Cerita Cerah Ceria (Part 3): Dari Balige ke Sipinsur, Siborongborong, hingga Sibolga

Lanjut lagi cerita liburan kemarin ya. Duh, doain ya pemirsa semoga bisa secepatnya dokumentasi liburan ini saya selesaikan sebelum libur akhir tahun menjelang dan PR saya pun semakin menumpuk πŸ˜€

Geosite Sipinsur

Dari Balige, perjalanan kami lanjutkan. Tadinya suami sempat ngajak untuk nyebrang ke Pulau Sibandang dari Kecamatan Muara, karena selain sebelumnya saya belum pernah ke Pulau Sibandang, suami juga ada keperluan mengecek hasil pembangunan jaringan listrik dari Kecamatan Muara menyeberangi Danau Toba hingga ke Pulau Sibandang. Namun karena pertimbangan beberapa hal (terutama waktu), suami memutuskan mengajak kami ke Geosite Sipinsur saja karena dari tempat ini Pulau Sibandang terlihat sangat dekat dan dengan menggunakan binocular, dia juga bisa melihat jaringan listrik itu. Saya sendiri belum pernah mendengar nama Sipinsur dan sebelum ini belum pernah saya dengar ada orang ngerekomendasiin tempat ini sebagai tempat wisata di tanah Tapanuli. Suami juga waktu ngajak ke tempat ini gak ngomong banyak, dia cuma bilang pokoknya dari Sipinsur ini kita bisa ngeliat pulau Sibandang. Udah, itu doang. Jadi saya kirainnya tempat ini ya sama aja seperti pinggiran danau Toba lainnya. Makanya saya lumayan surprise ketika pertama kali masuk ke gerbang Geosite Sipinsur ini.

Ternyata tempat ini adalah sebuah taman bermain keluarga yang dikelilingi pohon pinus! Saya sukaaaa!! πŸ˜€ πŸ˜€

Turun dari mobil di tempat parkir, kami pun segera menelusuri jalan yang membelah taman ini menjadi dua bagian di bagian kiri dan kanan. Jalan ini cukup panjang, namun menyenangkan sekali menyusurinya karena pemandangan indah di sekeliling serta hawa yang sangat sejuk. Jalan ini berakhir pada sebuah plaza yang mana dari situ kita bias mengakses jalan lain yang lebih kecil yang mengelilingi seluruh bagian luar taman ini. Dari jalan kecil itulah kita bisa menikmati pemandangan luar biasa Danau Toba serta Pulau Sibandang.

Deeeekkk….kok mukanya gitu??? πŸ˜€ πŸ˜€

Danau Toba dan Pulau Sibandang di belakang kami
Si bapak yang selesai mengamati jaringan πŸ˜€

Sehabis menikmati pemadangan indah Danau Toba dan si bapak selesai dengan pengamatannya terhadap jaringan listrik di bawah sana, kami pun menghabiskan waktu dengan bermain-main di taman ini.

Ini pertama kalinya abang main ayunan kayak gini, padahal ini mainan mamanya waktu kecil dulu πŸ˜€
Si bapak juga gak mau kalah. Untung talinya gak putus ya πŸ˜›
Asli, rasanya pengen berlama-lama main ini. Kangeenn!

Seneng banget dua anak ini main manjat pohon walopun pohonnya gak kepanjat-panjat juga πŸ˜€
Abang main ATV
Makin gede makin ganteng ya bang…hehehe
Kalo adek, jelas belum bisa sendiri ya dek. Tapi boncengan sama papa juga tetep asik kan dek πŸ˜€
Bapak dan anak, sama-sama senang πŸ˜€
Bakal jadi kenangan indah ini ya dek

Selain main, tentu ajalah kita juga foto-foto ya πŸ˜€

Love it!
Penata gayanya adalah anak-anak πŸ˜€
Nemu ranting pohon, malah dijadikan light saber trus main Star Wars, dasar dua bocah ini πŸ˜€
Ya udah, mainlah kalian. Papa dan mama mau pacaran dulu πŸ˜›

Cantik banget bunga ungu ini πŸ˜€
Beberapa tahun lagi kalo foto berjejer gini, jamin deh saya bakal jadi yang paling pendek πŸ˜€

Sudah lewat tengah hari baru kami beranjak dari tempat ini. Tempatnya memang nyaman, apalagi saat itu suasananya sedang agak sepi dengan pengunjung selain kami hanya beberapa aja, makanya gak heran kalo anak-anak sampe keasyikan main di sini πŸ˜€

We were blessed beyond compare!

Kopi Piltik, Siborongborong

Siapa di sini yang doyan ngopi, hayooo angkat tangan πŸ˜€

Kalo saya mah gak usah ditanya lagi ya, saya memang seneng dengan minuman-minuman sehat yang mana di dalamnya termasuk smoothie dan kopi! Eh, jangan salah, kopi itu tergolong minuman yang menyehatkan lho, apalagi kalo kita pilih jenis kopi yang bagus, menyeduhnya dengan cara yang benar, serta tentu saja menakar dengan baik jumlah yang kita konsumsi setiap hari, tentulah kopi itu akan membawa manfaat baik buat tubuh kita. Setuju??? Setuju aja yaaaa…hehehe…

Dan bicara soal kopi, mungkin udah banyak yang tau kalo tanah Tapanuli di Sumatera Utara adalah salah satu penghasil kopi Arabica berkualitas tinggi di negara kita ini, dan salah satu bagian tanah Tapanuli itu adalah Siborongborong yang berjarak tidak begitu jauh dari Sipinsur yang sebelumnya kami kunjungi. Di daerah Siborongborong ini terdapat sebuah kafe bernama Kedai Kopi Piltik.

