Tentang Kosmetika dan Perawatan Tubuh Yang Lebih Sehat Tanpa Paraben

Berawal dari heboh-heboh meninggalnya seorang artis gara-gara kanker payudara dan kemudian disusul dengan kabar salah satu keluarga dekat juga ternyata sedang berjuang melawan penyakit kanker payudara, saya pun jadi lumayan banyak membaca artikel tentang kanker payudara, terutama tentang gejala dan penyebab kanker ini.

Dari artikel-artikel yang saya baca, ada satu hal yang sangat menarik perhatian saya yaitu kemungkinan adanya peran bahan kimia Paraben terhadap perkembangan sel kanker (terutama kanker payudara) di dalam tubuh.

Mungkin saya telat tahu soal ini yah, karena ternyata setelah mencari-cari tau, kontroversi soal berbahaya atau tidaknya kandungan paraben dalam kosmetika dan perawatan pribadi sudah terjadi sejak lama. Ya sudahlah, better late than never kan. Masih untung sempat tahu sekarang…hehe…

Paraben adalah bahan kimia pengawet yang digunakan sudah sejak tahun 1950-an untuk mengawetkan kandungan dalam losion, krim wajah, shampo, sabun, lipstik, bedak, dan lain-lain. Bisa dibilang, hampir semua yang namanya kosmetika, perawatan wajah, serta perawatan kulit, akrab dengan bahan pengawet ini. Dalam produk, variasi paraben yang sering digunakan adalah ethylparaben, butylparaben, isobutylparaben, isopropylparaben, methylparaben, propylparaben, serta kadang ditulis dengan nama Alkyl parahydroxy benzoates. Meski sampai sekarang masih menjadi perdebatan, namun tak sedikit yang menyatakan ada hubungan antara peningkatan penderita kanker payudara di dunia dengan luasnya penggunaan paraben dalam kosmetika.

Waktu baca soal ini, saya cukup kaget ya, karena selama ini saking gak tahunya, saya gak pernah perhatikan apakah ada kandungan paraben dalam produk-produk kosmetika dan perawatan tubuh yang saya pakai selama ini. Walo masih jadi perdebatan, tapi tetap lah ya, mending jaga-jaga aja dan buat saya kalo udah ngerasa ragu mending gak usah. Sama aja kayak soal MSG. Kayak soal Teflon. Kalo ragu, mending sekalian ditinggalkan dan cari alternatif lain yang semoga lebih sehat.

Saya pun langsung mengecek satu per satu kosmetika dan perawatan tubuh yang saya pakai.

Dan saya terkejut karena mendapati kandungan paraben tercatat dalam daftar ingredients pada produk bedak, body lotion, serta lipstik yang saya pakai sehari-hari. Terkejut, karena ketiga-tiganya krusial sekali dan setiap hari saya pakai dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih 12 jam (dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore) bahkan untuk body lotion saya pakai selama 24 jam karena sehabis mandi sore saya pasti pakai lotion lagi. Sebagai informasi, paraben adalah bahan yang dapat menyerap masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit, jadi dengan membayangkannya saja saya sudah pusing sendiri…hehehe…. Bukannya parno sih, yang namanya sakit mah sering gak disangka-sangka juga kok. Kita udah berusaha jaga bener-bener tapi tetap saja tak ada yang  bisa menjamin kalo kita gak akan sakit. Hanya saja bagaimanapun, bagi saya adalah penting untuk berusaha menjaga dan mencegah apa yang sekiranya bisa dicegah. Membayangkan betapa sering dan lamanya tubuh saya terekspos pada bahan yang diperkirakan menjadi salah satu penyebab penyakit yang merupakan pembunuh nomor satu wanita, sudah cukup membuat saya memutuskan untuk mencari alternatif produk lain yang tidak mengandung bahan ini.

Apalagi setelah saya cerita dengan suami, dia langsung nyuruh saya cari produk lain yang lebih aman saja. Tambahlah tekad saya bulat untuk mengganti bedak dan body lotion. Kalo untuk lipstik, beruntung selama ini selain menggunakan produk yang ternyata mengandung paraben itu, saya juga memang sudah pakai produk dari Maybelline yang gak ada kandungan paraben. Lipstik aman kalau begitu. Gak perlu ganti. Cuma perlu ditambah aja…hehehehe….

Untuk bedak, tadinya saya mau beralih ke The Body Shop Fresh Nude Cushion Foundation yang sudah saya cek tidak mengandung paraben. Apalagi sebelumnya saya sudah cocok sekali pakai The Body Shop CC Cream Instaglow, biar cocok gitu maksudnya berdua. Tapi ternyata pas cerita-cerita dengan ibu-ibu Mahmud di WA Group, si mamah Etty cerita tentang produk dari Mineral Botanica yang punya embel-embel paraben-free dalam kampanye iklannya. Katanya ini produk lokal dengan kualitas yang oke punya. Baiklah. Pas lagi belanja mingguan seminggu yang lalu di PTC, saya pun mampir bentar ke Century karena informasi dari hasil browsing, produk ini tersedia juga di Century. Ternyata bener ada. Setelah dilihat-lihat, saya tertarik sama bedak two way cake foundation-nya. Harganya di sini 68ribuan, sangat terjangkau ya dan jelas jauh lebih murah daripada bedaknya The Body Shop…hehehe. Langsunglah bungkus 1 buat dicoba dulu, semoga saja cocok.

