Renovasi Dapur #1 : Rayap oh Rayap…..

Mau cerita soal dapur, nih, yang mana ini bakal jadi cerita yang lumayan panjang makanya dibikin berseri. Menulis rangkaian cerita soal dapur begini sebenarnya bikin saya merasa seperti mengulangi sejarah, karena apa yang terjadi di dapur Rumah Cendana ini pernah juga terjadi di Rumah Kencana dulu, meski dengan cara yang berbeda. Dipikir-pikir, mungkin kami memang berjodoh sekali dengan yang namanya dapur ya, sampe harus dua kali ngalamin kejadian yang mirip 😀 . Sudah gitu ironis banget pula, karena pada tahun ini saya sampe bikin IG khusus masak memasak @blessed.kitchen tapi trus malahan bermasalah dengan dapur dan bahkan sampe hari ini pun saya masih pake dapur darurat. Repooott… Tapi yah sudahlah, percaya saja bahwa setelah ini semuanya akan jadi lebih baik 🙂 .)

Masalah dengan dapur ini sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun yang lalu.

Awalnya terlihat sederhana, hanya sesekali muncul serbuk kasar di bawah pintu lemari tempat saya menyimpan piring-piring makan. Namun lama kelamaan, kemunculan serbuk kasar itu semakin sering sampe bisa dibilang setiap saat selalu ada. Berulang kali disapu, tetep aja muncul. Nyebelin, karena bikin dapur jadi sering kotor.

Waktu itu sebenarnya saya sudah tau kalo serbuk-serbuk kasar itu muncul akibat rayap. Sayangnya saat itu pengetahuan saya tentang rayap masih cemen jadi saya anggap remeh aja sambil  berharap bahwa nanti si rayap akan lelah dengan sendirinya. Iya, tolol banget memang -____-“

Sampe akhirnya pada suatu hari, ketika lagi asik masak memasak saya mendengar ada suara dari dalam lemari tempat saya menyimpan piring itu. Dari tempat saya berdiri yaitu di dekat kompor yang berseberangan dengan tempat piring, suara itu terdengar pelan tapi jelas. Awalnya agak nyeremin sih, mengingat kegiatan masak memasak saya dimulai di jam 3 pagi di mana pada jam segitu suasana sekeliling masih sepi, jadi lumayan bikin kagetlah ketika tiba-tiba muncul suara-suara yang agak aneh 😀 .

Penasaran, saya pun segera membalik badan lalu membuka pintu lemari piring, yang mana begitu pintunya terbuka, suara berisik yang berasal dari bawah alas lemari terdengar sangat keras sampe bikin saya bergidik membayangkan ada berapa banyak anggota koloni rayap yang sedang berada di bawah alas lemari itu. Rayap kan ukurannya kecil banget yah, jadi kalo sampe bisa bikin suara sebising itu, artinya bisa jadi jumlah mereka ada puluhan ribu. Hiiiyyyy….ngeri saya membayangkannya. Dan by the way, ini pertama kalinya saya mendengar langsung suara koloni rayap yang lagi menyerang kayu, ternyata benar-benar terdengar seperti pasukan yang lagi perang, ya! Serem!

Waktu itu, solusi yang terpikir oleh pak suami dan saya adalah obat anti rayap yang langsung kami cari siang itu juga di Pasar Cinde. Obatnya dipake dengan cara dioleskan di sela-sela antara alas dan dinding lemari. O ya, sebelum obatnya diaplikasikan, terlebih dahulu barang-barang dari dalam lemari kami amankan supaya gak terkontaminasi dengan bahan kimia dari si obat rayap, apalagi bau obatnya lumayan menyengat, butuh waktu kurang lebih tiga hari barulah bau obat itu benar-benar hilang.

Bau obatnya bisa hilang, gimana dengan rayapnya? Ikut hilang juga gak?

Waktu itu sih hilang ya dan sempat bikin saya tersenyum bahagia karena merasa sudah berhasil mengalahkan koloni rayap itu.

