Sunny Home Sweet Home: Akhirnya Punya Ruang Kerja!

Menjelang akhir tahun ini, kami ada bikin beberapa perubahan di rumah, mulai dari kamar anak-anak, kamar kami, ruang aktivitas anak, sampai ke garasi. Sebenarnya waktu masuk tahun 2016, kami gak ada bikin rencana apa-apa untuk rumah, tapi menjelang pertengahan tahun kami mulai berpikir bahwa beberapa bagian di rumah perlu dilakukan perubahan terutama yang menyangkut keperluan anak-anak.

Keinginan membuat perubahan itu baru terealisasi menjelang akhir tahun karena kami cukup lama mencari vendor, sementara vendor-vendor yang pernah kami pake sebelumnya sepertinya kurang pas untuk mengerjakan apa yang kami mau. Puji Tuhan, sekitar bulan Oktober akhirnya kami menemukan vendor yang kami cari, yaitu CV. Jaya Multi Perkasa. Sejak itu mulailah satu per satu rencana perubahan itu terealisasi, dan posisi sekarang ini tinggal nunggu yang untuk di garasi selesai.

Gak semua perubahan yang kami lakukan itu bisa saya ceritakan di sini, paling tidak untuk saat ini, makanya saya ceritainnya satu per satu aja dan sekarang saya mau cerita tentang ruang kerja yang akhirnya bisa juga kami miliki.

Jadi begini pemirsa, udah dari dulu sebenarnya saya bilang sama suami kalo saya tuh pengen di rumah ini ada ruang kerja (yang tentu lengkap sama PC-nya lah ya), yang mana ruang kerja itu selain bisa digunakan oleh kami juga bisa digunakan oleh anak-anak buat ngerjain tugas-tugas sekolah.

Dulu, saya pernah berpikir menjadikan kamar untuk tamu di lantai bawah sebagai ruang kerja. Tapi pikir-pikir sayang juga karena kamar itu memang berfungsi banget ketika ada keluarga yang datang ke rumah kami, jadi rencana menjadikan kamar itu sebagai ruang kerja pun otomatis batal.

Selanjutnya, saya berpikir adalah lebih nyaman jika ruang kerja itu berada di tempat yang sama dengan ruang aktivitas anak-anak. Nyaman, karena pertimbangannya tuh begini:

  1. Kami bisa beraktivitas di ruang kerja itu sambil tetap bersama dengan anak-anak.
  2. Jika anak-anak lagi perlu untuk pake PC, mereka bisa menggunakannya tidak dalam ruang tertutup jadi pengawasannya bisa lebih baik ke mereka.
  3. Karena ruang aktivitas anak-anak juga berfungsi sebagai perpustakaan mini yang isinya ada buku-buku milik anak-anak dan kami juga, maka tentu lebih baik jika area kerja terdapat dalam ruangan yang sama. Kalo kami atau anak-anak butuh referensi dari buku, maka gak perlu pake acara pindah ruangan, semua sudah ada di situ.

Keinginan saya itu juga sejalan dengan pak suami dan menjelang pertengahan tahun ini, kami mulai benar-benar serius memikirkan untuk membuat ruang kerja itu. Apalagi melihat si abang yang makin sering butuh bantuan komputer untuk ngerjain project sekolah dan si abang juga makin tertarik belajar dengan komputer seperti misalnya bikin presentasi, menggambar, bikin animasi sederhana (udah ada beberapa animasi yang dia bikin tapi belum sempat saya cerita di sini), juga belajar pemrograman.

Yang jadi pertanyaan kemudian adalah di ruang aktivitas anak di sebelah mana kami akan menyelipkan ruang kerja itu?

Untuk mikirin pertanyaan di atas aja, kami butuh waktu cukup lama lho….hehehe… Maklum lah ya, ruangan itu sendiri aslinya bukan yang gede juga dan kami tentu gak mau dengan kehadiran area kerja malah bikin ruangan itu terlihat sesak dan tidak indah lagi.

