Christmas 2016: Our Christmas Eve and Christmas Day

Selamat tahun baruuuu!!!

Ya ampuunn….lama banget saya gak mampir di sini dan udah tahun baru tapi saya masih mo cerita tentang Natal kemarin..hehehe… Telat banget, tapi gak apalah ya. Kayaknya udah jadi tradisi dari tahun ke tahun cerita tentang Natal telat ditulis di sini :mrgreen:

Sebenarnya waktu akhir Desember kemarin, saya udah berencana untuk menuliskan cerita tentang malam Natal dan hari Natal kami di tanggal 25 atau paling telat-telatnya di tanggal 26 karena tanggal 27 kami udah berangkat ke Medan. Tapi apa da ya pemirsa, lagi-lagi rencana tinggal rencana, karena ternyata di tanggal 25 dan 26 itu kami sibuk terima tamu di rumah yang berdatangan sampe malam. Ya sudahlah. Kami seneng banget juga kok terima tamu, apalagi tetangga-tetangga juga datang, bahagia rasanya karena di lingkungan ini meski beda-beda keyakinan tapi tetap rukun. Puji Tuhan 🙂 .

O ya, seneng juga rasanya karena kemarin itu rata-rata orang yang datang, terutama mereka yang baru sekali datang pada suka komentar katanya rumah kami cantik dan rapi sekali…hehehe…sebagai penanggung jawab yang ngatur-ngatur rumah tentunya saya hepi dan bersyukur sekali lah yaaa dapat pujian kayak gitu 😀 . Makasih lho ya buat yang udah muji-muji, kalian semua bikin Natal kami lebih ceria….hehehe…

Anyway, menjelang Natal kemarin itu, tanggal 23 Desember kami mendapat kabar duka yaitu salah satu kerabat pak suami yang tinggalnya di Jakarta, dipanggil Tuhan. Berhubung hubungan keluarganya termasuk dekat, maka udah semestinya lah ya dari keluarga kami datang ke sana. Karena mertua gak bisa, maka jadilah suami yang pergi ke sana mewakili keluarga besar kami. Berangkat ke Jakarta pagi banget dan langsung balik ke Palembang di malam harinya, syukurlah bisa langsung balik ya jadi kami masih bisa ibadah malam Natal bersama di rumah 🙂 .

Selagi suami pergi, saya di rumah siap-siapin apa yang bisa disiapin. Salah satunya bikin klappertaart buat dihidangkan keesokan harinya. Sempat juga saya belanja bentar ke Carrefour dan gak sengaja nemu peralatan buat photo booth bertema Natal, langsunglah saya beli, lumayan buat foto-foto tar malam…hehehe… Menjelang malam, selagi menunggu suami tiba, saya menata meja buat ibadah kami. Yang ditata di atas meja bukan makanan melainkan lilin-lilin yang melambangkan terang dunia karena Tuhan Yesus datang ke dunia sebagai terang.

Lilin-lilin ini ditata berbentuk salib yang merupakan simbol kekristenan. FYI, simbol kekristenan tuh hanya salib, sementara pohon Natal, Santa Claus (apalagi topinya doang :P ), sama sekali bukan simbol kekristenan :)
Lilin-lilin ini ditata berbentuk salib yang merupakan simbol yang mengingatkan besarnya kasih Tuhan pada manusia.

Suami akhirnya tiba di rumah kurang lebih jam 9 malam trus langsung makan dan mandi. Selagi suami mandi, saya dan anak-anak main-main sambil foto-foto 😀 .

Setelah suami siap, ibadah pun segera kami mulai supaya gak kemalaman dan anak-anak gak keburu ngantuk. Ibadahnya sederhana dan singkat saja. Hanya nyanyi, doa, lalu baca Alkitab dan renungan, kemudian nyanyi lagi sambil menyalakan lilin, trus doa lagi, dan terakhir kami salam-salaman sambil ngucapin selamat Natal. Sederhana, tapi semoga melekat di hati anak-anak sampai kelak mereka dewasa terus mengingat hangatnya kebersamaan dalam ibadah malam Natal bersama orangtua dan saudara mereka 🙂 .

Nyalain lilinnya mulai dari yang paling kecil dulu
Nyalain lilinnya mulai dari yang paling kecil dulu
Si adek gak cuma semangat waktu nyalain lilin aja. Waktu ibadah selesai dia juga paling semangat niupin lilin...hehe
Si adek gak cuma semangat waktu nyalain lilin aja. Waktu ibadah selesai dia juga paling semangat niupin lilin…hehe
Setelah giliran adek, maka abang yang kebagian nyalain lilin
Setelah giliran adek, maka abang yang kebagian nyalain lilin
Setelah abang, mama yang dapat giliran
Setelah abang, mama yang dapat giliran
Dan terakhir adalah papa
Dan terakhir adalah papa

Bersyukur sekali rasanya kami bisa beribadh bersama di malam Natal itu. Dan saya pribadi juga sungguh bersyukur karena apa yang jadi tradisi di keluarga saya bisa saya teruskan di keluarga kecil ini. Semoga demikian kelak juga untuk anak-anak. Amin.