Trus untuk lotion, lagi-lagi tadinya mo pindah lagi ke The Body Shop White Musk Lotion. Pake kata lagi, karena dulu saya udah pernah pakai lotion ini, tapi trus beralih lagi kembali ke selera asal yaitu lotion yang sudah saya pakai bertahun-tahun dan yang ternyata mengandung paraben itu…huhuhuhu…. Lotion The Body Shop teksturnya terlalu oily di kulit saya hingga berasa kurang nyaman. Ingat dengan pengalaman itu, bikin saya memutuskan untuk lebih baik mencari alternatif yang lain dulu.

Dan ternyata susah yaa nemu lotion yang tidak mengandung paraben. Waktu lihat-lihat di supermarket minggu yang lalu itu, saya hanya menemukan dua produk saja yang tidak ada paraben dalam daftar kandungannya. Pertama adalah Natur-E, kedua adalah Ellizer Hand & Body Lotion Goat’s Milk. Saya pilih yang kedua, karena beberapa bulan yang lalu saya sudah pernah coba Natur-E body lotion dan kurang suka dengan teksturnya di kulit.

Pulang ke rumah, saya pun membersihkan isi kamar mandi serta laci meja rias saya dari produk yang mengandung paraben. Lipstik yang mengandung paraben saya buang. Begitu juga dengan bedak dan body lotion yang sudah saya pakai bertahun-tahun, ikut saya buang. Selain itu saya juga jadi lebih memperhatikan apa saja yang terkandung dalam produk yang saya pakai sehari-hari.

Lalu dengan begitu apakah sudah bisa dipastikan bahwa rangkaian kosmetik dan perawatan tubuh yang saya pakai sehari-hari sudah benar-benar bebas dari paraben serta bahan lain yang katanya berbahaya?

Mari kita lihat satu per satu yaaa…

==========================

My all cosmetics and personal care

Sabun badan: The Body Shop Olive Shower Gel

The Body Shop Olive Shower Gel

Saya sudah lama sekali pakai produk ini, karena suka dengan teksturnya yang lembut di kulit dan saya juga suka dengan wangi olive-nya yang menurut saya segar banget.

Apakah produk ini bebas paraben?

Mari kita lihat.

Kandungan dalam The Body Shop Olive Shower Gel yang tertera di label pada kemasan produk

Mau berapa kali pun dibaca, di situ gak ada ya tercantum kandungan paraben.

Tapi begitu saya buka situs resmi The Body Shop, di halaman ini https://www.thebodyshop.co.id/reno-olive-s-2fgel-250ml-360.html pada tab Ingredients, jelas-jelas tercantum kandungan butylparaben, ethylparaben, isobutylparaben, serta propylparaben sebagai pengawet.

Nah lho…bingung yak jadinya 😀

Saya sudah berupaya sih menghubungi The Body Shop buat nanya kandungan sebenarnya dalam shower gel ini. Tapi belum dapat balasan nih (kalau udah ada balasannya pasti saya update di sini).

Selain sepertinya mengandung paraben, shower gel ini juga mengandung sulfate, jadi buat yang anti sulfate maka tidak akan menjadikan produk ini sebagai pilihan. Saya sendiri sampai sekarang belum terpikir untuk mengganti produk ini (kecuali bila nanti saya bisa menemukan produk yang memang benar-benar tidak mengandung paraben dan sulfate disertai penggantinya yang sudah terbukti aman), karena menurut saya kalau hanya sekedar sabun badan yang dipakainya hanya sewaktu mandi dan setelah itu langsung dibilas bersih maka hitungannya masih aman-aman saja.

Shampoo: Pantene Silky Smooth Care

Pantene Silky Smooth Care

Saya sudah bertahun-tahun pakai Pantene, seingat saya udah dari sejak saya remaja. Meski berkali-kali saya beralih ke produk lain, tapi selaluuu saja saya balik-balik lagi ke Pantene, karena memang udah paling cocok sama produk ini.

Sekarang mari kita tengok, kandungan yang tercantum dalam kemasannya apa saja.

Kandungan dalam Pantene Shampoo

Kandungan paraben tidak tercantum di situ. Tapi di situ ada kandungan sulfate, yang lagi-lagi jadi perhatian. Apakah ingin mengganti produk ini? Lagi-lagi liat nanti, apabila saya memang bisa menemukan produk yang murni bebas paraben, sulfate, disertai pengganti yang aman. Untuk sekarang ini tak apalah, tetap pakai ini saja, karena toh sehabis dipakai langsung dibilas juga 🙂 .

Hair mask: Ellips Vitamin Hair Mask

Ellips Hair Mask

Saya menggunakan produk ini antara seminggu – dua minggu sekali (kalau ingat dan kalau lagi rajin…hehehe). Yang pasti sejauh ini saya cocok-cocok aja pakai Ellips Vitamin Hair Mask Smooth & Shiny karena bikin rambut lembut tapi gak lepek, selain membantu juga untuk rambut saya yang tipis serta agak kering ini terlihat lebih sehat.

Kandungan dalam Ellips Vitamin Hair Mask

Tidak mengandung sulfate (karena bukan produk yang perlu busa), tidak mengandung paraben, tapi mengandung DMDM Hydantoin yang juga adalah salah satu jenis pengawet. Beberapa artikel mengatakan bahwa bahan ini termasuk berbahaya bagi tubuh dan bahkan ada yang bilang berkontribusi menyebabkan kanker. Tapi setelah saya baca-baca lagi, ternyata bahan ini termasuk rendah potensinya menjadi carcinogen (penyebab kanker) dan kalaupun ada bahayanya, menurut Cosmetic Ingredient Review (CIR) adalah bagi konsumen yang memiliki kulit yang sensitif terhadap bahan ini karena bisa menyebabkan alergi kulit.

