Hubby’s 37th Birthday

Seminggu setelah ulang tahun saya, giliran pak suami yang nambah umur. Puji Tuhan, tambah tua dia, udah 37 tahun, 3 tahun lagi genap 40…hihihihi….

Yang makin tua makin ganteng…hehehe

Buat merayakannya, lagi-lagi kami cuma tiup lilin aja di rumah. Buat cakenya saya pesan dari ce Santy (@santyleeching) yang memang udah terpercaya kue-kue bikinannya tuh enak!

Kami tiup lilinnya sore-sore, sehabis saya pulang kantor dan anak-anak selesai les. Seperti biasa, yang namanya tiup lilin ya cuma nyanyi, tiup lilin, trus berdoa.

Doa buat papa yang awalnya dipimpin oleh si adek… Puji Tuhan…
Potongan kue pertama buat si adek yang makin hari makin cerdas dan ceriwis!
Potongan kue kedua buat si abang yang puji Tuhan makin dewasa sikap dan perilakunya
Potongan kue ketiga buat saya yang…yang…terpaksa buka mulut lebar-lebar, menyesuaikan dengan ukuran potongan kue yang sengaja banget dibikin gede-gede sama pak suami dengan alasan supaya fotonya bagus…. -____-“
Potongan kue keempat buat yang berulangtahun. Potong sendiri, suap sendiri…supaya puas 😀

Sehabis tiup lilin yang sangat sederhana itu, saya kasih makan si adek trus kami langsung siap-siap buat makan malam di luar. Restoran pilihan kami malam ini adalah Jade Dragon Star yang lokasinya ada di Ruko Palembang Indah Mall. Resto ini adalah resto Chinese Food (tapi tidak menyediakan hidangan pork) yang cukup dikenal di Palembang.

Tempatnya nyaman dan tenang, cocok banget untuk makan bersama keluarga. Dengan keluarga besar juga cocok karena konsep ruangannya sangat mendukung.

Mie Goreng Cumi
Sapo Tahu
Ayam, Bebek, Jelly Fish
Another Ayam Panggang
Abang mah….kemana-mana paling sering pesan Nasi Goreng 😀

Puji Tuhan, semua hidangan yang kami pesan malam itu rasanya enak-enak. Jadi puas dan nyaman berlama-lama di situ. O ya, selain kami, di meja yang lain juga ada satu keluarga besar yang sedang merayakan ulang tahun orangtua/kakek mereka yang ke 98 tahun! Luar biasanya, kakek itu cerita kalo kakaknya juga masih hidup di Tiongkok sana dan usianya sudah hampir 110 tahun! Wowww!!! Umur panjang banget yaaaaa…. dan kami ikut senang lihatnya karena di usianya yang sangat panjang itu, beliau tetap dikelilingi oleh keluarga yang tampaknya sangat memperhatikan beliau. Puji Tuhan, semoga kami juga bisa seperti itu, memiliki umur panjang dalam damai sejahtera.

Sehabis makan, kami sempat jalan bentar di PIM sebelum kemudian pulang.

Esok harinya, sehabis nganterin si abang les teori musik, kami pergi makan siang di luar lagi. Sebenarnya sih ini makan siang di luar yang udah biasa ya, karena tau kan ya saya kalo Sabtu itu mesti libur masak…hehehe… Tapi berhubung ada yang baru ulang tahun, jadi hitungannya masih birthday lunch 😀 .

Untuk makan siang kali ini kami pilih di Terassa di Social Market.

Pindang Tulang dan Seluang. Palembang banget!! 😀
Sambal Kerang-nya enak!
Chicken Cordon Bleu Bento
Udang Galah Bakar

Makanan di Terassa enak-enak. Sayang, siang itu ada kejadian kurang enak karena Gulai Kepala Ikan Kakap pesanan pak suami malah diantarkan ke meja lain (dan dimakan pula sama tamu meja lain itu, padahal mereka pesannya Woku Gurami 😀 ). Dan itu ketahuannya setelah kami bolak-balik nanya kok Gulai Kepala Ikan-nya gak datang-datang. Trus ya sebenarnya waktu mereka antarkan si gulai ke meja yang lain itu, saya udah curiga karena meski dari jarak yang gak terlalu dekat tapi saya bisa mengenali kalo itu kepala ikan kakap, trus makin curiga juga karena tamu yang duduk di meja itu baru datang cukup lama setelah kami, kan aneh ya kalo pesanannya sama tapi mereka yang dapat duluan sementara mereka datangnya belakangan. Makanya, sehabis si staf resto nganterin si gulai ke meja itu, mbaknya langsung saya panggil buat nanyain apa kabar gerangan gulai pesanan kami. Si mbaknya cuma jawab katanya nanti dicek, sama seperti jawaban staf sebelumnya yang saya tanyain, tapi lagi-lagi saya lihat mereka gak ada pergi cek ke dapur. Akhirnya setelah beberapa lama, lagi-lagi kami manggil staf yang ada di situ buat nanyain pesanan gulai kami bertepatan dengan staf resto yang lain datang mengantarkan Woku Gurami yang baru keluar dari dapur. Di situ baru ketahuan kalo mereka udah salah nganterin pesanan. Sempat mereka nawarin untuk tukar atau bikin baru, tapi kami udah gak mau, udah kelamaan nunggunya, lapernya udah hilang. Ya sudahlah, pesanannnya dibatalkan saja. Itu aja sih kejadian kurang enaknya, mungkin waktu itu stafnya sempat kurang fokus sampe bisa salah seperti itu. Setelah hari itu kami masih beberapa kali makan di tempat ini karena memang rasa masakannya enak dan puji Tuhan gak pernah lagi ada kejadian kurang enak kayak seperti yang saya ceritain ini.

Bapak dan anak yang muka serta kelakuannya miriiiipp 😀
Kata orang muka kami berdua mirip, dan kata suami kelakuan kami juga banyak kemiripannya 😀
Joyful!

 

Puji Tuhan, hari ulang tahun suami yang ke-37 tahun bisa kami lewati dengan penuh sukacita, kiranya Tuhan memberkati agar waktu-waktu seperti ini akan selalu ada di hari-hari ke depan.

Buat pak suami terkasih, sekali lagi selamat ulang tahun. Doa kami papa selalu sehat dan menikmati panjang umur dengan hikmat, berkat, serta damai sejahtera dari Bapa di sorga. Amiiiinn….

Iklan

4 respons untuk ‘Hubby’s 37th Birthday

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s