Sayang, kesenangan saya itu tidak bertahan terlalu lama. Selang beberapa bulan, suara-suara bising dari dalam lemari piring itu kembali sering terdengar. Gak cuma itu, alas pada bagian lemari itu juga mulai runtuh. Dan yang lebih mengkhawatirkan, lemari di atas bak cuci piring mulai terlihat miring. Memang hanya sedikit saja miringnya, tapi buat kami itu udah tanda awas banget karena sadar bahwa kondisi ini mulai membahayakan.

Seperti yang terlihat di foto paling atas itu, pintu untuk lemari-lemari bagian atas di kitchen set kami itu berlapis kaca. Bobot pintu lemarinya juga sangat berat karena ukuran lemarinya gede. Kebayang kan apa yang bisa terjadi kalau lemari atas itu sampai runtuh?

Kejadian yang dulu di rumah lama aja udah sangat menyeramkan ya, padahal dulu itu lemarinya jauh lebih kecil daripada yang sekarang. Bener-bener gak kebayang deh bakal seperti apa jadinya kalo sampe lemari bagian atas ini jatuh.

Kitchen set kami ini tergolong belum lama usianya. Kami bikinnya di tahun 2013, berarti sampe sekarang usianya baru 4 tahun. Terus terang, sebelumnya kami sama sekali gak ada rencana buat mengganti atau paling gak memperbaiki kitchen set ini. Tapi setelah bagian alas lemari untuk piring mulai rusak dimakan rayap, pikiran ke arah itu mulai muncul. Dan pikiran buat mengganti kitchen set ini semakin bertambah setelah menyaksikan kenyataan kalau lemari di atas bak cuci piring juga mulai menunjukkan tanda-tanda bahaya.

Puji Tuhan di saat-saat yang terbilang genting seperti ini, sejak tahun lalu kami sudah punya kenalan vendor interior specialist yang bisa dibilang sudah langganan karena sebelumnya sudah ada 3 interior project yang mereka kerjakan buat rumah kami. Namanya adalah CV. Jaya Multi Perkasa (JMP).

Oh ya, CV. JMP ini bukanlah vendor yang dulu ngerjain dapur kami, project yang sebelumnya mereka kerjakan di rumah kami adalah kamar anak-anak, ruang kerja, sama rak stok di garasi. Hasil kerjaan mereka memuaskan dan bisa memperhatikan keinginan kami secara detil, karena itu setelah ada pikiran untuk mengganti atau minimal memperbaiki kitchen set, merekalah yang pertama kali langsung terpikir oleh kami.

Puji Tuhan mereka bisa langsung bantu, sehari setelah dihubungi mereka langsung datang.

Yang pertama dilakukan adalah nurunin lemari di atas bak cuci piring. Barang-barangnya sendiri sejak malam sebelumnya sudah kami turunin dan bereskan. Di lemari itu ada tempat tirisan piring serta rak-rak yang berisi peralatan baking. Semua terpaksa diturunin dan itulah sebabnya mengapa beberapa bulan terakhir ini saya jadi agak malas baking, ya habis peralatan baking-nya banyak yang disimpan ke dalam plastik dan ditaro di gudang di ruang cuci, repotlah kalo musti bolak-balik diambil dari situ.

Dan setelah lemarinya dibongkar, terlihatlah betapa bagian belakangnya sudah sangat rapuh akibat dimakan rayap. Duh, puji Tuhan banget kami gak terlambat ngambil tindakan. Kalo diliat bagian belakangnya yang sudah serapuh itu, memang tinggal tunggu waktu yang hanya sebentar saja sebelum si lemari jatuh dan bikin bencana di rumah.

Lemari yang diturunin itu pun dibawa ke workshop-nya JMP buat diperiksa apa masih bisa diselamatkan sebagian atau sudah gak bisa sama sekali lagi. O ya, yang dibongkar saat itu memang baru lemari di atas bak cuci piring itu aja, karena lemari-lemari lainnya masih bisa dipertahankan dan digunakan untuk sementara waktu.

Setelah lemari itu diturunin, maka beginilah jadinya kondisi dapur kami.