Kalau begitu, apakah perlu saya mengganti produk ini? Sepertinya tidak ya. Paling hanya dikurangi saja penggunaannya. Sebulan sekali mungkin?

Sabun wajah: L’oreal White Perfect

L’oreal White Perfect Extraordinary Whip
L’oreal White Perfect Scrub Anti Dullness

Yang sudah lama saya pakai adalah L’oreal White Perfect Scrub. Tadinya saya pasangkan dengan L’oreal White Perfect Foam, tapi saya ganti begitu yang Extraordinary Whip keluar. Scrub saya pakai di pagi hari (karena komedo banyak ‘keluar’ di pagi hari..hehehe), sementara  Extraordinary Whip saya pakai di sore hari setelah wajah dipakaikan make up seharian.

Berikut adalah kandungannya.

Kandungan L’oreal White Perfect Extraordinary Whip
Kandungan dalam L’oreal White Perfect Scrub Anti-Dullness

Paraben tidak ada. Demikian juga sulfate. Bahan-bahan lain yang harus jadi perhatian juga sepertinya tidak ada (saya tidak bisa pastikan ya, karena saya mah hanyalah orang awam 😀 ). So far ya berasa aman-aman aja sih pake kedua produk ini karena memang kulit wajah selalu jadi bersih tanpa jadi kering apalagi mengalami iritasi.

Hand & body lotion: Ellizer Natural Goat’s Milk Hand & Body Lotion

Kandungan dalam Ellizer Natural Goat’s Milk Hand & Body Lotion

Losion ini yang tadi saya ceritakan di atas. Tampaknya aman ya, tidak mengandung paraben. Saya juga pakainya enak. Gak kering tapi gak licin-licin juga di kulit. Semoga bisa cocok seterusnya dan gak bikin iritasi atau alergi 🙂 .

Krim wajah: The Body Shop CC Cream Instaglow

The Body Shop Instaglow CC Cream

Saya sukaa pake banget sama krim ini karena hasilnya di wajah tuh cepat meresap tapi gak bikin kulit kering atau justru keliatan mengkilap berminyak, jadinya ya lebih terlihat menyatu gitu sama bedak dibanding kalau pakai The Body Shop BB Cream. Katanya yang seri Instablur juga bagus, tapi saya udah puas sama Instaglow ini, jadi belum kepengen ganti.

Untuk kandungannya sendiri, yang termuat dalam situs resminya adalah sebagai berikut.

Aqua, Diisopropyl Adipate, Ethylhexyl Palmitate, Polymethyl Methacrylate, Polysilicone-11, Octocrylene, Nylon-12, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Cetearyl Alcohol, Dimethicone, Kaolin, Pentylene Glycol, Mica, Glycerin, Glyceryl Stearate, Propanediol, Phenoxyethanol, Caprylic/Capric Triglyceride, Cetearyl Glucoside, PEG-100 Stearate, Sclerocarya Birrea Seed Oil, Chlorphenesin, Ethylene Brassylate, Xanthan Gum, Linoleic Acid, Laureth-12, Silica, Evodia Rutaecarpa Fruit Extract, Polyhydroxystearic Acid, Alumina, Oleic Acid, Aloe Barbadensis Leaf Juice Powder, Palmitic Acid, Ethylhexylglycerin, Stearic Acid, BHT, Panax Ginseng Root Extract, Citric Acid, Sodium Hydroxide, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, Linolenic Acid, Tocopherol, CI 77891.

Dari daftar itu tampaknya aman ya, tidak mengandung bahan-bahan mencurigakan seperti paraben. Semoga saja memang aman. Amiiinnn…

Bedak: Mineral Botanica Two Way Cake Foundation

Ini juga adalah produk yang saya ceritain di atas yang dapat dari rekomendasi ibu-ibu Mahmud.

Mineral Botanica Two Way Cake Foundation

Pertama yang menarik perhatian saya adalah kemasannya bagus…hehehehe… Malah liat kemasan ya, padahal yang dicari adalah kandungan amannya 😀 .

Kemasannya betul-betul compact, jadi gak makan tempat dalam pouch kalo dibawa-bawa.

Mineral Botanica Two Way Cake Foundation

Cukup soal kemasannya, sekarang soal kandungannya.

Kandungan dalam Mineral Botanica Two Way Cake Foundation

Memang benar ya, tak ada kandungan paraben, meski tetap saja mengandung DMDM Hydantoin, jadi ada kemungkinan menyebabkan reaksi alergi pada pengguna yang sensitif terhadap bahan formaldehyde 🙂 .

Baru beberapa hari saya pakai produk ini, dan sejauh ini baik ya. Bedaknya nempel bagus di kulit dan gak bikin kulit terlihat berminyak.

Pewarna bibir: Maybelline

Sekarang ini ada dua seri yang sehari-hari saya pakai: Vivid Matte Liquid dan Color  Show.

Maybelline Vivid Matte Liquid
Maybelline Color Show Creamy Matte Lipcolor

Sedari dulu saya sama Maybelline ini cocok-cocokan. Pernah ada masa di mana bibir saya tidak mau bersahabat dengan produk lip color Maybelline, entahkah karena serinya saat itu memiliki kandungan yang tidak cocok dengan bibir saya ataukah karena saat itu bibir saya saja yang lagi sensitif. Puji Tuhan, kedua seri di atas cocok-cocok aja di saya. Apalagi yang Vivid Matte Liquid, itu bisa lho tahan seharian tanpa perlu retouch tapi tetep bikin bibir saya gak kering apalagi sampai pecah-pecah. Keren kan.

