Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1

Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera :D
Ayok kita kemon…hehehe…. Btw, Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera πŸ˜€

Sebenarnya udah gak cocok lagi ya cerita mudik ke Medan ini dimasukkan dalam seri Christmas 2016, karena kita juga mudik ke Medan bukan lagi dalam rangka Natal melainkan Tahun Baru. Tapi kalo dipisah rasanya gak asik juga, karena Natal dan Tahun Baru buat kami udah jadi satu rangkaian perayaan. Ada Natal, berarti ada Tahun Baru. Ada Tahun Baru, berarti ada Natal. Ya sudahlah kalo begitu, walo kami ke Medan menjelang Tahun Baru, tapi anggap saja itu juga bagian dari mudik dalam rangka Natal…hehe…

Sebenarnya juga, saya sok-sokan aja ini nulis pake part-part-an, padahal aslinya gak yakin juga bisa ngejar semua cerita mudik kemarin buat didokumentasiin di sini πŸ˜€ . Lagi-lagi ya sudahlah, yang penting mah udah ada niat dulu, akan terealisasi ato gak, bakal terlihat seiring waktu berjalan melalukan musim…tsaaahh! πŸ˜€

Bagian pertama dari kisah perjalanan mudik kami kemarin yang mau saya ceritain sekarang adalah tentang perjalanan perginya. Gak ada yang istimewa-istimewa banget sih sebenarnya, cuma biar lebih terorganisir maka perjalanan pergi saya khususkan seperti ini *alesan, padahal aslinya karena supaya bisa bikin update pendek aja. Kalo digabung dengan yang lain jadi panjang, sementara lagi gak ada waktu nulis panjang-panjang…huehehehe…*

Seperti yang kemarin saya singgung, kami berangkat tanggal 27. Jadwal penerbangannya dengan Garuda jam 15:40. Syukurlah jadwalnya hampir sore, jadi kami gak perlu terburu-buru buat persiapannya dan anak-anak masih sempat makan siang  di rumah sebelum berangkat.

Tiba di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar jam setengah 3 kurang. Habis check in, kami rencana mo langsung naek ke ruang tunggu sambil nongkrong di Excelso. Gak taunya si adek sebelum naik ke atas minta pipis. Dianterlah dia sama pak suami ke toilet, tapi karena ternyata pipisnya gak ketahan lagi, celananya belum kebuka bener pipisnya udah keluar. Jadilah celananya basah. Yaelah dek, berangkat aja belom udah harus terpaksa ganti kostum. Itu yang foto di atas setelah si adek udah berganti baju, aslinya baju yang dia pake dari rumah adalah yang senada dengan si abang. Batal deh mereka berdua seragaman πŸ˜€ .

Di ruang tunggu, seperti yang udah direncanain, kami nongkrong di Excelso.

Anak-anak minum susu...
Anak-anak minum susu…
Papa-Mama minum kopi
Papa-Mama minum kopi…

Kami naik ke pesawat sesuai dengan jadwal. Oh ya, untuk rute Palembang – Medan, pesawat yang dipake sama Garuda adalah jenis Bombardier CRJ1000. Pasawatnya kecil dan ramping dengan kapasitas jumlah penumpang hanya 96. Dalam satu deret hanya ada 4 kursi yang dibagi dua bagian. Gak tau juga kenapa rute Palembang – Medan dan Medan – Palembang pake pesawat jenis ini, kalo dibilang karena rutenya pendek (hanya 1 jam 20 menit saja), maka gak juga karena ini rutenya merupakan rute lanjutan dari Denpasar jadi rute aslinya tuh Denpasar – Palembang – Medan dan sebaliknya. Kayaknya mungkin tergantung jumlah peminat rute rata-rata kali ya. Kalo jumlah peminatnya gak terlalu banyak ya memang ngapain juga pake jenis pesawat gede kan ya. Entahlah. Yang pasti mau gede mau kecil, yang penting mah penerbangannya nyaman daaannn aman tentu saja. Trus, karena pesawatnya kecil, jadi otomatis ukuran cabin serta tentu saja overhead lockers-nya gak sebesar pesawat lain sehingga gak bisa memuat hand luggage ukuran besar. Karena itu sebelum kita naik ke pesawat, kita bakal bertemu tuh dengan petugas-petugas yang cukup sigap meminta hand luggage penumpang yang ukurannya gak muat di overhead lockers untuk disimpan di baggage compartment pesawat. Tar kalo barang kita ditaro di situ, kita akan dikasih semacam nomor untuk pengambilan barang nanti ketika turun dari pesawat yang mana pengambilannya dilakukan langsung di tempat pesawat berhenti bukan di baggage claim seperti bagasi biasa.

Di dalam pesawat, saya duduk di samping si adek sementara pak suami di samping si abang.

Cowok-cowok ganteng lagi berdoa...hehe
Cowok-cowok ganteng lagi berdoa…hehe

Puji Tuhan, anak-anak terutama si adek duduk dengan tenang selama di pesawat. Tenangnya tenang banget, sampe ketiduran.

Toddler kesayangan orang serumah
Toddler kesayangan orang serumah
Hobinya di pesawat masih sama kayak abang dulu: baca-baca buku petunjuk keselamatan πŸ˜€
Trus akhirnya ketiduran...disusul mamaknya...hehehehe
Trus akhirnya ketiduran…disusul mamaknya…hehehehe

Sepanjang sisa perjalanan itu si adek tidur, si abang juga. Jadilah mereka gak ikut makan waktu makanan dibagikan πŸ˜€ .