Sejak suami saya pertama kenal dengan tempat ini, dia memang sudah berkeinginan pengen membawa saya ngopi di sini kalo saya berkunjung ke Sibolga. Puji Tuhan akhirnya bisa terwujud juga keinginannya itu dan tambah bahagia lagi dia karena saya suka banget dengan Red Berry Coffee yang saya pesan, ya karena memang enak sih, meski pada dasarnya menurut saya kopi Arabica asli memang enak. Memang ada yang gak aslinya ya? Oh banyak lah. Kebanyakan yang dijual di pasaran itu udah bukan kopi Arabica asli, melainkan ada campuran Robusta-nya. Kenapa bisa tau? Ya karena dari rasanya. Kopi Arabica asli warnanya tidak pekat dengan rasa yang lebih ringan. Meminum kopi Arabica asli, hampir sama seperti meminum kopi dengan campuran jus berry dan wine di dalamnya, karena itu rasanya meski tetap pahit (ya namanya juga kopi), tapi ada rasa asam bercampur manis (secara rasa buah berry dan wine lah) di dalamnya. Aneka jenis seduhan kopi yang disediakan di Kopi Piltik ini sudah pasti menggunakan biji kopi Arabica asli yang berkualitas tinggi, rasa memang gak bisa bohong πŸ˜‰ .

Untuk tempatnya sendiri, bisa saya bilang cozy banget. Tempat ini bukannya berada di kota atau pusat keramaian, tapi orang yang datang ke sini tetep aja banyak, karena memang udah terkenal menyajikan kopi berkualitas tinggi sehingga cocok untuk penikmat kopi sejati….sedaaappp….. πŸ˜€

Sejarah Kopi Piltik. Pak suami pernah beberapa kali ngobrol dengan pemiliknya, dan kata pak suami orangnya sangat menyenangkan

Bagian belakang

Piltik Homestay

Selagi kami menunggu pesanan minuman dan makanan, anak-anak nemu catur dan congklak. Hepi banget mereka nemu mainan kayak gini πŸ˜€ .

Main catur
Main congklak
Mari makan! πŸ˜€

MeskiΒ  menu kopinya sangat beraneka ragam, tapi menu makannya tidak lah banyak. Seingat saya hanya seputaran nasi goreng. Syukurlah rasanya enak, apalagi mungkin karena suasana sekeliling yang sejuk dengan pemandangan indah bikin makan jadi bertambah nikmat.

Selesai makan, kami sempat foto-foto sebentar.

Foto post-wedding πŸ˜€
Keluarga berencana πŸ˜€

Ke Sibolga

Setelah kenanyang dan puas foto-foto di Kedai Kopi Piltik, kami pun kembali lanjut ke Sibolga melewati sekian jam perjalanan dengan jalan penuh kelok disertai jurang dan tebing di kiri-kanan sampai akhirnya melewati Batu Lubang (terowongan batu alami) pertanda kota Sibolga sudah di depan mata. Sekitar jam 5 sore lebih sedikit, kami pun tiba di rumah. Puji Tuhan. Akhirnya tiba juga di sini. Rasanya udah jalan jauh banget, dari Palembang hingga ke Sibolga ini. Puji Tuhan semua sehat dan perjalanannya sangat menyenangkan buat kami. Mungkin karena jalannya nyantai dan kami sangat menikmati waktu bersama-sama, jadi meski perjalanan jauh dan lama, tapi kami gak ngerasa capek sebaliknya ngerasa hepi-hepi aja.

Foto Bersama pertama di rumah ini….dengan si adek lagi asik ngunyah pisang dan ogah disuruh liat ke kamera πŸ˜€

Setelah malam menjelang dan waktunya buat tidur malam, barulah capek dan pegal di badan terasa. Dan ternyata gak cuma saya, tapi anak-anak juga. Terbukti, besok paginya sampe matahari udah tinggi bersinar pun mereka masih pulas tidur πŸ˜€

Yang tetep pulas tidur walaupun gorden kamar mereka ini sudah saya buka lebar-lebar dan sinar matahari sudah leluasa masuk

Gak apalah tidur sampai siang ya anak-anak, mumpung libur ini dan memang rencananya selama di Sibolga kita kan mau nyantai, jadi dinikmati saja sampai seminggu ke depan hidup yang tanpa terburu-buru serta tuntutan harus mengerjakan ini dan itu πŸ˜€

Iklan

Satu respons untuk β€œCerita Cerah Ceria (Part 3): Dari Balige ke Sipinsur, Siborongborong, hingga Sibolga”

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s