Kandungannya sendiri adalah sebagai berikut.

Kandungan dalam Maybelline Vivid Matte Liquid
Kandungan dalam Maybelline Creamy Matte Lipcolor

Keduanya aman ya, tak ada kandungan paraben di situ. Kalo untuk lip color menurut saya memang harus cari yang aman, karena kan dipakenya di bibir yang adalah pintu paling lebar menuju bagian dalam tubuh, jadi yang kita pakai di bibir bisa saja dengan leluasa masuk ke dalam tubuh kita.

Eye shadow: Maybelline The Blushed Nudes

Maybelline The Blushed Nudes

Ini adalah satu-satunya eye shadow yang saya pakai sekarang. Sudah sangat lama memang saya memutuskan untuk gak mengoleksi berbagai macam eye shadow, karena berasa gak ada guna. Ya habis sebenarnya mau banyak-banyak pun, yang saya pakai ya itu-itu aja. Beruntung Maybelline punya produk ini, karena warna-warnanya udah sesuai banget dengan kebutuhan saya yang gak suka pake eye shadow warna mentereng. Dan yang pasti, sebagaimana yang saya rasakan sebelum-sebelumnya dari produk Maybelline, eye shadow-nya tahan lama di kulit.

Kandungannya sendiri adalah sebagai berikut.

Kandungan dalam Maybelline The Blushed Nudes

Kandungannya bener tanpa paraben yaaa…sekali lagi, semoga beneran aman 🙂 .

Eye brow: Maybelline Fashion Brow dan Emina Pop Rouge Pressed Eye Shadow

Sudah lama saya berhenti menggunakan pensil alis untuk menegaskan alis. Sebagai gantinya, saya manfaatkan kuas serta kedua produk ini untuk mengisi ruang di antara rambut alis sehingga alis bisa terlihat lebih tegas.

Maybelline Fashion Brow
Emina Pop Rouge Pressed Eye Shadow

Warna Maybelline Fashion Brow termasuk ‘gelap’ menurut saya, karena itu untuk sehari-hari saya lebih sering pakai Emina Pop Rouge Pressed Eye Shadow dengan seri Nude. Seperti namanya, yang terakhir itu sebenarnya adalah eye shadow dan harganya murah lho, tapi saya suka dengan warna coklatnya yang pas banget sama dengan warna rambut saya sehingga jatuhnya cocok dengan warna kulit saya. Lagipula warnanya tahan lama dan tidak terlihat mengkilap setelah berjam-jam dipakai. Kalau lagi ingin alis terlihat lebih tegas, barulah saya pakai si Maybelline.

Kandungan keduanya adalah sebagai berikut.

Kandungan Maybelline Fashion Brow
Kandungan Emina Pop Rouge Pressed Eye Shadow

Dua-duanya sama ya, gak ada kandungan paraben di dalamnya.

Tapi untuk si Emina Pop Rouge ada kandungan PTFE-nya alias Polytetrafluoroethylene alias bahan yang sering digunakan untuk pelapis anti lengket pada wajan dan panci di dapur….hehehe…. Katanya sih salah satu kegunaan PTFE dalam dunia kosmetika adalah sebagai pelembab dan membantu mengurangi garis halus kerutan di wajah. PTFE akan berbahaya karena mengeluarkan racun jika dipanaskan dengan suhu di atas 200 derajat Celcius. Di bawah itu? Ya PTFE tidak berbahaya.

Bukan karena harganya yang murah maka si Emina menggunakan bahan PTFE ini. Jangan salah, Urban Decay juga menggunakan bahan yang sama kok termasuk untuk eye shadow seri Naked-nya. But as long as we’re not planning to deep-fry our eye shadow ( 😛 ), then it should be reasonably safe.

Yang jadi concern saya justru adalah kandungan Aluminum Hydroxide-nya. Kalo menurut CIR sih aman ya, tapi saya masih cari-cari tau lagi supaya lebih yakin.

Mascara dan eyeliner: Maybelline

Maybelline Volum’ Express Big Eyes Mascara and Maybelline Hyper Matte Liquid Liner

Untuk eyeliner saya pakai Maybelline Hyper Matte Liquid Liner. Seneng pake ini, walopun gak bener-bener matte, tapi gak gampang luntur meski dipake berjam-jam, kalo pun warnanya ngilang, gak luber gitu ke bagian bawah mata alias gak bikin mata panda..hehehe… Kelemahannya adalah eyeliner ini gampang menggumpal dan cepat kering dalam kemasannya.

Untuk kandungan Maybelline Hyper Matte Liquid Liner:

Aqua/water, Acrylates Copolymer, Polymethyl Methacrylate, Glycerin, Alcohol Denat, Dipropylene Glycol, Xanthan Gum, Sodium Citrate, Phenoxyethanol, Caprylyl Glycol, Ethylexylglycerin, p-Anisic Acid, Disodium EDTA, Sodium Dehydroacetate, Sodium Hydroxide, Aloe Barbadensis Leaf Juice Powder, [=/-May Contain CI77499/ Iron Oxides] (F.I.L. C175122/1)

Sementara untuk maskara, lagi-lagi saya pakai produknya Maybelline, yaitu Volum’ Express Big Eyes Mascara. Pilih ini karena punya 2 sikat yaitu 1 untuk bulu mata atas dan 1 lagi untuk bulu mata bawah. Sebenarnya untuk bulu mata atas sikatnya bisa dibilang gak istimewa ya, malah menurut saya gak ada bedanya dengan maskara lain (malah yang lain bisa jadi lebih bagus efeknya), tapi sikat bawahnya itu yang saya suka karena memang bentuk dan ukurannya yang kecil membantu mengoleskan maskara di bulu mata bawah tanpa merusak riasan.

