Essex Indonesia Piano Competition 2017

Hari Minggu yang baru lewat si abang ikutan ajang Essex Indonesia Piano Competition (EIPC) 2017 yang mana puji Tuhan tahun ini Palembang adalah salah satu dari 5 kota di Indonesia yang menjadi tempat penyelenggaraan k0mpetisi ini.

Ajang ini diselenggarakan oleh Rhapsodie Event Management dan dan kalo gak salah sejak tahun 2016 sudah menggandeng Essex Piano yang merupakan bagian dari keluarga besar Steinway Piano, makanya namanya yang dulunya Indonesia Piano Competition kemudian berubah menjadi Essex Indonesia Piano Competition. Tahun lalu, kompetisi ini hanya diselenggarakan di 4 kota saja yaitu di Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Medan. Tahun ini puji Tuhan tempat penyelenggaraannya bertambah yaitu di Palembang.

Untuk kategori lombanya sendiri terbagi 7, yaitu mulai dari Preparatory, Beginner, Elementary, Intermediate, Advanced, Kinder, dan Free Selection, di mana masing-masing kategori terbagi lagi dalam beberapa sub kategori berdasarkan usia.

Informasi soal kompetisi ini sudah didapat dari sejak beberapa bulan lalu dan ketika ditanya oleh guru pianonya si abang ke saya apakah mau ikutan, saya langsung bilang mau tanpa tanya-tanya dulu ke si abang…hehehe… Pokoknya yes aja dulu, urusan si abang mah gampang tinggal kasih tau kalo dia saya daftarin ikut kompetisi, toh anaknya pasti mau juga πŸ˜€ .

Untuk kompetisi ini, si abang hanya ikut 1 kategori saja, yaitu Free Selection dan lagu yang akan dibawakannya berjudul Etude Allegro (composed by Yoshinao Nakada). Lagu ini sebenarnya agak susah (apalagi kalo buat saya….wkwkwkwkwk) dan juga cukup panjang (partiturnya 6 halaman) dan gurunya sempat nawarin si abang lagu yang lain yang agak lebih mudah dan lebih pendek, tapi si abang keukeuh maunya lagu Etude Allegro itu aja. Ya sudahlah, jadilah sesuai maunya dia πŸ˜€ .

Untuk ikut kompetisi ini, si abang kami wajibkan untuk latihan setiap hari dan seminggu menjelang hari kompetisi, saya tawarkan dia untuk cuti ngerjain PR Kumon sampai kompetisi ini selesai dengan maksud supaya dia bisa lebih fokus dan lebih banyak watu untuk latihan. Negosiasi di bagian ini cukup alot lho pemirsa, apalagi karena si abang baruuu saja naek level Kumon Matematika yaitu ke Level H jadi semangatnya ngerjain PR lagi tinggi-tingginya banget tuh, anak ini kan seneng banget sama hal baru dan buat dia naik level di Kumon berarti membawa hal baru yang sangat menyenangkan untuk dia. Meski kadang si abang lelah karena harus mengerjakan PR Kumon setiap hari, tapi dia cinta banget lho sama Kumon ini, makanya kemarin sempat ada perdebatan dulu baru dia mau setuju untuk ‘cuti’ mengerjakan PR Kumon dulu selama seminggu.

Setiap hari si abang berlatih selama kurang lebih 1 – 2 jam, tergantung kondisi. Kadang juga kena marah karena latihannya gak serius dan fokus. Sesuka-sukanya si abang sama musik, memang bukannya yang selalu diaΒ  bisa serius berlatih apalagi ketika dia lagi dituntut untuk serius. Kalo ketidakseriusannya masih bisa diterima ya paling cuma saya kasih tau, nasehatin, dan kasih semangat aja. Tapi kalo udah keterlaluan buat saya ya saya marahin juga…hehe… Puji Tuhan semakin mendekati hari H, si abang semakin lancar dan semakin keren mainnya.

