Cerita Cerah Ceria (Part 1) : Dari Palembang ke Medan

Hari Senin, seperti biasa saya bangun ketika hari masih sangat gelap. Selesai berdoa and did my other morning routines, saya segera turun buat ngambil sapu, kemoceng, dan pengki. Hari ini anak-anak akan ke sekolah lebih lambat dari biasanya karena rencananya di sekolah cuma ada agenda Parents Student Teacher Conference (PSTC) yang memang selalu diadakan di tengah semester. Dalam PSTC ini, orangtua akan mendapatkan laporan dari homeroom teacher mengenai segala sesuatu tentang anak dari awal hingga tengah semester. Maksudnya diadakan di tengah semester, supaya jika ada yang perlu jadi perhatian, orangtua bisa membantu guru berupaya untuk mengatasi hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut sebelum akhir semester.

Karena anak-anak hanya akan ke sekolah dalam rangka PSTC dan kami bakal berangkat ke Medan siangnya, maka subuh hari itu saya gak masak, cukup bersih-bersih dan beres-beres rumah aja. Sekitar jam 5 saya selesai bersih-bersih, saya pun bikin sarapan yang gampang-gampang : sup sayur, ham goreng, dan telur dadar.

Jam 6 saya selesai masak dan selesai beresin dapur, anak-anak saya bangunin supaya segera bersiap ke sekolah. Selagi anak-anak sarapan, saya mandi. Kelar saya mandi, giliran mereka yang mandi (si adek masih harus dimandiin). Beres semua, jam 7 kami turun untuk berangkat ke sekolah. Pas turun di tangga, disambut sama pemandangan ini…

Awww… How I love this little garden... bikin keceriaan kami di pagi ini jadi bertambah 😍

Di sekolah, saya dijadwalkan masuk ke kelasnya abang jam 7.30 sementara ke kelasnya si adek jam 8.10. Memang sama sekolahnya sengaja diatur anak-anak yang punya siblings di sekolah dijadwalkan di hari yang sama dan dengan jam yang relatif berdekatan supaya orangtua gak repot bolak balik ke sekolah.

Di sekolah, menunggu dipanggil masuk ke kelas oleh guru mereka

Puji Tuhan, laporan baik dari guru si abang maupun si adek mengenai mereka berdua semuanya sangat positif. Mereka berdua anak-anak baik bahkan luar biasa di sekolah serta bisa jadi teladan buat teman-teman mereka. Puji Tuhan. Rasanya sangat bersyukur dan bangga sekali saya menjadi orangtua mereka. Ini beberapa komentar dari guru-guru kelas mereka yang tercantum di report book mereka…

Abang’s general strength
Abang’s behavior
Adek’s social emotional development
Adek’s physical development
Adek’s development in English

Sekali lagi puji Tuhan, guru-guru mereka juga bilang kalo baik abang maupun adek punya jiwa kepemimpinan yang cukup menonjol. Ah, senangnya dengar itu. Semoga sampai ke depannya mereka bisa terus menjadi orang-orang yang bisa memberikan teladan terutama jadi berkat bagi lingkungan mereka. Amin.

Si Abang dan Si Adek, Jagoan Mama dan Papa. Kesayangan Mama dan Papa.

Selesai PSTC, kami pulang ke rumah untuk siap-siap berangkat ke Medan yang mana salah satu persiapan yang dilakukan adalah early lunch untuk anak-anak yaitu di jam 10.30. Sekitar jam 11 lebih mereka selesai makan siang, kami pun bersiap berangkat ke bandara. Puji Tuhan perjalanan ke bandara lancar, penerbangannya pun tepat waktu padahal maskapainya terkenal sering delay…hehehe…

In the airport. waiting for the flight
To board the plane

Puji Tuhan juga penerbangannya lancar dan nyaman, apalagi karena kami dapat tempat duduk paling depan jadi anak-anak bisa lebih leluasa duduknya.

On the plane

Sepanjang perjalanan kami tertidur, jadi penerbangan selama 1 jam lebih 20 menit itu hampir gak kerasa buat kami. Rasanya sebentar aja kami sudah mendarat di Kualanamo dengan pak suami yang sudah menanti kami di depan gerbang kedatangan bandara….

Puji Tuhan…

Hari kami pun benar-benar ceria. Semua berjalan dengan sangat baik hingga menimbulkan rasa syukur. Bersyukur dengan prestasi anak-anak di sekolah, bersyukur juga karena mereka bisa mengikuti semua yang sudah saya rencanakan di hari itu dan mereka jadi anak-anak yang baik tanpa menyusahkan mamanya sedikitpun baik ketika persiapan perjalanan maupun dalam proses perjalananannya, dan terlebih lagi kami bersyukur karena keluarga kecil kami boleh berkumpul kembali.

Dari Kualanamo, kami menuju ke rumah orangtua di Medan. Puji Tuhan, meski hanya semalam tapi setidaknya mertua saya bisa melepas rindu dengan dua pahompu-nya dari Palembang. Esok harinya, Selasa, kami berencana untuk menempuh jalan darat dari Medan ke Balige. Bagaimana cerita perjalanan kami, nanti lanjut di bagian kedua yaaa…supaya tulisannya gak kepanjangan πŸ˜€

 

Iklan

2 respons untuk β€˜Cerita Cerah Ceria (Part 1) : Dari Palembang ke Medan’

  1. Morning mama raja, aih yang cuti panjang…walah ini pagi pagi ngomen disini tanda juga nggak ada kerjaan…ngeblog pagi pagi..setelah juga beberes rumah, nyapu, ngepel, masak buat sarapan…ah memang indah yah dirumah..kalo aku si adek yang masih 3 tahun ini masih rerempong manja jadi urusan kerjaan rumah kalo ngga pagi pagi dan malam hari alamat tersendat…aku ngikutin cerita perjalanannya di FB di pulau mursala jeng….ah dirimu well documented yah rajin ngeblog dan save di fb…pengin ah..mau aktifin blog buat refreshing nulis…biar lelah dirumah teralihkan…:)
    senang bisa blog walking lagi dimari…
    have a nice day yah mama raja

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s