Kandungan dalam maskara ini nih yang saya belum nemu, karena yang di rumah udah kan udah dilepas segel plastiknya, yang mana kandungannya itu tercantum di situ. Trus cari-cari di berbagai situs juga gak nemu kandungan dari maskara Maybelline dengan jenis yang sama persis dengan saya pakai ini. Lain kali kalo beli lagi harus saya cek dulu kandungannya, kalo mengandung paraben maka lebih baik saya cari produk yang lain saja.

Pembersih make up: L’oreal Micellar Water

Sebelum menggunakan produk ini, untuk membersihkan wajah dari make up, saya tadinya pakai L’oreal Gentle Cleansing Milk dan L’oreal Revitalift Toner.

Sampai satu hari gak sengaja saya nemu L’oreal Micellar Water ini di supermarket. Penampakannya yang segar bikin saya tertarik untuk nyobain.

Dan sekali coba aja saya langsung suka lho, karena dengan menggunakan sedikit cairan ini saja, maka semua make up termasuk yang di mata serta bibir bisa dibersihkan sampai benar-benar bersih. Asik kan, jadinya praktis. Tadinya saya butuh 3 langkah untuk bersihin make up: pembersih mata dan bibir, susu pembersih, dan toner. Tapi dengan pake Micellar Water ini, saya hanya perlu 1 langkah saja 🙂 . Yang saya suka juga, karena bahannya air, maka rasanya segar banget di kulit dan gak ada efek terasa lengket atau sebaliknya terasa kering.

Kandungan dalam L’oreal Micellar Water

Kandungannya termasuk aman ya, semoga saja memang demikian. O ya, untuk cleanser dan toner yang sebelumnya saya pakai jadi ikut saya buang juga karena ternyata meski dari produsen yang sama tapi di antara produk-produk itu ada juga yang mengandung paraben. Untuk meyakinkan bahwa kulit sudah benar-benar bersih, biasanya saya membesihkan make up dengan micellar water sebelum mandi, dan setelah itu saat mandi, wajah kembali saya bersihkan menggunakan cleansing foam (L’oreal Extraordinary Whip yang sudah saya ceritakan di atas).

Krim Malam: L’oreal Revitalift Night Cream

Produk ini saya gak ada foto sendiri. Lupaaa…hihihihi…. Yang pasti saya sudah lumayan lama pakai produk ini (sejak tahun 2014) karena usia sudah lewat 30 tahun jadi harus lebih perhatian pada kerutan di wajah. Selama tiga tahun pakai krim ini, sejauh ini saya nyaman-nyaman aja ya. Memang agak oily karena tujuannya memang untuk melembabkan kulit, tapi sesuai lah untuk kulit saya yang normal jadi kalo bangun pagi kulit hanya berminyak dikit banget.

Untuk kandungannya, lagi-lagi saya gak nemu pada kemasan di rumah karena hanya tercantum pada box pembungkusnya aja yang mana box itu pasti sudah saya buang. Jadinya cari-cari, dapatlah kandungannya sebagai berikut.

Aqua/Water, Glycerin, Dimethicone, Hydrogenated Polyisobutene, Cetyl Alcohol, Glyceryl Stearate, Aluminum Starch Octenylsuccinate, PEG-40 Stearate, Prunus Armeniaca Kerneo Oil/Apricot Kernel Oil, Shorea Robusta Butter/Shorea Robusta Seed Butter, Paraffinum Liquidum/Mineral Oil, Paraffin, Adenosine, Alpha-Isomethyl Ionone, Benzyl Alcohol, Benzyl Salicylate, Butylohenyl, Methylpropional, Caprylyl Glycol, Centella Asiatica Extract, Cera Microcistallina/Microcystalline Wax, Citral, Citronellol, Coumarin, Faex Extract/Yeast Extract, Geraniol, Glycine Soja Protein/Soyabean Protein, Hydrolyzed Soy Protein, Hydroxyisohexyl 3-Cyclohexene Carboxaldehyde, Isohexadecane, Limonene, Linalool, Myristyl Alcohol, Palmitic Acid, Parfun/Frafrance, Phenoxyethanol, Phenyl Ethyl, Alcohol, Polysorbate 80, Potassium Sorbate, Retinyl Palmitate, Sodim Benzoate, Sorbitan Tristearate, Stearic Acid, Stearyl Alcohol, Triethanolamine, Zea Mays Extract/Corn Kernel Extract. (F.I.L.: B159946/3).

Banyak yaaa…kandungannya…hehehe… Sampe capek ngetiknya 😀 .

Di antara banyaknya kandungan itu yang bisa saya perhatikan adalah tidak adanya paraben (fiuuhhh….). Tapi mengandung aluminum. Memang sih bahan ini di sini dinyatakan aman ya, tapi tetep perlu jadi perhatian dan perlu dicek ulang (mudah-mudahan gak malas…jangan sampai lah, karena krim malam digunakan cukup lama jadi bahan-bahannya harus dipastikan aman).

Masker wajah: Epoch Glacial Marine Mud by Nu Skin

Saya bukan orang yang rajin banget sebenarnya pake masker wajah, tapi teteplah saya nyediain masker wajah di rumah supaya kalo pengen membersihkan dan menghaluskan serta mengenyalkan kulit wajah, maka saya tinggal pake masker yang sudah ada. Nah, masker pilihan saya adalah Epoch Glacial Marine Mud by Nu Skin.