Sayangnya, justru pada H-1 kondisi kesehatan si abang menurun. Sejak subuh dia mulai mengeluh tenggorokannya sakit dan bawaannya pengen muntah. Menjelang siang dia malah demam. Haduuhhh…. Hari itu dia saya kasih Triaminic untuk batuk juga Sanmol untuk meredakan demamnya. Harusnya Sabtu siang itu si abang ada jadwal les musik, tapi akhirnya saya minta ijin sama gurunya untuk si abang gak datang les biar bisa tidur dulu walopun tetep akan datang juga ke sekolah musik untuk latihan buat kompetisi besok. Akhirnya janjianlah sama gurunya untuk latihan di jam 3. Puji Tuhan, sekitar hampir jam 2 si abang terbangun dan kondisinya sudah lebih baik. Tenggorokannya masih sakit sih, tapi seenggaknya demamnya udah turun. Jam setengah 3, si abang pun diantar pak suami untuk latihan di sekolah musik. Penting ini latihan di sekolah musik karena di rumah gak ada piano klasik (adanya piano digital yang tutsnya jauh lebih ringan…hehe) sementara untuk kompetisi nanti sudah pasti pake piano klasik. Pulang dari latihan di sekolah musik, si abang kami suruh untuk banyak-banyak istirahat biar besok bisa lebih fit.

Hari minggu siang, setelah sebelumnya saya dan suami ke gereja dulu, kami pergi ke Aryaduta Hotel tempat pelaksanaan kompetisi ini. Perginya hanya bertiga saja, yaitu saya, pak suami, dan si abang. Si adek tinggal dulu di rumah karena kuatir nanti dia bosan. Rencananya nanti si adek akan dijemput setelah kompetisi ini selesai karena sekalian kami juga pengen nginep semalam di Aryaduta. O ya, kondisi si abang saat itu masih belum jauh beda dengan kemarin. Tenggorokannya masih sakit dan badannya pun masih anget. Duh, kasian banget liatnya.

Tetap berusaha semangat meski badan gak enak ya bang

Berdasarkan jadwal yang sudah dibagikan, seharusnya untuk kategori yang si abang ikuti akan dimulai pada pukul setengah 1 siang. Tapi ternyata pelaksanaannya molor kurang lebih 1,5 jam dari jadwal. Selama nunggu, si abang hanya banyak bersandar aja di saya karena badannya masih gak enak banget. Dikit-dikit dia minta minum biar tenggorokannya agak lebih lega. Syukurlah setelah cukup lama nunggu, akhirnya tiba juga giliran kompetisi untuk kategori yang si abang ikuti.

Si abang dapat urutan nomor 6 dan dia duduk manis di depan menunggu giliran bersama peserta lainnya. Saya dan pak suami yang melihat dia dari kursi penonton yang justru merasa gugup bercampur kasian karena dari pandangan mata si abang keliatan banget kalo dia lemes…hiksss…. Waktu itu cuma bisa berdoa semoga si abang bisa tampil dengan baik, apapun itu hasilnya, yang penting dia puas bisa tampil baik dan segala jerih lelahnya bisa terbayar.

Dan puji Tuhan, ketika giliran dia untuk tampil, dia bisa naik ke atas panggung dengan langkah bersemangat dan kemudian dia bisa bermain dengan lancaaarrr….. Huwaaahh! Lega rasanya! Puji Tuhan. Puji Tuhan banget!

O ya, sebenarnya waktu si abang main, saya ada rekam juga tapi karena pencahayaan dalam ruangan rendah sekali dan kami duduknya di barisan ketiga dari depan, jadi kualitas videonya pun buruk. Videonya gelap dan banyak bayangan kepala…hehe… Saya udah beli juga sih videonya dari panitia, tapi nanti akan diterima kurang lebih 30 hari ke depan πŸ˜€ . Jadilah saya belum bisa upload videonya di sini πŸ˜€ .

Setelah kategori si abang selesai, kami keluar dari ruangan kompetisi. Sambil menunggu hasil kompetisinya keluar, kami duduk-duduk di lounge Aryaduta.