Jelek banget kaaann…huhuhuhuhu….

Pintu lemari di bawah bak cuci juga dilepas karena kondisinya sudah tak kalah hancur. Hadeehh…. Parah pokoknya!

Di dinding tempat lemari itu tergantung juga terlihat ada jalur-jalur rayap. Tau kan ya jalur rayap tuh yang kayak gimana? Itu lho yang kayak terowongan dari tanah, kecil tapi panjang. Jadi memang benar dugaan kami kalo rayapnya gak cuma menyerang lemari piring aja tapi juga lemari di atas bak cuci itu.

Kurang lebih dua hari setelah lemari itu dibawa ke workshop JMP, mereka kemudian menghubungi kami buat ngasih tau kalo mereka gak bisa lagi menyelamatkan si lemari karena sudah hancur sampe ke dalam-dalamnya. Katanya ajaib itu lemari masih bisa bertahan tergantung di atas itu padahal bagian belakangnya udah hampir seluruhnya kopong…hehe… Puji Tuhan banget sih memang lagi-lagi kami diselamatkan dari bahaya. Dari JMP juga minta ijin untuk membuang seluruhnya lemari yang dibawa ke tempat mereka itu karena kuatir rayapnya bisa jalan-jalan trus mampir trus menetap di material mereka yang lain 😀 . Ya kami sih langsung kasih ijinlah. Ngapain juga material penuh rayap gitu disimpen-simpen. Trus selain itu mereka juga kasih info kalo sebaiknya sebelum kitchen set ini dibongkar dan diganti, lebih baik persoalan rayapnya dituntaskan dulu dengan pake vendor yang khusus nanganin rayap. Rekomendasi dari mereka adalah Rentokil.

Rentokil ini adalah perusahaan skala internasional yang memang khusus menangani hama perumahan dan salah satu jenis hama yang paling sering dikeluhkan adalah rayap. Puji Tuhan, mereka udah ada di Indonesia dan udah punya perwakilan juga di Palembang. Salut ya sama rayap ini. Hewan sekecil itu tapi bisa bikin orang mendirikan usaha berskala internasional hanya untuk mengurusi mereka 😀 .

Selang beberapa hari setelah kami menghubungi Rentokil, bagian pemasarannya datang buat ngecek lokasi, dan setelah mereka periksa memang rayap di rumah kami terkonsentrasi di dua tempat yang kedua-duanya di dapur, yaitu di area lemari piring dan di dinding di belakang lemari di atas bak cuci piring. Jenis rayapnya sendiri katanya termasuk yang paling ganas dan kalau dilihat dari lokasi ngumpulnya, menurut mereka koloni rayap ini pada dasarnya memang sudah ada pada bahan yang digunakan.

Sampe di sini ngeselin rasanya ya. Kesel sama vendor sebelumnya karena akhirnya bikin kami seperti buang-buang duit aja dulu itu bikin kitchen set ini. Tapi yah sudahlah, di satu sisi kami juga sadar memang kurang menaruh perhatian saat dulu pembuatan kitchen set ini. Dibandingkan dengan yang di rumah lama, pembuatan kitchen set ini terbilang kurang pengawasan sampe akhirnya memang banyak bagiannya yang kurang sesuai dengan kebutuhan kami bahkan ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan desain yang saya kasih. Maklumlah saat pembuatannya dulu, kondisi saya lagi hamil besar dan saat itu lagi gak punya ART jadi konsentrasi terbagi-bagi dan gak bisa kasih perhatian bener-bener saat proses pembuatan dan pemasangan kitchen set ini. Saya kesal, sedih, dan menyesal. Tapi bagaimanapun harus move on kan ya, yang paling penting sekarang dipikirkan apa yang harus dilakukan.

Tentu saja yang pertama harus dilakukan adalah membasmi rayapnya supaya jangan sampai ketika dapurnya dibongkar pun ternyata rayap masih ada dalam bangunan rumah. Cara untuk membasminya ya dari Rentokil yang pikirkan dan untuk kasus di rumah kami pembasmiannya dilakukan dengan cara pemasangan umpan.

