2:22

 

Sumber gambar dari sini

Film keluaran tahun lalu yang baru saya tonton sekarang di Fox Movie. Ceritanya tentang seorang air traffic controller bernama Dylan Branson yang satu kali ketika lagi bertugas tiba-tiba mendapat semacam vision yang bikin konsentrasinya buyar hingga mengakibatkan hampir bertabrakannya dua pesawat yang mana yang satu lagi mau landing sementara satunya lagi mau take-off. Untunglah si Dylan ini orangnya pintar dan otaknya cepet banget melakukan kalkulasi matematis (dia lulusan terbaik dari NYU, punya ijin terbang, tapi gak mau jadi pilot karena takut terbang), jadi di last minute dia bisa ambil keputusan untuk kedua pilot sehingga tabrakan bisa dihindari. Namun sekalipun hari itu bisa diamankan, namun kejadian konsentrasi dia buyar ketika lagi bertugas bikin dia di-suspend dari pekerjaannya selama 4 minggu.

Setelah di-suspend inilah, si Dylan mulai mengalami, meihat, dan mendengar kejadian-kejadian yang sama dan tepat pada waktu yang sama setiap harinya yang mana semuanya selalu berakhir pada pukul 2:22 siang hari di Grand Central Terminal. Hal-hal yang sama setiap hari itu seperti tetesan air, serangga yang mati, suara klakson, suara orang berantem, tukang bangunan yang lagi ngebor, suara sirine, dan sebagainya. Tambah aneh lagi karena setiap hari pada jam yang sama yaitu pukul dua lebih dikit dia selalu ‘harus’ berada di Grand Central Terminal dan melihat kejadian yang persis sama. Semua peristiwa sampe ke hal-hal yang sangat sederhana itu, meski orang-orang yang melakukannya berbeda, tempatnya gak sama persis, tapi selalu terjadi pada waktu yang persis sama bahkan sampai ke detik-detiknya. Dylan ini memang orangnya detail dan selalu mampu mengenali pola, makanya dia cepet bisa menyadari pola kejadian yang dia alami itu.

Persoalan makin rumit setelah Dylan kenal dan kemudian secara instan jadi deket sama cewek mantan penari balet bernama Sarah yang adalah salah satu penumpang dalam pesawat yang hampir bertabrakan itu. Sarah ini bekerja di sebuah galeri seni yang mana salah satu seniman di galeri itu adalah mantan pacarnya dia.

Setelah dekat dengan Sarah, kejadian-kejadian yang dialami Dylan masih terus berlanjut yang membawa dia pada misteri sebuah kejadian di tanggal 18 April 1986 yang tak lain dan tak bukan adalah tanggal kelahiran Dylan dan Sarah. Dylan pun harus bisa memecahkan misteri itu, demi menyelamatkan gak hanya nyawa dia, tapi terutama Sarah.

~~~~~~~~~~

Sebenarnya saya nonton ini bukannya direncanain. Pas aja ketika lagi gonta-ganti channel TV, tiba-tiba liat film ini baru mo mulai yang mana scene awalnya ngomongin soal bintang. Berhubung saya seneng sama bintang dan ditambah anak-anak saya suka banget sama outer space, jadi secara otomatis ada ketertarikan untuk berhenti ganti channel supaya paling gak bisa liat film ini tentang apa. Selesai dengan narasi tentang bintang, di layar TV saya muncul muka pemeran utamanya yang kemudian bikin saya mantap memilih untuk menonton film ini. Kenapa? Karena yang main adalah Michiel Huisman si aktor asal Belanda yang adalah salah satu pemain di Game of Thrones.

Kalo menurut review di IMDB, banyak yang bilang film ini jelek dengan rating yang cuma 5.7/10. Di Rotten Tomatoes juga hanya 22%. Tapi di antara pengguna Google yang ngasih jempol buat filmΒ  ini ada 84% yang ngasih jempol naik.

Kalo buat saya sendiri, ada beberapa hal soal film ini yang pengen saya komentari.

  1. Saya suka dengan pemain-pemainnya. Gak cuma mukanya yang bagus, aktingnya juga bagus. O ya, si Teresa Palmer di film ini muka dan beberapa ekspresinya mirip bener sama Kristen Stewart yak πŸ˜€ . Michiel Huisman, seperti biasa ganteng, walo agak kurang cocok sih kalo dibilang usianya baru mau 30…hehehe….
  2. Sinematografi film ini keren. Soundtrack-nya bagus. Dan saya sukaaa banget sama pertunjukan ballet in the air waktu si Dylan pertama kali ketemu dengan Sarah.
  3. Film ini termasuk kategori sci-fi thriller, walo gak gitu thrilling, tapi ada banyak detail yang bikin saya gak mau beranjak biar gak kehilangan clue. Banyak yang bilang film ini gampang ditebak dan bahkan ada review yang bilang heran ngeliat si Dylan yang kok kayaknya susah banget memecahkan misterinya, padahal udah keliatan banget. Kalo menurut saya sih, orang yang ngomong itu pasti gak sadar, ya iya dia ngomong sebagai penonton yang memang udah pasti tau kan ya arah film mau ke mana. Tapi realitanya kalo jadi orang yang ngalamin sendiri, maka manusia itu cenderung denial dengan pikiran “Ah masak sih? Gak mungkin ah…” yang mendominasi. Lagian siapa lah pula yang bisa menyangka kalo hidupnya berkaitan dengan misteri dari puluhan tahun yang lalu ya kan? Itu karena si Dylan orangnya mendetail dan selalu melihat pola aja maka bisa sadar kejadian-kejadian sama yang dia lihat setiap hari hingga merasa perlu memecahkan misteri di balik itu. Jadi menurut saya sih film ini walo ngayal tapi yah tetep berdiri di atas realita sehari-hari.
  4. Ending-nya memuaskan, sesuai harapan saya πŸ˜€ .
  5. Mau apapun yang ditulis dalam review orang, tetep aja buat mama-mama seperti saya yang lagi nyari tontonan sebagai pendamping ketika melaksanakan tugas mulia menyetrika baju, maka film ini sudah lebih dari cukup dan sangat memuaskan πŸ˜€

Yah, begitulah pemirsa, obrolan soal film menjelang malam ini. Di antara pemirsa adakah yang udah pernah nonton film ini?

Iklan

9 respons untuk β€˜2:22’

      1. Bhaiquelah. Aku percaya reviewmu πŸ‘πŸ½πŸ˜Šβœ¨ ntr nunggu nongol di YouTube TV dulu yehhh…. krn First Media di rumahku ga include paket movie 🀣

  1. Wah hahaha aku juga kemarin nonton ini Lis, sambil lari di treadmill… hihihi… menurutku seru sih karna ini kutonton uda setengah jalan tp aku putuskan untuk terus nonton sampai selesai… tadinya mau lari 30 menit akhirnya molor sampe filmnya selesai… hahaha

  2. saya sudah… saya sudah
    sudah 4x rasanya Fox Movies ulang2 terus, tapi tiap kali nonton malah tambah suka
    plotnya baguss
    bu kalau sempet ada Crazy Rich Asian di bioskop, katanya bagus juga…

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s