Puji Tuhan, penerbangan hari itu sangat lancar. Ada sih guncangan, tapi dikit aja kok. Landing-nya pun muluuusss. Memang dari pengalaman beberapa kali naik pesawat jenis Bombardier CRJ1000 ini, landing-nya lebih mulus ketimbang jenis pesawat lain yang lebih besar, walopun ya tetep aja bergantung dari kemampuan pilotnya juga sih, karena proses landing yang kami rasakan di perjalanan balik dengan jenis pesawat ini ternyata jauh tuh dari kata mulus πŸ˜€ .

Nyampe bandara, kami bertemu dengan keluarga kakak ipar dari Jakarta yang juga baru tiba pesawatnya dari Pekanbaru (mereka mudik ke Duri Riau dulu baru kemudian lanjut mudik ke Medan). Horeeee! Senangnya, begitu nginjak bandara bisa langsung ngumpul kayak gini πŸ˜€ πŸ˜€ .

Ini keluarga kakak ipar saya yang tertua, juragan kain tenun nih...hehehe
Ini keluarga kakak ipar saya yang tertua, juragan kain tenun nih…hehehe

Sore itu sebenarnya kami sudah dijemput sama suami kakak ipar yang kedua, tapi sejak awal kami memang udah rencanain untuk bawa anak-anak naek Railink, alias kereta Bandara yang melayani rute Medan – Kuala Namu. Salah satu ponakan yang juga menyukai kereta ikut bersama kami. Jadilah yang diangkut sama suami kakak ipar cuma barang-barang kami aja, orang-0rangnya pada naek kereta…hehehe…

Stasiun keretanya sendiri terletak tepat di depan terminal bandara. Masuk ke stasiun bisa langsung beli tiket dan kami dapat yang jadwal keberangkatannya jam 18.40. Harga tiketnya sendiri Rp 100.000 per orang. Karena masih cukup waktu, suami sempat pergi bentar untuk beli makanan di A&W dulu dan panggilan untuk boarding ke kereta terdengar tepat di saat suami masuk lagi ke stasiun kereta.

Si abang dan si adek juga si keponakan tentu aja seneng banget lah ya bisa naek kereta gini, maklum, pada penyuka Thomas & Friends tuh semua. Sudah gitu, kerta bandara ini bagus, modern, dan bersih, bikin anak-anak nyaman di dalam.

Sayang, karena waktu itu udah malam, jadi pemandangan di luar gak keliatan lagi, jadi anak-anak ini pun gak bisa menikmati pemandangan di luar. Padahal kan seru ya lihat pemandangan di luar selagi dalam kereta gini.

Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama buat si abang naik kereta, karena dulu waktu ke Singapore dia juga naek kereta. Tapi waktu itu masih bayi sih, jadi jelaslah dia gak sadar…hehehehe… Sementara untuk si adek, ini adalah pengalamannya yang pertama banget.

O ya, waktu dalam perjalanan naik kereta ini, supaya gak kelaparan, kami semua makan makanan yang dibeli pak suami tadi. Kecuali si adek, dia mah makan bekal yang memang kami bawa dari rumah, syukurlah anak ini untuk urusan makan termasuk gampang jadi gak nyusahin mamanya yang nyuapin πŸ˜€ .

Hepi banget. Udahlah tiba di bandara langsung ketemu sepupu, eh naek kereta bareng pula :D
Hepi banget. Udahlah tiba di bandara langsung ketemu sepupu, eh naek kereta bareng pula πŸ˜€
Udah berusaha, tapi tetep aja pemandangan di luar gak bisa keliatan :D
Udah berusaha, tapi tetep aja pemandangan di luar gak bisa keliatan πŸ˜€
Si anak kecil yang gak nyusahin kalo pergi-pergi, karena makannya gampang meski masih harus bubur :)
Si anak kecil yang gak nyusahin kalo pergi-pergi, karena makannya gampang meski masih harus bubur πŸ™‚
Naik kereta, sambil nonton kereta juga..hehe
Naik kereta, sambil nonton kereta juga..hehe
Asal anak-anak bahagia, papa-mama juga pasti bahagia :)
Asal anak-anak bahagia, papa-mama juga pasti bahagia πŸ™‚

Perjalanan dari Kuala Namu ke Medan dengan kereta ini memakan waktu gak sampe sejam. Gak kerasa akhirnya kami tiba juga di stasiun Medan.

Bocah-bocah mandiri, geret tas sendiri-sendiri..hehehe.... Ini waktu perjalanan keluar dari stasiun kereta menuju ke pool taxi
Bocah-bocah mandiri, geret tas sendiri-sendiri..hehehe…. Ini waktu perjalanan keluar dari stasiun kereta menuju ke pool taxi

Dari stasiun kereta api Medan, kami menuju rumah mertua dengan menggunakan taxi. Puji Tuhan, gak lama kami udah tiba di rumah dan bisa bertemu dengan keluarga besar. Bahagia banget rasanya. Apalagi kalo udah lihat inang (mama mertua) yang sejak 10 tahun silam udah divonis gagal ginjal dan amang (papa mertua) yang udah pernah menjalani operasi pemasangan ring di jantung dilanjut dua kali menjalani operasi tumor otak serta baru selesai menjalani proses terapi sinar untuk membunuh keloid di otak, dan mendapati mereka berdua dalam kondisi baik-baik saja penuh sukacita, itu rasanya sesuatu banget, benar-benar bersyukur pada Tuhan karena hanya kuasa Tuhan yang bisa bikin mereka tetap dalam keadaan baik seperti sekarang. Puji Tuhan…

Iklan

10 thoughts on “Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s