Pinjam gambar dari sini karena lupa fotoin produknya..hehehe

Sejak punya ini di rumah, saya dan suami jadi lebih rajin pake masker muka. Iyaa..suami saya juga selalu ikutan tiap kali saya pake masker ini, karena memang kerasa banget sih manfaatnya di muka. Pakenya sih bukan yang sering-sering banget ya, paling dua minggu sekali kami pakenya.

Kandungan dalam Epoch Glacial Marine Mud by Nu Skin

Syukurlah, kandungannya terlihat aman. Lagi-lagi, semoga memang benar demikian.

Lain-lain

Selain yang di atas, saya juga suka pakai pewarna kuku dari berbagai macam brand sih, tapi sekarang lagi suka pake seri Color Show-nya Maybelline. Sudah saya cek di kemasan, gak ada kandungan parabennya.

Trus untuk pembersih kuku, saya favoritkan si Maybelline Color Show Nail Polish Remover. Beneran deh, asik banget pake ini karena bikin kuku bersih tanpa terlihat kering apalagi kusam (mungkin karena gak pake acetone), dan wanginya seperti wangi kelapa jadi sama sekali gak mengganggu penciuman.

Maybelline Color Show Mily Nail Polish Remover
Kandungan dalam Maybelline Color Show Milky Nail Polish Remover

Kandungannya juga terlihat aman, tanpa paraben…hehehe…. Paraben oh paraben 😀 😀

==========================

Kayanya itulah dulu produk-produk yang bisa saya bahas sekarang. Ini aja udah banyak yaaa…capek lho saya ngetik ini…hihihihi…

Oh iya, di atas kan baru ada foto-foto produknya aja. Nah, sekarang saya mo kasih nih foto-foto muka saya yang pake sebagian dari produk-produk yang saya ceritain di atas.

Yang ada di wajah saya ini: The Body Shop CC Cream Instaglow, Mineral Botanica Two Way Cake Foundation, Emina Pop Rouge Pressed Eye Shadow (untuk alis), Maybelline The Blushed Nudes, Maybelline Hyper Matte Liquid Liner, Maybelline Creamy Matte Lip Color, Maybelline Volum’ Express Big Eyes Mascara
Dandanan dari pagi sampai sore (sama isinya dengan foto di atas sebelumnya, yang beda cuma untuk bibir karena ini ke kantor jadi pake Maybelline Vivid Matte Liquid) kemudian dibersihkan dengan L’oreal Micellar Water dilanjut dengan L’oreal Extraordinary Whip. Bersih kaaann….

Dari usaha saya selama seminggu terakhir untuk mencari tau kosmetika dan produk perawatan tubuh yang aman (terutama bebas paraben), maka berikut adalah kesimpulan yang bisa saya tarik.

  1. Mencari produk yang benar-benar aman itu susaaaahhhnyaaaaaa minta ampun karena semua-semua ada perdebatannya. Soal paraben juga tentu saja tak terkecuali. Ada yang bilang aman. Ada juga yang bilang tidak. Jadi balik-balik lagi ke keputusan kita pribadi, kalo ngerasa nyaman ya silakan. Tapi kalau tidak, maka lebih baik cari saja alternatif yang lain. Tulisan saya ini bukan bermaksud mengajak orang meninggalkan paraben karena toh masih dalam perdebatan juga, jadi terserah pemirsa sendiri yang memutuskan.
  2. Paraben adalah bahan kimia pengawet yang efektif dan murah, karena itu banyak sekali digunakan. Tapi meski ada embel-embel murah, jangan berpikir bahwa paraben hanya digunakan dalam produk dengan harga terjangkau saja. Produk yang harganya lebih mahal, SKII misalnya, masih juga kok menggunakan paraben.
  3. Digunakan atau tidaknya paraben, bukan bergantung dari produsennya. Maksudnya bukan berarti kalau satu produk dari produsen A tidak menggunakan paraben, maka produk lainnya dari produsen A juga tidak menggunakan paraben. Dari yang saya lihat, sepertinya penggunaannya disesuaikan dengan jenis produk dan mungkin disesuaikan juga dengan kandungan bahan lainnya. Contohnya saja The Body Shop dan L’oreal yang produknya saya gunakan. Ada produknya yang mengandung paraben, tapi sebagiannya lagi tidak.
  4. Ada kekhawatiran kampanye bebas paraben yang semakin meluas akan membuat produsen mencari alternatif pengawet lain yang justru memiliki lebih banyak potensi bahayanya. Pengganti yang lebih baik dari paraben menurut situs ini adalah ethylhexylglycerin dan phenoxyethanol. Tapi saya juga pernah menemukan produk yang menggunakan paraben serta phenoxyethanol sekaligus 😀 . Balik-balik lagi ke kesimpulan nomor 1 yah, susah banget emang nyari produk yang benar-benar aman.

Kesimpulan tak lengkap tanpa saran, karena itu saya juga mau menuliskan saran di sini, paling gak saran untuk diri saya pribadi.

