Obrolan Malam Tentang Kantor Ketika Anak-Anak Lagi Sakit

Sudah malam dan saya belum bisa tidur karena masih harus menjaga anak-anak yang lagi sakit. Duh, di rumah kalo udah ada yang sakit ya beginilah, sakitnya jadi berestafet.

Awalnya yang kena batuk pilek itu saya. Trus nular ke si abang tepat sehari sebelum dia lomba piano. Trus si abang sembuh. Trus saya kena lagi. Trus saya sembuh, tapi ternyata si abang masih kena lagi dimulai dari hari Jumat kemarin. Kali ini si abang belum sembuh (sampai tadi sore masih demam), tapi sakitnya udah nular ke si adek. Sejak tadi siang mulai meler dan menjelang malam suhu tubuhnya mulai hangat. Duh ampun. Biar kata ini cuma batuk pilek ya, tapi tetap aja kalo anak-anak udah sakit tuh bikin kepikiran banget. Kasian liat mereka sakit. Kasian liat mereka lemes sementara biasanya begitu aktif. Duh, semoga besok mereka berdua bisa bangun dalam kondisi yang lebih baik. Amiinn….

Karena lagi sakit, jadi otomatis besok si abang gak bisa ke sekolah.

Karena anak-anak lagi sakit, maka saya juga otomatis gak bisa ngantor besok. Gak apalah. Kalo anak udah sakit mah, gak bisa ditawar-tawar lagi itu, saya harus ada di rumah mengurus mereka. Urusan kerjaan bisa dilimpahkan ke orang lain di kantor, tapi urusan kebutuhan anak akan kehadiran mama mereka di saat mereka lagi sakit, itu gak akan bisa dilimpahkan ke siapapun juga.

Lagipula beruntung saya punya lingkungan kerja yang cukup supportif untuk urusan yang beginian. Suasana kantor gak selalu menyenangkan memang, ya namanya juga masih di dunia ya, apapun itu dan dimanapun itu adaaa aja ganjalan yang mengurangi rasa kepuasan. Tapi seenggaknya di kantor saya, hal semacam minta ijin mendadak ketika anak sakit gak pernah dipermasalahkan. Apalagi saya di bagian IT. Duh sesungguhnya orang IT itu bisa kerja dari mana aja, gak melulu harus di kantor. Dari rumah saya bisa coding. Dari rumah saya juga bisa remote ke server buat ngontrol sistem. Makanya pak bos juga gak mungkin cerewet ketika saya tiba-tiba di pagi hari yang ceria nge-WA beliau buat ngasih tau kalo hari ini gak bisa ngantor.

Lebih beruntung lagi karena saya punya anggota tim yang cukup kompak dan bisa selalu saling back up. Mungkin karena hampir semua kami perempuan dan di antara kami yang perempuan hanya satu yang belum menikah, jadi bisa bener-bener saling paham situasinya kalo udah menyangkut anak-anak. FYI, staf saya sekarang cuma 4 orang, jadi total dalam tim termasuk saya hanya ada 5 orang, 4 orang di antaranya adalah perempuan, dan 3 orang di antara perempuan itu sudah menikah dan punya anak.

Yang namanya perempuan harus bisa saling dukung itu memang bener banget. Sayang memang di luaran sana banyak sekali perempuan yang justru saling bertengkar di antara perempuan. Karena masing-masing pengen dianggap hebat, maka jadilah selalu menganggap pilihannya lebih baik daripada yang lain lalu kemudian mengurang-ngurangkan yang lain. Cesar vs Normal. ASI vs Sufor. Ibu yang bekerja di kantor vs Ibu yang bekerja di rumah. Dan sederetan hal lainnya bisa bikin antar perempuan saling bertengkar bahkan saling mengejek. Aneh. Kenapa pula harus dipertengkarkan. Kenapa pula harus mempersaingkan segala macam hal. Perempuan kalo udah saling saing-saingan tuh ngeri banget rasanya. Saya pribadi gak akan tahan dalam lingkungan yang penuh pressure kayak gitu, bukannya apa-apa, soalnya gak ada perlunya malahan cuma bakal bawa penyakit.

Masing-masing punya hidup sendiri, punya rejeki sendiri, punya pilihan sendiri. Dan meski kita berhak mengkampanyekan apa yang jadi pilihan kita, namun itu tak berarti kita juga punya hak untuk membuat orang lain yang sudah membuat pilihan lain jadi merasa sangat kurang. Perempuan harus saling dukung, karena sesungguhnya antar perempuan itulah justru yang paling bisa mengerti satu sama lain.