Ada dua titik yang perlu dipasangkan umpan, yaitu di dalam lemari piring dan satunya lagi di dinding di atas bak cuci piring.

Bagian dalam lemari piring yang alasnya udah hancur dimakan rayap 😦 . Umpannya adalah kotak berwarna biru itu.
Di dinding ini, umpan dipasang di sudut. Kotak yang diberi lakban hitam itu adalah umpannya.

Dari Rentokil ini, kami mendapatkan beberapa penjelasan mengenai rayap.

Pertama, rayap itu hidup berkoloni yang mana dalam setiap koloni terdiri dari raja dan ratu yang berfungsi sebagai rayap reproduksi dan memiliki umur sangat panjang (ratu rayap bisa hidup sampai 50 tahun). Kemudian ada rayap prajurit yang bertugas menjaga sarang. Lalu ada rayap pekerja yang bertugas membangun sarang serta mencari makan untuk dipersembahkan kepada induk, prajurit, dan larva rayap. Apabila seluruh rayap pekerja mati, maka induk dan prajurit pun bisa mati karena tidak ada lagi yang memasok makanan bagi mereka.

Kedua, rayap suka dengan tempat yang gelap dan lembab. Karena itu sangat baik memastikan tidak ada bagian yang gelap dan lembab di dalam rumah. Kesalahan kami memang adalah di dinding belakang kitchen set ternyata lembab akibat rembesan air.

Ketiga, laron adalah bentuk dari rayap dewasa yang siap menjadi raja dan ratu. Mereka memiliki sayap agar bisa terbang mencari lingkungan yang baru. Jika sudah menemukan lingkungan baru, mereka akan melepaskan sayap mereka meski hanya satu pasang saja yang akan terpilih sebagai raja dan ratu dalam koloni yang baru.

Keempat, sebenarnya rayap memiliki manfaat sebagai pengurai dan aslinya sangat bermanfaat bagi lingkungan hidup di Indonesia yang memiliki banyak hutan. Salah satu fungsinya adalah mengurai daun dan membuat lubang-lubang di tanah sehingga mempermudah air hujan masuk ke dalam tanah. Ada juga ternyata penelitian yang bilang bahwa keberadaan rayap dapat menandakan bahwa tanah sekitarnya berarti subur karena memiliki cadangan air yang cukup banyak. Hanya saja memang, seiring pemukiman manusia yang semakin bertambah dan semakin meluas, maka rayap jadi tidak punya pilihan lain lagi selain mencari makan dan membangun sarang di daerah pemukiman hingga kemudian pada akhirnya rayap menjadi hama bagi manusia.

Kelima, makanan rayap adalah bahan yang mengandung selulosa seperti kayu, serasah (dedaunan jatuh), dan humus, karena itulah mereka sangat berguna bagi ekosistem hutan. Namun seiring perkembangan yang mengubah fungsi hutan, maka seluruh spesies di dalam hutan termasuk rayap juga mengalami penyesuaian dan berganti pola makan. Makanan mereka kini bisa beton, kayu bangunan, perabot rumah tangga, bahkan lahan pertanian.

Keenam, meski bentuknya mirip, namun rayap tidak bersahabat dengan semut. Salah satu tugas rayap prajurit adalah menjaga sarangnya dari serangan semut. Dan biasanya keberadaan semut setelah usaha pembasmian rayap dilakukan dapat menjadi pertanda bahwa pembasmian sudah berhasil karena semut telah leluasa memakan sisa-sisa rayap yang mati.

Kurang lebih enam hal itulah penjelasan dari mereka yang bisa saya ingat. Semoga tak ada yang salah informasinya.

Nah, dari penjelasan di atas bisa ketangkap kan ya apa fungsi dari umpan yang dipasang itu?

Yap, fungsinya adalah untuk membunuh seluruh rayap pekerja sampai tak ada lagi pasokan makanan untuk induk hingga induk itu mati.