  • Selalu memeriksa kandungan dalam suatu produk sebelum membeli, bahkan jika itu adalah produk yang sudah digunakan sebelumnya. Karena bisa saja ya seiring perkembangan ada saja yang kandungan yang berubah dalam produksinya. Selain itu cek juga pendaftaran di BPOM serta tanggal masa berlakunya.
  • Bila ingin lebih aman dan bila rajin, bisa cek satu per satu kandungan produk di situs ini. Di situ kita bisa lihat laporan penelitian mengenai bahan tersebut dan selalu ada kesimpulannya apakah aman atau tidak. Tapi perlu diingat, paraben juga dinyatakan aman di situ. Jadi untuk lebih memastikan, bisa mencari informasi dari artikel-artikel yang lain untuk kemudian memutuskan sendiri apakah merasa aman atau tidak dengan bahan tersebut.
  • Selalu membeli produk dari produsen yang sudah jelas dan bisa dipercaya karena biasanya lebih terpercaya juga kejujurannya dalam mempublikasikan kandungan dalam produk mereka.
  • Selalu membeli produk dari tempat yang bisa dipercaya. Saya pribadi gak menyarankan membeli produk kosmetika dan perawatan tubuh secara online (walaupun saya pernah juga sih buat ngetes dan sekali pernah nyesel…hehehehe). Memang udah paling bagus kalo kita beli langsung di toko, lihat barangnya, baca kandungannya, dan pastikan tanggal masa berlakunya.
  • Jangan pernah mau membeli produk kosmetika KW. Duh ampun, saya heran kenapa kok masih ada aja orang yang mau beli barang abal-abal ya. Satu contoh saja, produk Urban Decay dijual under 50K dan yang beli banyak. Sungguh bikin geleng-geleng kepala, apa gak takut dengan segala kandungan yang dipakai oleh produsen nakal pembuat produk KW itu yak? Bahan-bahan yang digunakan dalam produk kosmetika itu bagaimanapun bisa terserap oleh tubuh, kebayang gak sih kalo segala yang aneh-aneh itu masuk ke tubuh kita? Memang gak langsung mati sih. Tapi kan berefek sampai jangka panjang.
  • Dengan banyaknya bahan kimia yang digunakan dalam kosmetika dan perawatan tubuh, maka saya bisa menyarankan diri sendiri bahwa secukupnya saja itu lebih baik. Kalo gak perlu-perlu banget untuk apa dipakai. Itulah mengapa saya gak pakai krim dasar lagi sebelum mengoleskan CC Cream, karena toh CC Cream sudah berfungsi untuk melembabkan juga. Itu juga sebabnya saya gak pakai deodoran, gak pernah pakai blush on (walaupun punya), apalagi bulu mata palsu yang perlu pakai lem, gak pernah tertarik sama yang namanya segala contouring (aslinya sih karena gak ngerti dan males buat belajar…hihihii), dan itu juga penyebabnya mengapa saya dengan rela hati mengganti 3 langkah membersihkan wajah menjadi hanya 1 langkah saja. Kalau teman-teman ada yang lebih sedikit lagi bersentuhan dengan produk kosmetika dan perawatan tubuh, maka itu lebih baik, asal jangan sampai jadi gak terawat, karena akan menimbulkan masalah yang berbeda.
  • Jika sudah memilih sebuah produk dengan mengetahui segala kandungan dan resikonya, maka berusahalah untuk merasa bahagia dan nyaman dalam menggunakannya. Jangan terus menerus dilanda kekhawatiran, karena kekhawatiran yang berlebihan akan berdampak tak baik juga bagi kesehatan.

Sebagai penutup, sekali lagi saya mau bilang bahwa memang tak ada satupun yang bisa menjamin bahwa dengan berusaha memilih produk yang aman maka kita bisa bebas dari penyakit. Tapi bagi saya, tak ada salahnya untuk berusaha sehat dan dalam usaha saya yang diiringi doa tentunya, saya memilih produk kosmetika dan perawatan tubuh tanpa paraben (kalaupun ada yang ternyata sepertinya masih mengandung paraben (seperti dalam shower gel), setidaknya saya bisa merasa aman karena sehabis pakai kan selalu langsung dibilas bersih, tapi itu pun saya tetap kok cari alternatif lain yang cocok dengan saya).  Apapun yang jadi pilihan kita, semoga kita selalu bahagia dengan keputusan itu dan kiranya Tuhan memberkati kita semua dengan kesehatan serta umur yang panjang. Amiiinn….

Kalo pemirsa yang baca ini, biasanya pake produk kecantikan dan perawatan tubuh yang seperti apa?

 

 

 

Iklan

34 thoughts on “Tentang Kosmetika dan Perawatan Tubuh Yang Lebih Sehat Tanpa Paraben

  1. Makasih loh kak senggolannya 😀
    BTW Lis sekarang gue paham sih kenapa kaum vegan kenceng bener kampanye soal produk ramah bumi endesbre endesbre karena ya segala sesuatu yang gak alami dan gak ramah sama lingkungan pasti gak bagus juga buat manusia yah.
    Duh lipstick mineral botanica gue pas abis nih, beliin dong #ehhh

  2. Coba mba searching produk2 korea.. mereka byk yg paraben free. Dipakenya jg kalo saya alhamdulillah cocok. So far saya pake facial wash, toner, dan bedak dr bbrp brand korea.