Selesai ibadah, kami gak langsung tidur, melainkan sempat ngobrol-ngobrol trus foto-foto lagi 😀 .

Esok harinya puji Tuhan kami pada bisa bangun pagi. Gak boleh telat nih karena ibadah Natal di gereja diadakan lebih pagi dibanding ibadah di hari Minggu biasa dan karena ibadah hanya diselenggarakan sekali saja di hari itu, maka bisa dipastikan jemaat yang datang beribadah juga lebih banyak dari hari Minggu biasa. Kami tiba di gereja belum terlambat sebenarnya, tapi kondisi parkiran dan ruang ibadah sudah cukup penuh. Bersyukur masih bisa dapat tempat untuk kami.

Selesai ibadah di gereja, kami sempat berkeliling kota Palembang sebelum balik ke rumah. Di jalan balik, saya dapat pesan via WA dari staf saya Puput yang udah tiba di rumah kami…uuppssss…yang punya rumah malah masih di luar nih 😀 .

Beberapa kue kering yang saya siapkan. Beli sih, gak bikin sendiri...hehehehe...pemalas yaaa :D . Btw, warna toplesnya cantik ya :D :D
Beberapa kue kering yang saya siapkan. Beli sih, gak bikin sendiri…hehehehe…pemalas yaaa 😀 . Btw, warna toplesnya cantik ya 😀 😀
Makanannya ada daging sapi malbi, ayam panggang, gurami asam manis, sop, rujak sayur, nasi putih, sama nasi lemak. Katering sih, gak masak sendiri...hehehe...another indiciation of kemalasan ya :D :D
Makanannya ada daging sapi malbi, ayam panggang, gurami asam manis, sop, rujak sayur, nasi putih, sama nasi lemak. Katering sih, gak masak sendiri…hehehe…another indication of kemalasan ya 😀 😀
Bersama si cantik Deanisha :D
Bersama si cantik Deanisha 😀
Satu-satunya tamu yang sempat berfoto bersama, selebihnya gak sempat lagi :D :D
Satu-satunya tamu yang sempat berfoto bersama, selebihnya gak sempat lagi 😀 😀

Puji Tuhan, hari raya di rumah kami terbilang rame. Memang gak serame rumah orangtua di Manado sih, tapi tetep aja seperti yang saya bilang di atas, rasanya bersyukur banget karena kenalan-kenalan kami (meski gak semua) tapi lumayan lah yang datang ke rumah dan bersukacita bersama kami. Hari raya kami pun meski dilewatkan jauh dari keluarga tapi tetap terasa seperti hari raya 🙂 .

O ya, satu hal juga yang perlu banget disyukuri adalah tahun ini perayaan Natal (dan juga kemudian tahun baru) di negara ini semuanya berlangsung dengan aman. Puji Tuhan. Patut diapresiasi banget memang kinerja aparat keamanan ya, semoga terus lebih baik ke depannya. Amin 🙂 .

Demikianlah cerita soal hari Natal kami, besok-besok udah mo lanjut cerita tentang mudik ke Medan. Cihuuuuyyy!!

Selamat Natal!
Christmas is the perfect time to celebrate the love of God and family and to create memories that will last forever. Merry Christmas!

 

Iklan

15 thoughts on “Christmas 2016: Our Christmas Eve and Christmas Day

  1. Wow keren Lisa…. masih ada ya tradisi kunjungan di sana… salut sama kerukunan beragama di tempatmu…
    Kalo aku di Palembang jg pengen tuh berkunjung… pengen liat rumahmu yg rapi, bersih dan tertata dengan indah dan sempurna… hihihi…
    btw Selamat Natal dan Tahun Baru ya… semoga damai Natal senantiasa menyertai kita sepanjang masa…
    akupun bersyukur tak putus-putus karena Natal dan Tahun Baru ini aman dari bahaya bom ya…
    Puji Tuhan Pak Jokowi memenuhi janjinya memastikan Natal tahun ini aman… hihihi….akupun deg-degan selama Natal dan Tahun Baruan kemarin, berharap aman terkendali, dan puji Tuhan bener2 aman ya…
    semoga tahun-tahun berikutnya pun demikian…

    1. Iya nih, di sini masih ada tradisi kunjung mengunjungi…hehe…puji Tuhan..

      Rumahku bukannya sll rapi koookk…suka berantakan juga apalagi kalo anak2 lagi maen 😀

      Betul, bersyukur sekali kemarin semuanya aman ya, semoga terus demikian. Amiinnn

  2. Wah banyak tamu berarti banyak rejeki mbak allisa. Itu pertanda kita disayangi banyak orang dan tentu saja menyenangkan sekali. Apalagi pas natal. Sempurna deh acaranya.

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s