Bagi saya sangat menyenangkan dengan punya 3 orang staf perempuan di kantor, karena mereka sekaligus bisa jadi teman yang bisa diajak ngobrol tentang persoalan perempuan sehari-hari. Yang soal anak-anak lah, yang soal jodoh lah, yang soal masak lah, yang soal dandan lah, yang soal drama Korea lah, yang soal artis lah, yang soal rumah lah, yang soal baju lah, yang soal diet lah, yang soal harga cabe lah, dan segala macam urusan perempuan bisa kami bahas bersama dengan tingkat keseriusan yang bahkan bisa melebihi ketika kami lagi membahas soal pekerjaan..hihihihi….

Bahagia karena dengan begitu kehidupan di kantor jadi tak melulu soal pekerjaan saja 🙂 .

Usia saya termasuk jauh lebih dewasa dibanding mereka (gak mau sebut jauh lebih tua…ahahahahaha), dan meski mereka suka ngeledekin saya karena tak dapat dipungkiri perbedaan ‘jaman’ itu ada, tapi tetap saja kami bisa kompak. Saya juga senang, karena mereka ini otak-otaknya pada encer (walo kadang suka pelupa dan lemot juga…wkwkwkwk), jadi kalo diajak ngobrol apa aja tuh nyambung.

Puji Tuhan saya ada di lingkungan seperti ini, dengan memiliki mereka di kantor setidaknya menambah semangat di hari-hari saya bekerja untuk masa depan keluarga. Semoga bisa terus seperti ini yaaahh…. Jangan ada yang aneh-aneh di antara kita, supaya kekompakan ini selalu terjaga. Amiiin.

Ntah pada bergaya apaan ini
Tim 1-2-1. 1 punya anak 2. 2 punya anak 1. 1 masih single. 😀
Di antara yang lainnya, dia ini yang paling lama jadi staf saya dan demikian sudah lama juga bersahabat dengan saya. Dari jaman dia pacaran, trus putus, trus pacaran dengan yang lain lagi, trus putus lagi, trus akhirnya pacaran sampe nikah dan kemudian punya anak 😀 . Time flies!
Perempuan ituuuu…harus selalu siap menghadapi apapun. Karena itu jangan pernah lupa siapkan lipen ya, karena sesungguhnya senyum dengan bibir cerah itu adalah salah satu kunci kekuatan bagi wanita 😀
Saking kompaknya, kami pernah datang ke kantor seragaman gini. Padahal gak janjian sama sekali 😀
Bertiga ini hobi nonton drama Korea juga lhoooo….hihihi
Ini waktu hari Kartini kemarin. Sayang, salah satunya gak bisa hadir ke kantor, lagi-lagi itu dia, karena urusan domestik 😀

Ini baju seragaman kainnya dibeli online trus sama-sama jahit di penjahit yang sama. Waktu pilih-pilih model baju juga kami lakukan sama-sama dan saling ngasih masukan. Hasilnya ternyata bagus juga. Perempuan kalo bisa saling kerjasama memang hasilnya akan sangat baik 🙂 .

You can tell who the strong women are. They are the ones building one another up instead of tearing each other down.

Iklan

10 thoughts on “Obrolan Malam Tentang Kantor Ketika Anak-Anak Lagi Sakit

  1. Makasih kak Allisa udah nulis ini.. Perempuan emang harus saling mendukung yaaa. Aku yang masih single aja suka pusing ma urusan persaingan ibu-ibu apalagi kalo udah berada di dalamnya ya 😆

    Semoga ceept sembuh buat kalian 🙂

  2. Wah klo programmer atau orang IT kok banyak perempuannya ya? Jadi berasa aneh. Padahal di kuliah dulu yg ngambil jurusan IT rata2 laki semua. Makanya anak-anak IT suka iri sama anak ekonomi karena di ekonomi malah banyak ceweknya 🙂

  3. hihihi programmernya byk cew ya mbak,kalo di kntorku yg cew cuma 3 awalnya,trus 1 nya dimutasi,sisa 2, hamil bareng,beda 1 bulan,cuti hampir barengaan,lgsg pak manager blg,ga mau ambil pegawai cew lg,hahahah sejak itu tdk ada tambahan programmer cew,skrg total 12 orang ,cew 2,1 cew lg dokumentasi 😀

  4. Di sini pun sama, lagi pada sakit, uhuhuhu… Semoga anak-anaknya cepat sehat ya 🙂 Setuju banget kalau sesama perempuan harus saling support. Kadang aku gerah juga kalau bacain komen tentang perempuan yang hidupnya “beda” yang paling tajem justru komen dari sesama perempuan :O Savage, hahaha. Asyik ya kalau kantornya pengertian soal izin mendadak. Kalau di aku sih… *ehm (takut disangka curhat, ah, lol).

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s