Cerita Tentang Ruang Cuci Multifungsi Kami

Sebelum lanjut bercerita, saya mau kasih tau dulu kalo ruang cuci yang mau saya ceritakan di sini adalah ruang cuci di rumah kami yang sederhana dengan aktivitas normal sebagaimana rumah tangga pada umumya di negara tercinta Indonesia ini. Jangan berharap menemukan ruang cuci (apalagi yang juga berfungsi sebagai gudang sebagaimana yang mau saya ceritakan di sini) yang akan tampak seperti galeri ya 😀 . Gak ada jaim-jaiman di sini. Ini ruang cuci yang bener-bener dipake buat cuci baju kotor, ruang jemur yang bener-bener buat gantungin jemuran keluarga dengan 2 bocah plus 1 bayi yang tentu saja pada boros baju, dan gudang yang memang bener-bener dipake buat nyimpen barang ‘dibuang sayang’.

Iya, maksud dari multifungsi pada judul di atas adalah ruang cuci yang juga berfungsi sebagai ruang jemur dan sekaligus sebagai gudang.

Ukuran rumah kami ini memang tidaklah besar dan dari sejak awal sudah didesain memiliki ruang cuci yang terletak pada satu blok yang sama dengan kamar ART. Pada blok tersebut hanya terdapat 1 kamar mandi khusus untuk ART, 1 kamar tidur ART, dan pada ujungnya terdapatlah ruang cuci dengan ukuran yang kurang lebih hanya 3 x 1,40 m saja. Kecil memang, tapi itupun kami sudah bersyukur karena arsitek yang mendesain rumah ini cukup pintar memanfaatkan lahan yang tak seberapa hingga masih ada tempat khusus ruang cuci di rumah yang tidak besar ini.

Sewaktu pertama kali melihat-lihat rumah ini dan diajak oleh penjualnya untuk melihat bagian di mana terdapat ruang cuci ini, ada 4 hal yang langsung jadi perhatian kami.

Pertama, ruang cuci ini didesain untuk pencucian dengan mesin cuci. Tidak ada beda ketinggian lantai ruangan ini dengan ruangan lainnya, yang beda hanya jenis dan warna keramiknya saja.

Kedua, ruang cuci ini memang sudah didesain sekaligus sebagai tempat jemur, karena itu posisinya berada di depan namun ditutupi dengan dinding yang penuh lubang angin supaya pakaian yang dijemur bisa tetap mendapat sinar matahari dan angin tanpa perlu menjaidkan jemuran sebagai pajangan di halaman rumah.

Ketiga, rumah ini sepertinya memang didesain untuk keluarga jaman sekarang yang rata-rata pergi pagi pulang sore jadi gak mau dipusingkan dengan ancaman jemuran kehujanan atau dibawa pergi angin hingga terbang ke rumah tetangga, makanya ruang jemurnya dibikin di dalam rumah seperti ini.

Keempat, rumah ini sudah oke karena punya ruang cuci jemur seperti ini, tapi sejujurnya dari sejak awal kami bingung, gimana caranya memaksimalkan fungsi jemuran di ruangan yang sekecil ini ya? *garuk-garuk kepala* . Tanpa perlu diukur pun, sekali lihat kami sudah tau kalo ukuran lebarnya tidak akan cukup menampung jemuran stainless steel lipat yang kami punya. Waktu itu yang pertama kali terpikir adalah terpaksa kami harus mengandalkan jemuran dinding supaya ruang jemur ini bisa termanfaatkan dengan baik, walaupun tetep masih jadi tanda tanya akan serupa apa dan akan sebanyak apa jemuran dinding yang harus kami pasang di ruangan ini mengingat cucian sehari-hari di rumah lumayan banyak apalagi mengingat waktu itu kami sedang bersiap menyambut anak kedua.

Setelah akhirnya jadi pindah ke rumah ini, untuk sekian waktu lamanya ruangan ini hanya kami gunakan untuk mencuci (dengan mesin cuci) saja karena saat itu belum ada waktu mencari jemuran dinding yang pas sementara jemuran lipat yang kami punya sama sekali tidak muat di dalam ruangan ini. Untuk urusan jemur-menjemur terpaksa kami lakukan di halaman belakang, yang mana setiap kali akan ninggalin rumah, jemurannya kami pindahkan dulu ke dalam rumah. Repot tapi karena terpaksa jadi tetep aja dijalanin… bahkan sampe si adek lahir 😀 .

Nah, setelah si adek lahir, masalah dengan jemuran semakin terasa karena bagaimanapun punya bayi berarti menambah jumlah cucian baju secara signifikan. Waktu itu sudah terpikir banget untuk sesegera mungkin mencari dan memasang jemuran dinding di ruang cuci, yang untungnya tetep gak jadi-jadi sampai kemudian si opa alias papa saya memberikan solusi yang luar biasa oke karena tidak hanya menyelesaikan persoalan dengan jemuran tapi sekaligus juga memberikan rumah ini sebuah gudang (yang sebelumnya tidak ada) tanpa perlu menambah ruangan lagi.

Solusinya sederhana yaitu dengan memanfaatkan besi siku lubang yang dipasang di sepanjang koridor menuju ruang cuci serta di dinding bagian atas ruang cuci sendiri.

Pemasangannya adalah seperti pada foto di bawah ini.

Koridor menuju ruang cuci yang bagian atasnya dipasangi rak menggunakan besi siku lubang. Maafkan penampakan kain pel di ujung sana ya, itu memang pel yang dikhususkan untuk ruangan ini.