    1. Brandnya apa ya? Aku maunya kalo yang ada tokonya di sini biar bisa liat dan beli langsung. Di sini ada Etude dan The Face Shop. Kalo Etude aku kurang suka, mgkn krn tipikal kulitku beda dengan tipikal kulit orang korea, jadi krg cocok :D. Kalo The Face Shop yang belum pernah coba. Kayaknya sih yang ada di Palembang untuk brand korea baru dua itu aja

      1. The face shop bagus mba. Dia facial washnya ada macem2. Kalo aku sih biasa pake innisfree, klairs. Lebih murah beli di ol shop hehe. Biasanya harga counter sm ol shop mayan jauh. Tp kl 1st try emg enak nyoba lgs di counternya. :))

      2. Iya sih, harga di olshop bisa lumayan jauh, tapi kalo dah sama ongkir biasanya hitungannya gak jauh beda lagi…hehehe… Trus aku takut ketipu barang palsu sama olshop 😀

      3. Beli di shopee free ongkir 😂😂 *menebar racun hahaah* nanti aku senggol di IG ya mba, produk2 yg lumayan aman and less chemical ingredients nya 🙂

  3. Nad malah gak pake banyak kosmetik mbak, tapi deodoran harus… selain itu paling sabun, shampoo,sabun cuci muka, dan bedak. cream wajah dulunya cuma cocok pake pond’s, tapi udah berhenti sejak pertama hamil,karena katanya kan kosmetik dgn whitening gak aman buat bumil… jadinya sampe skrg gak pake krim wajah krn masih rencana hamil lagi.
    Soal paraben ini nad taunya waktu cari info kosmetik bayi, dan jadi terpengaruh juga buat berusaha menghindari. Tapi dari yg nad baca2 mbak, meskipun kosmetik itu gak mengandung paraben tapi klo dia mengandung bahan pengawet kimia semacam EDTA ya sama kurang aman juga… yang paling aman klo pengawetnya bener-bener dari bahan natural contohnya biji anggur. Dan dilihat-lihat lagi ternyata kosmetik yg gak pake paraben itu sebagian memang pake pengawet jenis EDTA. Nah lho… tambah bingung kan? hehe… tapi nad gak ambil pusing kok, lagipula kebanyakan kosmetik yg nad pake ya jenis sabun yg dibilas sehabis dipake, jadi kan gak terlalu banyak yg terserap di tubuh. Balik-balik kayak saran mbak Allisa, secukupnya aja itu lebih baik kan?

  4. Wow, lengkap banget mba pembahasannya…kerennnn.

    Saya kenal banget tuh masker lumpur nya hehe,.. dulu saya juga sering merhatiin ingredients dari apa2 yang saya beli. Sampe ketemu Nuskin (termasuk si masker) dan ngerasa cocok, jadi hampir semua perawatan saya percayakan ke Nuskin ajah hehehe.

    Btw, saya kok ya belum pede ngelepas pensil alis ya…jadi belum pernah nyoba semacam eye brow gitu…tahan lama ya mba? boleh juga kapan2 dicoba nih. tq infonya ya mba

    1. Nu Skin katanya memang bagus ya, saya sih baru coba maskernya aja…hehehe….

      Saya lepas pensil alis karena gak pinter2 juga membentuk alis, jadilah mutusin pake bentuk alis asli aja dan ditegasin pake eye shadow 😀

      1. Setelah saya pakai, ternyata bukan katanya aja mba, tapi memang bagus hehehehe. Cobain peelingnya, lotionnya, shampoonya, ahhh nanti mba buktiin sendiri aja. Kalau hanya katanya nanti gak sahih hahahaha. Dan lebih tenangnya, menggunakan bahan dasar yang alami 🙂

        Saya juga belajar terus bentuk alis, sekarang yaaa belum jago juga tapi lumayanlah jadi punya alis, secara alis saya tipiiiiiis banget. Sekarang mau kemana2 bawa pensil alis, mau disulam duhhh, ngeri deh.

  5. Update baru nih. Hmmm, aku sih pake produk2 lokal punya aja (MAC) plus Maybeline palingan.

    Sedikit sharing, untuk kita ex busui, mudah – mudahan pencegahan alami dari kanker PD. Namun untuk deteksi dini bisa cek dengan alat mamografi di RS. Mamografi seperti papsmear gitu deh.

    1. Kabarnya sih begitu, penggunaan paraben dalam kosmetika memang sedikit saja kadarnya. Tapi kalo dalam sehari kita pakai macam2 kosmetika dan perawatan tubuh yang mengandung paraben, tentu berakumulasi kan kadarnya. Dan akumulasinya makin banyak apalagi setelah dipakai bertahun2. Memang masih dalam perdebatan sih, tapi mending pilih amannya aja dulu

  6. Wah belajar kosmetiknya serius sekali. Paraben ya…. tapisaya sampai teler habis baca karena nggak familiar sama sekali dengan banyak kosa kata.

    Tapi emang mending cari aman aja biar hidup bisa sehat selalu 😀

  7. Keren banged ulasannya mba 🙂 . Kalau pertimbangan saya dalam mencari kosmetik ada 3 yakni cocok, halal dan animal testing free selama ini nyaman pakai wardah & body shop. Kalau paraben itu beresiko akan masuk dalam tambahan pertimbangan saya kedepannya. mkasih sharingnya mbaa.

  8. Buk…buk… postingmu yang ini sukses bikin kakiku pegel muter-muter cari pengganti skin care dan kosmetik langganan yang ternyata mengandung paraben, hiks, padahal cari pelembab yang cocok susah banget apalagi kulitku oily kombinasi, anyway untung ketemu beberapa item walau PR masih banyak, rekomendasi blush on apa ya buk?

  9. Paling simpel itu memang try to avoid using too many products hehehehe. Keep it as simple as possible. Soalnya as much as we want to avoid, those cosmetics for sure contain lots of chemicals. Selain itu kudu pastikan kulit kita bersih aja supaya bisa nafas.

    1. Betul Le, pakai yang perlu2 aja, kalo gak begitu perlu mending ga usah. Kulit mmg harus bisa nafas, tapi masalahnya bbrp bahan kimia bisa masuk ke dalam aliran darah begitu dipakai, nah itu dia yang bahaya, karena walau dibersihkan pun, tetep aja jejaknya udah ada di dalam darah

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s