Akhirnya, setelah berbagai pertimbangan, kami menentukan bahwa ruang kerja itu akan kami buat di sudut yang selama ini saya gunakan untuk membaca.

Sudut tempat saya biasa membaca
Sudut tempat saya biasa membaca

Seperti yang terlihat, di sudut itu ada sofa single yang ukurannya cukup besar. Sofa itu akhirnya kami jual bersamaan dengan tempat tidur dan lemari anak-anak. Sayang sebenarnya, karena nyaman lho duduk di sofa itu. Tapi kita kan gak bisa punya semuanya ya, kalo mau yang satu kadang harus mengorbankan yang lain. Jadilah sofa itu yang kami korbankan. Semoga di tempat yang baru, sofa itu juga bisa berguna dan tetap nyaman untuk pemiliknya 🙂 .

Karena sudut itu sempit, maka untuk meja kerjanya kami putuskan tidak dibeli jadi, melainkan dibikin supaya bentuknya bisa menyesuaikan dengan sudut itu. Yang bikin mejanya ya sama dengan yang bikin untuk kamar anak-anak dan garasi, yaitu dari CV. Jaya Multi Perkasa. Kami ingin desain yang minimalis dan dari beberapa referensi (terutama saya sering lihat IG-nya @minimalsetups), kami ingin supaya mejanya nempel aja dengan dinding, alias gak pake kaki, supaya kesan ruangan bisa lebih lega.

Desain meja komputer itu sederhana sekali, makanya dalam waktu beberapa hari saja sudah bisa diselesaikan proses pembuatannya oleh si vendor. Beda kasus waktu mereka ngerjain bed set anak-anak serta segala properti planetnya, itu mereka butuh waktu kurang lebih hampir 3 minggu…hehe….

Tanggal 9 Desember lalu, akhirnya meja kerja itu terpasang juga. Yeayyy!!

Puji Tuhan, hasilnya bagus, sesuai banget dengan harapan kami 🙂 .

Hanging shelves-nya kami biarkan pada tempatnya karena keberadaannya memang sudah cocok di situ. O ya, waktu menentukan warna HPL untuk meja kerja itu, kami mencari warna yang sama dengan hanging shelves itu. Hanging shelves-nya sendiri kami beli di Informa.

Tepat di bawah shelves, suami tambahkan dua buah colokan biasa plus satu panel yang berisi stop kontak 2 pin, stop kontak 3 pin, saklar lampu, dan dua buah stop kontak model USB (jaman sekarang yaaa…stop kontak aja udah bisa untuk USB 😀 ). Di samping deretan stop kontak, ada lampu TL-T5 yang bisa digunakan jika diperlukan.

Sementara untuk keperluan komputer dan printer, tepat di atas meja, suami tambahkan dua stop kontak 2 pin. Satu tepat di belakang komputer. Satunya lagi di belakang printer.

O ya, instalasi semua stop kontak dan saklar tersebut sudah dilakukan sejak sebelum meja dan wallpaper dipasang. Jadi memang untuk bikin yang seperti ini, rencana peletakan barang serta ukuran meja harus sudah pasti dulu supaya gak salah letak stop kontak dan saklarnya. Samalah seperti yang saya cerita di sini, waktu kami bikin kitchen set di rumah yang lama.

Untuk dindingnya, kami beri wallpaper, selain untuk memperindah juga untuk menegaskan bahwa meski berada dalam satu ruang namun peruntukan area ini agak sedikit berbeda.

Yang di atas tadi foto di pagi hari. Yang ini foto di malam hari. Apa bedanya? Ya gak ada sih...wkwkwkwkw
Yang di atas tadi foto di pagi hari. Yang ini foto di malam hari. Apa bedanya? Ya gak ada sih…wkwkwkwkw

Wallpaper itu pilihan saya. Pas waktu liat-liat contoh di toko Fashion Gordyn, Carpet, and Wallpaper yang berlokasi di Simpang Empat Bandara, saya langsung jatuh cinta sama motif ini. Senang aja gitu lihat bata-bata putih, kebayang bakal bikin ruang kerja kami terlihat cozy. Dan setelah dipasang, memang benar kok bikin ruang terlihat lebih cantik dan nyaman 🙂 .