Nah, usaha untuk membunuh rayap itu bukannya bisa dicapai dalam waktu dekat. Dari Rentokil sendiri memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk membasmi rayap di rumah kami adalah sekitar 3 bulan!!

Lama banget kaaannn…

Gak cuma itu aja, dari Rentokil juga bilang supaya pembasmian lebih efektif maka selama prosesnya berlangsung, dapur kami tidak boleh diapa-apain terlebih dahulu supaya koloni rayap itu tidak malah berpindah tempat.

Tadinya kami berpikir selama proses pembasmian dari Rentokil, kami juga udah bisa pelan-pelan melakukan perbaikan, seperti memperbaiki rembesan di dinding dan sebagainya. Tapi ternyata yang seperti itu tidak boleh, karena rayap juga meski bisu, buta, dan tuli namun sangat sensitif terhadap bau-bauan.

Ya sudahlah, kami pasrah dan nurut. Tak apa bersabar-sabar dengan kondisi dapur yang…..haduh, gak tega rasanya mo diomongkan tapi yang penting nantinya masalah ini akan bisa selesai.

O ya, mungkin ada yang pengen tau soal harga pembasmian hama dari Rentokil. Di rumah kami perhitungan harganya adalah per umpan yang dipasang. Satu umpannya seharga Rp 1.100.000.

Yes, rayap itu memang hewan yang kecil, tapi kalo sudah merusak maka bisa membawa kerugian finansial yang cukup besar. Biaya pembasmiannya terbilang lumayan, belum lagi biaya perbaikan dan penggantian bagian atau perabot rumah yang dirusakkannya. Tak hanya finansial, namun kerugian nonfinansialnya juga tak kalah besarnya. Kebayang kan berbulan-bulan kami harus menerima kondisi dapur yang cukup memprihatinkan. Itupun kami masih bersyukur karena masalah akibat rayap ini bisa segera ditangani sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa membawa kerugian semakin besar lagi.

Selama proses pembasmian, setiap seminggu sekali petugas dari Rentokil datang untuk mengecek umpan. Bila umpan telah habis maka akan diisi lagi. Lalu bila umpan dalam kurun waktu tertentu tidak dimakan lagi, maka umpan akan dipindah ke tempat lain yang ada jejak rayapnya. Begitu seterusnya sampai mereka menyatakan bahwa rumah kami sudah bebas rayap. Puji Tuhan, proses tersebut hanya berlangsung dua bulan saja di rumah kami. Pemasangan umpan mulai dilakukan di bulan Juni dan pada pertengahan bulan Agustus sudah dinyatakan bersih dari rayap. Puji Tuhan…

Tepat tanggal 17 Agustus kemarin, dapur kami pun mulai dibongkar.

O ya, selama proses pembasmian rayap yang cukup lama itu, kami juga sudah deal dengan CV. JMP untuk pembuatan kitchen set yang baru. Rasa sakit hati dengan hancurnya kitchen set yang lama membuat kami (terutama saya sih…hihihihi), kali ini bertekad ingin membuat kitchen set yang betul-betul sesuai selera, kebutuhan, dan tentu saja kemampuan…hehehe… Untuk mewujudkan hal itu, maka dapur kami dibongkar hampir seluruhnya dan hanya menyisakan dinding serta lantai saja.

Akan seperti apa kitchen set yang baru tersebut?

Itu bakal jadi cerita tersendiri.

Untuk sekarang ini, mari lihat beberapa foto saat dapur kami yang lama dibongkar.

Proses pembongkaran kitchen set dimulai
Bagian belakang lemari piring yang lapuk dan hancur dimakan rayap
Material bekas kitchen set yang lama yang masih bisa terpakai ini tidak lagi kami gunakan melainkan kami hibahkan ke tukang yang membantu pengerjaan renovasi di rumah kami ini
Bekas sarang rayap di bawah lemari
Bekas sarang rayap di dinding
Bagian dapur ditutup seperti ini supaya tidak mengganggu saat proses pembongkaran counter top dan keramik di dinding dapur
Counter top dan dinding keramik dibongkar seluruhnya

Kami ingin memulai semuanya dari awal lagi, karena itu hampir seluruh bagian dapur ini dibongkar.