Keliatan kan mata si abang tuh mata lelah :D. Kasian yaaa
Senyum lebar papa dan mama yang udah lega liat anaknya bisa main piano dengan lancar πŸ˜€

Kurang lebih sejam kemudian, hasil kompetisi untuk kategori Free Selection A dan B akhirnya keluar (si abang masuk kategori Free Selection B).

Dan hasilnya adalah si abang masuk sebagai salah satu finalis.

Puji Tuhan.

Sebagai informasi, dalam kompetisi ini semua peserta diberikan penghargaan. Untuk yang tidak masuk sebagai finalis diberikan penghargaan platinum atau golden yang bisa langsung diterima begitu hasil kompetisi keluar. Sementara untuk yang masuk sebagai finalis, penghargaannya nanti diterima saat closing ceremony di mana saat ceremony itu akan diumumkan urutan pemenangnya.

Sambil menunggu closing ceremony dimulai (yang tentu aja molor dari jadwal ya…hehe), saya dan si abang turun ke resto Aryaduta buat makan sementara pak suami pulang ke rumah untuk jemput si adek.

O ya, sebelum makan, sempat juga ding foto-foto dengan peserta lain yang juga dari sekolah musik Swara Indah tempat si abang belajar musik.

Para guru musik dan para siswa
Yang tiga di depan itu memang selain sama sekolah musiknya, sama gurunya, juga sama sekolah dan gradenya (bahkan kelasnya juga!), makanya gak heran kalo mereka bertiga kompak sendiri πŸ˜€
Senyum lega karena bisa masuk sebagai finalis yang mana itu otomatis bisa dapat nomor urut juara…hehe
Senyum mamanya lebih lega lagi ya kan…hehehe

 

Gak berapa lama setelah itu, closing ceremony pun dimulai.

Satu per satu urutan pemenang dari setiap kategori dibacakan.

Dan puji Tuhan, si abang dapat urutan kedua untuk kategori Free Selection B.

Puji Tuhan, terbayar sudah segala jerih lelah mu ya baaanggg. Jerih lelah mama juga yang ikut sibuk nganter-nganterin tiap jam les dan ikut cerewet ingetin abang untuk latihan juga terbayar. Dan tentu saja tak lupa jerih lelah guru musiknya, Amira Syafinas, juga terbayar dengan banyaknya anak didiknya yang meraih juara dalam kompetisi ini. FYI, peserta kompetisi ini berasal dari hampir seluruh sekolah musik di Palembang dan bahkan ada yang dari luar kota seperti Pekanbaru lho. Makanya kalo bisa jadi juara di kompetisi ini kan rasanya sesuatu banget πŸ˜€ .

Si adek nih, susaahh banget diajak foto yang bener πŸ˜€
Selamat yaaa gantengnya mama!

Semoga dengan prestasi ini si abang semakin semangat belajar musiknya supaya makin pinter main musik. Amiinn…

Selesai dari acara kompetisi itu, kami sempat ke kamar trus jalan ke PSX buat ngemil di Panties Pizza.

Anak-anak mama ganteng-ganteng banget eh..hehehe…puji Tuhan πŸ˜€

Sehabis ngemil di PSX kami balik ke hotel, trus mandi, trus bobo deh.

Besok paginya masih libur, jadi bisa santai-santai deh di hotel trus lanjut santai-santai lagi di rumah.

Sekali lagi selamat buat abang yaaa dan jangan lupa, terus semangat belajar musiknya yaaa…

Iklan

17 thoughts on “Essex Indonesia Piano Competition 2017

  1. Aiiiih hebatnya Abang Raja ini, di saat lagi sakit aja masih semangat mengikuti lomba, dan menang pula. kl lagi ga sakit sudah pasti itu jadi pemenang pertama πŸ˜€
    selamat yaa abang Raja dan juga Mama Allisa atas kerja kerasnya, keren banget iih permainan piano abang

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s