Di bagian bawah meja kami beri dua gantungan tas. Saya juga taro keranjang rotan bikinan @rotan.cantik buat wadah kertas-kertas yang berukuran panjang seperti kertas kado, kertas asturo, dan kokoru. O ya, di samping keranjang rotan itu, saya juga ada pesan beberapa keranjang rotan lainnya dari @rotan.cantik, nanti kapan-kapan saya ulas tuntas yaaa.

Selain keranjang rotan, saya juga ada taro wadah dari bahan seperti karung goni di situ, lumayan buat nyimpen beberapa barang milik anak-anak. Maklum ya, namanya punya anak-anak di rumah, selalu butuh wadah untuk nampung barang-barang mereka.

Untuk kursinya kami beli di Informa. Aslinya bukan kursi kerja, melainkan kursi santai. Tapi kayaknya kursi kayak gitu lebih cocok supaya ruangan benar-benar terlihat nyaman dan aman karena gak pake roda. Kalo pake roda malah serem lho karena anak-anak suka banget main dorong-dorongan pake kursi beroda -__-” . Di bawah kursi, saya letakkan keset bulu panjang berwarna putih. Harganya murah itu, tapi sukses bikin ruangan ini tambah keren kan? Hehe…

Seperti yang terlihat di atas, meja kerja kami tidak sepenuhnya hanya menggantung saja. Untuk menambah kekuatan, meja itu juga diberi penopang berbentuk L.

Meja ini punya dua laci. Satu panjang, satu pendek, mengikuti bentuk mejanya. Di laci yang pendek tidak kami beri sekat lagi dan hanya digunakan untuk menampung beberapa buku catatan.

Sementara di laci panjangnya, kami beri sekat seperti ini.

Lumayan kan, bisa nampung banyak stationery. Itu kalo saya tarik lagi, di bagian belakangnya masih ada tempat untuk sticky notes dan sebagainya. Tapi gak semua stationery bisa kami letakkan di situ, karena beberapa yang merupakan benda tajam seperti gunting dan cutter saya letakkan di tempat terpisah yang lebih tinggi dan tidak bisa dijangkau oleh si adek.

Nah, sekarang untuk barang-barang di atas meja.

Karena ini sejak awal diperuntukkan untuk meja komputer, maka yang jelas di atas meja kudu ada PC dong ya.

PC-nya kami cari yang murah tapi mumpuni…hehehe…. Lupakan iMac, karena kami masih jadi pengguna Windows 😀 . Pilihannya jatuh pada Lenovo All-in-One IdeaCentre C20 yang udah berisi Windows 10 Home. Aslinya PC itu udah sepaket dengan keyboard dan mouse, tapi karena masih wired, jadi kami beli lagi yang wireless dan warnanya putih supaya saling cocok. Untuk kebutuhan rumahan, menurut saya PC ini udah oke, walo prosesornya masih Intel Celeron. Di kantor saya juga punya satu unit PC yang sama, dan admin jaringan saya yang pake PC itu selama ini nyaman-nyaman aja pakenya.

Untuk printernya saya pilih HP DeskJet Ink Advantage 2135 yang merupakan printer sekaligus copier dan scanner. Salah satu keunggulan printer ini adalah cartridge-nya murah, di toko komputer langganan harga per cartridge-nya cuma 90ribu aja. Lumayan kaann…si abang mo sering-sering nge-print pun tak masalah karena biaya beli cartridge gak besar..hehe…

O ya, selain PC serta printer, di atas meja juga saya ada taro tanaman Ekor Tupai, buat mempermanis dan menyegarkan ruangan 🙂 .