Setelah pembongkaran ini dilakukan, dinding diperbaiki yang ada bagian bocor dan rembesan airnya kemudian dicat ulang dengan cat anti rembes.

Nah, selama proses pengerjaan sampai kitchen set yang baru terpasang, kami terpaksa pake dapur darurat militer…hehehe…. Ruang keluarga pun beralih fungsi sebagai dapur, sementara kamar yang tidak terpakai jadi tempat penyimpanan barang-barang dapur yang menggunung 😀 .

Dapur darurat kami. Kompor pun naik ke atas meja makan :D. O ya, supaya meja makannya tidak rusak, terlebih dahulu saya lapisi dengan plastik.
Peralatan masak yang dikeluarkan hanya yang sehari-hari dipakai saja
Piano dan kulkas pun berpindah tempat
Penampakan tumpukan barang di kamar…hahahaha…ampun deeehhh….peniiingg liatnya 😀

Yah begitulah pemirsa, selama berbulan-bulan kami harus bersabar dengan kondisi yang ada. Jujur gak gampang buat saya yang maunya apa-apa rapi dan semua ada tempatnya. Tapi mau bagaimana lagi, yang penting kedepannya nanti akan lebih baik. Itu saja yang selalu saya ingat.

Sampai jumpa di lanjutan cerita berikutnya yaaaaa….

Iklan

24 thoughts on “Renovasi Dapur #1 : Rayap oh Rayap…..

  1. Wah gara2 rayap perlu renovasi seluruh dapur. Tapi ini pertama kalinya saya dengar ada pembasmi rayap skala international ha ha ha…. ya semoga yang kali ini dapat dapur sesuai keinginan dan budget tentu saja 😀

  2. Memang rayap ini memang bikin sakit kepala ya. Kebayang bgt pas digeser itu ada bekas rayapnya. *Berasa merinding* aku kebayang bgt kakak gak bakalan betah, krn biasa rumah rapi bgt ya.

  3. Jangan remehkan rayap waktu awal membangun rumah. Sebaiknya sewaktu pengolahan lahan, tanahnya disemprot anti rayap. Pastikan tidak ada kayu yang tertinggal sampai dibawah lapisan permukaan tanah, karena itu sorga rayap untuk berkembang biak lalu menyerang kayu yang terdapat dalam rumah.
    Memang sebaiknya kayu yang sudah dimakan raya dibongkar sekalian. Ganti dengan kayu yang sudah dianti rayap, dan pastikan kayunya tua.

  4. rayap itu emang sakti banget ya…, kecil tapi cepat merusak..
    untungnya bisa ketauan sebelum ambruk semuanya
    bersabar2 dulu ya dengan kondisi tak rapi

  5. Huwaaaa…rayaaap. Memang lis urusan rayap bikin ribet bgt. Kecoa juga lis…kantor aku yang lama bermasalah ama kecoa juga gitu. Sempat panggil rentokil juga. Hadeuuuh…dapurku moga2 ga ada rayap. Aamin…haduuuuh sampai bongkar full dapur gitu ya.

  6. Nanti kalau sampai ada rejeki bangun rumah baru, mulai dr tanahnya harus ditanam anti rayap, Lis. Or sekarang pun bisa dilakukan untuk satu rumah. Sekat antar keramik bisa di bor dan disuntik, jadi bukan cuma tembok dapur.

  7. wahh sama bgt, dirumahku juga rayapnya sadis bgt. ada dua kamar yang memang jarang sekali buka, belakangan muncul bunyi2 bising bgt dari dalam lemari rias, ternyata isinya rayap semua, di dinding juga banyak jalur rayap dan penuh dengan tanah. alhasil barang2 kamar tersebut kita bongkar dan buang. memang ya si rayap ini bahaya dan geragas bgt.. tempo hari pintu kamar mandi lepas dari temboknya krn rayap juga

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s