Besi siku lubang dirangkai sedemikian rupa hingga menjadi rak gantung, yang punya beberapa keuntungan dibanding rak gantung biasa. Kuat, hemat tempat dan tidak membuat ruangan menjadi gelap, lebih mudah untuk dibersihkan, tidak disukai tikus, dan tentu saja sekaligus bisa berfungsi sebagai jemuran karena kita bisa menggantungkan hanger pakaian pada lubang-lubangnya.

Dengan rak dari besi siku lubang ini, menjemur pakaian memang dilakukan dengan cara menggantung hanger pakaian di lubang-lubang besinya. Kami mencuci dengan mesin cuci kemudian pakaiannya dijemur dengan cara digantung seperti ini, tentu membuat pakaian jadi cepat keringnya. Rata-rata kalau dijemur pagi, maka sebelum siang pakaiannya sudah kering. Kalau dijemur malam, biasanya pagi sudah kering.

O ya, meski berada dalam ruangan, tapi pakaian yang dijemur di sini cukup mendapat angin untuk mengeringkan pakaian tanpa bikin pakaian jadi bau. Untuk sinar matahari sendiri memang tidak banyak. Tapi toh memang tidak begitu perlu juga kok, karena untuk mengeringkan pakaian yang lebih dibutuhkan adalah angin daripada sinar matahari.

Seberkas sinar matahari yang masuk ke ruangan ini 😀
Sinar mataharinya kayak gini-gini aja, tapi pakaian yang dijemur di sini lumayan cepet kering.
Keliatan bener kan betapa kecilnya ruangan ini 😀

Puji Tuhan, dengan memanfaatkan besi-besi seperti ini, ruang cuci kami yang ukurannya begitu kecil akhirnya bisa termanfaatkan dengan sangat baik bahkan kapasitasnya pun cukup banyak karena bisa menampung jemuran dari 5-6 batch cucian. Lumayan banget kaaannn….

Kalo pas cucian lagi rame-ramenya, jemurnya bisa sampe di sepanjang koridor 😀

Hanger yang saya pakai buat menjemur adalah hanger kawat, karena lebih mudah untuk dimasukkan ke dalam lubang besi, selain itu hanger kawat juga gak mudah patah. Paling yang jadi masalah adalah hanger kayak gitu suka berkarat, apalagi kalo usianya sudah bertahun-tahun 😀 .

The hangers….. yang udah berkarat itu usianya memang udah bertahun-tahun, tapi karena masih kuat (termasuk untuk digantungkan jeans), maka masih tetap saya pakai 😀
Strong enough buat digantungin jeans 😀

Bersyukur banget pokoknya dengan solusi yang diberikan oleh si opa ini karena bikin kami semakin merasa nyaman dengan rumah ini. Kami jadi punya ruang cuci jemur yang bisa termanfaatkan dengan baik tanpa bikin ruangan yang udah kecil bertambah sempit serta kami yang tadinya tidak punya gudang bisa punya tempat buat nyimpen barang yang jarang dipakai (termasuk pohon Natal dan asesorisnya) tanpa perlu menyiapkan ruangan khusus untuk itu 🙂 .

Demikianlah cerita saya soal ruang cuci multifungsi kami. Sebenarnya agak aneh sih cerita soal ruang cuci di sini, tapi soalnya ada yang request sih, jadi yah sudahlah, siapa tau bisa membantu dan memberikan solusi buat yang lain juga 🙂 .

PS:

Sebenarnya saya lagi kurang mood-nya untuk menulis di sini karena perhatian lagi teralihkan dengan urusan anak-anak yang bentar lagi mau sekolah tapi kegiatan lainnya terus jalan, urusan rumah (lagi berperang sama rayap di kitchen set nih…huhuhuhuhu….udah hancur kitchen set saya gara-gara rayap T__T), dan terutama pikiran banyak tersita karena mertua dua-duanya lagi berjuang melawan sakit (bapak mertua baru selesai operasi tumor di otak untuk yang ketiga kalinya sementara mama mertua setelah berjuang melawan sakit ginjal sejak tahun 2007 akhirnya sekarang harus menjalani cuci darah). Well, that’s life. Selalu ada saja kejutan baru terjadi. Tapi puji Tuhan yang selalu membuat semua bisa terlewati dengan sangat baik dan penuh sukacita. Amin…

 

 

 

 

 

 

Iklan

15 thoughts on “Cerita Tentang Ruang Cuci Multifungsi Kami

  1. Kreatiff si opa. Saya juga pakai rak lubang itu, Ayah saya bikin 4 susun, paling atas tetap difungsikan juga. Cukup utk nampung box isi ini itu. Jemuran memang penting bgt dan ruang cucinya rapi deh, mbak.

  2. idenya opa keren banget deh….., ruang tetap rapi tapi cucian kerng semua
    semoga kedua opung di Medan diberi kekuatan melawan penyakitnya ya

  3. mbak,serius nanya nih ya,krn aq pgn niru pke besi siku utk tmpt cuciku yg kecil jg,itu nggantungnya hrs naek kursi (krn tinggi) ato nyampe ya?
    ide bagus bgt ini 😀

  4. Selalu suka dengan penataan rumah kak Lisa. 🙂 cantik bgt. dan ruangan jadi efisien yaa.

    Lekas sembuh ya untuk kedua mertua Kak Lisa..

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s