Waktu lihat PC itu terpasang manis di atas meja kerja ini, rasanya saya bahagiaaa banget. Udah dari dulu kan saya rindu punya PC di rumah karena lebih nyaman dipakai daripada laptop, cuma selama ini kendalanya adalah tempat peletakannya. Puji Tuhan sekarang tempatnya sudah ada dan saya sudah bisa nyaman pake PC. Gak perlu lagi buka tutup laptop dan nyolok-nyolokin kabel laptop di rumah..hehe…

O ya, seperti yang saya bilang, area meja kerja ini terletak di ruang aktivitas anak-anak, dan puji Tuhan kehadirannya sebagaimana yang diharapkan, tidak membuat aktivitas anak-anak jadi terganggu. Malah ke depannya akan membuat mereka bertambah nyaman, karena di ruangan yang sama mereka bisa main, bisa belajar, bisa baca buku, juga bisa pake komputer.

Tambahan area kerja di ruangan ini, sama sekali gak bikin ruang bertambah sempit, sebaliknya malah bertambah cantik, nyaman, dan terutama multi-fungsional
Tambahan area kerja di ruangan ini, sama sekali gak bikin ruang bertambah sempit, sebaliknya malah bertambah cantik, nyaman, dan terutama multi-fungsi

Penampakan lebih luasnya. Di sudut di sampingnya tetap ada rak buku dari Informa dan di samping rak buku itu ada plastic drawer unit yang juga kami beli dari Informa. di atas drawer unit itu juga ada newspaper rack yang lagi-lagi kami beli dari Informa…hehe…maklumlah belum ada Ikea di di sini, jadi apa-apa masih nyarinya di Informa 😀 . Di dinding di atas drawer unit ada lukisan yang udah lama banget saya beli dari Bali. Sementara di rak buku-nya saya gantungkan dua topi Tilangga yang merupakan topi khas pulau Rote, tempat kelahiran oma dari papa saya. Tepat di samping meja kerja, di bawah topi Tilangga, saya taro dua hanging storage bag buat nyimpen gunting, cutter, serta remote TV.

Puji Tuhan, keinginan punya ruang kerja yang menyatu dengan ruang aktivitas anak akhirnya terwujud sudah dan hasilnya pun sangat baik. Semoga dengan begini, kami bertambah betah di rumah, terutama anak-anak, semoga seiring mereka besar, rasa betah mereka di rumah tidak berkurang melainkan bertambah karena mereka bisa melakukan banyak hal di rumah sendiri 🙂 .

Demikianlah cerita saya soal ruang kerja di rumah kami. Semoga sedikit banyak bisa memberi inspirasi buat yang baca yaaa….

Iklan

37 thoughts on “Sunny Home Sweet Home: Akhirnya Punya Ruang Kerja!

  1. Lisaaaa! Hahahaha percisss sama maunya Abi nih model meja & wallpapernya. Cm Abi mo pake warna meja coklat muda yg kayu akasia Ntr mungkin aku mo tanya2 ya ke kamu ttg estimasi harga dll.

      1. Ho oh. Ini masih ngukur2 dulu 😀 akhirnya beli wallpaper nya nunggu mejane jd aja. Dimana meja jg masih diukur, wkwkwk…. yah resolusi 2017 lah: Man Cave for Abi….

  2. Lenovo dan printernya, setuju. Murah dan mumpuni untuk urusan kerjaan, dirumah. Kami pake itu di ruang kerjaku, sudah 1th ini da. Toss*
    Yakin deh bakal betah banget di situ da… Nyaman. Bocorin beli dmn keset putihnya boleh? #eaaa

  3. aaiiiiih, ga ada deh yang bisa ngalahin kamu soal kerapian, semuanya begitu terorganisir
    dan iya bener, wallpapernya keren sekali, jadi terasa hangat.
    PC-nya jg keren, suka…suka…suka 😀

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s