain. Sungguh, suasana santai yang membawa kedamaian di hati ini. Puji Tuhan, betapa bersyukurnya saya untuk hidup yang Tuhan beri ini…. Semua indah, indah banget!

Minum kelapa muda di sini harus langsung dari batoknya kayak gini, karena tidak disediakan sedotan apalagi sendok πŸ˜€

Jika mau dituruti keinginan anak-anak, maka kami baru akan bisa beranjak dari tempat ini ketika hari menjelang malam. Mereka terlalu asik main sampe gak mau diajak pulang lagi. Duh ampun deh. Mereka gak ngerti kalo papa dan mamanya sudah mengukur waktu untuk segera balik ke Sibolga, karena di ujung sana langit mulai terlihat gelap dan tiupan angin makin lama makin kencang. Syukurlah setelah diberi tambahan waktu 10 menit lagi, anak-anak mau juga ngerti dan mau diajak pulang.

Sukaa sama foto ini πŸ˜€
Serupa tapi tak sama dengan foto di atas ini πŸ˜€

Setelah anak-anak mau diajak beranjak dari pantai, badan mereka pun saya bersihkan dengan mengandalkan tissue kering dan tissue basah πŸ˜€ . Kan ceritanya di sini gak punya air bersih, jadi ya sudahlah, dilap-lap saja. Untunglah air laut di sini gak begitu lengket, jadi anak-anak juga gak protes minta dibersihkan dengan benar badannya.

Beres semua, tibalah waktu untuk menyeberang kembali ke Pantai Bosur di Kota Pandan.

Sebelum meninggalkan pulau ini, kami sempat berfoto-foto lagi.

Dermaga kuning yang akan selalu dikenang
Selamat jalan, Pulau Putri!
Pulau Putri yang akan selalu jadi bagian kenangan indah keluarga kecil kami

Perjalanan dari Pulau Putri menuju ke pantai Bosur di Kota Pandan memakan waktu kurang lebih 45 menit. Terasa lama karena langit hitam diiringi angin kencang menerpa kapa, menemani sepanjang perjalanan kami.

Ngeri kan ngeliat cuacanya πŸ˜€

Rasanya gak sabar pengen cepat-cepat tiba di pantai Bosur lagi.

Puji Tuhan, sesuai waktunya, tiba juga kami di Pantai Bosur dan tak berapa lama kemudian sudah tiba di rumah dinas pak suami di Sibolga. Bahagia sekali rasanya bisa membersihkan badan sekaligus melepas rasa capek dengan mandi air hangat kemudian setelah ituΒ  duduk santai di sofa bersama suami dan anak-anak sambal menikmati secangkir kopi hangat, berlindung dalam rumah yang nyaman sementara di luar hujan begitu deras…..

Puji Tuhan….

Betapa besarnya rasa syukur saya untuk semua yang terjadi di hari itu. Bersyukur karena bisa mengunjungi tempat-tempat yang kalo bukan karena suami ditugaskan ke sini maka hampir gak mungkin saya bisa meluangkan waktu untuk itu (yang rajin ke luar negeri juga belum tentu ya udah pernah berkunjung ke pulau-pulau ini πŸ˜€ ). Bersyukur karena perjalanan kami dijagai Tuhan baik pulang maupun pergi, seingga kami aman sepanjang jalan. Bersyukur juga, karena lagi-lagi kenangan keluarga kecil kami bertambah. Kelak anak-anak akan mengingat betapa meski papanya bekerja jauh namun segala sesuatu diupayakan agar mereka tetap punya kenangan manis nan indah bersama papa mereka πŸ™‚

Iklan

2 respons untuk β€˜Cerita Cerah Ceria (Part 4): Jalan-jalan ke Pulau Mursala, Pulau Kalimantung, dan Pulau Putri’

  1. Mengikuti serial trip Sibolga keluarga Jeng Lis. Wow…indah banget air terjun menyusur tebing pantai. Terima kasih ya duo R, kami pembaca ikut menikmati alam dan sukacita keluarga Samosir. Salam hangat

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s